Tampilkan postingan dengan label smile. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label smile. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Oktober 2021

Surat Terbuka Untuk Serafina.

Aku..Randy, seorang lelaki yang terlahir dari keluarga biasa, tidak kaya, bukan anak sultan, bukan anak pejabat, hanya anak seorang pensiunan karyawan swasta biasa saja. Tinggal sendiri di kota besar ini, harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, iya..aku tulang punggung keluarga. Tapi aku menjalani semuanya dengan hati riang gembira, tidak merasa terbebani sama sekali.

Karena aku tahu apapun yang ku lakukan adalah demi keberlangsungan hidupku dan orang tuaku. Hidup dengan rutinitas bekerja 5 hari seminggu ditambah dengan harus sesekali lembur di hari sabtu, membuatku sedikit kepayahan dalam menemukan wanita untuk aku jadikan pasangan.

Tapi bukan berarti aku jomblo dari lahir yah, hehehe.. Dari mulai remaja sampai sekarang, sudah beberapa kali gonta ganti pasangan karena mungkin akunya masih terlalu egois, masih darah muda yang mudah tersulut emosi dan berujung pada pertengkaran dan perpisahan.

Seperti yang aku katakan sebelumnya, dengan terbatasnya waktuku untuk bersosialisasi, membuatku lebih sering menjalani hidup seorang diri tanpa kekasih. Karena keseringan sendiri, membuatku berpikir bahwa tidak ada pengaruhnya bagi hidupku mau aku punya pacar atau tidak.

Tapi...terkadang tekanan dari lingkungan sekitar itu terasa berat yah?? Di kala lelaki seusiaku sudah kawin eh nikah maksudku, aku pun dalam tanda kutip seperti dipaksa juga untuk segera kawin eh nikah, walaupun tak pernah ku tanggapi sih nyinyiran/cibiran orang tapi tetap saja melelahkan bila bertemu orang dengan bakat alami pencibir profesional.

Belum lagi orang tuaku terutama ibuku yang sudah memberi kode halus kalau ibuku ingin punya anak gadis tapi bukan kandung. Ya sudah aku suruh ibuku adopsi anak saja eh malah dia marah, hahaha.. Ternyata maksud beliau anak gadis bukan kandung adalah menantu yang akan dianggap seperti anak gadisnya sendiri, ada-ada saja ibuku memang, hehehe...

Ketika ibuku berbicara padaku bahwa dia menginginkan cucu, aku pun menjawab: "cucunya dulu aja ya mah, menantunya nanti, susah dicari soalnya", aku malah diomelin panjang x lebar x banyak oleh ibuku, hahaha... Ya begitulah caraku menjawab ibuku setiap kali beliau menyinggung masalah pasanganku. Aku sebenarnya bukan berdiam diri saja, aku juga mencoba mencari kenalan wanita jomblo melalui orang-orang yang aku kenal, hanya memang belum ada wanita yang membuatku benar-benar tertarik.

Selain meminta bantuan teman, aku pun mencoba cara daring (online). Syukurnya aku hidup di era teknologi yang sudah canggih, sehingga masalahku untuk mencari kenalan wanita jomblo yang akan ku jadikan calon pasangan sedikit terbantu. Aku harus berterima kasih pada kecanggihan sebuah program berupa aplikasi kencan online, tempat dimana pria bisa berkenalan secara online dengan wanita dan juga sebaliknya. Namun tentu saja tidak semudah saat ingin mencari cemilan di minimarket yah yang tinggal pilih mau cemilan apa. 

Saat bermain aplikasi kencan online, beberapa kali sempat kenalan dengan wanita single dari aplikasi dan belum juga berhasil membuatku tertarik. Sampai suatu saat aku melihat profil 1 wanita bernama Serafina yang menurutku cantik, berwajah keibuan, senyumnya imut. Tidak perlu berpikir 2 kali aku langsung kirimkan tanda suka ke profilnya dengan harapan dia menyukai profilku juga sehingga aku bisa mengajaknya berkenalan. 1 hari, 2 hari, 3 hari belum juga ada tanda-tanda dia menyukaiku balik, aku sudah mulai pasrah, mungkin dia tidak suka melihat profilku, begitulah yang ada di pikiranku saat itu.

