Tampilkan postingan dengan label sayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sayang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Oktober 2021

Surat Terbuka Untuk Serafina.

Aku..Randy, seorang lelaki yang terlahir dari keluarga biasa, tidak kaya, bukan anak sultan, bukan anak pejabat, hanya anak seorang pensiunan karyawan swasta biasa saja. Tinggal sendiri di kota besar ini, harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, iya..aku tulang punggung keluarga. Tapi aku menjalani semuanya dengan hati riang gembira, tidak merasa terbebani sama sekali.

Karena aku tahu apapun yang ku lakukan adalah demi keberlangsungan hidupku dan orang tuaku. Hidup dengan rutinitas bekerja 5 hari seminggu ditambah dengan harus sesekali lembur di hari sabtu, membuatku sedikit kepayahan dalam menemukan wanita untuk aku jadikan pasangan.

Tapi bukan berarti aku jomblo dari lahir yah, hehehe.. Dari mulai remaja sampai sekarang, sudah beberapa kali gonta ganti pasangan karena mungkin akunya masih terlalu egois, masih darah muda yang mudah tersulut emosi dan berujung pada pertengkaran dan perpisahan.

Seperti yang aku katakan sebelumnya, dengan terbatasnya waktuku untuk bersosialisasi, membuatku lebih sering menjalani hidup seorang diri tanpa kekasih. Karena keseringan sendiri, membuatku berpikir bahwa tidak ada pengaruhnya bagi hidupku mau aku punya pacar atau tidak.

Tapi...terkadang tekanan dari lingkungan sekitar itu terasa berat yah?? Di kala lelaki seusiaku sudah kawin eh nikah maksudku, aku pun dalam tanda kutip seperti dipaksa juga untuk segera kawin eh nikah, walaupun tak pernah ku tanggapi sih nyinyiran/cibiran orang tapi tetap saja melelahkan bila bertemu orang dengan bakat alami pencibir profesional.

Belum lagi orang tuaku terutama ibuku yang sudah memberi kode halus kalau ibuku ingin punya anak gadis tapi bukan kandung. Ya sudah aku suruh ibuku adopsi anak saja eh malah dia marah, hahaha.. Ternyata maksud beliau anak gadis bukan kandung adalah menantu yang akan dianggap seperti anak gadisnya sendiri, ada-ada saja ibuku memang, hehehe...

Ketika ibuku berbicara padaku bahwa dia menginginkan cucu, aku pun menjawab: "cucunya dulu aja ya mah, menantunya nanti, susah dicari soalnya", aku malah diomelin panjang x lebar x banyak oleh ibuku, hahaha... Ya begitulah caraku menjawab ibuku setiap kali beliau menyinggung masalah pasanganku. Aku sebenarnya bukan berdiam diri saja, aku juga mencoba mencari kenalan wanita jomblo melalui orang-orang yang aku kenal, hanya memang belum ada wanita yang membuatku benar-benar tertarik.

Selain meminta bantuan teman, aku pun mencoba cara daring (online). Syukurnya aku hidup di era teknologi yang sudah canggih, sehingga masalahku untuk mencari kenalan wanita jomblo yang akan ku jadikan calon pasangan sedikit terbantu. Aku harus berterima kasih pada kecanggihan sebuah program berupa aplikasi kencan online, tempat dimana pria bisa berkenalan secara online dengan wanita dan juga sebaliknya. Namun tentu saja tidak semudah saat ingin mencari cemilan di minimarket yah yang tinggal pilih mau cemilan apa. 

Saat bermain aplikasi kencan online, beberapa kali sempat kenalan dengan wanita single dari aplikasi dan belum juga berhasil membuatku tertarik. Sampai suatu saat aku melihat profil 1 wanita bernama Serafina yang menurutku cantik, berwajah keibuan, senyumnya imut. Tidak perlu berpikir 2 kali aku langsung kirimkan tanda suka ke profilnya dengan harapan dia menyukai profilku juga sehingga aku bisa mengajaknya berkenalan. 1 hari, 2 hari, 3 hari belum juga ada tanda-tanda dia menyukaiku balik, aku sudah mulai pasrah, mungkin dia tidak suka melihat profilku, begitulah yang ada di pikiranku saat itu.

Namun keesokan harinya aku senang bukan main saat menerima notifikasi dari aplikasi kencan bahwa wanita tersebut menyukai balik profilku. Langsung saja aku kirimkan pesan singkat padanya, aku awali percakapan dengan mengucapkan terima kasih karena sudah menyukai profilku. Mulai dari saat itu, kami pun intens berkomunikasi via aplikasi kencan, aku memang sengaja tidak langsung meminta nomor handphonenya, aku khawatir dia merasa tidak nyaman karena baru kenal sudah minta nomor pribadi.

Hari yang ku jalani semenjak berkenalan dengan Serafina berubah, yang awalnya membosankan berubah menjadi lebih semangat, lebih menarik/lucu karena setiap hari ada saja hal-hal yang dia ceritakan padaku, entah itu mengenai suasana kantornya, teman kerjanya, atau hal yang membuat dia bad mood di hari itu.

Dulu biasanya setelah pulang kerja aku hanya main game, cek sosial media atau mendengarkan lagu di handphone sampai ketiduran tapi setelah kenal dengan Serafina, kegiatanku setelah pulang kerja adalah ngobrol sepanjang malam sampai larut malam membahas apapun juga, mulai dari topik yang ringan sampai topik berat seperti kondisi politiklah, pemanasan globallah dan lain sebagainya.

Serafina itu anaknya cerdas, pintar membawa suasana, bawel juga tapi entah kenapa aku betah saja gitu dengerin dia ngoceh lama, mungkin aku sudah terbiasa dengan kehadiran dirinya di hari-hariku. Setelah sekitar 1 bulan intens komunikasi akhirnya aku beranikan diri untuk mengajak dia ketemuan dan beruntungnyaa..dia mau ku ajak ketemuan.

Dari 1 pertemuan ke pertemuan selanjutnya begitu seterusnya, dalam 1 minggu mungkin bisa 3-4x kita ketemuan. Hari berganti hari, tidak terasa sudah 2 bulan berlalu dari sejak pertama kita ketemuan, semakin hari rasa sukaku terhadap Serafina semakin besar. Rasa suka ini pun akhirnya berubah menjadi rasa cinta yang semakin besar dan karena sudah tidak bisa menahan rasa cinta yang besar ini di dalam hati, aku pun memberanikan diri untuk menyatakan perasaanku bahwa aku mencintai dia, aku ingin dia jadi pacarku dan puji Tuhan dia mau menerima aku sebagai pacarnya. YESSS!! Hahahaa..

Yup! Mulai hari itu aku tidak jomblo lagi, hehehee.. Setiap pagi Serafina selalu inisiatif buat telpon aku dengan maksud membangunkanku yang memang kalau tidur kayak kebo, susah bangun, hahahaa.. Semakin hari rasa cinta ini padanya semakin membesar, aku bersyukur sekali kamu hadir di hidupku, membuat hidupku jadi menarik kembali, terima kasih Serafina :).

Sifat dia yang perhatian membuatku semakin jatuh hati padanya dan aku pun juga memiliki keinginan untuk selalu memberikan yang terbaik untuknya, lebih menyayanginya, memanjakannya, memperhatikannya. Serafina..surat ini aku buat sebagai bentuk rasa syukurku karena kamu sudah hadir di hidupku, semoga kamu yang Tuhan persiapkan sebagai jodohku, semoga saja yah :).

Surat ini juga aku tulis sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi atas semua yang sudah kamu lakukan untukku, baik itu perhatian untukku, waktu kamu buatku, kesabaranmu dalam menghadapi aku yang kadang-kadang suka bikin kamu kesal. Semua hal yang kamu lakukan untukku membuatku ketagihan, aku ucapkan terima kasih untuk semua itu :). 

Aku berharap kamu bisa merasakan rasa cintaku yang besar ini untukmu, semoga semesta merestui hubungan kita berdua. Aku ingin terus sama kamu, aku ingin punya anak perempuan yang mewarisi rambut hitam panjangmu, aku ingin punya anak perempuan yang mewarisi sifat-sifat baikmu. Aku tidak ingin siapa-siapa lagi, aku hanya ingin kamu selalu ada di dalam hidupku.




Created by: Penulis Imajinasi.



Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.

Jumat, 04 September 2020

Surat Untuk Mantan.

Hi mantanku.. apa kabar kamu setelah kita putus? Apa kamu selalu minum vitaminmu? Apa kamu selalu makan teratur? Aku tidak tahu apakah saat ini kamu sudah ada orang baru yang mengingatkanmu itu semua tapi tolong sesibuk apapun kamu sempatkan makan dan minum vitamin yang rutin demi kesehatan kamu sendiri.

Mantanku...bagaimana kerjaan kamu? Semoga kerjaanmu selalu berjalan lancar karena seandainya kerjaan kamu ada masalah, aku tidak bisa lagi ada untuk mendengar semua cerita kamu tentang kerjaan. 

Aku tidak bisa lagi datang ke tempat mu untuk mendengar keluh kesahmu sambil memelukmu dan mengelus rambutmu untuk menenangkanmu. Semoga pasangan kamu berikutnya lebih baik lagi dalam memperlakukanmu disaat kamu sedang resah dan gelisah.

Mantanku....aku ingin meminta maaf padamu karena selama kita pacaran, aku tidak bisa menjadi sosok yang ideal bagimu, aku hanya manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan, aku masih suka terpancing emosi saat kita debat, aku masih suka marah padamu, namun aku pastikan bahwa aku tidak pernah berkata kasar atau berlaku kasar padamu karena aku tidak mau melukai dirimu.

Aku hanya berusaha mencoba menjadi yang terbaik bagimu walaupun itu tidak mudah bagiku, aku hanya mencoba menjadi pacar yang selalu ada untukmu walaupun aku harus mengorbankan waktuku sendiri, tidak mengapa, aku bahagia melakukan itu, demi kamu orang yang aku sayang.

Dear mantanku....aku ingin bertanya padamu. Mengapa kamu meninggalkan aku? Mengapa kamu memilih untuk sendiri? Jika memang kamu ingin sendiri mengapa dulu kamu izinkan aku memasuki kehidupanmu, mengapa dulu kamu mengizinkan aku menyayangi kamu?

