Tampilkan postingan dengan label sedih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sedih. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2020

Surat Untuk Mantan.

Hi mantanku.. apa kabar kamu setelah kita putus? Apa kamu selalu minum vitaminmu? Apa kamu selalu makan teratur? Aku tidak tahu apakah saat ini kamu sudah ada orang baru yang mengingatkanmu itu semua tapi tolong sesibuk apapun kamu sempatkan makan dan minum vitamin yang rutin demi kesehatan kamu sendiri.

Mantanku...bagaimana kerjaan kamu? Semoga kerjaanmu selalu berjalan lancar karena seandainya kerjaan kamu ada masalah, aku tidak bisa lagi ada untuk mendengar semua cerita kamu tentang kerjaan. 

Aku tidak bisa lagi datang ke tempat mu untuk mendengar keluh kesahmu sambil memelukmu dan mengelus rambutmu untuk menenangkanmu. Semoga pasangan kamu berikutnya lebih baik lagi dalam memperlakukanmu disaat kamu sedang resah dan gelisah.

Mantanku....aku ingin meminta maaf padamu karena selama kita pacaran, aku tidak bisa menjadi sosok yang ideal bagimu, aku hanya manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan, aku masih suka terpancing emosi saat kita debat, aku masih suka marah padamu, namun aku pastikan bahwa aku tidak pernah berkata kasar atau berlaku kasar padamu karena aku tidak mau melukai dirimu.

Aku hanya berusaha mencoba menjadi yang terbaik bagimu walaupun itu tidak mudah bagiku, aku hanya mencoba menjadi pacar yang selalu ada untukmu walaupun aku harus mengorbankan waktuku sendiri, tidak mengapa, aku bahagia melakukan itu, demi kamu orang yang aku sayang.

Dear mantanku....aku ingin bertanya padamu. Mengapa kamu meninggalkan aku? Mengapa kamu memilih untuk sendiri? Jika memang kamu ingin sendiri mengapa dulu kamu izinkan aku memasuki kehidupanmu, mengapa dulu kamu mengizinkan aku menyayangi kamu?

Kini....disaat aku sudah mulai terbiasa dengan kehadiranmu di hidupku, kamu memilih pergi karena ingin sendiri. Mengapa kamu tidak memberitahu aku bagaimana caranya menjalani hidupku tanpa kehadiranmu lagi? 

Tolong mantanku, ajari aku agar bisa melanjutkan hidupku tanpa kamu lagi. Tolong ajari aku bagaimana caranya agar rasa sayang yang besar ini hilang dari hatiku, aku masih menyayangi kamu setulus hatiku.

Dear mantanku...tahukah kamu bahwa hatiku kecewa disaat kamu menghindar dariku? Tahukah kamu seberapa besar sakitnya hati ini saat melihat perubahan sikapmu? Dari kamu yang selalu perhatian menjadi kamu yang cuek ke aku, aku sakit melihat itu. 

Apakah kamu tidak tahu bahwa aku tidak bisa jauh dari mu? Aku ingin selalu di dekatmu meski cuma melalui media chat dan telepon, tetap terkoneksi dengan kamu.

Aku tahu kamu memiliki segudang masalah dihidupmu, untuk itu aku ingin membantu kamu semampu aku, mari kita cari bersama solusi dari setiap masalahmu. Bagikan beban di pundakmu itu padaku, aku akan membantumu menopang pundakmu agar kamu tidak merasa berat lagi, kamu tidak sendirian sayang.

Mantanku..sebenarnya bukan inginku untuk memenuhi permintaanmu yang ingin sendiri, aku hanya tidak kuat lagi menahan rasa sakit saat melihat sikap dinginmu itu. Hatiku masih kaget dengan sikapmu. 

Mungkin hatiku bisa lebih menerima bila kamu memutuskan aku karena kamu menemukan lelaki lain yang lebih baik dariku. Atau....sebenarnya kamu memang sudah menemukan lelaki itu dan memakai alasan "ingin sendiri" untuk putus denganku? Maafkan aku kalau terlihat curiga karena jujur saja aku masih tidak percaya kita putus.

Maafkan sikapku saat kita putus, aku melakukan itu karena rasa kecewaku yang sangat besar padamu, aku meluapkan rasa sakit yang kurasakan dengan tidak membalas chatmu, block nomormu, block sosial mediamu namun saat ini, rasa kecewa ini sudah berkurang dan aku sudah membuka kembali block nomor dan sosial mediamu, semoga kamu tidak benci denganku karena hal ini.

Andai waktu bisa diulang kembali, aku akan kembali di masa dimana aku tidak mengenalmu, karena bila aku mengenalmu aku akan susah jauh darimu. Lebih baik kita tidak saling kenal jika ujungnya seperti ini.

Mantanku..terima kasih aku ucapkan padamu atas semua yang telah kamu lakukan selama kita pacaran, aku senyum-senyum sendiri jika mengingat itu semua. Dan....bila aku punya kesempatan lagi, aku ingin kita kembali seperti dulu, kembali jadi sepasang kekasih yang kadang akur kadang berantem tapi kita sama-sama tahu kalau kita saling menyayangi satu sama lain.

Mantanku....semoga hidupmu saat ini semakin baik lagi, semakin tenang dan semakin bahagia setelah putus dariku. Tolong jaga kesehatanmu, aku sedih bila mendengar kamu sakit. Dan.....bila saat ini kamu sudah memiliki pacar baru....aku hanya berharap semoga kamu lebih bahagia lagi dari saat kamu bersamaku.


Terima kasih mantanku...




Created by: Penulis Imajinasi.



Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.

Minggu, 17 November 2019

"Miss Whatever Part 2..."