Namun keesokan harinya aku senang bukan main saat menerima notifikasi dari aplikasi kencan bahwa wanita tersebut menyukai balik profilku. Langsung saja aku kirimkan pesan singkat padanya, aku awali percakapan dengan mengucapkan terima kasih karena sudah menyukai profilku. Mulai dari saat itu, kami pun intens berkomunikasi via aplikasi kencan, aku memang sengaja tidak langsung meminta nomor handphonenya, aku khawatir dia merasa tidak nyaman karena baru kenal sudah minta nomor pribadi.

Hari yang ku jalani semenjak berkenalan dengan Serafina berubah, yang awalnya membosankan berubah menjadi lebih semangat, lebih menarik/lucu karena setiap hari ada saja hal-hal yang dia ceritakan padaku, entah itu mengenai suasana kantornya, teman kerjanya, atau hal yang membuat dia bad mood di hari itu.

Dulu biasanya setelah pulang kerja aku hanya main game, cek sosial media atau mendengarkan lagu di handphone sampai ketiduran tapi setelah kenal dengan Serafina, kegiatanku setelah pulang kerja adalah ngobrol sepanjang malam sampai larut malam membahas apapun juga, mulai dari topik yang ringan sampai topik berat seperti kondisi politiklah, pemanasan globallah dan lain sebagainya.

Serafina itu anaknya cerdas, pintar membawa suasana, bawel juga tapi entah kenapa aku betah saja gitu dengerin dia ngoceh lama, mungkin aku sudah terbiasa dengan kehadiran dirinya di hari-hariku. Setelah sekitar 1 bulan intens komunikasi akhirnya aku beranikan diri untuk mengajak dia ketemuan dan beruntungnyaa..dia mau ku ajak ketemuan.

Dari 1 pertemuan ke pertemuan selanjutnya begitu seterusnya, dalam 1 minggu mungkin bisa 3-4x kita ketemuan. Hari berganti hari, tidak terasa sudah 2 bulan berlalu dari sejak pertama kita ketemuan, semakin hari rasa sukaku terhadap Serafina semakin besar. Rasa suka ini pun akhirnya berubah menjadi rasa cinta yang semakin besar dan karena sudah tidak bisa menahan rasa cinta yang besar ini di dalam hati, aku pun memberanikan diri untuk menyatakan perasaanku bahwa aku mencintai dia, aku ingin dia jadi pacarku dan puji Tuhan dia mau menerima aku sebagai pacarnya. YESSS!! Hahahaa..

Yup! Mulai hari itu aku tidak jomblo lagi, hehehee.. Setiap pagi Serafina selalu inisiatif buat telpon aku dengan maksud membangunkanku yang memang kalau tidur kayak kebo, susah bangun, hahahaa.. Semakin hari rasa cinta ini padanya semakin membesar, aku bersyukur sekali kamu hadir di hidupku, membuat hidupku jadi menarik kembali, terima kasih Serafina :).

Sifat dia yang perhatian membuatku semakin jatuh hati padanya dan aku pun juga memiliki keinginan untuk selalu memberikan yang terbaik untuknya, lebih menyayanginya, memanjakannya, memperhatikannya. Serafina..surat ini aku buat sebagai bentuk rasa syukurku karena kamu sudah hadir di hidupku, semoga kamu yang Tuhan persiapkan sebagai jodohku, semoga saja yah :).

Surat ini juga aku tulis sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi atas semua yang sudah kamu lakukan untukku, baik itu perhatian untukku, waktu kamu buatku, kesabaranmu dalam menghadapi aku yang kadang-kadang suka bikin kamu kesal. Semua hal yang kamu lakukan untukku membuatku ketagihan, aku ucapkan terima kasih untuk semua itu :). 

Aku berharap kamu bisa merasakan rasa cintaku yang besar ini untukmu, semoga semesta merestui hubungan kita berdua. Aku ingin terus sama kamu, aku ingin punya anak perempuan yang mewarisi rambut hitam panjangmu, aku ingin punya anak perempuan yang mewarisi sifat-sifat baikmu. Aku tidak ingin siapa-siapa lagi, aku hanya ingin kamu selalu ada di dalam hidupku.




Created by: Penulis Imajinasi.



Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.

Senin, 06 April 2020

"New Ms. Whatever (Part 4...)".