Kini....disaat aku sudah mulai terbiasa dengan kehadiranmu di hidupku, kamu memilih pergi karena ingin sendiri. Mengapa kamu tidak memberitahu aku bagaimana caranya menjalani hidupku tanpa kehadiranmu lagi? 

Tolong mantanku, ajari aku agar bisa melanjutkan hidupku tanpa kamu lagi. Tolong ajari aku bagaimana caranya agar rasa sayang yang besar ini hilang dari hatiku, aku masih menyayangi kamu setulus hatiku.

Dear mantanku...tahukah kamu bahwa hatiku kecewa disaat kamu menghindar dariku? Tahukah kamu seberapa besar sakitnya hati ini saat melihat perubahan sikapmu? Dari kamu yang selalu perhatian menjadi kamu yang cuek ke aku, aku sakit melihat itu. 

Apakah kamu tidak tahu bahwa aku tidak bisa jauh dari mu? Aku ingin selalu di dekatmu meski cuma melalui media chat dan telepon, tetap terkoneksi dengan kamu.

Aku tahu kamu memiliki segudang masalah dihidupmu, untuk itu aku ingin membantu kamu semampu aku, mari kita cari bersama solusi dari setiap masalahmu. Bagikan beban di pundakmu itu padaku, aku akan membantumu menopang pundakmu agar kamu tidak merasa berat lagi, kamu tidak sendirian sayang.

Mantanku..sebenarnya bukan inginku untuk memenuhi permintaanmu yang ingin sendiri, aku hanya tidak kuat lagi menahan rasa sakit saat melihat sikap dinginmu itu. Hatiku masih kaget dengan sikapmu. 

Mungkin hatiku bisa lebih menerima bila kamu memutuskan aku karena kamu menemukan lelaki lain yang lebih baik dariku. Atau....sebenarnya kamu memang sudah menemukan lelaki itu dan memakai alasan "ingin sendiri" untuk putus denganku? Maafkan aku kalau terlihat curiga karena jujur saja aku masih tidak percaya kita putus.

Maafkan sikapku saat kita putus, aku melakukan itu karena rasa kecewaku yang sangat besar padamu, aku meluapkan rasa sakit yang kurasakan dengan tidak membalas chatmu, block nomormu, block sosial mediamu namun saat ini, rasa kecewa ini sudah berkurang dan aku sudah membuka kembali block nomor dan sosial mediamu, semoga kamu tidak benci denganku karena hal ini.

Andai waktu bisa diulang kembali, aku akan kembali di masa dimana aku tidak mengenalmu, karena bila aku mengenalmu aku akan susah jauh darimu. Lebih baik kita tidak saling kenal jika ujungnya seperti ini.

Mantanku..terima kasih aku ucapkan padamu atas semua yang telah kamu lakukan selama kita pacaran, aku senyum-senyum sendiri jika mengingat itu semua. Dan....bila aku punya kesempatan lagi, aku ingin kita kembali seperti dulu, kembali jadi sepasang kekasih yang kadang akur kadang berantem tapi kita sama-sama tahu kalau kita saling menyayangi satu sama lain.

Mantanku....semoga hidupmu saat ini semakin baik lagi, semakin tenang dan semakin bahagia setelah putus dariku. Tolong jaga kesehatanmu, aku sedih bila mendengar kamu sakit. Dan.....bila saat ini kamu sudah memiliki pacar baru....aku hanya berharap semoga kamu lebih bahagia lagi dari saat kamu bersamaku.


Terima kasih mantanku...




Created by: Penulis Imajinasi.



Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.

Senin, 06 April 2020

"New Ms. Whatever (Part 4...)".



Hai semuanya, apa kabar kalian semuaa ? gue kembalii, hehehe.. Gue berdoa semoga siapa pun yang sedang baca tulisan ini dalam keadaan sehat selalu, bahagia selalu, terhindar dari virus Corona yang saat ini menjadi wabah di seluruh dunia, amiin.. :)

Masih inget gue kan ? Yes, beyul ehh betul! Gue Ray. Buat yang belum tahu gimana kisah gue sebelumnya, silahkan dibaca ya mulai dari part 1 sampai part 3, hehe.. Cerita ini tuh lanjutan dari part 3 gaes, di part itu gue bercerita tentang pertemuan gue dengan seorang wanita cantik, cerdas, mandiri bernama Stevi.

Stevi ini punya 1 sifat (atau sikap?) yang mirip sama mantan terakhir gue, yaitu sifat "Whatever". Stevi tidak terlalu ambil pusing sama hal yang dia anggap tidak penting alias bodoh amat. Karena kemiripan sifat (atau sikap) ini yang menjadi alasan gue membuat part lanjutan dari cerita gue sebelumnya (part 1 dan 2), Stevi dan Sandra punya 1 sifat/sikap yang sama,hehe..

Di part sebelumnya gue ceritakan kalau gue sama Stevi semakin dekat walaupun gue belum nembak doi. Bahkan gue sedikit takjub dengan anak ini karena dia tetap mau dekat sama gue walaupun gue kasih tahu kondisi gue yang baru putus. Dia mau bantuin gue move on, hhmm..menarik juga! Hahaha...

Jujur sih, bayang-bayang Sandra masih ada di kepala gue, karena cara Sandra memperlakukan gue dulu yang bikin gue agak susah melupakan dia, dia memperlakukan gue dengan spesial sob! hehehe.. Sebenarnya sih Stevi juga memperlakukan gue dengan sangat baik kok, hanya mungkin otak gue saja yang masih menyimpan memori saat bersama Sandra jadinya terkadang gue suka membandingkan 2 wanita ini.

Gue sadar ini salah, tidak baik dan tidak adil juga buat Stevi, makanya sejak gue dekat dengan dia, gue mencoba fokus untuk memberi perhatian gue sama Stevi, tidak lagi memikirkan ataupun membandingkan dia dengan Sandra. Yaa, gue paham bahwa beda wanita, beda cara perhatiannya, ya gak? Hehehe..

Stevi, cewek mandiri tapi cengeng, hehe.. Iya, dia itu anaknya gampang nangis, misalnya saja pas gue temenin dia nonton drakor, udah deh pas adegan sedih atau haru, dia nyender dibahu gue dan nangis, nangisnya beneran mewek, banjir air mata, bukan yang cuma nangis formalitas doang, hahaha.. Huft..basah deh bahu gue, hahahaa.. Lebih parahnya lagi waktu kita nonton film yang berbau drama di bioskop, ya ampun...pas adegan sedih ehh dia nangis terisak-isak di bioskop, sampai-sampai penonton kanan kiri kita pada ngelirik, hahahaa..

Terkadang lucu sih melihat sikapnya dia, di 1 sisi ada kalanya dia nunjukin sifat mandirinya tapi di lain waktu dia tunjukin kalau dia itu cengeng, hehehe.. Disamping cengengnya, dia juga punya banyak kelebihan sih, salah 1 nya pinter masak. Ini penting nih buat gue, secara gue doyan makan, hahahaa..

Setiap main ke rumahnya pasti dimasakin deh sama dia. Oh iya, kenapa dia bebas masak karena di rumahnya Stevi punya 2 dapur. Jadi dulu papinya Stevi beli 2 rumah dempet terus dijadiin 1 makanya rumah Stevi jadinya lumayan besar dan terbagi jadi 2 ruangan besar yang terhubung dengan connecting door. Rumah sisi sebelah kanan itu untuk Stevi dan yang sebelah kiri itu untuk adiknya nanti. So makanya dia bebas masak karena masing-masing ruangan punya dapurnya sendiri.

Masakan dia menurut gue cukup enak ya walaupun ada kalanya masakannya sedikit keasinan tapi tetap gue makan kok, demi menghargai usaha dia yang sudah capek-capek masak buat gue, hehehe... Setelah beberapa bulan terakhir ini dekat dengan Stevi, gue nyaman berada di dekat dia, otak gue secara perlahan tidak lagi membanding-bandingkan dia dengan Sandra.

Setelah gue pikirkan baik-baik, gue akhirnya memutuskan untuk nembak Stevi, karena gue tidak mau hubungannya tidak jelas atau tanpa status, gestur kita berdua menurut gue sudah melebihi teman biasa, sudah teman rasa pacar, hehehe.. Dia bisa tiba-tiba ngambek cemburu saat tahu gue jalan sama teman cewek gue yang lain, begitu juga gue yang mulai ada rasa cemburu saat dia cerita kalau ada teman kantornya yang ngajak dia makan bareng setelah jam kerja.

Okeh, baiklah, saatnya penembakan, hahahaa.. Kocak sih, walaupun ini bukan pertama kalinya gue nembak cewek tapi tetap aja deg-degan anjir! hahaha..Waktu kita jalan malam mingguan, setelah selesai makan malam di 1 restoran, akhirnya gue ngomong langsung ke dia tentang keinginan gue untuk memulai hubungan baru dengan dia sebagai pacar.

Gue ngomong begini ke dia, "Stev, aku ingin kita lebih dari teman karena kalau sekedar teman cewek sih aku sudah punya, yang aku belum punya adalah seseorang yang mencintai dan menyayangiku apa adanya. Kamu bersedia tidak jadi orang yang mencintai dan menyayangiku ? Jadi pacarku ya Stev?" Asli man! Gue ngomong begitu sambil keringetan, hahaha.. Padahal mah suhu di restoran itu dingin sob! hahahaa...

Respon Stevi?? Dia diem, diem banget. Biasanya nih anak kalau pas lagi sama gue ngoceh terus, ada aja ceritanya eh pas gue tembak jadi diem sob! Semakin deg-deganlah gue, tapi gue sudah siap mental sih, apapun jawaban dari dia akan gue terima dengan ikhlas dan lapang dada. Dia diem ngeliatin gue..setelah beberapa saat dia diem, dia ngomong begini: "aku pikir kamu belum siap untuk memulai hubungan baru karena kan kamu juga baru putus. Tapi sejujurnya kalimat kamu barusan yang aku tunggu-tunggu Ray, iya..aku bersedia jadi pacar kamu :)".