*tingting* *tingting* *ceritanya wa masuk*

*1 new message from Alexandra*
"Pagi baby.."

Yup, begitulah pesan yang gue terima setiap pagi, kalau bukan gue yang kirim chat duluan yaa cewek gue yang chat, dan jujur aja chat dia yang selalu gue nantikan, my mood booster :)

Oh iya, kenalin, gue Ray, gue pacar Alexandra, kita baru jadian dan kalau kalian penasaran dengan proses jadian kita, kalian baca aja di part 1 yaa, hehehe..

Semakin gue kenal lebih lama, gue semakin paham karakter Alexandra (Sandra), dan jujur aja sering banget kita debat mulai dari hal sepele. Karena gue juga tipikal orang keras kepala, jadi aja deh kita sering argumen.

Gue yang pernah punya pengalaman diselingkuhin mantan gue dulu membuat pribadi gue jadi insecure, masalahnya adalah gue jadi tidak bisa 100% persen percaya sama cewek lagi, that's my problem :( dan berulang kali Sandra selalu memohon agar gue percaya sama dia, dan gue pun mencoba untuk percaya sama dia.

Ada 1 hal yang gue ajukan ke Sandra yang membuat dia tidak nyaman yaitu saling berkabar satu sama lain. Bukan tujuan gue mengekang dia tapi gue hanya ingin tahu dia dimana, apakah dia baik-baik saja, keadaannya bagaimana, yaa di logika gue adalah "namanya pacaran harus saling update kabar".

Awal-awal Sandra mengakui kalau dia tidak terbiasa dengan gaya komunikasi seperti itu, bagi dia itu mengekang dan tidak nyaman dan gue juga tidak tahu bagaimana gaya pacaran dia dengan mantannya sebelum gue. Namun gue kasih pengertian dan akhirnya Sandra mau mencoba untuk mengikuti gaya gue, thank you Sandra, i love you :).

Sebenarnya gue tahu banyak sifat gue yang membuat dia kurang nyaman namun dia tetap berusaha menerimanya dan itupun juga yang gue lakuin ke dia, gue berusaha untuk selalu memenuhi segala permintaan dia karena gue sayang sama dia.

Karena kita 1 kota dan jarak kantor kita tidak terlalu jauh, kita jadi sering ngedate after office hour. Dulu gue pernah dengar orang tua gue ngomong begini "secapek-capeknya kita kalau ketemu orang yang kita sayang pasti capeknya hilang", dan itulah yang gue rasain setiap kali gue ketemu Sandra sepulang kantor, capek penat gue langsung sirna setelah melihat senyum dia :).

Gue suka cara dia memperlakukan gue, gue suka cara dia memperhatikan gue tapi terkadang gue juga bingung menghadapi sifat dia, salah 1 contohnya adalah saat dia marah besar karena gue gak bisa datang pada saat dia sakit. Padahal gue udah jelasin kondisi gue yang lembur pada saat itu, namun Sandra marah lewat chat dan membuat gue bingung dan sedikit tersinggung, tapi gue memaafkan dia, gue paham gimana gak enaknya sakit tidak dijenguk pacar, gue minta maaf Sandra :(

Dan untuk menebus salah gue, di hari berikutnya gue sempatkan mengantarkan sarapan untuk dia sebelum gue berangkat kantor karena gue gak mau dia kelaparan belum sarapan dan biar dia cepat sembuh. Dari semua wanita yang pernah gue pacarin, jujur Sandra yang paling manja ke gue dan gue tidak masalah dengan sikapnya itu, malahan gue senang bisa memanjakan wanita kesayangan gue :).

Setiap kita ngedate, dikarenakan gue tidak punya kendaraan pribadi (waktu mau beli kendaraan dilarang sama ortu dan pada akhirnya uang buat kendaraan gue alihkan untuk DP rumah sederhana di sekitar kota Jakarta), gue jadi sering ngajak dia naik transportasi umum mulai dari transjakarta, KRL hingga taksi online. Jujur sebenarnya gue sedih ngajak dia naik kendaraan umum karena mungkin dia sama mantan dulu tidak pernah naik kendaraan umum. Maaf ya Sandra kalau gue nyusahin :(.

Apalagi pernah waktu kita pulang dari Bogor, kaki dia bengkak karena jalan kaki yang cukup jauh, kurang lebih 1.5 km. Sebenarnya waktu itu gue sudah pesan taksi online dari stasiun Bogor namun karena situasi saat itu macet parah, tidak satupun taksi online terima orderan gue dan pada akhirnya dia sarankan jalan kaki namun gue tidak akan menyetujui usul dia kalau seandainya gue tahu kakinya bakalan jadi bengkak setelah pulang dari bogor, i'm so sorry baby :(.

Sandra itu anaknya periang dan selalu bisa bikin gue ketawa, bahagia dan itu yang bikin gue jatuh cinta sama dia. Dan jujur saja gue sudah membayangkan tahun depan dia jadi istri gue, bukan pacar lagi. Yang bikin gue semakin cinta sama dia, dia tidak pernah komplain waktu gue ajak naik transportasi umum.

Oh iya, gue sama Sandra itu sama-sama suka makan, jadi tidak jarang kita isi acara ngedate kita dengan wisata kuliner. Banyak tempat kita datangi untuk sekedar kulineran.

Hanya saja, namanya hubungan itu tidak selalu berjalan mulus, gue berulang kali debat atau argumen sama Sandra, yang gue tidak suka dari Sandra adalah saat dia lagi emosi, dia suka sekali berkata bukan kata kasar/kotor sih sebenarnya cuma bikin gue jadi tersinggung tapi gue maklumin itu karena namanya juga orang lagi emosi.

