Tampilkan postingan dengan label 2020. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2020. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Oktober 2020

[TRAVELLING] Staycation & Short Trip To Bandung.

Hi semuanyaa...apa kabar ? Saya harap kalian semua yang membaca postingan ini selalu dalam keadaan sehat dan bagi yang sedang sakit semoga cepat sembuh yaa... :).

Di postingan saya kali ini saya akan sharing pengalaman saya menginap di 2 hotel yang berada di 2 kota yang berbeda namun ke 2 hotel ini sama-sama menerapkan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat untuk cuci tangan dan mengukur suhu tubuh sebelum masuk ke dalam gedung hotelnya. Penasaran hotel apa saja ? Berikut ceritanya, hehehe..


**Hotel 1**.

Beberapa waktu lalu saat kota Jakarta melonggarkan PSBB, saya pun menyempatkan diri untuk staycation di salah 1 hotel yang ada di sekitaran Sabang, Jakarta Pusat. Hotel yang saya pilih untuk staycation adalah Hotel Mercure Sabang yang berada di Jl. H. Agus Salim, Jakarta Pusat.

Dari segi lokasi, hotel ini dekat dengan Monas, stasiun Gambir dan dekat dengan kawasan tempat makan di Jl Sabang. Kesan pertama saya saat datang untuk check-in di hotel ini adalah mewah, karena memang sepengetahuan saya, hotel ini adalah hotel bintang 4.

Tidak ada kendala sama sekali saat saya check in karena memang staff receptionistnya membantu sekali. Dan juga saat saya bertemu dengan para staff lainnya pun ramah, jadi bikin betah, hehehe.. Oh iya, di hotel ini juga tersedia fasilitas kolam renang outdoor namun saya tidak mencoba kolam renangnya, takut balik lagi jadi lumba-lumba nanti kalau saya berenang, hahahahaa...

Bicara soal kamar, kamar yang saya tempati sudah tentu mewah, bersih dan rapi, kasurnya empuk banget bikin saya pules tidur plus AC kamarnya dingiinn, jadinya semakin pules deh, hahahaa.... Tersedia pula wifi gratis di dalam kamar yang memudahkan saya untuk main sosial media atau nonton video streaming. 

Kamar yang saya tempati adalah kamar tipe Deluxe dengan luas kurang lebihnya mungkin sekitaran 25-27 meter persegi (jika saya tidak salah), disediakan air kemasan gratis plus teko listrik bila kalian ingin menyeduh air panas buat bikin kopi/teh. Channel tv cable yang tersedia juga cukup lengkap, di kamar mandi juga tersedia air panas/dingin dan seingat saya disediakan juga hair dryer di kamar mandi (barang penting nih bagi para wanita, hahahaa...). Untuk rasa menu sarapan di hotel ini saya tidak mencobanya karena saya hanya memesan kamar hotelnya saja, tidak termasuk sarapan.

Well, secara keseluruhan saya suka sekali menginap di hotel ini dan akan kembali lagi menginap di hotel ini di lain waktu. Berikut ini beberapa foto kamar yang saya tempati:









**Hotel 2**.

Oke, jadi untuk hotel ke 2 ini saya pesannya dadakan dan saya tidak yakin ini bisa disebut staycation karena saya menginap di luar kota, bukan di kota saya sendiri. Awal cerita kenapa saya pesan hotel ini adalah karena sekitar bulan Agustus yang lalu saya ada urusan mendadak di kota Bandung, saya harus segera berangkat hari itu juga menuju Bandung. Terima kasih saya ucapkan kepada travel Jackal Holidays yang saat itu mengantarkan saya dari Jakarta menuju Bandung. 

Kenapa saya pilih Jackal Holidays ? 

  • Karena lokasi counternya dekat dengan tempat saya tinggal.
  • Karena armadanya luxury alias mewah, kursi penumpangnya besar bisa reclining, dan dalam 1 mobil itu isinya seingat saya hanya 8 penumpang saja. Jarak kursi saya dengan kursi depan saya itu lega banget, cocok buat saya yang bertubuh chubby bin montok ini, hahahaa..
  • Tersedianya port USB di kursi saya sehingga memudahkan saya untuk mengisi daya baterai gadget saya selama di perjalanan.
  • Titik tiba travel ini di Bandung dekat dengan lokasi tempat saya punya urusan.

Start dari Jakarta jam 6 sore dan pada pukul 9 malam saya sudah sampai di kantor travel Jackal Holidays di Jl. Dipati Ukur, Bandung. Setelah sampai saya pun langsung memesan ojek online untuk mengantarkan saya menuju hotel yang sudah saya pesan sebelumnya.

Hotel yang saya gunakan untuk menginap selama 2 malam di Bandung adalah De Sofia Dago Hotel yang berada di Jl. Teuku Angkasa No. 27, Bandung - Jawa Barat.

Sebuah hotel bintang 2 / bintang 3 yang terletak di kawasan perumahan sehingga tidak ramai lalu lintas kendaraan yang membuat tidur saya nyenyak karena tidak terganggu dengan bisingnya suara kendaraan bermotor.

Masuk ke lobby hotel ini saya langsung disapa ramah oleh receptionist dan saat saya check-in seingat saya harus deposit kartu sebesar Rp. 50.000,- yang akan dikembalikan saat check-out dari hotel ini.

Sebuah hotel 4 lantai yang dilengkapi dengan lift/elevator sebagai akses menuju lantai tempat kamar saya berada, para staff di hotel ini menurut saya ramah, jadi bikin betah deh, hehehee....

Masuk kamar kesan pertama saya adalah kamarnya bersih, tempat tidur dan bantalnya bersih dan rapi, toiletnya bersih. Di kamar saya juga mendapatkan air kemasan gratis dan tersedia teko listrik bagi yang ingin menyeduh air panas untuk membuat kopi/teh.

Kamar yang saya tempati dilengkapi fasilitas wifi gratis, channel tv cable yang cukup lengkap, di kamar mandi juga tersedia air panas/dingin plus AC kamarnya dingiiinn, mantab! hehehe.. Hotel ini juga menyediakan fasilitas kolam renang dan smoking area di lantai paling atas dan saya pun menyempatkan melihat kolam renangnya tapi saya tidak berenang karena ya saya takut balik lagi jadi lumba-lumba, hahahaa...