Waaahh..lega gue man, hahaha.. Karena saking bahagianya gue teriak, "YES!" Cuma gue lupa kalau kita masih di restoran, alhasil pengunjung yang lain pada ngelirik ke meja kita, hahaha... Gue genggam tangan dia sembari mengucapkan terima kasih karena sudah bersedia jadi pacar gue, happy gue man! Hihihihi... Dan mulai malam itu, kita resmi jadian, hehehe..

Setelah proses penembakan itu, gue semakin lengket sama Stevi sampai-sampai adik dia ngebully kita, kata adiknya kita kayak magnet sama besi, nempeeel terus! Hahaha.. Gue juga jadi semakin sering main ke tempat dia, makin kenal sama mami papinya dia dan beberapa orang sepupu Stevi. Kalau sebelum pacaran kita ibarat teman rasa pacar, nah pada saat sudah jadi pacar Stevi itu ibarat pacar rasa istri, hehehe..

Tenang, tenang, jangan mikirin yang mesum-mesum dulu coy! hahaha... Maksud gue pacar rasa istri karena setelah jadian, dia jadi hampir setiap hari masakin gue terus dikirimin ke kantor gue buat makan siang gue, terus dia juga jadi lebih rajin bantuin gue beresin kamar gue yang acak-acakan, hahaha.. Hidup gue jadi lebih teratur sejak pacaran sama dia, dia selalu bawelin gue jangan kelamaan main game, jangan lupa mandi, beresin kamar dan lain sebagainya. Makanya gue sebut dia pacar rasa istri, hahahaa...

Gue juga serasa punya Fashion Stylist sendiri sob! Dia suka memberi saran ke gue tentang cara memadukan pakaian kerja, dia ikutan rempong waktu gue beli kemeja / celana kerja, pokoknya penampilan gue dia yang atur semuanya, bahkan beberapa item kemeja gue dia yang beliin, duh..sering-sering ya sayang, jadi enak! Hahahaa...

Tapi di sisi lain gue juga merasa seperti punya adik yang super manjaaa.. Ya gimana gak manja, buka tutup botol air mineral aja minta tolong gue, bukain kacang kulit gue juga, dia tinggal makan. Motongin ayam atau daging pas kita makan gue juga, malahan sekalian minta disuapin juga. Pernah kita sama-sama CFD-an tapi pas udah selesai dia minta gendong karena dia capek jalan, lah dikata gue gak capek juga kali ya! hahaha...

Gue tidak pernah merasa terganggu dengan sifat manja Stevi ke gue, karena gue mencoba memahami dia yang merupakan anak pertama di keluarganya, dia harus tampil kuat serta mengayomi adiknya dan adiknya juga manja sama dia. Nah, karena dia jadi tempat bermanja-manja adiknya, jadilah gue tempat pelampiasan manjanya dia tapi gue tidak masalah sih, selama itu membuat Stevi senang dan bahagia ya gue biarkan saja dia bermanja-manja ke gue, daripada dia manjanya sama cowok lain, gue yang cemburu entar,hahaha....

Yaahh..yang jelas sih, saat ini gue kembali merasakan bagaimana bahagianya dicintai oleh seorang wanita. Rasa yang tidak pernah gue dapatkan setelah gue putus dari Sandra. Stevi bukan duplikat Sandra, mereka memang 2 wanita yang sama-sama cantik, cerdas, seksi, punya 1 sifat/sikap yang mirip tapi ke 2 nya jelas berbeda secara keseluruhan. Sandra tetap akan gue ingat dan Stevi saat ini akan menjadi pusat perhatian gue, semoga saja selamanya dia akan menjadi pusat perhatian gue, amin, hehehe...

Sekian dulu cerita gue kali ini ya gaes, terima kasih sudah meluangkan waktu kalian untuk membaca part 4 ini. Semoga siapa saja yang belum punya pasangan segera di pertemukan dengan pasangannya dan yang saat ini sedang menjalani sebuah hubungan, langgeng terus buat kalian sampai kakek nenek, amiin..

Tetap jaga kesehatan, jaga kebersihan, pakai masker kalau harus keluar rumah dan yang terutama semoga virus Corona ini segera sirna dari muka bumi, amiin..
Sampai ketemu lagi di cerita gue selanjutnya yaaa..Bye-bye :)







Created By: Penulis Imajinasi





Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Rabu, 29 Januari 2020

"New Ms. Whatever (Part 3...)"



Hi semuanya :). Apa kabar di tahun yang baru ini ? Semoga bahagia selalu dan sehat selalu ya, amiin.. :)

Oh yaa, masih inget kan sama gue ? Gue Ray, pacar Sandra ehh mantan deng :p Di part sebelumnya kalian pasti sudah baca kalau gue sama Sandra putus kan ? Setelah putus, gue sama Sandra memang lost contact dan gue tidak tahu dia sudah punya pacar baru lagi atau tidak.

Ya semoga saja sudah punya pacar baru ya, Sandra itu cantik, pasti banyak pria yang mau jadi pacar atau bahkan suami, hehehe.. Di part ini gue bakal ceritain kisah gue setelah lepas dari Sandra (lepaass..kayak burung aja lepas dari sangkar, hahaha..)

Kenapa gue sambung jadi part ke 3 ? Karena setelah gue putus dari Sandra ehh gue ketemu lagi dengan 1 perempuan yang punya kesamaan dengan Sandra, sama-sama punya sifat "Whatever". Aneh ya bisa sama gitu? well, that's life, isn't it ? Life always suprise you :)

Sebut saja gadis ini mawar..*hah?? ini bukan acara berita woy!! hahaha..*
Nama wanita ini adalah Stefanie Tedja Kusuma biasa dipanggil Fani or Stevi. Gue ketemu sama dia sewaktu gue ditugasin dinas ke luar negeri beberapa waktu lalu untuk menghadiri 1 event. Ya semacam acara pameran gitulah yang masih berhubungan dengan kerjaan gue.

Awal kenalnya sih karena kita 1 meja gitu kan, jadi perusahaan dia sama perusahaan gue ditempatkan di 1 meja bundar besar, ya mau tidak mau kita saling say Hi dong, ya kali diem-dieman kayak suami istri lagi berantem, hahaha... Kita kenalan biasa saja bahkan terkesan kaku karena aura profesionalismenya terasa kental sekali, hehehe..

Selama acara berlangsung ya topik obrolan kita itu tidak jauh-jauh dari materi yang ada selama pameran, dan kesan pertama gue sama Stevi (begitu gue manggil dia) anaknya pintar, cerdas dan hehe..senyumnya brooo....setiap dia senyum bikin gagal fokus! Hahaha...

Hhmm..ngobrol sama dia tuh nyambung, anaknya juga lucu,humoris, jadi ya gue akuin kalau gue punya rasa ketertarikan sama dia. Setelah event selesai, gue balik ke tempat gue menginap begitu pula dengan Stevi. Sayangnya kita enggak 1 hotel tapi jaraknya berdekatan. Sebelum pisah, gue beraniin diri buat tanya no.WA nya dia dan ternyata doi sudah menulisnya di kertas memo yang memang bakalan dikasih ke gue tanpa gue minta sekalipun (lucky me!) hehehe..

Balik hotel, mandi, ganti pakaian yang lebih casual lalu aktifitas gue selanjutnya adalah WA Stevi. 2 menit...10 menit....15 menit....20 menit...30 menit...40 menit belum dibalas juga, bahkan dibaca pun belum, hahaha.. Setelah menunggu 50 menitan baru dia balas dengan minta maaf karena dia baru selesai bersih-bersih sekaligus mandi dan gue bilang it's ok, no problem.. Gue tanya apa dia sudah makan malam dan menawarkan makan malam bersama, dan dia pun menerima tawaran gue cuma dia bilang dia lagi malas keluar hotel jadi ya kita hanya makan di restoran hotel saja, gue yang ke hotel dia.

Sewaktu momen makan malam inilah gue mengenal Stevi lebih banyak dan seperti yang gue bilang diawal, dia juga punya sifat "Whatever" terhadap hal-hal yang menurut dia gak penting dan bikin dia gak nyaman. Dia tipe orang yang bodo amat sama sesuatu yang mengganggu, bodo amat sama semua penilaian orang tentang dia karena dia berprinsip selama yang dia lakukan tidak mengganggu orang lain ya dia bodo amat. Gue yang mendengarkan cerita dia sambil berpikir "lah, ini anak sama kayak mantan gue,hahaha.."

Ternyata saat gue lagi mikir begitu, dia perhatiin wajah gue dan menebak kalau gue lagi mikirin sesuatu. Ya gue bilang aja tebakannya benar, dan dia nebak lagi (gue gak tahu ini cuma kebetulan atau tidak) dia nebak gue lagi mikirin pacar/mantan. Gue ketawa karena tebakan dia bener. Dia bilang ke gue, "jangan-jangan aku mirip mantan kamu lagi!" dan gue jawab dengan anggukan kepala. Ehh..Stevi malah kepo dengan mantan gue, tapi lebih tepatnya sih dia kepo tentang kriteria cewek idaman gue, so gue lebih banyak cerita ke dia tentang kriteria gue, bukan cerita tentang mantan gue,hehehe..

Ngobrol sama dia bikin lupa waktu, entah sudah berapa kali waiter restoran mengisi ulang gelas kosong kita, karena saking lamanya kita ngobrol,hehehe.. Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 10 malam, gue sama dia pun akhirnya keluar dari restoran dan gue antar dia naik ke kamarnya yang ada di lantai 18, setelah itu baru gue jalan kembali ke hotel gue. (Sebenarnya dia menawarkan untuk lanjut ngobrol di kamar dia hanya saja gue tolak dengan sopan, karena gue maupun dia besok paginya harus mengejar pesawat, gue tidak mau mengganggu istirahat dia. Gue bilang sama dia kalau di jakarta nanti kita bakal sering ketemu kok :).

Sampai di hotel pun dia masih video call gue dan kita ngobrol lagi di video call sampai larut malam, sebelum video call berakhir gue janji bakal jemput dia ke hotel dan ke bandara sama-sama, sayangnya kita tidak 1 pesawat, beda maskapainya cuy, apes yah? hahaha..