Hai semuanya, apa kabar kalian semuaa ? gue kembalii, hehehe.. Gue berdoa semoga siapa pun yang sedang baca tulisan ini dalam keadaan sehat selalu, bahagia selalu, terhindar dari virus Corona yang saat ini menjadi wabah di seluruh dunia, amiin.. :)

Masih inget gue kan ? Yes, beyul ehh betul! Gue Ray. Buat yang belum tahu gimana kisah gue sebelumnya, silahkan dibaca ya mulai dari part 1 sampai part 3, hehe.. Cerita ini tuh lanjutan dari part 3 gaes, di part itu gue bercerita tentang pertemuan gue dengan seorang wanita cantik, cerdas, mandiri bernama Stevi.

Stevi ini punya 1 sifat (atau sikap?) yang mirip sama mantan terakhir gue, yaitu sifat "Whatever". Stevi tidak terlalu ambil pusing sama hal yang dia anggap tidak penting alias bodoh amat. Karena kemiripan sifat (atau sikap) ini yang menjadi alasan gue membuat part lanjutan dari cerita gue sebelumnya (part 1 dan 2), Stevi dan Sandra punya 1 sifat/sikap yang sama,hehe..

Di part sebelumnya gue ceritakan kalau gue sama Stevi semakin dekat walaupun gue belum nembak doi. Bahkan gue sedikit takjub dengan anak ini karena dia tetap mau dekat sama gue walaupun gue kasih tahu kondisi gue yang baru putus. Dia mau bantuin gue move on, hhmm..menarik juga! Hahaha...

Jujur sih, bayang-bayang Sandra masih ada di kepala gue, karena cara Sandra memperlakukan gue dulu yang bikin gue agak susah melupakan dia, dia memperlakukan gue dengan spesial sob! hehehe.. Sebenarnya sih Stevi juga memperlakukan gue dengan sangat baik kok, hanya mungkin otak gue saja yang masih menyimpan memori saat bersama Sandra jadinya terkadang gue suka membandingkan 2 wanita ini.

Gue sadar ini salah, tidak baik dan tidak adil juga buat Stevi, makanya sejak gue dekat dengan dia, gue mencoba fokus untuk memberi perhatian gue sama Stevi, tidak lagi memikirkan ataupun membandingkan dia dengan Sandra. Yaa, gue paham bahwa beda wanita, beda cara perhatiannya, ya gak? Hehehe..

Stevi, cewek mandiri tapi cengeng, hehe.. Iya, dia itu anaknya gampang nangis, misalnya saja pas gue temenin dia nonton drakor, udah deh pas adegan sedih atau haru, dia nyender dibahu gue dan nangis, nangisnya beneran mewek, banjir air mata, bukan yang cuma nangis formalitas doang, hahaha.. Huft..basah deh bahu gue, hahahaa.. Lebih parahnya lagi waktu kita nonton film yang berbau drama di bioskop, ya ampun...pas adegan sedih ehh dia nangis terisak-isak di bioskop, sampai-sampai penonton kanan kiri kita pada ngelirik, hahahaa..

Terkadang lucu sih melihat sikapnya dia, di 1 sisi ada kalanya dia nunjukin sifat mandirinya tapi di lain waktu dia tunjukin kalau dia itu cengeng, hehehe.. Disamping cengengnya, dia juga punya banyak kelebihan sih, salah 1 nya pinter masak. Ini penting nih buat gue, secara gue doyan makan, hahahaa..

Setiap main ke rumahnya pasti dimasakin deh sama dia. Oh iya, kenapa dia bebas masak karena di rumahnya Stevi punya 2 dapur. Jadi dulu papinya Stevi beli 2 rumah dempet terus dijadiin 1 makanya rumah Stevi jadinya lumayan besar dan terbagi jadi 2 ruangan besar yang terhubung dengan connecting door. Rumah sisi sebelah kanan itu untuk Stevi dan yang sebelah kiri itu untuk adiknya nanti. So makanya dia bebas masak karena masing-masing ruangan punya dapurnya sendiri.

Masakan dia menurut gue cukup enak ya walaupun ada kalanya masakannya sedikit keasinan tapi tetap gue makan kok, demi menghargai usaha dia yang sudah capek-capek masak buat gue, hehehe... Setelah beberapa bulan terakhir ini dekat dengan Stevi, gue nyaman berada di dekat dia, otak gue secara perlahan tidak lagi membanding-bandingkan dia dengan Sandra.