Yang saya suka saat menginap di hotel ini adalah di sekitar hotel ini banyak terdapat penjual makanan, sehingga memudahkan saya untuk membeli sarapan (saya hanya memesan kamar saja tanpa sarapan) ataupun membeli makan siang/malam, jadi bisa sekalian wisata kuliner deh, hehehee..

Overall saya suka menginap di hotel ini dan pastinya akan kembali lagi menginap di hotel ini saat saya berkunjung ke Bandung di lain waktu. Buat yang kepo seperti apa kamar dan kolam renangnya, berikut ini beberapa fotonya yaa:

Kolam renang






Nasi goreng yang saya beli di dekat hotel



Dengan berakhirnya urusan saya di Bandung maka berakhirlah pula cerita saya kali ini. Untuk harga per malam hotel yang saya sebutkan di cerita ini bisa kalian cek langsung di OTA (Online Travel Agent) langganan kalian ya. Terima kasih untuk kalian yang sudah menyempatkan waktu membaca tulisan saya ini, semoga kalian semua selalu dalam keadaan sehat dan sampai ketemu lagi di tulisan saya berikutnya yaa, bye-bye...... :)




Created by: Penulis Imajinasi.



Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.




Jumat, 04 September 2020

Surat Untuk Mantan.

Hi mantanku.. apa kabar kamu setelah kita putus? Apa kamu selalu minum vitaminmu? Apa kamu selalu makan teratur? Aku tidak tahu apakah saat ini kamu sudah ada orang baru yang mengingatkanmu itu semua tapi tolong sesibuk apapun kamu sempatkan makan dan minum vitamin yang rutin demi kesehatan kamu sendiri.

Mantanku...bagaimana kerjaan kamu? Semoga kerjaanmu selalu berjalan lancar karena seandainya kerjaan kamu ada masalah, aku tidak bisa lagi ada untuk mendengar semua cerita kamu tentang kerjaan. 

Aku tidak bisa lagi datang ke tempat mu untuk mendengar keluh kesahmu sambil memelukmu dan mengelus rambutmu untuk menenangkanmu. Semoga pasangan kamu berikutnya lebih baik lagi dalam memperlakukanmu disaat kamu sedang resah dan gelisah.

Mantanku....aku ingin meminta maaf padamu karena selama kita pacaran, aku tidak bisa menjadi sosok yang ideal bagimu, aku hanya manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan, aku masih suka terpancing emosi saat kita debat, aku masih suka marah padamu, namun aku pastikan bahwa aku tidak pernah berkata kasar atau berlaku kasar padamu karena aku tidak mau melukai dirimu.

Aku hanya berusaha mencoba menjadi yang terbaik bagimu walaupun itu tidak mudah bagiku, aku hanya mencoba menjadi pacar yang selalu ada untukmu walaupun aku harus mengorbankan waktuku sendiri, tidak mengapa, aku bahagia melakukan itu, demi kamu orang yang aku sayang.

Dear mantanku....aku ingin bertanya padamu. Mengapa kamu meninggalkan aku? Mengapa kamu memilih untuk sendiri? Jika memang kamu ingin sendiri mengapa dulu kamu izinkan aku memasuki kehidupanmu, mengapa dulu kamu mengizinkan aku menyayangi kamu?

Kini....disaat aku sudah mulai terbiasa dengan kehadiranmu di hidupku, kamu memilih pergi karena ingin sendiri. Mengapa kamu tidak memberitahu aku bagaimana caranya menjalani hidupku tanpa kehadiranmu lagi? 

Tolong mantanku, ajari aku agar bisa melanjutkan hidupku tanpa kamu lagi. Tolong ajari aku bagaimana caranya agar rasa sayang yang besar ini hilang dari hatiku, aku masih menyayangi kamu setulus hatiku.

Dear mantanku...tahukah kamu bahwa hatiku kecewa disaat kamu menghindar dariku? Tahukah kamu seberapa besar sakitnya hati ini saat melihat perubahan sikapmu? Dari kamu yang selalu perhatian menjadi kamu yang cuek ke aku, aku sakit melihat itu. 

Apakah kamu tidak tahu bahwa aku tidak bisa jauh dari mu? Aku ingin selalu di dekatmu meski cuma melalui media chat dan telepon, tetap terkoneksi dengan kamu.

Aku tahu kamu memiliki segudang masalah dihidupmu, untuk itu aku ingin membantu kamu semampu aku, mari kita cari bersama solusi dari setiap masalahmu. Bagikan beban di pundakmu itu padaku, aku akan membantumu menopang pundakmu agar kamu tidak merasa berat lagi, kamu tidak sendirian sayang.

Mantanku..sebenarnya bukan inginku untuk memenuhi permintaanmu yang ingin sendiri, aku hanya tidak kuat lagi menahan rasa sakit saat melihat sikap dinginmu itu. Hatiku masih kaget dengan sikapmu. 

Mungkin hatiku bisa lebih menerima bila kamu memutuskan aku karena kamu menemukan lelaki lain yang lebih baik dariku. Atau....sebenarnya kamu memang sudah menemukan lelaki itu dan memakai alasan "ingin sendiri" untuk putus denganku? Maafkan aku kalau terlihat curiga karena jujur saja aku masih tidak percaya kita putus.

Maafkan sikapku saat kita putus, aku melakukan itu karena rasa kecewaku yang sangat besar padamu, aku meluapkan rasa sakit yang kurasakan dengan tidak membalas chatmu, block nomormu, block sosial mediamu namun saat ini, rasa kecewa ini sudah berkurang dan aku sudah membuka kembali block nomor dan sosial mediamu, semoga kamu tidak benci denganku karena hal ini.

Andai waktu bisa diulang kembali, aku akan kembali di masa dimana aku tidak mengenalmu, karena bila aku mengenalmu aku akan susah jauh darimu. Lebih baik kita tidak saling kenal jika ujungnya seperti ini.

Mantanku..terima kasih aku ucapkan padamu atas semua yang telah kamu lakukan selama kita pacaran, aku senyum-senyum sendiri jika mengingat itu semua. Dan....bila aku punya kesempatan lagi, aku ingin kita kembali seperti dulu, kembali jadi sepasang kekasih yang kadang akur kadang berantem tapi kita sama-sama tahu kalau kita saling menyayangi satu sama lain.