Sesampainya di jakarta (gue tiba 1 jam lebih awal dari Stevi), gue tungguin dia karena memang kita janjian mau pulang bareng,hehehe.. 1 jam lebih sedikit menunggu akhirnya gue melihat sosok cantik, cerdas, sedikit manja melambaikan tangan ke gue. Setelah ketemu di bandara bukannya langsung pulang cuy, masih menemani dia makan dulu, laper banget katanya, hahaha.. Ya sudahlah, gue jadi penonton dia makan karena gue sudah makan sewaktu di pesawat tadi.

Selesai makan, kita kembali ngobrol lagi tentunya obrolannya lebih ke arah obrolan santai seperti saat makan malam, bukan tentang kerjaan tapi obrolan tentang mengenal 1 sama lain. Lalu kita pun memutuskan untuk pulang dan gue mengantar dia terlebih dahulu baru setelah itu gue pulang ke tempat gue. 

Dan sewaktu di dalam perjalanan pulang, supir taksi yang kita tumpangi mengira bahwa kita pasangan yang baru pulang bulan madu, gue dan Stevi ketawa dan parahnya nih anak malah ngomong begini ke bapak supirnya, "mohon doanya aja ya pak biar jadi ini bayinya" gue yang mendengarnya heran, kaget juga, lalu chat Stevi, "mabok mbanya? Tiba2 ngomong gitu!" Dia jawab, "biarin aja sih, siapa tahu kita bisa bulan madu beneran,hahaha.." Gue cuma geleng kepala aja melihat balasan WA Stevi. Sudah bisa ketebak dong, pak supir mengamini omongan Stevi, haduuh..nih anak ada ada saja! Hahaha..

Sesampainya di tempat Stevi, dia malah minta gue ikut turun juga, tidak usah naik taksi lagi. Alasan dia waktu itu adalah dia mau mengantar gue pulang sekalian biar dia tahu tempat tinggal gue. Tadinya gue tolak sih cuma ini anak agak memaksa jadinya ya gue ikutin kemauannya dia. Masuk rumah dia kita disambut Mamanya, mamanya tiba-tiba nyeletuk begini, "loh kak (panggilan Stevi di rumah), kamu pulang dinas kantor bawa oleh-olehnya calon mantu buat mama nih?" Dan ibu dan anak itu tertawa melihat gue yang malu-malu kucing, mesam mesem tidak jelas. Helm mana helm ?? Mau nutupin muka gue nih! Maluu..! hahaha..

Sembari menunggu Stevi menyimpan koper dan bawaan dia, gue diajak mengobrol oleh Mamanya plus disuguhi teh hangat, jadilah gue semacam bertamu ( ehh, emang gue tamu deng! Gimana sik!? Hihihi..) Obrolan standar orang tua perempuan ke teman lelaki anaknya gaes, kenal dimana, tinggal dimana, kerja dimana dan lain-lain, hehehe..

Tiba akhirnya gue harus pamit karena Stevi sudah siap untuk mengantarkan gue pulang. Gue pamit ke mamanya dan mamanya bilang, "sering-sering main kesini ya ray, jangan bosen!" Stevi langsung aja menyambar omongan Mamanya sambil bernada bercanda, "Mama, Ray itu punya aku, mama kan udah punya papa!" Dan mereka pun tertawa kembali, gue pun ikutan ketawa juga.

Selama perjalanan kita banyak ngobrol, bercanda, karaokean di mobil, sehingga kemacetan ibu kota pun tidak membuat kami stress dijalan. Sampai di tempat gue, gue persilahkan Stevi masuk dan dia dengan suka rela membantu gue membenahi koper dan bawaan gue, (duh jadi enak abang dek! Hahaha).

Hari demi hari, gue sama Stevi semakin dekat saja, ya boleh dibilang teman rasa pacar, dan gue sudah ceritakan tentang kondisi gue yang baru putus dan dia memahami kondisi gue. Gue bilang sama dia kalau gue takutnya bikin dia cuma pelarian gue saja dan gue tidak mau itu terjadi, kamu layak mendapatkan pria yang lebih siap Stev. Diluar dugaan gue, awalnya gue berpikir Stevi bakal menjauhi gue namun yang terjadi justru sebaliknya, dia jadi semakin perhatian ke gue, dia selalu ada buat gue, bahkan dia juga sesekali datang ke kantor gue buat jemput gue.

Gue pernah bertanya kenapa masih mau perhatian dan lain sebagainya dengan orang yang hatinya masih berantakan (efek putus) kayak gue ? Dia menjawab, "aku mau bantu kamu sembuhin lukamu, life must go on, right ?" Gue hanya menatapnya saja,tersenyum seraya mengucapkan terima kasih. Hidup gue sekarang lebih bermakna dan ceria kembali semenjak gue kenal Stevi. 

Dia selalu bisa mengusir bad mood gue, selalu bawelin gue kalau dia tahu gue telat makan dan banyak lagi sikap baik dia yang lainnya terhadap gue. Perlahan tapi pasti hati gue menjadi baik kembali dan itu semua berkat kamu Stevi :). Sepertinya gue dalam waktu dekat ini siap meminta kamu untuk jadi pacar Stev dan semoga saja kamu tidak akan berubah sampai saat itu tiba :) Terima kasih sudah membalut luka yang menganga di hati gue Stev :).

Gue mohon doanya ya gaes supaya gue sama Stevi bisa punya status yang lebih dari cuma sekedar Teman Dekat saja, amiin.. Terima kasih buat kalian yang sudah membaca cerita gue ini dan terima kasih sudah mengikuti cerita ini mulai dari part 1. Tetap jaga kesehatan gaes dan sampai jumpa lagi di cerita gue berikutnya.. Bye... :)







Created By: Penulis Imajinasi





Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Minggu, 24 November 2019

Hi...My Future Wife... :)



Hai sayang...kamu lagi apa sekarang?
Aku harap kamu dalam keadaan sehat yaa..:)
Gimana kerjaan kamu hari ini ? Lancarkan ? Tetap semangat yah dalam bekerja dan kalau kamu mau curhat, aku siap mendengarkan dan memberikan saran jika kamu butuhkan :).

Sayang...aku mau cerita boleh ? Hari ini kerjaanku lancar, puji Tuhan, cuma tadi pas aku keluar kantor ternyata hujan deras, jadinya nunggu dulu deh tadi,hehehe.. Tapi tenang sayang, aku bawa payung, begitu hujannya sedikit mereda, aku pakai payung kok sayang buat jalan ke halte busway.

Oh iya..kamu..jangan ilfeel yah sama aku sayang, soalnya aku belum punya kendaraan pribadi :( jadii..sementara ini kalau kita kencan aku ajak kamu naik busway, KRL atau taksi online dulu yah, tidak apa-apa kan cantik ? :)

Aku juga mau mohon banget, kamu jangan ilfeel juga kalau lihat aku pas lagi emosi/marah yaa.. soalnya aku suka nulis status buat melampiaskan kekesalan/amarah ku sayang, aku tahu mungkin kamu tidak suka tapi aku mohon yaa sayang, jangan sampai bikin kamu ilfeel.. Aku tidak ingin teriak atau membentak kamu saat aku lagi emosi makanya aku salurkan amarahku ke tulisan-tulisan itu sayang, aku harap kamu bisa mengerti yaa cantik.. :)

Sayang, cantik....aku tidak akan bilang kalau hidup ini akan jadi lebih mudah pada saat kita bersama nanti tapi setidaknya...apapun masalah yang ada di depan mata akan kita hadapi bersama-sama, kamu jangan khawatir, aku akan selalu ada disampingmu untuk terus mendukungmu karena aku sayang kamu :).

Cantik...sejak awal kamu kenal aku, kamu pasti tahu kalau kita itu punya pola pikir yang berbeda kan ? Karena kita berdua dibesarkan dengan latar belakang keluarga yang berbeda yang otomatis mempengaruhi pola pikir dan karakter kita masing-masing.

Dan sebagai pasangan normal, kita juga pasti tidak bisa menghindar dari yang namanya adu argumen/debat bahkan sampai adu mulut mungkin sayang, karena sebagai manusia, baik kamu dan aku itu punya emosi, ego masing-masing, itu wajar menurutku sayang :)

Pasti nanti akan ada momen dimana kita debat, debat karena masalah sepele misalnya debat tentang warna baju yang akan dibeli/dipakai, debat mau sarapan/makan apa, debat tentang nama anak kita nanti, debat pilihan warna cat rumah, debat warna sofa, debat bentuk meja makan atau debat masalah-masalah sepele lainnya. Belum lagi akan ada momen dimana kita akan debat serius seperti debat mau punya anak berapa, debat tentang pendidikan anak dan lain sebagainya, mau tidak mau kita harus menghadapinya sayang.

Debat/adu argumen menurutku adalah salah 1 cara untuk membangun komunikasi 2 arah yang baik, supaya kita semakin mengenal pola pikir masing-masing, kamu akan paham gimana pola pikir aku begitu juga sebaliknya, aku akan semakin mengerti apa kemauan kamu sayang :). Dan aku mohon banget ya sayang, kamu jangan sampai ilfeel yah, jangan sampai kamu merasa malas untuk berdebat sama aku, jangan sampai kamu malas untuk diskusi sama aku, jangan sampai kamu malas untuk mengungkapkan pendapat kamu, please..jangan sampai kamu malas ya baby :(

Karena bagiku itu sebuah hal yang tidak baik sayang, menurutku jika kita sudah malas berkomunikasi dengan pasangan itu sama saja dengan kita sudah malas berhubungan dengan pasangan. Karena menurutku hubungan yang baik itu akan tercipta dari komunikasi yang dibangun dengan baik juga, dan komunikasi yang baik itu adalah yang 2 arah, bukan hanya menuruti semua omongan 1 pihak saja. Kalau hanya menuruti salah 1 pihak saja justru itu menurutku tidak bagus sayang. Aku mohon ya sayang, kamu jangan sampai merasa malas debat sama aku.