Hhmm..kalian pernah gak sih gaes, merasa kalau kalian tidak pantas buat pacar kalian ? Gue terkadang merasa begitu, gue merasa gue tidak pantas atau layak membahagiakan Sandra dikarenakan Sandra itu wanita yang spesial sekali di mata gue, dan gue selalu ingin memberikan yang terbaik untuk dia namun di 1 sisi gue juga punya batasan dalam hal apapun termasuk ekonomi, itu yang bikin gue sedih.

Dia wanita istimewa dan gue gak mau kehilangan dia. Tapi..gue juga bukan manusia sempurna terlebih saat gue lagi diliputi emosi juga, gue kadang suka ngomong sesuatu yang menurut Sandra itu kekanak-kanakan, contohnya seperti gue pernah meminta kembali barang yang dia pinjam dari gue saat gue sama dia lagi berantem, gue akuin itu salah 1 sifat buruk gue gaes, gue berpikirnya biarpun ada masalah tapi barang yang di pinjam ya harus dikembalikan dong!. Sifat begini tuh buruk sih memang gaes, jangan ditiru! Hehehe..

Mungkin, karena sudah terlalu sering kita debat dan membuat Sandra lelah, akhir-akhir ini Sandra sering sekali bilang malas dalam hal argumen, debat dan lain-lain. Jujur sebenarnya gue tidak suka dia omong begitu karena menurut gue kalau sudah malas begitu sama saja dengan malas berhubungan karena namanya pacaran pastilah ada debat/argumen walaupun sebabnya karena hal sepele.

Hal sepele yang gue maksud adalah ketika gue sakit, gue berharap dia menunjukkan sedikit perhatian dia, ya gak perlulah datang ke tempat gue tapi setidaknya chat gue tanya udah makan belum atau ngingetin udah minum obat belum, hal yang mungkin sepele tapi berarti buat gue yang lagi tepar sakit, hehehe.. Karena dia tidak chat sama sekali, keesokan harinya gue komplain ke dia dan dia menjawab dengan hal lain lagi dan ujung-ujungnya kita argumen dan keluar lagilah omongan malas itu, karena gue juga lagi diliputi emosi akhirnya gue balas dengan bilang "kalau sudah malas, ngapain lagi dilanjutin hubungan ini" dan kita pun semakin ribut.

Gue itu hobby menulis di media apapun, entah itu blog atau sekedar status wa. Menulis adalah salah 1 cara gue meluapkan isi hati atau apapun yang gue rasakan, termasuk saat gue emosi, gue pasti menulis, walaupun setelah gue post langsung buru-buru gue hapus karena gue tidak mau orang banyak membaca tulisan gue, karena sebenarnya menulis itu cuma media gue menyalurkan kekesalan gue. Gue berpikiran, daripada gue lampiaskan kemarahan gue dengan membentak dia lebih baik gue diam dan salurkan amarah gue dengan menulis kekesalan gue.

Tapi memang 1 kebiasaan gue ini tidak disukai Sandra, ya gue maklum saja kalau dia berpikiran gue seperti cewek yang lagi nyindir dengan tulisan yang gue tulis. Dan gue sadar tidak semua orang bisa menerima kebiasaan gue ini, maaf ya Sandra kalau hal ini bikin kamu tidak nyaman.

Karena beberapa kali kita ribut dan dia selalu bilang malas, gue juga selalu bilang kalau sudah malas ya putus saja, hal ini membuat dia semakin marah sama gue bahkan sampai telepon gue juga direject sama dia. Padahal gue ingin kita baikan karena tetap saja semarah-marahnya gue sama dia, gue sayang dia, gue cinta dia. Tapi sepertinya Sandra sudah benci sama gue sampai telpon gue pun di reject. Akhirnya gue pun menganggap kalau dengan telepon gue direject berarti dia sudah tidak mau berhubungan sama gue lagi.

Iya gaes, akhirnya gue sama dia putus padahal kalau boleh gue ngomong jujur, gue masih sayang dengan dia, tapi sepertinya dia sudah benci sama gue.

Dear Sandra, aku minta maaf dengan semua kekuranganku padamu, aku cuma manusia biasa yang punya kekurangan dan aku memahami bila kamu tidak bisa menerima kekuranganku. Terima kasih sudah hadir di dalam hidupku, terima kasih sudah memberi tahu aku rasanya dicintai, terima kasih sudah mengajarkan aku tentang wanita. Aku berdoa semoga kamu menemukan pria yang lebih baik dan lebih mapan dari aku, tetaplah menjadi Sandra yang ceria yang disukai banyak orang, tetaplah menjadi Sandra yang pernah membuatku bahagia walau kini kamu bukan pacarku lagi. Dan bila hati ini boleh jujur, aku masih sayang sama kamu dan berharap kita balikan lagi jadi pacar seperti dulu. With Love, Ray.

Demikianlah gaes kisah cinta gue sama Sandra, walaupun singkat tapi membekas manis buat gue dan gue harap juga membekas manis di ingatannya Sandra. Terima kasih buat kalian yang sudah mengikuti dan membaca cerita ini mulai dari part 1, gue doakan semoga kalian langgeng selalu dengan pasangan kalian saat ini, dijaga baik-baik yah pasangannya, jangan melakukan hal bodoh seperti yang gue lakukan ini, gue sekarang kehilangan orang yang gue sayangi dan buat yang masih single/jomblo, gue doakan semoga cepat dapat pasangan yah, amiiin... :)





Created By: Penulis Imajinasi





Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Jumat, 10 Maret 2017

Keinginan Terbesar.