Mantanku....semoga hidupmu saat ini semakin baik lagi, semakin tenang dan semakin bahagia setelah putus dariku. Tolong jaga kesehatanmu, aku sedih bila mendengar kamu sakit. Dan.....bila saat ini kamu sudah memiliki pacar baru....aku hanya berharap semoga kamu lebih bahagia lagi dari saat kamu bersamaku.


Terima kasih mantanku...




Created by: Penulis Imajinasi.



Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.

Rabu, 26 Agustus 2020

"RUMAH"....



Memang...tidak semua orang bisa menerima kekurangan orang lain. Memang..tidak semua orang paham akan kekurangan orang lain. Bahkan cinta dan sayang pun tidak bisa dijadikan dasar untuk menerima dan mengerti kekurangan orang lain.

Jatuh cinta itu mungkin mudah bagi sebagian orang, tapiii..mempertahankan cinta agar tetap dalam takaran yang sama setelah tahu kekurangan pasangan adalah jelas tidak mudah, hanya sebagian orang yang mampu melakukannya. 

Menerima apa adanya (katanya) namun tetap komplain dengan sifat/kekurangan pasangan, tetap komplain bila tidak sesuai dengan keinginannya sendiri, bagi saya itu bukan menerima apa adanya tapi menerima dengan syarat dan ketentuan berlaku :-)

Menurut saya hati itu ibarat "Rumah". Saya akan mempersilahkan siapa pun yang datang mengetuk pintu "Rumah" saya untuk masuk ke dalam rumah saya, saya akan secara gamblang memperlihatkan dengan jelas isi "rumah" saya, baik dari sisi keindahannya dan juga sisi buruk dari rumah saya.

"Rumah" saya tetap terbuka dan saya tetap memperbolehkan siapa pun tamu "rumah" saya yang ingin tinggal selama mungkin dengan catatan tamu saya dapat menerima dengan ikhlas sisi buruk "Rumah" saya.

Namun..bila ingin tetap tinggal tapi terus menerus komplain dan mengeluh, pintu rumah saya juga terbuka lebar bila tamu saya ingin pergi dari "Rumah" saya. Saya tidak akan menahan tamu tersebut untuk tetap tinggal di dalam "Rumah" saya bila hanya membuat saya sebagai tuan rumah merasa tidak nyaman.

"Rumah" perlu dirawat agar sisi buruknya perlahan berubah atau hilang, bukan dengan cara komplain atau mengeluh tapi dengan cara terus menerus diberikan perawatan dan perhatian agar sisi buruk rumah berubah menjadi nyaman untuk ditempati.

Sebuah "Rumah" yang atapnya bocor tidak akan bisa diperbaiki hanya dengan komplain saja bukan ? Sebuah "Rumah" yang jendelanya rusak tidak bisa dikunci tidak akan mungkin bisa diperbaiki hanya dengan mengeluh saja.

Atap Rumah yang bocor hanya bisa diperbaiki dengan melakukan perawatan atapnya, ditutup agar tidak bocor begitupun dengan jendela yang rusak hanya bisa diperbaiki dengan mereparasi jendelanya agar bisa terkunci kembali.

"Rumah" akan menjadi tempat yang nyaman bila dilakukan perawatan dan perhatian tanpa henti dari penghuni rumah tersebut. Bila tidak ada perawatan dan perhatian secara berkala, niscaya rumah itu akan menjadi rusak dan hancur.

Isilah "Rumah"mu dengan tamu yang berkomitmen untuk merawat dan memberi perhatian terhadap rumahmu dengan ikhlas dan tulus, tanpa syarat.





Created By: Penulis Imajinasi





Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.

Senin, 24 Agustus 2020

[TRAVELLING] Weekend Getaway: 2D1N, Bogor Trip...


Hai hai semuanya... apa kabar ? Semoga semua yang membaca artikel ini selalu dalam keadaan sehat dan bahagia selalu, amiiiin... :)

Wah..sudah lama yaa saya tidak posting artikel baru, hehehe.. Tapi bagaimana mau posting artikel baru lah wong sejak Covid menyerang saya tidak kemana-mana dalam beberapa bulan terakhir ini, cuma stay at home demi kesehatan sendiri dan orang sekitar.

Beberapa bulan ini tidak ada aktifitas travelling, kulineran atau bahkan ide buat menulis cerita fiktif belaka pun tidak ada, hehehehe...

Tapiii..berhubung sekarang-sekarang ini sudah mulai boleh beraktifitas di luar rumah (walaupun tetap masih maskeran dan bawa hand sanitizer kemana-mana, hahaha..) saya akhirnya memutuskan pada akhir bulan lalu saatnya untuk liburan amat singkat ke 1 kota bernama Bogor di propinsi Jawa Barat, hehehe...

Kenapa amat singkat ? Karena cuma 2 hari 1 malam aja, hehehe.. Setidaknya bisa melepas rasa kangen travelling lah walaupun cuma 1 malam dan hanya travelling ke kota yang dekat dari tempat saya tinggal, hehehe.. Daripada kebanyakan bacot, yuklah saya ceritain trip saya kali ini, hehehe..

DAY 1.

Hari pertama ini dimulai dari pagi hari packing, siapin pakaian, mandi yang bersih dan wangi dan lanjut ketemuan dengan pacar saya,hehehe.. Sekitar jam 9an kita pun berangkat on the way menuju Bogor. Karena kita jalan pagi hari sehingga jalan tol yang kami lewati (read: Tol Jagorawi) belum masuk kategori macet, masih lancar jaya walaupun sudah mulai ramai kendaraan yang mengarah ke Puncak/Sukabumi/Bogor.

Butuh waktu sekitar 70-90 menit untuk kita sampai di Bogor dan langsung menuju ke 1 tempat yang ada di wish list pacar saya yaitu sebuah restoran bernama "Kedai Kita" di jl. Pangrango, Bogor Tengah. Sebuah restoran yang menyajikan Menu Western, Oriental dan Indonesian. Suasana restonya menurut saya nyaman, homey dan syukurnya kita datang masih dibawah jam makan siang alias dibawah jam 12an jadi masih dapat tempat duduk, belum banyak pengunjungnya.

Di kedatangan kali ini, saya memesan Nasi Ayam Goreng Mentega sementara doi memesan Hotplate Mie Sapi Lada Hitam plus Pangsit Goreng sebagai cemilan. Hemm..menurut lidah saya, makanan yang saya pesan nikmat, saus menteganya terasa gurih, ayam gorengnya juga lezat, tidak overcooked atau pun undercooked.