Kalau seandainya ada hal yang tidak kamu sukai dari aku, aku harap kamu ngomong ya sayang,  biar aku bisa mengkoreksi diri aku :). Tidak apa-apa sayang, kamu bebas komplain mengenai hal apapun yang kamu kurang suka dari aku, dan aku berharap kamu juga mau bersedia menerima sifat buruk atau kekuranganku ya sayang, karena aku sebagai manusia masih jauh dari kata sempurna.

Dan perlu sayang inget bahwa aku juga akan belajar untuk memahami diri kamu sayang, aku akan menerima semua sifat buruk/kekurangan kamu, karena disaat aku meminta kamu untuk jadi istri maka disaat itu juga aku berkomitmen untuk menerima segala kekurangan kamu dan menerima segala masa lalu kamu :).

Eh iya sayang, kamu mau punya anak berapa ? 2? 3? 4? 5? Berapa sayang ? Wah, aku jadi tidak sabar mendengar kamu dipanggil "Mama" oleh anak-anak kita nanti, hehehe... Um..asal jangan 1 aja deh sayang, karena kasihan nanti anak kita tidak punya saudara kandung, kesepian nanti dia, hahaha...

Um kalau kamu tidak pintar masak tidak masalah kok sayang, kan bisa beli atau pelan-pelan belajar memasak atau sini, aku masakin, gini-gini aku pinter masak loh, hahaha... Aku tahu sayang, kamu ingin sekali rumah kita terlihat rapi dan bersih tapi tidak apa-apa kok jika rumah sedikit kotor, karena aku melamarmu untuk jadi teman hidupku, ibu dari anak-anakku bukan untuk jadi asisten rumah tanggaku, hehehe..

Yang terpenting bagiku adalah kamu merasa nyaman untuk terus hidup bersamaku sampai kita tua nanti, karena setelah anak-anak kita besar dan punya kehidupan masing-masing, yang tersisa hanyalah kau dan aku sayang, dan mengetahui bahwa kamu ada disampingku terus itu sudah membuatku bahagia :)

Sayang...um..maaf, aku tidak bisa menjanjikan apa-apa kepadamu, satu-satunya yang bisa aku janjikan adalah komitmen. Komitmen aku untuk terus menyayangimu dalam segala kondisi, komitmen aku untuk berusaha pantang menyerah demi menyejahterakan keluarga kita, komitmen aku untuk selalu mendampingimu kapanpun dan dimanapun, sekali lagi aku minta maaf ya sayang, mungkin aku tidak sehebat mantan-mantan kamu dulu yang bisa menjanjikan semuanya untuk kamu.

Dan kalau masalah jadi tulang punggung keluarga, kamu jangan khawatir sayang, aku sudah terlatih untuk jadi tulang punggung keluarga karena saat ini pun aku adalah tulang punggung buat orang tuaku sayang dan aku siap lahir batin untuk menjadi tulang punggung bagi kamu dan anak-anak kita nanti :)

Aku minta sama kamu untuk selalu percaya diri ya sayang, jangan merasa rendah diri, bangun semangatmu karena aku akan selalu membuatmu merasa bahwa kamulah wanita paling cantik di dunia ini dan aku beruntung bisa memilikimu :)

Oh iya, aku mau minta tolong boleh gak ? Tolong dong sayang, kamu jangan lama-lama tersesat di hati pria lain, ikutin GPS hati kamu yang akan menuntun kamu kepadaku, aku siap menyambutmu sayang :)

Sayang..cantik...aku ngantuk, aku tidur duluan boleh gak ? Boleh yaa...pleaseee, hehehe... Kamu juga istirahat ya sayang, jaga kesehatan kamu, jangan terlalu capek bekerja, selamat tidur yaa baby, sampai ketemu di mimpi ya, tidur yang nyenyak yah, I Love You :).






Created by: Penulis Imajinasi.

Minggu, 17 November 2019

"Miss Whatever Part 2..."

*tingting* *tingting* *ceritanya wa masuk*

*1 new message from Alexandra*
"Pagi baby.."

Yup, begitulah pesan yang gue terima setiap pagi, kalau bukan gue yang kirim chat duluan yaa cewek gue yang chat, dan jujur aja chat dia yang selalu gue nantikan, my mood booster :)

Oh iya, kenalin, gue Ray, gue pacar Alexandra, kita baru jadian dan kalau kalian penasaran dengan proses jadian kita, kalian baca aja di part 1 yaa, hehehe..

Semakin gue kenal lebih lama, gue semakin paham karakter Alexandra (Sandra), dan jujur aja sering banget kita debat mulai dari hal sepele. Karena gue juga tipikal orang keras kepala, jadi aja deh kita sering argumen.

Gue yang pernah punya pengalaman diselingkuhin mantan gue dulu membuat pribadi gue jadi insecure, masalahnya adalah gue jadi tidak bisa 100% persen percaya sama cewek lagi, that's my problem :( dan berulang kali Sandra selalu memohon agar gue percaya sama dia, dan gue pun mencoba untuk percaya sama dia.

Ada 1 hal yang gue ajukan ke Sandra yang membuat dia tidak nyaman yaitu saling berkabar satu sama lain. Bukan tujuan gue mengekang dia tapi gue hanya ingin tahu dia dimana, apakah dia baik-baik saja, keadaannya bagaimana, yaa di logika gue adalah "namanya pacaran harus saling update kabar".

Awal-awal Sandra mengakui kalau dia tidak terbiasa dengan gaya komunikasi seperti itu, bagi dia itu mengekang dan tidak nyaman dan gue juga tidak tahu bagaimana gaya pacaran dia dengan mantannya sebelum gue. Namun gue kasih pengertian dan akhirnya Sandra mau mencoba untuk mengikuti gaya gue, thank you Sandra, i love you :).

Sebenarnya gue tahu banyak sifat gue yang membuat dia kurang nyaman namun dia tetap berusaha menerimanya dan itupun juga yang gue lakuin ke dia, gue berusaha untuk selalu memenuhi segala permintaan dia karena gue sayang sama dia.

Karena kita 1 kota dan jarak kantor kita tidak terlalu jauh, kita jadi sering ngedate after office hour. Dulu gue pernah dengar orang tua gue ngomong begini "secapek-capeknya kita kalau ketemu orang yang kita sayang pasti capeknya hilang", dan itulah yang gue rasain setiap kali gue ketemu Sandra sepulang kantor, capek penat gue langsung sirna setelah melihat senyum dia :).

Gue suka cara dia memperlakukan gue, gue suka cara dia memperhatikan gue tapi terkadang gue juga bingung menghadapi sifat dia, salah 1 contohnya adalah saat dia marah besar karena gue gak bisa datang pada saat dia sakit. Padahal gue udah jelasin kondisi gue yang lembur pada saat itu, namun Sandra marah lewat chat dan membuat gue bingung dan sedikit tersinggung, tapi gue memaafkan dia, gue paham gimana gak enaknya sakit tidak dijenguk pacar, gue minta maaf Sandra :(

Dan untuk menebus salah gue, di hari berikutnya gue sempatkan mengantarkan sarapan untuk dia sebelum gue berangkat kantor karena gue gak mau dia kelaparan belum sarapan dan biar dia cepat sembuh. Dari semua wanita yang pernah gue pacarin, jujur Sandra yang paling manja ke gue dan gue tidak masalah dengan sikapnya itu, malahan gue senang bisa memanjakan wanita kesayangan gue :).

Setiap kita ngedate, dikarenakan gue tidak punya kendaraan pribadi (waktu mau beli kendaraan dilarang sama ortu dan pada akhirnya uang buat kendaraan gue alihkan untuk DP rumah sederhana di sekitar kota Jakarta), gue jadi sering ngajak dia naik transportasi umum mulai dari transjakarta, KRL hingga taksi online. Jujur sebenarnya gue sedih ngajak dia naik kendaraan umum karena mungkin dia sama mantan dulu tidak pernah naik kendaraan umum. Maaf ya Sandra kalau gue nyusahin :(.

Apalagi pernah waktu kita pulang dari Bogor, kaki dia bengkak karena jalan kaki yang cukup jauh, kurang lebih 1.5 km. Sebenarnya waktu itu gue sudah pesan taksi online dari stasiun Bogor namun karena situasi saat itu macet parah, tidak satupun taksi online terima orderan gue dan pada akhirnya dia sarankan jalan kaki namun gue tidak akan menyetujui usul dia kalau seandainya gue tahu kakinya bakalan jadi bengkak setelah pulang dari bogor, i'm so sorry baby :(.

Sandra itu anaknya periang dan selalu bisa bikin gue ketawa, bahagia dan itu yang bikin gue jatuh cinta sama dia. Dan jujur saja gue sudah membayangkan tahun depan dia jadi istri gue, bukan pacar lagi. Yang bikin gue semakin cinta sama dia, dia tidak pernah komplain waktu gue ajak naik transportasi umum.

Oh iya, gue sama Sandra itu sama-sama suka makan, jadi tidak jarang kita isi acara ngedate kita dengan wisata kuliner. Banyak tempat kita datangi untuk sekedar kulineran.

Hanya saja, namanya hubungan itu tidak selalu berjalan mulus, gue berulang kali debat atau argumen sama Sandra, yang gue tidak suka dari Sandra adalah saat dia lagi emosi, dia suka sekali berkata bukan kata kasar/kotor sih sebenarnya cuma bikin gue jadi tersinggung tapi gue maklumin itu karena namanya juga orang lagi emosi.

Hhmm..kalian pernah gak sih gaes, merasa kalau kalian tidak pantas buat pacar kalian ? Gue terkadang merasa begitu, gue merasa gue tidak pantas atau layak membahagiakan Sandra dikarenakan Sandra itu wanita yang spesial sekali di mata gue, dan gue selalu ingin memberikan yang terbaik untuk dia namun di 1 sisi gue juga punya batasan dalam hal apapun termasuk ekonomi, itu yang bikin gue sedih.

Dia wanita istimewa dan gue gak mau kehilangan dia. Tapi..gue juga bukan manusia sempurna terlebih saat gue lagi diliputi emosi juga, gue kadang suka ngomong sesuatu yang menurut Sandra itu kekanak-kanakan, contohnya seperti gue pernah meminta kembali barang yang dia pinjam dari gue saat gue sama dia lagi berantem, gue akuin itu salah 1 sifat buruk gue gaes, gue berpikirnya biarpun ada masalah tapi barang yang di pinjam ya harus dikembalikan dong!. Sifat begini tuh buruk sih memang gaes, jangan ditiru! Hehehe..