Semua yang ada di dunia ini fana. Semua yang bisa kita miliki sudah sepatutnya disyukuri. 
Namun terkadang, hidup mengajarkan kita untuk menerima bahwa semua hal yang mejadi keinginan kita belum tentu menjadi kenyataan.


Andrian Bagas Dewanto. Seorang pemuda yang boleh dibilang cukup mapan, di usianya yang ke 27 ini, dia sudah memiliki beberapa aset yang ia dapat dari hasil kerja kerasnya menabung mulai dari selepas tamat kuliah. Semua yang diimpikan oleh seorang pria sudah ia miliki, aset, kerjaan mapan, dan tentu saja kekasih. Adalah Vina Pricilia Lestari yang berhasil meluluhkan hati seorang Andrian.


Gadis cantik yang ia kenal sewaktu sama-sama baru masuk kuliah. Wanita yang selalu menemani Andrian disaat suka dan duka. Vina juga yang menyelamatkan uang kostan Andrian disaat kiriman dari orang tua Andrian telat masuk ke rekeningnya, Vina pula yang sudah berkali-kali menyelamatkan Andrian agar bisa membayar uang kuliah tepat waktu. Bagi Andrian, Vina adalah peri baik hati yang diutus Tuhan untuk menyelamatkan hidupnya.


Dan kini,saatnya bagi Andrian untuk membalas semua budi baik Vina. Hanya 1 tujuan Andrian, yaitu membahagiakan Vina, memberikan semua yang terbaik bagi Vina. Di lubuk hati Andrian, ia sangat mencintai kekaasihnya itu. Vina yang saat ini sudah bekerja juga memang sangat mencintai Andrian. Tidak sedikit teman mereka yang memuji pasangan ini sebagai pasangan serasi.


Semua manusia tentu ingin melihat orang yang dicintainya bahagia, begitu juga dengan Andrian. Andrian pernah mengungkapkan bahwa keinginan terbesar ia saat ini adalah untuk menikah dengan Vina. 
Semua hal tentang Andrian bukanlah sebuah rahasia bagi Vina, hanya 1 hal saja yang Andrian simpan selama ini. Andrian terlalu takut untuk melihat ekspresi Vina bila 1 hal ini ia ceritakan kepada Vina. Andrian tidak kuat melihat Vina menangis.


Suatu pagi di sebuah ruangan,
"Bagaimana dok?" tanya Andrian kepada dokter.
"Sebelum saya menjelaskan hasil pemeriksaan mas, ijinkan saya memberi saran kalau apapun yang mas ingin lakukan dalam hidup mas saat ini, segeralah mas melaksanakannya." ucap sang dokter.
"Maksudnya dokter, penyakit saya sudah stadium lanjut ya? hidup saya tidak lama lagi ya dok?" tanya Andrian kembali.
"Saya tidak mau berkata seperti itu mas, karena tetap, seakurat apapun diagnosa seorang dokter, keputusan mengenai hidup-mati itu ditangan Tuhan".
"Ooh..iya dok, saya mengerti. Terimakasih dokter." ucap Andrian sembari keluar ruangan.


Andrian duduk di koridor rumah sakit, menatap kearah taman yang ada di depannya. Dalam hatinya bimbang dan gelisah karena tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi berikutnya dalam beberapa bulan ke depan. Mungkin saja dalam 6 bulan ke depan, ia tidak bisa melihat matahari, tidak bisa melihat Vina.


Andrian masih tidak mau menceritakan penyakit kanker yang sudah meluas ke seluruh tubuhnya kepada Vina dan orang tuanya. Ia tidak ingin membuat Vina terluka karena mencintai dirinya yang sedang sakit.
Jumat sore sehabis pulang kerja, Vina and Andrian bertemu. Weekend merupakan waktu bagi pasangan ini untuk bertemu dan melepas rindu.

Saat sedang berada di restoran,setelah selesai makan, Andrian berkata,
"Sayang, dengerin deh lagu ini." (sambil menyerahkan hapenya dan earphone kepada Vina).
(diam beberapa saat, mendengarkan lagu). "Umm, ini lagunya Dygta kan? aduh apa yaa judulnya? aku lupa yang.."
"Iya sayang, Dygta, judulnya Tak Bisa Memiliki, bagus yah lagunya". jawab Andrian.
"Umm iya sih, bagus tapi liriknya dalam yah." jawab Vina.
"Kamu kenapa? kok tiba-tiba kasih lagu ini?" Vina bertanya keheranan.
"Gak apa-apa sayang, aku cuma lagi suka aja dengerin lagu ini dan aku harap kamu juga mau mendengarkan lagu ini." jawab Andrian menenangkan Vina. 


Vina sebenarnya sudah mulai heran dengan sikap Andrian. Karena, selama 6 tahun mereka berpacaran, sosok Andrian adalah tipe pria yang selalu ceria, selalu mampu membuat ia tertawa dan selalu terlihat happy.


Pagi hari, sama seperti hari-hari sebelumnya, Vina selalu menelepon Andrian,
TUT......TUT......TUT........TUT.........
"Halo vin.." jawab seseorang wanita disebrang telepon.
Vina kaget karena Ibu Andrian yang mengangkat telepon. 
"Halo mama (begitu panggilan Vina pada ibu Andrian) Andriannya kemana ma? tumben mama yang angkat telepon?"
(Dengan suara sedih), ibu Andrian menjawab "Andriannya lagi tidur vin, sekarang mama lagi di rumah sakit, nungguin Andrian"
(Kaget sekaligus panik) "Apa ma? Andrian masuk rumah sakit??" Rumah sakitnya dimana ma? Vina sekarang kesana ya ma."
(Menangis) "iya vina, rumah sakit Budi Mulya ya sayang, mama tunggu yaa."
"iya ma, sabar ya ma aku kesana" (telepon pun ditutup).