Begitu juga dengan makanan yang pacar saya pesan, saya cicip dan enak, pedesnya bikin nagih pemirsah.. mienya kenyal, saus lada hitamnya pedasnya pas, daging sapi yang dikasih juga banyak, gak pelit, mantul dah makan disini! Pantas saja pacar saya suka makan disini setiap dia berkunjung ke Bogor, what a great recommendation! Untuk Pangsit Gorengnya mah sudah terpampang nyata ke-kriuk-an dan kerenyahan dari kulit pangsit yang digoreng berwarna coklat keemasan plus saus pangsitnya asam-asam manis seger gimana gituuuu, hahaha..

Dan pacar saya juga take away Pizza Margharita yang ternyata di panggangnya memakai kayu bakar, beuh..unik yaa!  Pengalaman yang mengenyangkan makan di restoran ini ! TOP ! Berikut ini foto makanan yang kita pesan, saya ambil fotonya sesaat sebelum semua habis tak bersisa, hahaha..

Restoran Kedai Kita

Hotplate Mie Sapi Lada Hitam, Pangsit Goreng & Nasi Ayam Goreng Mentega.


Perut kenyang saatnya ngadem ke mall (teteup, yang dicari emol juga, dasar ya saya, anak mall ! hahaha..) Tujuan pertama kita adalah Botani Square. Di mall ini kita tidak makan berat lagi, hanya minum saja. Kegiatan di Botani Square adalah saya keliling menemani mba pacar keluar masuk store alias window shopping dan pada akhirnya iman dia tergoda dan membeli 1 piece baju yang menurut saya bagus kalau dia yang pakai, jadi semakin cantik, hehehe...

Puas (read:kaki pegel) keliling Botani Square, kita pun memutuskan untuk pindah lokasi karena ada item yang saya cari tapi tidak saya temukan di Botani Square. Nah berhubung jalanan Bogor sudah mulai macet, akhirnya kita memutuskan meninggalkan kendaraan di parkiran Botani dan melanjutkan perjalanan menggunakan taksi online demi supaya tidak capek menyetir dan kejebak macet, hehehe..

Tujuan ke 2 adalah Ekalokasari Plaza karena siapa tahu di tempat ini ada item yang saya cari-cari. Sampai di Ekalos seperti biasa yaa, di masa pandemi begini baik di Botani maupun Ekalos tetap harus cek suhu tubuh dan cuci tangan sebelum memasuki area mall, biar bersih gaes, hehehe... Keliling-keliling Ekalos membuat tenggorokan haus, akhirnya melipir lah kita buat minum teh sebentar, sekalian yaa ngobrol-ngobrol, quality time gitu lah ceritanya, eeaaa...hahaaa...

Item yang saya cari akhirnya saya dapatkan dan malah saya tergoda juga untuk beli item lain yang juga sebenarnya saya butuhkan, gak kuat iman saya tuh, hihihi.. Puas (read:kaki makin pegel) eksplor Ekalos kita pun memutuskan kembali ke Botani untuk mengambil kendaraan yang di parkir dan juga sekalian ke tempat meeting point yang pacar dan sahabatnya sudah sepakati sebelumnya.

Dan tahu gak dimana tempat meeting pointnya gaes ? "Kedai Kita" lagi ! Enggak, kalian gak salah baca, memang ketemuannya disitu lagi tapi di outlet yang berbeda lokasi, segitu sukanya pacar saya sama restoran ini sampai-sampai sehari 2x mengunjungi tempat ini, hahaha...tapi memang makanannya enak sih, hihihi.. Dan untuk menu makan malam saya tidak memilih nasi melainkan mie, yaitu Mie Tomyam Ayam. Mie yang kenyal dipadu kuah tomyam asam pedas menyegarkan plus topping potongan daging ayam, beuh..auto happy perut gue! Wkwkwkw... Noh tampilannya begini, cekidot:

Mie Tomyam Ayam.

Gimana ? Dari fotonya aja sudah kebayanglah yaa enaknya, hihihi.. Porsi mie nya itu cukup banyak sebenarnya tapi buat saya pribadi kurang banyak sedikit, kalau ini sih bukan salah restonya gaes tapi salah saya yang makannya banyak, hahahaa.. Sembari makan malam yaa kita ngobrol-ngobrol dan situasi resto saat itu cukup ramai pengunjung.

Perut kenyang, mata auto ngantuk, jadilah selesai dari restoran kita memutuskan untuk istirahat di hotel yang sudah di booking sebelumnya. Eits, jangan mikir yang macam-macam yaa, kita tidurnya terpisah kok, terpisahkan bantal, guling, dinding hahaha.. Hotel yang dipilih adalah Whiz Prime Hotel Pajajaran Bogor. Sebuah hotel bagus dan nyaman, ada kolam renangnya, staffnya ramah, oke banget untuk menginap jika liburan ke Bogor plus harga/malamnya akur banget sama dompet, gak bikin dompet sesak nafas, hahahaa..

Masuk kamar langsung bersih-bersih karena badan yang sudah lelah ini dan juga kasur empuk yang terus menerus memanggil saya untuk ditiduri, hahahaa.. Kamarnya nyaman, kasurnya empuk, nyaman dan saya kurang tahu tipe kamar apa yang saya tempati dikarenakan saat booking hotel ini saya percayakan saja kepada pacar saya, hehehe... Kira-kira beginilah sedikit penampakan kamar yang saya dapat:

Kasur Empuk :P
Toiletnya kakaa... :P
Shower dan Handuknya boleh kakaa... :P

Posesifnya kasur hotel membuat saya sulit beranjak gaes, hahaha... Dan saya akhiri Day 1 di bogor dengan menikmati kasur hotel sampai pagi, hehehe..


DAY 2.

Diawali dengan alarm yang berbunyi membuat saya terjaga dan begitu melek perut saya pun auto teriak lapar. Setelah beres sarapan saya pun langsung mandi biar wangi dan bersih, hehehe..

Di hari ke 2 ini setelah beres check out, saya dan mba pacar sempat googling toge goreng yang enak di kota Bogor dan ketemulah 1 tempat yang direkomendasikan oleh Google yaitu "Toge Goreng Ibu Hj. Omah", berlokasi di Jl. Jend. Sudirman No. 23 A, Pabaton, Bogor Tengah. Begitu sampai di tempat ini 1 kata yang pas buat mendeskripsikan yaitu Rame! Iyaa, waktu kita datang ramai pembeli, baik yang makan di tempat maupun bungkus bawa pulang.