Mungkin, karena sudah terlalu sering kita debat dan membuat Sandra lelah, akhir-akhir ini Sandra sering sekali bilang malas dalam hal argumen, debat dan lain-lain. Jujur sebenarnya gue tidak suka dia omong begitu karena menurut gue kalau sudah malas begitu sama saja dengan malas berhubungan karena namanya pacaran pastilah ada debat/argumen walaupun sebabnya karena hal sepele.

Hal sepele yang gue maksud adalah ketika gue sakit, gue berharap dia menunjukkan sedikit perhatian dia, ya gak perlulah datang ke tempat gue tapi setidaknya chat gue tanya udah makan belum atau ngingetin udah minum obat belum, hal yang mungkin sepele tapi berarti buat gue yang lagi tepar sakit, hehehe.. Karena dia tidak chat sama sekali, keesokan harinya gue komplain ke dia dan dia menjawab dengan hal lain lagi dan ujung-ujungnya kita argumen dan keluar lagilah omongan malas itu, karena gue juga lagi diliputi emosi akhirnya gue balas dengan bilang "kalau sudah malas, ngapain lagi dilanjutin hubungan ini" dan kita pun semakin ribut.

Gue itu hobby menulis di media apapun, entah itu blog atau sekedar status wa. Menulis adalah salah 1 cara gue meluapkan isi hati atau apapun yang gue rasakan, termasuk saat gue emosi, gue pasti menulis, walaupun setelah gue post langsung buru-buru gue hapus karena gue tidak mau orang banyak membaca tulisan gue, karena sebenarnya menulis itu cuma media gue menyalurkan kekesalan gue. Gue berpikiran, daripada gue lampiaskan kemarahan gue dengan membentak dia lebih baik gue diam dan salurkan amarah gue dengan menulis kekesalan gue.

Tapi memang 1 kebiasaan gue ini tidak disukai Sandra, ya gue maklum saja kalau dia berpikiran gue seperti cewek yang lagi nyindir dengan tulisan yang gue tulis. Dan gue sadar tidak semua orang bisa menerima kebiasaan gue ini, maaf ya Sandra kalau hal ini bikin kamu tidak nyaman.

Karena beberapa kali kita ribut dan dia selalu bilang malas, gue juga selalu bilang kalau sudah malas ya putus saja, hal ini membuat dia semakin marah sama gue bahkan sampai telepon gue juga direject sama dia. Padahal gue ingin kita baikan karena tetap saja semarah-marahnya gue sama dia, gue sayang dia, gue cinta dia. Tapi sepertinya Sandra sudah benci sama gue sampai telpon gue pun di reject. Akhirnya gue pun menganggap kalau dengan telepon gue direject berarti dia sudah tidak mau berhubungan sama gue lagi.

Iya gaes, akhirnya gue sama dia putus padahal kalau boleh gue ngomong jujur, gue masih sayang dengan dia, tapi sepertinya dia sudah benci sama gue.

Dear Sandra, aku minta maaf dengan semua kekuranganku padamu, aku cuma manusia biasa yang punya kekurangan dan aku memahami bila kamu tidak bisa menerima kekuranganku. Terima kasih sudah hadir di dalam hidupku, terima kasih sudah memberi tahu aku rasanya dicintai, terima kasih sudah mengajarkan aku tentang wanita. Aku berdoa semoga kamu menemukan pria yang lebih baik dan lebih mapan dari aku, tetaplah menjadi Sandra yang ceria yang disukai banyak orang, tetaplah menjadi Sandra yang pernah membuatku bahagia walau kini kamu bukan pacarku lagi. Dan bila hati ini boleh jujur, aku masih sayang sama kamu dan berharap kita balikan lagi jadi pacar seperti dulu. With Love, Ray.

Demikianlah gaes kisah cinta gue sama Sandra, walaupun singkat tapi membekas manis buat gue dan gue harap juga membekas manis di ingatannya Sandra. Terima kasih buat kalian yang sudah mengikuti dan membaca cerita ini mulai dari part 1, gue doakan semoga kalian langgeng selalu dengan pasangan kalian saat ini, dijaga baik-baik yah pasangannya, jangan melakukan hal bodoh seperti yang gue lakukan ini, gue sekarang kehilangan orang yang gue sayangi dan buat yang masih single/jomblo, gue doakan semoga cepat dapat pasangan yah, amiiin... :)





Created By: Penulis Imajinasi





Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Jumat, 27 September 2019

"Miss Whatever Part 1..."




Kring...Kring *ceritanya ada telpon*
"Halo pagi.."
"Pagi...bu Alexandra. Saya Romi bu, dari kantor pusat, saya mau minta laporan sales bulan ini, bisa bu?"
"Loh..mohon maaf pak, tapi deadline saya masih lama kan pak?"
"Iya bu, tapi Sales Director minta sore ini sudah selesai."
"Haah ? Yang bener aja pak! aduuh..."
"Iya bu, benar. Saya minta tolong ya bu, kalau tidak Sales Directornya akan marah ke saya dan ke ibu."
"Ya ya ya pak, baik." (Dalam hati gue: Whatever!) *klik* *telepon ditutup*


Iya, gue memang akrab dengan kata "Whatever". Oh iya, sebelumnya perkenalkan, nama gue Alexandra Nova Riyanti, biasa dipanggil Sandra, umur 29 tahun, anak rantau yang mencari sekarat berlian di ibukota. Bekerja sebagai Sales Manager di sebuah perusahaan swasta.


Gak usah gue jelasinlah yaa, asal gue dari mana, yang pasti gue asli Indonesia, hahaha... Gue tinggal sendiri di ibukota namun gue punya kakak yang tinggal di sekitaran jakarta juga. Oke, cukup perkenalannya, sekarang balik lagi ke kata "Whatever", hehehe..


Gue juga tidak tahu kenapa gue sering banget ngomong "Whatever", biasanya sih gue ucapin kalimat sakti ini(halah! Hahaha...) kalau gue sudah kesal sama sesuatu atau seseorang. Jadi yaa karena gue sudah kesal, so whatever lah, bodo amat deh pokoknya, hehehe..


Oh iyaa, biarpun sudah cukup umur begini tapi gue masih jomblo *syedih!*. Kalian punya kenalan cowok baik yang jomblo gak gaes ? Bisa kali di japri no.wa nya ke gue, hahaha.. Yah, karena teman-teman gue merasa simpati(lebih tepatnya kasihan ke gue,hahaha..), mereka menyarankan gue untuk install aplikasi pertemanan, dengan harapan gue bisa ketemu orang baru dan syukur-syukur pacar baru.


Karena gue bosan juga dengan kejombloan gue, pada akhirnya gue pun mengikuti saran teman-teman, gue install aplikasinya dan gue buka saat gue lagi santai. Lumayanlah, cuci mata melihat cowok ganteng di aplikasi,hihihi..


Gue tuh terkadang suka kepikiran, cowok di aplikasi ini pada baik-baik gak yaa ? Atau jangan-jangan penjahat kelamin semuanya lagi? Haduuh...suka parno gue kalau mikirin itu tapi yaa bukan gue (Sandra) namanya kalau gak punya pikiran "Whatever", bodo amat deh, toh gak semua cowok juga yang bakal ketemuan sama gue, gue pilih-pilih juga kaliiii, hahaha..


Hanya saja, harap dimengerti, yang namanya cari jodoh itu tidak semudah beli gorengan yang cukup dengan uang 5 ribu dapat 4 pieces bakwan atau tahu isi. Gue mencoba beberapa kali bertemu dengan pria yang gue kenal dari aplikasi tapi tidak ada yang bisa menimbulkan rasa "klik" di hati, susah cyiinn,hihihi.. Hingga pada suatu hari, sebuah pertemuan singkat dengan seorang cowok "online" merubah segala hari gue..


*Di sebuah mall, di hari sabtu gue janjian dengan si cowok "online"*
Tuut.....tuut....tuut.... *gue coba telepon sang cowok karena gue agak telat datang karena masih harus bekerja pada hari sabtu*
"Halo...."
"Halo bang..abang dimana?" Gue bertanya..
"Abang lagi makan di supermarket lantai dasar"
"Ooh ok, aku kesitu" *dalam hati gue, ini cowok udah makan duluan aja, gak ngajak-ngajak !*


*Obrolan saat kita ketemu*
"Makan dek, mau bakso malang?" Tanya si cowok online..
"Gak bang, makasih, sudah makan.."
"Oh gitu..iya, abang nunggu kamu sambil nahan laper, jadi abang ngemil bakso malang deh, buat ganjel perut,hehe.."
"Oh iya bang, gak apa-apa, makan aja dulu..."

*Dalam hati gue: Whatt ??? Bakso Malang cuma cemilan buat dia ? Gilak kali nih orang yaa ! 
Itu makanan berat woy, ada mie, bakso dan para sekutunya, gimana sik ?!*

*Setelah sekitar 10 menit di momen awkward sembari menunggu cowok ini menghabiskan "cemilan-nya"*
"Terus sekarang mau kemana ?" Tanya si cowok pada gue..
"Um...kayak yang aku bilang sebelumnya bang, aku nanti malam ada janji mau nonton sama teman-temanku"
"Kamu nontonnya dimana?"
"Di Blok M"
"Hoo gitu..tau gitu sih ketemuannya langsung aja di Blok M, ngapain disini.."
*Lalu si cowok omong lagi*
"Ya sudah, kita pindah mall saja ke Blok M, biar nanti kamunya gak repot lagi"
*Dan setelah memesan taksi online, kita pun jalan untuk pindah tempat ke Blok M*


Well..jujur sih gue gak yakin dengan apa yang gue rasa, gue merasa cowok ini beda, cowok ini bisa bikin gue ketawa dan gue merasa seperti sudah kenal lama banget sama dia, padahaaall..baru juga 2 jam ketemunya, aneh memang sih! Tapi yaaa whatever lah, gue happy sama ini cowok jadi ya gue nikmatin sajah, hehehee...