Dengan tergesa Vina lalu menuju rumah sakit dan mendapati ibu dan ayah Andrian sudah berada di luar ruangan tempat Andrian dirawat. Ibu Andrian yang melihat kedatangan Vina langsung memeluknya tanpa mengucap sepatah kata sedikit pun.


"Ada apa ma sebenarnya? kenapa sama Andrian?" Vina mulai membuka pembicaraan.
"Ini Vin,kamu baca hasil lab dari dokter". Vina membuka dan membaca surat tersebut dan mulai menangis.
Seakan tidak percaya, Vina bertanya sekali lagi ke ibunya Andrian, "Mama, ini serius? ini gak bercanda kan ma? Andrian terkena Kanker stadium 4 ?? sejak kapan ma?? cerita sama Vina!"


(Ibu Andrian menangis dan memeluk Vina) "iya Vin, mama juga selama ini tidak tahu kalau Andrian kanker. Mama baru tahu dari dokter. Andrian selama ini merahasiakan dari kita." Vina duduk terdiam di depan ruang inap Andrian, menangis. 
Semalaman Vina berada di rumah sakit, ibu Andrian meminta vina untuk pulang istirahat namun vina menolak dan mengatakan sebaiknya ibu dan bapak yang pulang karena sudah semalaman belum tidur.


Siang harinya, Andrian siuman, dan melihat Vina tertidur disamping tempat tidurnya. Andrian mengelus kepala Vina dan Vina pun terbangun. 
"sudah bangun sayang?" vina berkata. Andrian hanya tersenyum. Setelah selesai membantu Andrian makan, Vina kembali bertanya, "kenapa kamu merahasiakan ini dari aku?" Andrian tersenyum dan berkata "aku tidak tega untuk memberitahu kamu, aku gak mau liat kamu nangis." Vina menjawab "Tapi nyatanya sekarang aku sudah menangis sayang! (sedikit marah). Andrian tersenyum "Aku minta maaf ya sayang, kalau selama ini aku merahasiakan ini sama kamu. Sebenarnya saat aku minta kamu dengar lagu Dygta kemarin, aku ingin menyampaikan bahwa aku gak bisa selamanya menemani kamu."


Andrian melanjutkan pembicaraannya, "Waktuku terbatas sayang, sebesar apapun rasa cintaku sama kamu, aku hanya punya sisa waktu sedikit lagi untuk bersamamu." "Aku senang bisa memilikimu sebagai pacarku, aku mohon kamu hapus air mata kamu, jalani hidupmu tanpa aku dengan bahagia ya sayang." Vina semakin sedih dan menangis. 


Vina menjawab, "Jangan pernah minta aku menghapus air mata aku! apa salahnya kalau aku menangis untuk orang yang aku sayang?" "asal kamu tahu saja, selama ini aku sangat bahagia dan kini, orang yang menjadi alasan kebahagiaanku sedang sakit! sampai kapan pun aku akan tetap berikan yang terbaik untuk kamu Andrian. kita lewati ini sama-sama sayang!"


Disaat Andrian tertidur, Vina menemui dokter yang merawat Andrian, dan bertanya tentang penyakit Andrian. Dokter berkata bahwa sel kankernya sudah menyebar dan sudah sulit untuk diterapi, karena sudah menyerang hampir seluruh tubuh. Vina mendengar penjelasan dokter dengan seksama. Dokter menyarankan bahwa apapun yang di inginkan oleh Andrian,sebaiknya di penuhi saja.


Vina sangat ingat bahwa keinginan terbesar Andrian adalah menikahinya. Oleh karena itu, Vina segera menyampaikan niatnya ini kepada ke 2 orang tuanya maupun ke 2 orang tua Andrian. Dan syukurnya ke 2 belah pihak sepakat dan menyetujui usulan vina ini. Setelah beberapa hari dirawat, Andrian sudah diperbolehkan pulang oleh dokter dan ia sangat kaget sekali, karena di hari ia keluar dari rumah sakit, Vina sudah menantinya di depan rumah sakit berpakaian layaknya mempelai wanita dan seluruh keluarga inti sudah berada di rumah sakit itu.


Andrian tampak kebingungan namun Vina segera menjelaskan, "sayang, kamu pernah cerita kalau keinginan terbesar kamu adalah menikahi aku, dan hari ini, detik ini juga, aku siap kamu nikahi." Andrian terharu senang, dan memeluk Vina. Ibu Andrian pun meminta Andrian untuk berganti pakaian dan kini 2 orang calon pengantin siap melangsungkan pernikahan di tempat yang tidak lazim, koridor rumah sakit.


Dengan disaksikan oleh keluarga, dokter, perawat dan juga pasien yang ada di rumah sakit itu, Andrian dan Vina kini resmi menjadi sepasang suami istri. Andrian senangnya bukan kepalang, begitu pun Vina yang terharu bahagia. Andrian merasa memiliki semangat hidup kembali, Vina pun tak bosan-bosan untuk selalu menyemangati Andrian yang fisiknya semakin hari semakin menurun kondisinya.


Terkadang, kabar bahagia itu datangnya tidak terduga, saat Andrian terbaring lemah untuk kesekian kalinya di kasur rumah sakit, saat itu pula Vina memberikan kabar bahwa dirinya hamil. Andrian tersenyum dan menitikkan air mata bahagia mendengar kabar itu. Dalam hatinya, Andrian hanya berharap masih memiliki waktu untuk menyaksikan anak pertamanya lahir ke muka bumi ini.