Tidak pakai lama, saya pun langsung memesan 2 porsi Toge Gorengnya. Rasa yang pertama saya rasakan dimulut adalah gurih kuah tauco dan manisnya kecap menyatu sempurna di mulut, enak !. Plus tidak lupa saya tambahkan kerupuk mie sebagai teman makan toge gorengnya, makan saya semakin meriah dan kriuk, hahaha..

1 porsi Toge Goreng dihargai  Rp. 18.000 dan kerupuk mie dihargai Rp. 8.000,- per plastik dan 1 plastik isinya 2 piece kerupuk mie. Tidak mengherankan bila saat kita datang tempat ini ramai pembeli, dikarenakan rasanya yang enak dan harga yang cukup terjangkau, mantul !. Penasaran tampilan Toge Gorengnya ? Cekidot gaes...

Toge Goreng

Seporsi Toge Goreng dan Kerupuk Mie sukses masuk ke perut saya, oh iya saat memesan Toge Gorengnya saya juga mendapatkan 1 gelas teh tawar hangat biar makannya semakin lancar gaes, hahaha... Pokoknya kalau kalian ke Bogor menurut saya wajib kalian coba sih Toge Goreng ibu Hj. Omah, tinggal search di google maps terus ikutin deh arahan dari mapsnya buat ke tempat ini.

Setelah kenyang makan toge goreng, kita pun berpindah tempat ke 1 cafe bernama "Dimitree Coffee & Eatery" yang berlokasi di Jl. Pangrango Bogor. Suasana cafe nya nyaman, bikin betah buat nongkrong berlama-lama, varian makanannya juga oke, minumannya juga bervariasi, overall saya suka nongkrong di cafe ini :).

Puas nongkrong di cafe kita pun pindah tempat lagi kali ini tujuannya adalah beli oleh-oleh khas Bogor, yaitu Bolu Lapis Bogor. Toko oleh-oleh Lapis Bogor Sangkuriang menjadi pilihan saya karena memang Lapis Bogornya bercita rasa enak, hehehe..

Setelah membeli beberapa rasa lapis bogor saya dan pacar pun memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan dengan demikian berakhirlah sudah liburan 2 hari 1 malam kita di Bogor.

Terima kasih bagi kalian yang sudah meluangkan waktu membaca trip report saya ini dan semoga kalian semua selalu dalam keadaan sehat, amiin.. :) Sampai bertemu kembali di postingan saya berikutnya, bye bye...



Created By: Penulis Imajinasi.






Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.

Senin, 06 April 2020

"New Ms. Whatever (Part 4...)".



Hai semuanya, apa kabar kalian semuaa ? gue kembalii, hehehe.. Gue berdoa semoga siapa pun yang sedang baca tulisan ini dalam keadaan sehat selalu, bahagia selalu, terhindar dari virus Corona yang saat ini menjadi wabah di seluruh dunia, amiin.. :)

Masih inget gue kan ? Yes, beyul ehh betul! Gue Ray. Buat yang belum tahu gimana kisah gue sebelumnya, silahkan dibaca ya mulai dari part 1 sampai part 3, hehe.. Cerita ini tuh lanjutan dari part 3 gaes, di part itu gue bercerita tentang pertemuan gue dengan seorang wanita cantik, cerdas, mandiri bernama Stevi.

Stevi ini punya 1 sifat (atau sikap?) yang mirip sama mantan terakhir gue, yaitu sifat "Whatever". Stevi tidak terlalu ambil pusing sama hal yang dia anggap tidak penting alias bodoh amat. Karena kemiripan sifat (atau sikap) ini yang menjadi alasan gue membuat part lanjutan dari cerita gue sebelumnya (part 1 dan 2), Stevi dan Sandra punya 1 sifat/sikap yang sama,hehe..

Di part sebelumnya gue ceritakan kalau gue sama Stevi semakin dekat walaupun gue belum nembak doi. Bahkan gue sedikit takjub dengan anak ini karena dia tetap mau dekat sama gue walaupun gue kasih tahu kondisi gue yang baru putus. Dia mau bantuin gue move on, hhmm..menarik juga! Hahaha...

Jujur sih, bayang-bayang Sandra masih ada di kepala gue, karena cara Sandra memperlakukan gue dulu yang bikin gue agak susah melupakan dia, dia memperlakukan gue dengan spesial sob! hehehe.. Sebenarnya sih Stevi juga memperlakukan gue dengan sangat baik kok, hanya mungkin otak gue saja yang masih menyimpan memori saat bersama Sandra jadinya terkadang gue suka membandingkan 2 wanita ini.

Gue sadar ini salah, tidak baik dan tidak adil juga buat Stevi, makanya sejak gue dekat dengan dia, gue mencoba fokus untuk memberi perhatian gue sama Stevi, tidak lagi memikirkan ataupun membandingkan dia dengan Sandra. Yaa, gue paham bahwa beda wanita, beda cara perhatiannya, ya gak? Hehehe..

Stevi, cewek mandiri tapi cengeng, hehe.. Iya, dia itu anaknya gampang nangis, misalnya saja pas gue temenin dia nonton drakor, udah deh pas adegan sedih atau haru, dia nyender dibahu gue dan nangis, nangisnya beneran mewek, banjir air mata, bukan yang cuma nangis formalitas doang, hahaha.. Huft..basah deh bahu gue, hahahaa.. Lebih parahnya lagi waktu kita nonton film yang berbau drama di bioskop, ya ampun...pas adegan sedih ehh dia nangis terisak-isak di bioskop, sampai-sampai penonton kanan kiri kita pada ngelirik, hahahaa..

Terkadang lucu sih melihat sikapnya dia, di 1 sisi ada kalanya dia nunjukin sifat mandirinya tapi di lain waktu dia tunjukin kalau dia itu cengeng, hehehe.. Disamping cengengnya, dia juga punya banyak kelebihan sih, salah 1 nya pinter masak. Ini penting nih buat gue, secara gue doyan makan, hahahaa..