Yang gue suka juga, lelucon yang diomongin si cowok ini tuh lucu gitu loh, nyambung gue sama leluconnya dia. Aduh gimana yaa jelasinnya ? 1 contoh simple aja, gue gak tahu kenapa gue bisa ngakak parah saat dia bilang kita harus menyatukan persepsi tentang tukang gorengan saat membahas ukuran gorengan. Coba deh gaes, bahasnya tuh ukuran gorengan, gak penting banget kan?? Tapi yaa balik lagi sih, whatever lah yaa, gue happy dan nyaman sama cowok ini, hehehe...


Oh iyaa, gue sampe lupa kenalin ke kalian.. *duh abang sayang, kau membuatku lupa segalanya,hahaha..* Nama cowok ini tuh Reynold Herdito panggilannya Ray. Kita sama-sama anak rantau di ibukota yang kejam inih (halah! hahaha..) Dan jujur sih, selama 5 jam jalan bareng Ray, waktu berasa cepat banget berlalu, semua topik kita obrolin, bahkan kita juga sempat selfie pakai hapenya Ray. Kalau selfie sih memang gue sengaja pakai hapenya Ray, biar setiap dia buka hapenya jadi keingetan sama gue yang saat ini mulai tumbuh benih-benih cinta di hati, hahaha.. *drama queen banget sik gue! hahaha...*


Setelah pertemuan pertama itu, ternyata Ray kembali mengajak gue buat ketemuan. Dan gue gak akan melewatkan momen ini, gue dandan maksimal a.k.a habis-habisan, pol-polan deh, hahaha.. Supaya Ray semakin suka sama gue, hahaha... Dan gue gak bisa membohongi diri gue sendiri, gue suka sama Ray, makanya gue ingin tampil secantik mungkin di hadapan Ray... :)


Dan kalian tau gak gaes ? Doa gue dikabulin sama Tuhan (emang dasar rejeki anak baik kali yah, hihihi...), Ray beneran suka sama gue, yeeaaayy...hahaha..
Seminggu setelah pertemuan pertama, Ray nembak gue, minta gue jadi pacarnya.. Of course baby, YES ! Hahahaa... Gue senang banget, salah 1 alasannya karena gue sudah gak jomblo lagi, dan gue yakin pasti hari-hari gue akan terasa lebih berwarna dengan kehadiran Ray di hidup gue :).


Berhubung sekarang kita sudah pacaran, barulah disini gue kenal lebih dalam lagi karakter Ray yang sebenarnya dan tidak jarang perdebatan diantara kita pun sering terjadi. Karena kalian tahulah gaes, menyatukan 2 pola pikir/pandangan itu tidak mudah dan itulah yang sering menyebabkan gue sama Ray debat. Saat debat panjang dengan Ray, gue sering banget ngomong kata sakti gue "Whatever", yang ternyata Ray tidak suka.


Setiap gue ngomong kata sakti itu, semakin pecahlah perdebatan yang lebih sengit lagi diantara kita, sengitnya melebihi debat capres kemarin!(wuaduuh..lebay yaa! hahaha..) Ray menyatakan tidak suka dengan sikap gue yang sering banget ngomong "Whatever". Dan karena gue terlalu sering mengucapkan kata sakti itu, akhirnya Ray menjuluki gue dengan julukan "Miss Whatever".


To my honey bunny sweety Ray, maaf ya kalau aku sering ngomong "Whatever". Semoga dengan semakin bertambahnya usia hubungan kita, kamu jadi semakin paham dan menerima karakterku, si "Miss Whatever".  With love, Sandra.


Yah, begitulah gaes, cerita gue kali ini, cerita seorang anak rantau yang bukan hanya punya pacar baru dan melepas masa jomblonya, tapi juga sang gadis ini mendapat julukan baru dari pacarnya,hehehe..


Jujur sih gue happy pacaran sama Ray, karena dia itu orangnya tidak pernah mengekang ataupun mengatur gue. Walaupun gue sudah jadi pacarnya tapi gue masih bisa bebas ketemuan dengan teman-teman gue, nonton drama korea favorit gue dengan tenang dan makan es krim favorit gue sebanyak apapun yang gue mau,hihihi.... Ooh Ray, I Love You... :)


Sampai ketemu di cerita gue yang lainnya ya gaes, segini dulu aja tulisan gue ini karena gue sudah janjian sama Ray mau nonton, bye bye gaes....Have a nice day buat kalian semua :)







Created By: Penulis Imajinasi




Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.



Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Selasa, 18 April 2017

Roti Isi Cinta....


