Tampilkan postingan dengan label pintar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pintar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Maret 2017

{TRAVELLING} Museum Satria Mandala (Indonesian Military Museum).


Halaman Depan Museum Satria Mandala


Hai Hai.. Apa kabar semuanya?? Saya berharap semoga semua dalam keadaan baik-baik saja.
Saya kembali lagi dalam tulisan saya yang masih bertemakan Jalan-jalan,hehehe...


Jalan-jalan saya bersama pacar kali ini adalah mengunjungi Museum Satria Mandala yang terletak di Jl. Gatot Subroto Kav. 14 Kuningan - Jakarta Selatan (kalian bisa search sendiri di Google Maps yah guys,hehehe..) Gampang sekali kok menemukan museum ini karena berada di pinggir jalan Gatot Subroto dan tentu saja terdapat papan nama yang sangat mudah terlihat :)


Museum yang terdiri dari 2 lantai dan area terbuka yang sangat luas ini buka dari hari Selasa - Minggu (Senin Tutup) mulai pukul 09.00 - 14.30. Loket untuk membeli tiket terdapat tepat di lobby utama dan harga tiket masuk museum ini hanya sebesar Rp.5000 / org saja, sangat murah bukan?? hehehe...  Bangunan museum ini merupakan salah 1 bangunan bersejarah karena merupakan kediaman Bung Karno.


Museum ini menurut saya sudah terbilang rapi dan modern (ber-AC) dan juga pencahayaannya cukup terang sehingga menghilangkan kesan angker. Museum ini menyimpan koleksi berbagai peralatan dan perlengkapan dari masa ke masa. Senjata saat Perang Kemerdekaan seperti senjata ringan maupun berat, mobil, kapal perang, pesawat tempur, berbagai macam rudal dan juga termasuk didalamnya tank baja yang tentu saja bisa kita sentuh secara langsung.


Bukan hanya menyimpan koleksi berbagai senjata saja, di museum ini kalian juga akan menjumpai sejarah berdirinya TNI. Dalam museum ini diceritakan secara lengkap bagaimana awal mulanya terbentuk TNI. Oleh karena itu museum ini juga dikenal dengan nama "Museum ABRI" :).


Saat masuk ke museum ini,kalian akan disambut oleh naskah Proklamasi Kemerdekaan yang sangat besar sekali yang ditempatkan di dinding, dan terdapat pula daftar Presiden dan Wakil Presiden dari yang pertama sampai yang terakhir. Berikut ini foto-fotonya :).

Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Daftar Presiden RI.


Masuk ke koridor berikutnya hal yang akan kalian jumpai adalah ruang diorama tentang bagaimana para Pejuang jaman dahulu berperang. Walaupun dengan keterbatasan senjata (hanya memakai Bambu Runcing) namun para Pejuang mampu merebut berbagai senjata canggih pada jaman itu dari tentara asing dan penjajah.


Yang menarik dari museum ini adalah terdapat ruangan dokumentasi khusus untuk 4 orang Jenderal besar Indonesia.
Ke 4 Jenderal itu adalah:

  1. Jenderal Oerip Soemoharjo
  2. Panglima Besar Jenderal Soedirman
  3. Jenderal Besar Abdul Haris Nasution
  4. Jenderal Besar H M Soeharto

Salah 1 sisi di Museum Satria Mandala.

Salah 1 Diorama Yang ada Di Museum

Berbagai Macam Diorama Yang Ada.

Peta Penugasan TNI Dalam Perdamaian Dunia.

Tandu yang dulu dipakai Jenderal Soedirman

Berfoto bersama Patung Jenderal Besar H M Soeharto

Biografi Jenderal Besar TNI A H Nasution

Foto Bersama Patung Jenderal Oerip Soemoharjo

 Selain ruangan ke 4 Jenderal juga terdapat ruang diorama yang bercerita berbagai informasi dan juga bukti sejarah yang berlangsung saat Perang Kemerdekaan maupun setelah Indonesia merebut Kemerdekaan. Ruang diorama ini merupakan sarana yang baik dan cocok bagi para orang tua untuk menceritakan tentang sejarah Indonesia kepada anak-anaknya dan menurut saya lebih mudah juga bagi si anak untuk memahaminya karena masing-masing diorama yang ada disertai dengan keterangan dibawahnya.

Berikut ini beberapa diorama yang sempat saya ambil fotonya sewaktu saya berkunjung ke museum ini (Fotografernya masih level amatir... :D :P )


Pertempuran Surabaya 10 Nopember 1945

Pertempuran 5 Hari Di Semarang

Dapur Umum Jaman Perang Kemerdekaan

Pertempuran Ambarawa

Bandung Lautan Api

Operasi Lintas Laut Dari Banyuwangi Menuju Bali
Penurunan Bendera Belanda Dari Puncak Hotel Yamato Surabaya



Perebutan Pangkalan Udara Bugis Malang

Pertempuran Bogor

Pertempuran Cibadak Sukabumi

Ekspedisi Ke Maluku

Pertempuran 5 Hari 5 Malam Di Palembang

Kentongan. "Alarm" Jaman Perang Kemerdekaan

Pengumuman Proklamasi RI di Medan. 