Setiap main ke rumahnya pasti dimasakin deh sama dia. Oh iya, kenapa dia bebas masak karena di rumahnya Stevi punya 2 dapur. Jadi dulu papinya Stevi beli 2 rumah dempet terus dijadiin 1 makanya rumah Stevi jadinya lumayan besar dan terbagi jadi 2 ruangan besar yang terhubung dengan connecting door. Rumah sisi sebelah kanan itu untuk Stevi dan yang sebelah kiri itu untuk adiknya nanti. So makanya dia bebas masak karena masing-masing ruangan punya dapurnya sendiri.

Masakan dia menurut gue cukup enak ya walaupun ada kalanya masakannya sedikit keasinan tapi tetap gue makan kok, demi menghargai usaha dia yang sudah capek-capek masak buat gue, hehehe... Setelah beberapa bulan terakhir ini dekat dengan Stevi, gue nyaman berada di dekat dia, otak gue secara perlahan tidak lagi membanding-bandingkan dia dengan Sandra.

Setelah gue pikirkan baik-baik, gue akhirnya memutuskan untuk nembak Stevi, karena gue tidak mau hubungannya tidak jelas atau tanpa status, gestur kita berdua menurut gue sudah melebihi teman biasa, sudah teman rasa pacar, hehehe.. Dia bisa tiba-tiba ngambek cemburu saat tahu gue jalan sama teman cewek gue yang lain, begitu juga gue yang mulai ada rasa cemburu saat dia cerita kalau ada teman kantornya yang ngajak dia makan bareng setelah jam kerja.

Okeh, baiklah, saatnya penembakan, hahahaa.. Kocak sih, walaupun ini bukan pertama kalinya gue nembak cewek tapi tetap aja deg-degan anjir! hahaha..Waktu kita jalan malam mingguan, setelah selesai makan malam di 1 restoran, akhirnya gue ngomong langsung ke dia tentang keinginan gue untuk memulai hubungan baru dengan dia sebagai pacar.

Gue ngomong begini ke dia, "Stev, aku ingin kita lebih dari teman karena kalau sekedar teman cewek sih aku sudah punya, yang aku belum punya adalah seseorang yang mencintai dan menyayangiku apa adanya. Kamu bersedia tidak jadi orang yang mencintai dan menyayangiku ? Jadi pacarku ya Stev?" Asli man! Gue ngomong begitu sambil keringetan, hahaha.. Padahal mah suhu di restoran itu dingin sob! hahahaa...

Respon Stevi?? Dia diem, diem banget. Biasanya nih anak kalau pas lagi sama gue ngoceh terus, ada aja ceritanya eh pas gue tembak jadi diem sob! Semakin deg-deganlah gue, tapi gue sudah siap mental sih, apapun jawaban dari dia akan gue terima dengan ikhlas dan lapang dada. Dia diem ngeliatin gue..setelah beberapa saat dia diem, dia ngomong begini: "aku pikir kamu belum siap untuk memulai hubungan baru karena kan kamu juga baru putus. Tapi sejujurnya kalimat kamu barusan yang aku tunggu-tunggu Ray, iya..aku bersedia jadi pacar kamu :)".

Waaahh..lega gue man, hahaha.. Karena saking bahagianya gue teriak, "YES!" Cuma gue lupa kalau kita masih di restoran, alhasil pengunjung yang lain pada ngelirik ke meja kita, hahaha... Gue genggam tangan dia sembari mengucapkan terima kasih karena sudah bersedia jadi pacar gue, happy gue man! Hihihihi... Dan mulai malam itu, kita resmi jadian, hehehe..

Setelah proses penembakan itu, gue semakin lengket sama Stevi sampai-sampai adik dia ngebully kita, kata adiknya kita kayak magnet sama besi, nempeeel terus! Hahaha.. Gue juga jadi semakin sering main ke tempat dia, makin kenal sama mami papinya dia dan beberapa orang sepupu Stevi. Kalau sebelum pacaran kita ibarat teman rasa pacar, nah pada saat sudah jadi pacar Stevi itu ibarat pacar rasa istri, hehehe..

Tenang, tenang, jangan mikirin yang mesum-mesum dulu coy! hahaha... Maksud gue pacar rasa istri karena setelah jadian, dia jadi hampir setiap hari masakin gue terus dikirimin ke kantor gue buat makan siang gue, terus dia juga jadi lebih rajin bantuin gue beresin kamar gue yang acak-acakan, hahaha.. Hidup gue jadi lebih teratur sejak pacaran sama dia, dia selalu bawelin gue jangan kelamaan main game, jangan lupa mandi, beresin kamar dan lain sebagainya. Makanya gue sebut dia pacar rasa istri, hahahaa...

Gue juga serasa punya Fashion Stylist sendiri sob! Dia suka memberi saran ke gue tentang cara memadukan pakaian kerja, dia ikutan rempong waktu gue beli kemeja / celana kerja, pokoknya penampilan gue dia yang atur semuanya, bahkan beberapa item kemeja gue dia yang beliin, duh..sering-sering ya sayang, jadi enak! Hahahaa...

Tapi di sisi lain gue juga merasa seperti punya adik yang super manjaaa.. Ya gimana gak manja, buka tutup botol air mineral aja minta tolong gue, bukain kacang kulit gue juga, dia tinggal makan. Motongin ayam atau daging pas kita makan gue juga, malahan sekalian minta disuapin juga. Pernah kita sama-sama CFD-an tapi pas udah selesai dia minta gendong karena dia capek jalan, lah dikata gue gak capek juga kali ya! hahaha...

Gue tidak pernah merasa terganggu dengan sifat manja Stevi ke gue, karena gue mencoba memahami dia yang merupakan anak pertama di keluarganya, dia harus tampil kuat serta mengayomi adiknya dan adiknya juga manja sama dia. Nah, karena dia jadi tempat bermanja-manja adiknya, jadilah gue tempat pelampiasan manjanya dia tapi gue tidak masalah sih, selama itu membuat Stevi senang dan bahagia ya gue biarkan saja dia bermanja-manja ke gue, daripada dia manjanya sama cowok lain, gue yang cemburu entar,hahaha....

Yaahh..yang jelas sih, saat ini gue kembali merasakan bagaimana bahagianya dicintai oleh seorang wanita. Rasa yang tidak pernah gue dapatkan setelah gue putus dari Sandra. Stevi bukan duplikat Sandra, mereka memang 2 wanita yang sama-sama cantik, cerdas, seksi, punya 1 sifat/sikap yang mirip tapi ke 2 nya jelas berbeda secara keseluruhan. Sandra tetap akan gue ingat dan Stevi saat ini akan menjadi pusat perhatian gue, semoga saja selamanya dia akan menjadi pusat perhatian gue, amin, hehehe...