Namun harapan tinggal harapan, Andrian menyerah melawan waktu, Andrian pergi tanpa sempat menyaksikan anak pertamanya lahir. Vina dan seluruh keluarga sangat sedih dengan kepergian Andrian. Terlebih bagi Vina, tidak mudah baginya melahirkan seorang anak tanpa didampingi oleh Andrian.


4 Bulan setelah kepergian Andrian, hari yang dinanti pun tiba, Vina melahirkan seorang anak laki-laki dan wajahnya pun mirip sekali dengan ayahnya. Semua keluarga turut hadir dalam momen bahagia ini. Ibu Andrian pun turut hadir menyaksikan cucu pertamanya lahir dan bertanya kepada Vina, "Apa kamu sudah punya nama untuk anak ini sayang?" , vina menjawab "sudah mah, aku kasih nama bayi ini Andrian, supaya Andrian tetap ada ditengah-tengah keluarga kita". Dan ibu Andrian pun tersenyum mendengar jawaban Vina. Kini, Andrian telah kembali kepada Vina.











Created By: Penulis Imajinasi







Mohon sertakan alamat blog saya ini jika anda ingin mengkopi atau posting ulang cerita ini ke dalam website ataupun blog anda. Terimakasih.

Kamis, 14 Mei 2015

Kisah Si Rico.

Rico..Si laki-laki bingung..




Rico,begitu biasa orang tua dan semua yang mengenalnya memanggilnya. Rico dilahirkan di tengah 2 suku berbeda.
Rico kecil dibesarkan berpindah-pindah tempat,hal ini dikarenakan sang ayah yang selalu berpindah tempat. Mulai dari ujung timur Indonesia sampai ujung barat sudah pernah ia singgahi.


Sampai pada akhirnya, ayah Rico memutuskan kembali ke daerah kampung asal sang ayah di Sumatera.
Semakin hari, rico pun tumbuh menjadi laki-laki yang periang, selalu ingin membuat orang sekelilingnya tertawa.


Dan pada saat perusahaan yang dimiliki oleh ayahnya Rico bangkrut, dengan bermodalkan ijazah D1 ia pun pergi merantau ke jakarta untuk mencari pekerjaan.
Setelah sekian lama, kehidupan rico dijakarta cukup pas-pasan, ini dikarenakan ayahnya mengirim ibu rico yang sakit diabetes untuk dirawat rico di jakarta, jadilah keuangan rico sangat ngepas sekali.


Dan yang lebih mengherankan buat rico, sang ayah ternyata di kampungnya sana tidak berusaha mencari pekerjaan agar memperoleh penghasilan bulanan yang memang dibutuhkan rico sebagai tambahan pemasukan.
Karena,untuk hidup sendiri saja rico sudah sangat pas-pasan,apalagi ini ditambah ibu rico juga ikut tinggal bersama dia.


Sang ayah ternyata tidak bisa lepas dari khayalan memiliki usaha sendiri yang berimbas pada tidak adanya fokus ayahnya mencari pekerjaan lain setelah usahanya bangkrut.
Dan tingkah ayahnya rico ini pun tak pelak membuat rico agak sedikit kesulitan membiayai hidup mereka berdua di jakarta.


Hingga disuatu masa, sang ayah memiliki rejeki dan dapat melihat anak dan istrinya di jakarta.
Namun, tanpa diduga dan disangka-sangka, tidak berapa lama setelah kedatangan ayah rico ke jakarta, rico dan ibunya jatuh sakit. Rico sakit radang tenggorokan sementara ibunya sakit nyeri otot.


Dikarenakan manusia yang sehat hanyalah sang ayah,mau tidak mau ayah rico harus merawat ibu dan rico dijakarta,walau hanya rawat jalan saja,puji Tuhan tidak sampai rawat inap.


Namun,tak terlintas sedikit pun di benak rico, bahwa sang ayah yang selalu dimintai bantuan pada saat rico dan ibunya sakit, malah berkata "Heran aku lihat kalian,tiap aku datang kesini (red:jakarta) kalian selalu sakit, awak(red:aku) kan pingin santai-santai disini".


Rico yang mendengar perkataan itu bak disambar petir di malam hari. Karena ia tidak menyangka sang ayah akan mengeluh demikian,padahal yang dirawat sang ayah adalah anak istrinya sendiri.


Rico hanya menanggapi dingin omongan ayahnya,"kalau bisa disuruh memilih,tak ada 1 manusia pun yang ingin sakit pak".
Rico berlalu keluar kamar dengan sejuta perasaan bingung, bercampur aduk di kepala kenapa ayahnya sampai segitu mengeluhnya saat diminta bantuan ini itu pada saat ia dan ibunya sakit.


Dibenak rico muncul berbagai pertanyaan:
"jadi,apa karena ini alasannya dia mengirim ibu ke jakarta?? Supaya dia bisa terbebas dari tanggung jawab untuk memberikan hidup layak pada istri dan anaknya??"
"bukankah setiap suami harus bertanggung jawab pada keluarganya masing??"
"memangnya kami ini bukan anak istrinya yaa?kok omong begitu tadi??"




Yah,begitulah... Jadilah sekarang Rico menjadi laki-laki sakit dan bingung...



THE END





Created by: Penulis Imajinasi.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Kamis, 23 Februari 2012

Hirarki Memori Jiwa..........

Tulisan ini... refleksi jiwa..
Tulisan ini..reaksi hati...
Tulisan ini...hanyalah sebuah tulisan...




Kaget..shock..atau apapun namanya..
Tidak terima..namun kenyataan adanya..
Mencoba menerima..rasa ingin berontak..
Namun..berlapang dada akhirnya...


Cinta..buatku senyum melebar..
Cinta...buat bibirku manyun..
Cinta..buatku belajar...
Cinta...buatku................................................................