 Selain berbagai diorama diatas, di lantai bawah museum ini juga memiliki berbagai koleksi senjata dari masa ke masa baik senjata ringan maupun berat yang digunakan saat jaman perang dahulu, baik itu yang dibuat sendiri oleh para pejuang kita maupun senjata yang berhasil direbut dari tangan para penjajah. Dan merupakan sebuah keasyikan tersendiri saat saya masuk ke ruang senjata karena saya suka melihat berbagai macam senjata, hahaha.. :D


Foto Dulu sama para pejuang RI

Berbagai Senjata Laras Panjang, Laras Pendek, Pokoke komplit deh! :D

Berbagai Jenis Armada TNI

KRI Dewa Ruci
KRI Ahmad Yani.

Pelempar Mortir.

Senapan Laras Panjang.

Mortir. 

Ranjau Darat & Bom Udara

Sten Gun (Senapas Asal Inggris) & BOFORS (Meriam asal Swedia).

Torpedo MK1 Yang Biasa Dipakai untuk Kapal Selam.

Deretan Senapan Otomatis (Sayang gak bisa sentuh langsung euy..hehehe..).



Pada bagian halaman belakang museum ini terdapat sebuah taman yang diberi nama "Taman Dirgantara". Sebuah taman yang sesuai namanya, menyimpan segala koleksi yang berhubungan dengan Kedirgantaraan Indonesia. Di Taman ini terdapat berbagai jenis pesawat dan helikopter yang pernah digunakan di Indonesia. Helikopter jenis Mi-4, pesawat B25 Mitchell, pesawat tempur P-51 Mustang hadir menghuni taman ini. Selain itu juga terdapat berbagai kendaraan lapis baja juga ikut eksis di sebuah area yang memang dikhususkan untuk semua kendaraan lapis baja parkir (garasi kali ahh..hehehehe.. :P) Hanya saja garasi yang satu ini bukan mobil isinya melainkan tank dan teman-temannya,hehehe.. :P :D


Taman Dirgantara dan Heli Mi-4

Pesawat Tempur P-51 Mustang.

Pesawat B25 Mitchell

Berbagai jenis Kendaraan Lapis Baja


Ampun om...ampun.. :D

Saya yakin bobot kendaraan ini pasti berat deh! (yaiyalah..!) heheheh.. :D

SPG Kendaraan Lapis Baja! *ehh??* hahahaa.. :D :P

Berbagai macam jenis Tank Yang Menjadi Armada Kebanggaan Indonesia.


Sebuah pengalaman yang menarik bagi saya dan pacar saya dapat mengunjungi Museum Satria Mandala. Sebuah tempat yang sarat dengan nilai sejarah dan penuh dengan informasi tentang bagaimana Indonesia merebut Kemerdekaan. Sangat baik untuk memupuk kembali rasa Persatuan dan Kesatuan agar Indonesia tetap bersatu dan tidak mudah di pecah belah oleh pihak lain.


Sampai jumpa kembali di artikel saya selanjutnya yaa.. :)






Created By: Penulis Imajinasi






Mohon sertakan alamat blog saya ini jika anda ingin mengkopi atau posting ulang cerita ini ke dalam website ataupun blog anda. Terimakasih.









Senin, 13 Februari 2017

{TRAVELLING} Museum Layang Layang Indonesia...



Helloow..i'm back again.. hahaha (ketawa jahat).. :P
Apa kabar semuanya? semoga semuanya baik-baik saja yaa.. :)


Di postingan kali ini saya akan sharing tentang trip saya dan sang pacar yang agak berbeda dari biasanya. Jika biasanya kita mengunjungi suatu daerah baru/tempat wisata baru, di trip kali ini kita mengunjungi sebuah museum yang unik, yaitu Museum Layang-Layang Indonesia.

Yup! Minggu, 12 Februari 2017 yang lalu saya dan pacar datang ke Museum ini. Lokasinya berada di Jl. H Kamang No. 38 Pondok Labu, Jakarta Selatan. JIka kamu dari arah Blok M, tinggal lurus saja ke arah Fatmawati, nah setelah mall One Bel Park, kira-kira 500 -600 meter kamu akan melihat papan petunjuk museum di sebelah kanan, tinggal belok kanan dan masuk kira-kira 350 meter maka kamu akan sampai di museum ini.



Tiket Masuk Museum.