Sekian dulu cerita gue kali ini ya gaes, terima kasih sudah meluangkan waktu kalian untuk membaca part 4 ini. Semoga siapa saja yang belum punya pasangan segera di pertemukan dengan pasangannya dan yang saat ini sedang menjalani sebuah hubungan, langgeng terus buat kalian sampai kakek nenek, amiin..

Tetap jaga kesehatan, jaga kebersihan, pakai masker kalau harus keluar rumah dan yang terutama semoga virus Corona ini segera sirna dari muka bumi, amiin..
Sampai ketemu lagi di cerita gue selanjutnya yaaa..Bye-bye :)







Created By: Penulis Imajinasi





Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Rabu, 29 Januari 2020

"New Ms. Whatever (Part 3...)"



Hi semuanya :). Apa kabar di tahun yang baru ini ? Semoga bahagia selalu dan sehat selalu ya, amiin.. :)

Oh yaa, masih inget kan sama gue ? Gue Ray, pacar Sandra ehh mantan deng :p Di part sebelumnya kalian pasti sudah baca kalau gue sama Sandra putus kan ? Setelah putus, gue sama Sandra memang lost contact dan gue tidak tahu dia sudah punya pacar baru lagi atau tidak.

Ya semoga saja sudah punya pacar baru ya, Sandra itu cantik, pasti banyak pria yang mau jadi pacar atau bahkan suami, hehehe.. Di part ini gue bakal ceritain kisah gue setelah lepas dari Sandra (lepaass..kayak burung aja lepas dari sangkar, hahaha..)

Kenapa gue sambung jadi part ke 3 ? Karena setelah gue putus dari Sandra ehh gue ketemu lagi dengan 1 perempuan yang punya kesamaan dengan Sandra, sama-sama punya sifat "Whatever". Aneh ya bisa sama gitu? well, that's life, isn't it ? Life always suprise you :)

Sebut saja gadis ini mawar..*hah?? ini bukan acara berita woy!! hahaha..*
Nama wanita ini adalah Stefanie Tedja Kusuma biasa dipanggil Fani or Stevi. Gue ketemu sama dia sewaktu gue ditugasin dinas ke luar negeri beberapa waktu lalu untuk menghadiri 1 event. Ya semacam acara pameran gitulah yang masih berhubungan dengan kerjaan gue.

Awal kenalnya sih karena kita 1 meja gitu kan, jadi perusahaan dia sama perusahaan gue ditempatkan di 1 meja bundar besar, ya mau tidak mau kita saling say Hi dong, ya kali diem-dieman kayak suami istri lagi berantem, hahaha... Kita kenalan biasa saja bahkan terkesan kaku karena aura profesionalismenya terasa kental sekali, hehehe..

Selama acara berlangsung ya topik obrolan kita itu tidak jauh-jauh dari materi yang ada selama pameran, dan kesan pertama gue sama Stevi (begitu gue manggil dia) anaknya pintar, cerdas dan hehe..senyumnya brooo....setiap dia senyum bikin gagal fokus! Hahaha...

Hhmm..ngobrol sama dia tuh nyambung, anaknya juga lucu,humoris, jadi ya gue akuin kalau gue punya rasa ketertarikan sama dia. Setelah event selesai, gue balik ke tempat gue menginap begitu pula dengan Stevi. Sayangnya kita enggak 1 hotel tapi jaraknya berdekatan. Sebelum pisah, gue beraniin diri buat tanya no.WA nya dia dan ternyata doi sudah menulisnya di kertas memo yang memang bakalan dikasih ke gue tanpa gue minta sekalipun (lucky me!) hehehe..

Balik hotel, mandi, ganti pakaian yang lebih casual lalu aktifitas gue selanjutnya adalah WA Stevi. 2 menit...10 menit....15 menit....20 menit...30 menit...40 menit belum dibalas juga, bahkan dibaca pun belum, hahaha.. Setelah menunggu 50 menitan baru dia balas dengan minta maaf karena dia baru selesai bersih-bersih sekaligus mandi dan gue bilang it's ok, no problem.. Gue tanya apa dia sudah makan malam dan menawarkan makan malam bersama, dan dia pun menerima tawaran gue cuma dia bilang dia lagi malas keluar hotel jadi ya kita hanya makan di restoran hotel saja, gue yang ke hotel dia.

Sewaktu momen makan malam inilah gue mengenal Stevi lebih banyak dan seperti yang gue bilang diawal, dia juga punya sifat "Whatever" terhadap hal-hal yang menurut dia gak penting dan bikin dia gak nyaman. Dia tipe orang yang bodo amat sama sesuatu yang mengganggu, bodo amat sama semua penilaian orang tentang dia karena dia berprinsip selama yang dia lakukan tidak mengganggu orang lain ya dia bodo amat. Gue yang mendengarkan cerita dia sambil berpikir "lah, ini anak sama kayak mantan gue,hahaha.."

Ternyata saat gue lagi mikir begitu, dia perhatiin wajah gue dan menebak kalau gue lagi mikirin sesuatu. Ya gue bilang aja tebakannya benar, dan dia nebak lagi (gue gak tahu ini cuma kebetulan atau tidak) dia nebak gue lagi mikirin pacar/mantan. Gue ketawa karena tebakan dia bener. Dia bilang ke gue, "jangan-jangan aku mirip mantan kamu lagi!" dan gue jawab dengan anggukan kepala. Ehh..Stevi malah kepo dengan mantan gue, tapi lebih tepatnya sih dia kepo tentang kriteria cewek idaman gue, so gue lebih banyak cerita ke dia tentang kriteria gue, bukan cerita tentang mantan gue,hehehe..

Ngobrol sama dia bikin lupa waktu, entah sudah berapa kali waiter restoran mengisi ulang gelas kosong kita, karena saking lamanya kita ngobrol,hehehe.. Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 10 malam, gue sama dia pun akhirnya keluar dari restoran dan gue antar dia naik ke kamarnya yang ada di lantai 18, setelah itu baru gue jalan kembali ke hotel gue. (Sebenarnya dia menawarkan untuk lanjut ngobrol di kamar dia hanya saja gue tolak dengan sopan, karena gue maupun dia besok paginya harus mengejar pesawat, gue tidak mau mengganggu istirahat dia. Gue bilang sama dia kalau di jakarta nanti kita bakal sering ketemu kok :).