Kenangan....kini itu labelnya..
Memori....kini itu wujudnya..
Masa lalu....kini itu masanya..
Masa lalu.....ku tinggal berlalu...


Menyendiri dalam kubangan baru...
Menyentuh palung hati tergores...
Tersenyum raga menutup sayatan..
Gerakkan langkah gontai seimbang...


Hela nafas sekedar gundah..
Membuka mata selembut sutra..
Bibir tersenyum sehangat bara..
Tegakkan badan sekekar pohon..


Menutup lembar dengan titik..
Cerita berakhir tanpa spasi
Membasuh perlahan lembaran putih....
Paragraf baru merangkai cerita....




Created By: Penulis Imajinasi


PERHATIAN!! Jika anda ingin mempublikasikan kembali cerita ini,harap mohon menyertakan link artikel saya ini dibawah postingan anda. Terimakasih atas perhatiannya.

Minggu, 19 Februari 2012

Aku...Kamu....Kita....

Menatap..
Menatap penuh...fokus..
Menatap lurus tajam ke depan...
Menatap dengan tanda tanya...


Mendengar...
Mnedengar dengan teliti..
Mendengar penuh perhatian..
Mendengar dengan tanda tanya...


Menyentuh...
Menyentuh dengan lembut..
Menyentuh dengan mesra..
Menyentuh sepenuh hati...


Mencium...
Mencium dengan mesra..
Mencium penuh hasrat..
Mencium karena cinta...


Ku diam dalam heran..
Ku diam mencoba paham..
Ku diam mencoba belajar...


Ku sadar...
Ku sadar tak ada yang sempurna..
Maafkan atas keterbatasanku..


Ku berlutut..
Ku berlutut pada kedigdayaan cinta..
Ku coba pahami..semua karena cinta...


Ku bersimpuh..
Ku bersimpuh pada Sang Khalik..
Ku bersimpuh.. mengucap syukur..
Akan hadirnya dirimu menemaniku..


Kamu..
Kamu yang ada di hidupku saat ini..
Kamu yang selalu memberikan perhatianmu..
Tetaplah kamu seperti itu...janganlah kamu berubah..


Aku...
Aku yang penuh kekurangan..
Aku yang belum memahamimu sepenuhnya..
mohon ajari aku..
Maafkan atas kekuranganku..


Kita...
Kita ada karena cinta...
Kita berjalan beriringan dengan sayang..
Kita...belajarlah saling memahami...




Dua insan manusia terlahir dengan 1 tulang rusuk yang hilang..
Terlahir di dunia dan pada saatnya kelak,akan menemukan tulang rusuknya kembali..
Tulang rusuk yang akan menjadi penopang,penyangga dalam hidup kebersamaan...
Tulang rusuk yang akan saling melengkapi tulang rusuk lainnya yang sudah ada..
Indahnya saling melengkapi didalam kebersamaan kehidupan...




Created By: Penulis Imajinasi




PERHATIAN!! Jika anda ingin mempublikasikan kembali cerita ini,harap mohon menyertakan link artikel saya ini dibawah postingan anda. Terimakasih atas perhatiannya.

Sabtu, 10 Desember 2011

2 Menit Saja......

Desember 2009,




Aku berada di sebuah ruangan bercat putih dengan tempat tidur di sisi kirinya. Aku berada di antara ratusan macam obat yang ada di rak lemari sebelah kananku.Aku berada di ruangan,sebuah ruangan tempat praktek dr. Sifa,dokter pribadiku yang sudah menanganiku sejak sebuah penyakit menyerangku. dr.Sifa pulalah yang meramalkan,aku hanya bisa bertahan hidup 5 tahun saja.




Hanya 5 tahunlah sisa hidupku. 5 tahun yang harus ku buat seindah mungkin,aku tidak mau kalah dengan kanker paru-paru ku ini. Kanker yg mulai menyerangku sejak 2008 lalu. Dan tak ada 1 pun orang terdekatku yang mengetahui hal ini,termasuk orang tuaku sendiri. Aku memang tak mau menambah beban pikiran orang-orang yang ku sayangi,termasuk Ana,pacarku yang setia menemaniku selama setahun terakhir ini.


Ana memang selalu curiga dengan kondisi fisikku yang sering sakit,tapi..aku selalu saja mendapatkan alasan untuk menutupi apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhku ini. Ya,memang ku akui,hanya Ana lah yang selalu sabar dan mengerti bila rasa sakit sudah menyerangku. Ana,selalu saja datang merawatku jika aku sakit,aku yang hidup sendirian di kota Metropolitan ini.


Ana adalah seorang wanita sederhana,berparas cantik yang menurutku,aku selalu mendapat keteduhan dan ketenangan bila ku tatap mata Ana. Hari-hari yang ku lalui bersama Ana adalah sebuah hari yang tak mungkin aku lupakan sepanjang sisa hidupku. Ana adalah wanita terakhir yang mengisi sisa-sisa hariku dalam bernafas.
Dan aku tak ingin membuatnya sedih karena penyakitku ini.


Desember 2010,


Pada saat sedang bekerja,tiba-tiba ku merasakan sakit yang hebat dan membuatku harus dibawa ke rumah sakit tempat dr.Sifa praktek. Aku pun bersyukur memiliki teman-teman kantor yang dengan sigap langsung mengantarku ke  rumah sakit. dr.Sifa dengan telaten merawatku,segala hal ia lakukan untuk mengobati penyakitku. Dan,setelah ku siuman dari pingsan selama 2 hari,dr.Sifa pun mengajakku berbicara mengenai penyakitku ini.