Dengan cukup membayar 15ribu saja kamu sudah dapat masuk ke museum ini. Museum buka setiap hari, kecuali hari libur Nasional mulai jam 09.00 - 16.00. Sesuai namanya, di tempat ini kamu akan menemukan berbagai jenis layangan dari seluruh daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Diawali dengan hobby dari seorang ibu bernama Endang Ernawati yang sangat suka layang layang akhirnya pada tahun 2003 didirikanlah Museum Layang Layang, sebagai bentuk kecintaan Ibu Endang terhadap Layang Layang. Museum ini dibangun dengan konsep Jawa dan memiliki beberapa bangunan.

Bangunan pertama terletak di sebelah loket,yaitu ruang audio visual dimana pengunjung dapat menonton sejarah layangan dan berbagai macam festival layangan, ruangan ini dapat menampung kurang lebih 35 - 40 anak. Bersebrangan dengan ruang audio ada bangunan ke 2 yaitu pendopo berlantai putih yang biasanya digunakan untuk kegiatan melukis layang-layang, membuat layang-layang, belajar membatik,membuat keramik dan lain sebagainya.


Dan bangunan ke 3 yang merupakan bangunan utama adalah pendopo terbuka yang merupakan ruang pamer dari segala koleksi yang di miliki oleh museum ini. Di dalam ruang pamer ini terdapat berbagai koleksi layangan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia & mancanegara. Saat memasuki ruang pamer ini kamu akan langsung disuguhi berbagai jenis layangan tradisional ataupun layangan 2 Dimensi dan 3 Dimensi hasil karya para pelayang yang menyumbangkan karyanya untuk museum ini.

Berikut ini beberapa koleksi layangan yang saya photo sewaktu berkunjung ke museum ini,cekidot yak..



Foto dulu bersama Layangannya..hehee


Salah 1 koleksi di museum ini, Kalimantan Timur


Salah 1 koleksi di museum ini,Kalimantan Selatan.


Layang-layang dari Jawa Barat.


Salah 1 koleksi di museum ini,layangan dari Kalimantan Barat.


Layang Adu, Kalimantan Timur


Layang-layang dari Banyuwangi.


Telong Telong From Bengkulu


Replika Museum Layangan dari Bali.


Berbagai Layangan 2D dan 3D yang ada di museum.


Berbagai macam bentuk Layangan.


Perangko dan Sampul Pertama Layang-Layang Indonesia.


Kumpulan layangan dari mancanegara.


Museum ini juga meraih penghargaan dan juga piagam MURI, diantaranya dari Dinas Pariwisata Jakarta Selatan pada tahun 2004 yang menunjuk museum ini sebagai salah satu tempat kunjungan wisata di Jakarta dan juga salah satunya meraih piagam dari Muri sebagai penyelenggara menerbangkan Layang-Layang jenis train terbanyak di Indonesia pada tahun 2013.


Foto Ibu Endang dan Piagam dari MURI tahun 2013.


Penghargaan Dari Dinas Pariwisata (foto kiri atas).


Layangan Jenis Train. (Disebut Train karena memanjang seperti Kereta).

Saat berkunjung ke museum ini, tentu saja saya dan pacar saya tidak melewatkan kesempatan untuk berfoto di dalam ruang pamer museum dan juga di sekitar area museum.

Mari membuat Layang-layang


Belum pernah lihat globe jadi yah begini deh hasilnya, hahaha..


Selfie dulu kakaa... ☺☺


Ceritanya mencoba eksis sih.. hehehe..


Sang pacar pun ikutan eksis juga.. :D :P 


Sebuah tempat yang sarat informasi khususnya tentang Layang-Layang dan saya rasa sangat cocok bila para orang tua membawa anak-anak mereka berkunjung ke museum ini karena di tempat ini anak-anak bisa bermain dan belajar tentang Layang-layang. 

Melihat layangan di museum ini saya kembali mengenang masa kecil yang dulu suka sekali mengejar layangan sampai harus kecebur parit/got karena mata hanya mengikuti layangan yang jatuh tak tentu arah, hahaha... sebuah masa kecil yang tak terlupakan dan menyenangkan,hehehe..

Berhubung waktu yang terbatas saya dan pacar saya tidak sempat mencoba aktifitas seni lainnya seperti membuat layangan, melukis layangan, melukis batik dan lain-lain. Dan pacar saya sudah request ingin kembali lagi ke museum ini, well..dia doyan melukis, jadi tempat ini pas banget buat hobby pacar saya, hehehe.. 

Sampai ketemu di postingan saya berikutnya yaa.. bye bye.. ☺






Created By: Penulis Imajinasi







Mohon sertakan alamat blog saya ini jika anda ingin mengkopi atau posting ulang cerita ini ke dalam website ataupun blog anda. Terimakasih.