Cinta Monyet itu kadang-kadang bisa jadi cinta pertama. Dan Cinta pertama bagi Rere adalah saat masuk SMA, saat ospek sekolah.
*Saat dilapangan sekolah, pagi hari...*
Kakak Kelas (1)Selamat pagi adik-adik semuanya
Peserta OspekPagi kakaaaa
Kakak Kelas (1)hari ini hari terakhir kalian ospek, dan sebagai syarat terakhir ospek hari ini, kalian wajib mengumpulkan tanda tangan kakak kelas sebanyak-banyaknya, dan jangan lupa cantumkan juga kelas berapa aja yang kalian mintai tanda tangan
Rerekaka kelas yang boleh dimintai tanda tangan yang kelas berapa aja kak?
Kakak Kelas (1)semuanya boleh, kelas 2 dan 3
Kakak Kelas (1)Kakak beri waktu sampe jam 11 siang yah, sekarang silahkan mulai
Peserta OspekBaik kakaaaaa
RereCin, kamu ke kelas berapa dulu nih?
CindyAku ke kelas 2 aja dulu deh
Rereohh, ok ok.. aku ke kelas 3 ahh..
Cindyok, nanti ketemu lagi disini ya
Rere pun menuju lantai 3, lantai dimana kelas 3 belajar.
Rere masuk ke kelas pertama yang paling dekat dengan tangga, yaitu kelas 3 IPA 1
Rere*gugup* permisi kak, saya siswa baru, lagi ospek dan harus kumpulin tanda tangan kakak kelas
Kakak Kelas (2)Ooh, mana sini ku tanda tangani
RereMakasih kakak
Rere pun mengelilingi 1 kelas itu sampai tiba giliran dia meminta tanda tangan seorang kakak kelas yang sedang fokus baca
RereHai kak, maaf, permisi saya mau.....*dipotong pembicaraannya oleh si kakak kelas*
Kakak Kelas (3)iya saya tau..kamu mau minta tanda tangan untuk keperluan ospek kan? *senyum*
Rere*kaget plus gugup* eh em iya kak..
Kakak Kelas (3)mana bukunya? saya masih kebagian tempat buat tanda tangan kan? *senyum lagi*
Rere*terdiam beberapa saat memandang wajah kakak kelas*
Kakak Kelas (3)Halo..Rere, mana bukunya?
Rereeh iya kak, ini.. *menyodorkan buku*
Kakak Kelas (3)Nah.. beres! sudah nih
Rereterimakasih ya kak. tapii, kok kakak tau nama aku ya?
Kakak Kelas (3)Ya taulah, kan ada papan nama di seragam kamu. kita semua kan pakai papan nama re, gimana sih?
Rereeh..oh, iya ya,haha.. aduh, pertanyaan aku bodoh ya *sambil melirik papan nama si kakak kelas*
Rere(dalam hati) ooh..kakak ini namanya Rony.
Kakak Kelas (3)udah ? ada lagi yang mau di tanda tangani re?
Rereudah kak, ini aja kok. makasih ya kak *rere lalu keluar untuk ke kelas berikutnya*
Bagi si kakak kelas, mungkin itu hanya pertemuan biasa, namun tidak bagi rere.
Malam harinya Rere chat ke Cindy, sahabat dari SMP
RereCindyyyyyyyy...ehehe
Cindy is typing...
CindyIya rere...hehe
Cindygimana tadi, banyak gak dapat tanda tangan kakak kelasnya?
Rerebanyak, semua kakak kelas di kelas 3 aku mintain tanda tangan cin
Rere is typing...
Rerebahkan ada yang berhasil tanda tangan di hati aku cin..hahaha
Cindyhaa?? maksudnya?
Cindyehh bentar-bentar...jangan bilang lu suka sama salah 1 kakak kelas kita ?
Rerehu uh.. aku kayaknya suka deh sama kakak kelas kita.
Cindyastagaaa..ini anak yah, baru beberapa hari di sekolah udah dapat taksiran aja :P
Rereyeee..biarin sik! :D lagian kakak kelas yang ini tuh beda
Cindybedanya gimana? si kakak kelas jalannya melayang gitu yaa? makanya beda :D :P
Rereyaahh..setan dong kalau melayang..hahaha
Rere is typing...
Rereiyah, beda aja. gini, tadi dia itu lagi baca buku fisikanya, fokus gitu keliatannya, tapi ternyata dia tau juga kalau aku datang buat minta tanda tangan
RereAkunya yang jadi gugup deh, gak tau kenapa..
Cindyooh gitu..hehe, fokus tapi tetap memperhatikan sekeliling ya kakak kelas itu
Cindyganteng ganteng ? hihihi.. :D
Rereawalnya sih gak tau cin ketutupan buku soalnya tapi pas bukunya dia tutup, um..manis kali yaa, gak ganteng
Rere is typing...
Reresenyumnya lucuk, imut gitu deh buat ukuran cowok.
Cindyudah kenalan belum ?
Rereudah. malah dia tau namaku duluan dari papan nama ku,hehee..
Cindyhooo..dia diam tapi memperhatikan yaa..hehehe.. oia, namanya siapa?
RereRony. Anak Kelas 3 IPA 1, masih single, salah 1 anggota redaksi mading, ikut ekskul basket juga,hehe..
Cindyastagaaa.... cepat kali kau cari info tentang kak Rony..hahaha...
Rerehehehe..iya dong, namanya juga suka :P
Rere is typing...
Rerekayaknya aku bakal sering-sering main ke lantai 3 deh, sekedar buat nanyain PR aja gitu sama kak rony :D
Cindyhalah..bisa banget deh lu mah.. bilang aja mau ketemu sm kak rony kaann...ngakuuu.. :D
Rerehahaha..iya juga sih :P udah ahh, tidur dulu ya, biar besok gak kesiangan ketemu bang rony :P
Cindyehh..gak manggil kakak lagi nih sekarang ?? ooo..abang sayang yaa? hahaha.. :D
Reregak, gak cocok dipanggil kakak. cocoknya dipanggil abang ajah.. :D abang kesayangan! :D :P
Cindyhahaha..dasar rereeee...
keesokan hari disekolah, saat jam istirahat Rere ke lantai 3 dan mendapati Rony sedang mau ke kantin
Rerehai bang..
Ronyehh rere, kenapa re? mau minta tanda tangan lagi? hehe..
Rerehaha..gak bang, kan kemarin udah
RonyEh iya, udah makan belum re? abang mau turun, mau ke kantin, mau ikut?
RereBoleh, aku juga laper
Rony dan Rere sama-sama turun ke kantin, makan dan ngobrol di kantin sampai akhirnya jam istirahat berakhir dan mereka kembali ke kelas masing-masing
Semakin hari, intensitas Rere naik ke lantai 3 semakin sering untuk menemui Rony. Satu sekolah pun bertanya-tanya tentang sang adek kelas yang selalu naik ke lantai 3,dan hanya ke kelas 3 IPA 1 saja.
*Saat Di Kantin*
Rerebang, boleh nanya gak ?
Rony1 pertanyaan seharga nasi uduk emak kantin, gimana? hahaha
Rereiihh..mau nanya aja bayar, hahah
Ronyhehe..becanda deng, mau nanya apa?
Rereboleh tau nomor hape abang gak ?
Ronyno hape? buat apa?
Rereya buat kusimpanlah, jadi kalau ada PR yang aku gak tau, aku bisa chat or telp abang
Ronyoh gitu.. ya udah, sini hapemu, abang save no abang di hape kamu.
Ronynih,sudah re, hehe.. ya udah, balik ke kelas yuk, jam istirahat udah selesai
Rere(hatinya senang) ok bang, oia, makasih ya no hapenya
Ronyiya, sama-sama. abang naik dulu ya *senyum*
Rereiya bang..hehe
*Sore harinya Rere memberanikan diri untuk chat duluan ke Rony*
Reresore abang.. lagi ngapain?
RonyHai Re,sore..abang masih di sekolah, baru selesai basket, kamu lagi ngapain?
Rereooh..abang masih di sekolah ya? tau gitu tadi aku tungguin deh, mau liat abang main basket :P :D
Ronyhahaha..gak usahlah re, abang mainnya jelek :D lagian juga nanti kamu pulangnya kesorean
Rerehehe..gak apa-apa sih kesorean asal abang nganterin aku pulang,hahaa
Ronyyaahh..bilang aja minta dianterin, pake alasan nungguin basket lagi..:P
Rereya gak apa-apa kan..? hehe :D
Ronynanti disambung lagi chatnya ya re, abang pulang dulu, udah dateng nih angkotnya.
Rereok bang, hati-hati dijalan ya
Ronyok re, makasih
*Sesampainya Rony dirumah, mereka pun melanjutkan chat yang sempat tertunda sampai malam hari. Rere sangat senang karena saat ini ia semakin dekat dengan Rony*
Pada hari ini, tanpa janjian, rere dan rony sama-sama datang pagi.
Rerepagi abang..
Ronyeh rere.. pagi banget datangnya re
Rereiya bang, aku bareng kakak ku,dia pagi ini ada UTS di kampusnya, jadi berangkatnya lebih pagi
RonyOh gitu re...
Rereabang sendiri kok pagi amat datangnya?
RonyOh iya re, abang kan nebeng juga, tapi sama papa abang yang mau berangkat kerja. Jadi ya setiap hari aku datangnya jam segini.
RereOh gitu.. udah sarapan belum bang?
RonyUdah sih, tapi masih laper deh, ke kantin yuk
*mereka pun pergi ke kantin*
RonyYaahh..si ibu kantin belum datang lagi, kepagian akunya.huff..
RereIya bang, kantinnya masih tutup nih, balik ke kelas aku aja yuk
*Dikelas Rere*
Rereum..abang suka roti gak ? roti isi telur ceplok, ada 2, kalau abang mau, 1 buat abang
Ronyehh, itu bukannya buat bekal kamu ya re?
Ronynanti kamu kurang lagi bekalnya, hehhe
Reregak apa-apa bang, kalau abang mau...nih,ambil aja. *membuka kotak bekalnya*
Ronywah, terimakasih ya re, abang coba yaa..hehehe
Ronywaaa..enak re, hehe..asin gurih..dikasih garam ya telurnya?
Rereiya bang, aku kasih garam sedikit pas menggoreng telurnya
Ronyooh.. ini bikinan rere sendiri kah?
Rereiya bang, aku masak sendiri tadi pagi
Ronybeuh..paten kali kau ya, masih kelas 1 SMA udah terbiasa masak.
Rere*malu-malu karena dipuji* ahh..biasa aja bang, aku emang bantuin mamaku masak sebelum pergi sekolah
Ronyhoo..anak baik.. *sambil acak-acak rambut rere beberapa detik* hahaha
Rereiiiiihh abang..berantakan tau rambut aku.. *manyun*
Ronygak apa-apalah, bawa sisir kan? *semakin mengacak-acak rambut rere* hahahaha...
Rereabaaannng.... huuuhh :(
Setelah hari ini, Rere setiap harinya berangkat lebih pagi hanya supaya bisa ketemu dan berduaan lebih lama dengan kakak kelas kesayangannya. Tidak lupa juga Rere menyiapkan roti isi telur yang menjadi kesukaan Rony.
*suatu pagi,seperti biasa, dikelas rere*
Rereenak bang rotinya?
Rony*sambil mengunyah roti* enak re, seperti biasanya, roti buatan kamu selalu enak, hehe..
Rere(Happy mendapat pujian dari Rony) hehee..bisa aja ahh bang..
Ronybener re, enak..nih coba kalau gak percaya *nyodorin roti yang dipegang*
Reregak bang, makasih, aku kan juga bawa, lagian kan aku juga yang bikin..hehehe
Ronyoia yaa, ini kan kau yang buat yaa..hahaa..lupa aku..
Rereaku mau tanya deh bang, boleh tak?
Ronymau nanya apa?
Rereaku perhatikan, abang kok gak kayak kakak kelas yang lain sih..
Ronymaksudmu?
Rereiyaa, kakak kelas lain tuh kan kalau istirahat pasti ke kantin bareng pacar, nah kalau abang kok sendiri aja. kalau gak aku temanin, pasti abang sendiri
Ronyoohh itu..simple aja sih, ya karena aku emang belum punya pacar re.
Rereooh..jadi abang masih jomblo yaa? kakak kelas kan banyak yang cantik, seksi, masa gak ada yang abang suka sih?
Ronyiya abang masih jomblo re. Um iya sih, banyak yang cantik dan seksi, cuma ada 1 masalah re
Reremasalah? apa bang?
Ronymasalahnya adalah abang suka sama mereka, tapi mereka gak suka sama abang, gimana dong?? hahaha.. itu masalahnya :D
Rerehahaha..oo jadi karena itu toh bang..
Reretapi..kalau ternyata ada cewek yang suka sama abang gimana?
Ronyyaa tergantung, abang kenal gak sama ceweknya,hahaha
Rereduh abang yah, kebanyakan hapalin tabel periodik nih,makanya jawabnya error.
Rereya kalau gak kenal masa bisa suka or sayang bang, gimana sih?? hahaha
Ronyhahahaa... ya iya sih re, abang kan cuma becanda aja jawab begitu
Ronykalau ada cewek yang suka sama abang, selama dia nyaman sama tingkah abang yang begini, gak masalah sama abang, malah abang bersyukur re, punya pacar, hahahaha
Rerehahaha..yee,malah girang ya bang
Reretapi bener sih bang, ada cewek yang suka sama abang
Ronyooh..siapa re orangnya?
RereAku bang. aku suka sama abang sejak dari jaman ospek, waktu minta tanda tangan abang, hehe
Ronyuhuk..! duh, jadi keselek roti nih..uhuk uhuk!
Rereeehh..malah keselek pula kau bang..
RonyKagetlah aku, di tembak cewek, adek kelas pulak,hehehe..
Ronytapi, ini kamu gak lagi bercanda kan re? *menatap wajah rere dengan serius*
Reregak abang, aku serius. aku suka sama abang. makanya aku selalu ke lantai atas cuma buat ketemu sama abang
RereSebenarnya sih nanya tentang pelajaran itu hanya bonus buatku bang, yang utama sih supaya bisa ketemu sama abang setiap hari.
RereTerus ngapain juga aku bikinin roti kesukaan abang setiap hari,spesial aku buat dengan cinta.
RereTerus datang lebih pagi ke sekolah hanya demi ketemu dan sarapan bareng abang
RereBang, aku siap kok jadi pacar abang :)
Ronykamu benar-benar mau jadi pacar abang re?
Rereiya, mau bang.
Ronyem..mulai detik ini, kamu bukan hanya adek kelas abang saja, tapi kamu juga pacar abang, hehe..
Rere*Spontan Memeluk karena bahagia* terimakasih ya abang :)
Ronyalamaakkk..dipeluk cewek aku barusan yaa?? haish, gini rupanya rasanya dipeluk cewek yaa, hangat..hahaha..coba peluk lagi dong re..
Rere*malu-malu* iiihh abang, apaain sih, norak tauk!... *tapi sambil meluk lagi*
Ronyya kan baru kali ini abang dipeluk cewek selain mamak abang atau sepupu abang, hahaha
Rere dan Rony tertawa bersama.
Mulai saat itu, tiada hari yang mereka lewati sendiri, selalu berdua kemanapun dan dimanapun.
Rere semakin rajin membuatkan "Roti Isi Cinta" untuk Rony. Setiap hari Rere juga dengan sabar menunggu sampai Rony selesai dari urusan mading dan basketnya.
Bagi Rere, Rony adalah cinta pertamanya. sebuah cinta yang bersemi semasa SMA.





Created By: Penulis Imajinasi






Mohon sertakan alamat blog saya ini jika anda ingin mengkopi atau posting ulang cerita ini ke dalam website ataupun blog anda. Terimakasih.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.