Sampai di hotel pun dia masih video call gue dan kita ngobrol lagi di video call sampai larut malam, sebelum video call berakhir gue janji bakal jemput dia ke hotel dan ke bandara sama-sama, sayangnya kita tidak 1 pesawat, beda maskapainya cuy, apes yah? hahaha..

Sesampainya di jakarta (gue tiba 1 jam lebih awal dari Stevi), gue tungguin dia karena memang kita janjian mau pulang bareng,hehehe.. 1 jam lebih sedikit menunggu akhirnya gue melihat sosok cantik, cerdas, sedikit manja melambaikan tangan ke gue. Setelah ketemu di bandara bukannya langsung pulang cuy, masih menemani dia makan dulu, laper banget katanya, hahaha.. Ya sudahlah, gue jadi penonton dia makan karena gue sudah makan sewaktu di pesawat tadi.

Selesai makan, kita kembali ngobrol lagi tentunya obrolannya lebih ke arah obrolan santai seperti saat makan malam, bukan tentang kerjaan tapi obrolan tentang mengenal 1 sama lain. Lalu kita pun memutuskan untuk pulang dan gue mengantar dia terlebih dahulu baru setelah itu gue pulang ke tempat gue. 

Dan sewaktu di dalam perjalanan pulang, supir taksi yang kita tumpangi mengira bahwa kita pasangan yang baru pulang bulan madu, gue dan Stevi ketawa dan parahnya nih anak malah ngomong begini ke bapak supirnya, "mohon doanya aja ya pak biar jadi ini bayinya" gue yang mendengarnya heran, kaget juga, lalu chat Stevi, "mabok mbanya? Tiba2 ngomong gitu!" Dia jawab, "biarin aja sih, siapa tahu kita bisa bulan madu beneran,hahaha.." Gue cuma geleng kepala aja melihat balasan WA Stevi. Sudah bisa ketebak dong, pak supir mengamini omongan Stevi, haduuh..nih anak ada ada saja! Hahaha..

Sesampainya di tempat Stevi, dia malah minta gue ikut turun juga, tidak usah naik taksi lagi. Alasan dia waktu itu adalah dia mau mengantar gue pulang sekalian biar dia tahu tempat tinggal gue. Tadinya gue tolak sih cuma ini anak agak memaksa jadinya ya gue ikutin kemauannya dia. Masuk rumah dia kita disambut Mamanya, mamanya tiba-tiba nyeletuk begini, "loh kak (panggilan Stevi di rumah), kamu pulang dinas kantor bawa oleh-olehnya calon mantu buat mama nih?" Dan ibu dan anak itu tertawa melihat gue yang malu-malu kucing, mesam mesem tidak jelas. Helm mana helm ?? Mau nutupin muka gue nih! Maluu..! hahaha..

Sembari menunggu Stevi menyimpan koper dan bawaan dia, gue diajak mengobrol oleh Mamanya plus disuguhi teh hangat, jadilah gue semacam bertamu ( ehh, emang gue tamu deng! Gimana sik!? Hihihi..) Obrolan standar orang tua perempuan ke teman lelaki anaknya gaes, kenal dimana, tinggal dimana, kerja dimana dan lain-lain, hehehe..

Tiba akhirnya gue harus pamit karena Stevi sudah siap untuk mengantarkan gue pulang. Gue pamit ke mamanya dan mamanya bilang, "sering-sering main kesini ya ray, jangan bosen!" Stevi langsung aja menyambar omongan Mamanya sambil bernada bercanda, "Mama, Ray itu punya aku, mama kan udah punya papa!" Dan mereka pun tertawa kembali, gue pun ikutan ketawa juga.

Selama perjalanan kita banyak ngobrol, bercanda, karaokean di mobil, sehingga kemacetan ibu kota pun tidak membuat kami stress dijalan. Sampai di tempat gue, gue persilahkan Stevi masuk dan dia dengan suka rela membantu gue membenahi koper dan bawaan gue, (duh jadi enak abang dek! Hahaha).

Hari demi hari, gue sama Stevi semakin dekat saja, ya boleh dibilang teman rasa pacar, dan gue sudah ceritakan tentang kondisi gue yang baru putus dan dia memahami kondisi gue. Gue bilang sama dia kalau gue takutnya bikin dia cuma pelarian gue saja dan gue tidak mau itu terjadi, kamu layak mendapatkan pria yang lebih siap Stev. Diluar dugaan gue, awalnya gue berpikir Stevi bakal menjauhi gue namun yang terjadi justru sebaliknya, dia jadi semakin perhatian ke gue, dia selalu ada buat gue, bahkan dia juga sesekali datang ke kantor gue buat jemput gue.

Gue pernah bertanya kenapa masih mau perhatian dan lain sebagainya dengan orang yang hatinya masih berantakan (efek putus) kayak gue ? Dia menjawab, "aku mau bantu kamu sembuhin lukamu, life must go on, right ?" Gue hanya menatapnya saja,tersenyum seraya mengucapkan terima kasih. Hidup gue sekarang lebih bermakna dan ceria kembali semenjak gue kenal Stevi. 

Dia selalu bisa mengusir bad mood gue, selalu bawelin gue kalau dia tahu gue telat makan dan banyak lagi sikap baik dia yang lainnya terhadap gue. Perlahan tapi pasti hati gue menjadi baik kembali dan itu semua berkat kamu Stevi :). Sepertinya gue dalam waktu dekat ini siap meminta kamu untuk jadi pacar Stev dan semoga saja kamu tidak akan berubah sampai saat itu tiba :) Terima kasih sudah membalut luka yang menganga di hati gue Stev :).

Gue mohon doanya ya gaes supaya gue sama Stevi bisa punya status yang lebih dari cuma sekedar Teman Dekat saja, amiin.. Terima kasih buat kalian yang sudah membaca cerita gue ini dan terima kasih sudah mengikuti cerita ini mulai dari part 1. Tetap jaga kesehatan gaes dan sampai jumpa lagi di cerita gue berikutnya.. Bye... :)







Created By: Penulis Imajinasi





Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.