Mulanya,dr.Sifa menjelaskan dengan sederhana,bahwa sel kanker ku semakin merajai tubuhku ini. Namun,yang benar-benar membuatku terkejut adalah,ia meramalkan bahwa hidupku hanya tinggal 2 bulan lagi. Saat itu,aku merasa,tidak perlu menunggu selama 2 bulan,karena aku akan sulit menjelaskan kepada semua orang tentang penyakitku,terutama kepada orangtuaku dan Ana.


Aku pun meminta kepada dr.Sifa utk tidak memberitahukan hal ini kepada Ana,kecuali kepada orang tuaku,aku telah mengabarkan tentang penyakitku ini dan mereka pun telah menyusulku ke kota untuk merawatku. Aku pun memohon agar orang tuaku tak menceritakan hal ini kepada Ana.Aku pun sulit untuk menceritakan kepada Ana,aku tidak tahu harus memulai cerita dari mana kepada Ana.


Ana dengan telaten selalu menjengukku di rumah sakit. Dan Ana pun tak henti-hentinya memintaku bercerita sebenarnya penyakit apa yang menyerangku namun,aku selalu berhasil menenangkan Ana sehingga ia tidak lagi terlihat sangat khawatir.Aku tetap tidak tega untuk bercerita kepada Ana,wanita yang sangat ku sayangi.


Setelah kurenungkan,akhirnya ku putuskan untuk menulis sebuah surat kepada Ana,dan meminta orang tuaku memberikan kepada Ana di saat aku benar-benar sudah tiada. Di surat itulah aku akan menceritakan semua hal kepada Ana.




Sayang,
betapa bahagia nya aku di kala setahun lalu,kau terima cintaku. Saat itu,ingin rasanya aku umumkan ke seluruh dunia,bahwa aku telah berhasil mendapatkan kamu,wanita idamanku. Saat itu,mungkin itulah hal terindah yang aku rasakan dalam satu tahun terakhir ini. Setahun ini,adalah setahun terindah yang ada di dalam hidupku,lebih tepatnya,di sisa hidupku.


Kamu inget ga sayang,aku selalu berkata "Kamulah wanita terakhir dalam hidupku" ? aku memang berkata seperti itu bukan untuk tujuan gombal,tetapi memang kamulah wanita terakhir yang ada di dalam hidupku,di sisa hidupku. Kamu mungkin heran kenapa aku selalu menulis "di sisa hidupku" tapi aku tak akan biarkan km heran sayang,aku akan menjelaskannya.


Tepat tahun 2008 lalu,saat bekerja,aku tiba-tiba merasakan sakit hebat di sekitar paru-paruku,lalu dengan teman kantorku,aku dilarikan ke rumah sakit. Dan setelah di diagnosa dr.Sifa,aku mengidap kanker paru-paru. Dan pada saat itu,dr.Sifa meramalkan hidupku tinggal 5 tahun lagi. Aku tak tahu harus bilang apa sama ke dua orangtuaku dan saat kita jadian,aku tak tahu harus bercerita apa sama kamu.


Bagiku,5 tahun itu cukup untuk membentuk sebuah keluarga denganmu,mendapatkan anak-anak yang lucu,aku sudah membayangkan keluarga bahagia denganmu. Namun ternyata,Tuhan berencana lain dalam hidupku,5 tahun itu dipersingkat Tuhan menjadi hanya 2 bulan saja.


Sayang,aku minta maaf atas semua kesalahanku padamu selama 1 tahun ini,aku minta maaf karena aku tidak berani menceritakan hal ini kepadamu,aku tidak berani omong langsung padamu dikarenakan aku tidak ingin melihat wajah sedihmu,aku tidak sampai hati jika melihatmu menangis didepanku sayang.


Sayang,pada saat kamu membaca surat ini,aku sudah berada di alam yang berbeda,namun satu hal yang dapat ku pastikan,kamulah cinta terakhir dalam hidupku. Walaupun semua impianku bersamamu belum dapat terwujud,namun aku merasa Tuhan cukup adil,disaat DIA memberiku penyakit ini,disaat yang sama pula Tuhan memberikanmu sebagai pasanganku.


Sayang,simpanlah surat ini jika memang engkau memaafkanku,aku akan selalu menjagamu dari duniaku sayang,aku pun akan memohon pada Tuhan agar Tuhan memberikanmu seorang pasangan yang lebih baik lagi dariku,agar engkau dapat merasakan kebahagiaan yang sempat hilang dariku.


Sayang,aku tak tahu kenapa saat aku bersamamu,di saat itu pulalah,aku mengidap penyakit ini. Mungkin Tuhan ingin menguji cinta kita. Entahlah sayang,aku tak mengerti apa rencana Tuhan dibalik penyakitku dan hubungan kita. Aku hanya berharap,kamu dapat melepasku dengan ikhlas agar jalanku menuju alam baka dapat berjalan mulus.


Sayang,seandainya Tuhan memberikanku setidaknya 2 menit saja waktuku sebelum ajalku menjemput,2 menitku itu akan aku gunakan untuk mengucapkan "Aku Sayang Kamu" , "Kamulah wanita terindah dalam hidupku". Aku akan mengucapkannya berulang - ulang sampai waktu 2 menitku habis. Aku hanya ingin kamu tahu,bahwa kamulah wanita yang terakhir dalam hidupku,sampai ajalku menjemput.




Honey, if GOD give me a second chance to life,i will use it to make you happy,i will use my time to say "I really Love you until the end of my time". Kamulah Belahan Jiwaku.




Created By : Penulis Imajinasi





PERHATIAN!! Jika anda ingin mempublikasikan kembali cerita ini,harap mohon menyertakan link artikel saya ini dibawah postingan anda. Terimakasih atas perhatiannya.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.