Setelah gue pikirkan baik-baik, gue akhirnya memutuskan untuk nembak Stevi, karena gue tidak mau hubungannya tidak jelas atau tanpa status, gestur kita berdua menurut gue sudah melebihi teman biasa, sudah teman rasa pacar, hehehe.. Dia bisa tiba-tiba ngambek cemburu saat tahu gue jalan sama teman cewek gue yang lain, begitu juga gue yang mulai ada rasa cemburu saat dia cerita kalau ada teman kantornya yang ngajak dia makan bareng setelah jam kerja.

Okeh, baiklah, saatnya penembakan, hahahaa.. Kocak sih, walaupun ini bukan pertama kalinya gue nembak cewek tapi tetap aja deg-degan anjir! hahaha..Waktu kita jalan malam mingguan, setelah selesai makan malam di 1 restoran, akhirnya gue ngomong langsung ke dia tentang keinginan gue untuk memulai hubungan baru dengan dia sebagai pacar.

Gue ngomong begini ke dia, "Stev, aku ingin kita lebih dari teman karena kalau sekedar teman cewek sih aku sudah punya, yang aku belum punya adalah seseorang yang mencintai dan menyayangiku apa adanya. Kamu bersedia tidak jadi orang yang mencintai dan menyayangiku ? Jadi pacarku ya Stev?" Asli man! Gue ngomong begitu sambil keringetan, hahaha.. Padahal mah suhu di restoran itu dingin sob! hahahaa...

Respon Stevi?? Dia diem, diem banget. Biasanya nih anak kalau pas lagi sama gue ngoceh terus, ada aja ceritanya eh pas gue tembak jadi diem sob! Semakin deg-deganlah gue, tapi gue sudah siap mental sih, apapun jawaban dari dia akan gue terima dengan ikhlas dan lapang dada. Dia diem ngeliatin gue..setelah beberapa saat dia diem, dia ngomong begini: "aku pikir kamu belum siap untuk memulai hubungan baru karena kan kamu juga baru putus. Tapi sejujurnya kalimat kamu barusan yang aku tunggu-tunggu Ray, iya..aku bersedia jadi pacar kamu :)".

Waaahh..lega gue man, hahaha.. Karena saking bahagianya gue teriak, "YES!" Cuma gue lupa kalau kita masih di restoran, alhasil pengunjung yang lain pada ngelirik ke meja kita, hahaha... Gue genggam tangan dia sembari mengucapkan terima kasih karena sudah bersedia jadi pacar gue, happy gue man! Hihihihi... Dan mulai malam itu, kita resmi jadian, hehehe..

Setelah proses penembakan itu, gue semakin lengket sama Stevi sampai-sampai adik dia ngebully kita, kata adiknya kita kayak magnet sama besi, nempeeel terus! Hahaha.. Gue juga jadi semakin sering main ke tempat dia, makin kenal sama mami papinya dia dan beberapa orang sepupu Stevi. Kalau sebelum pacaran kita ibarat teman rasa pacar, nah pada saat sudah jadi pacar Stevi itu ibarat pacar rasa istri, hehehe..

Tenang, tenang, jangan mikirin yang mesum-mesum dulu coy! hahaha... Maksud gue pacar rasa istri karena setelah jadian, dia jadi hampir setiap hari masakin gue terus dikirimin ke kantor gue buat makan siang gue, terus dia juga jadi lebih rajin bantuin gue beresin kamar gue yang acak-acakan, hahaha.. Hidup gue jadi lebih teratur sejak pacaran sama dia, dia selalu bawelin gue jangan kelamaan main game, jangan lupa mandi, beresin kamar dan lain sebagainya. Makanya gue sebut dia pacar rasa istri, hahahaa...

Gue juga serasa punya Fashion Stylist sendiri sob! Dia suka memberi saran ke gue tentang cara memadukan pakaian kerja, dia ikutan rempong waktu gue beli kemeja / celana kerja, pokoknya penampilan gue dia yang atur semuanya, bahkan beberapa item kemeja gue dia yang beliin, duh..sering-sering ya sayang, jadi enak! Hahahaa...

Tapi di sisi lain gue juga merasa seperti punya adik yang super manjaaa.. Ya gimana gak manja, buka tutup botol air mineral aja minta tolong gue, bukain kacang kulit gue juga, dia tinggal makan. Motongin ayam atau daging pas kita makan gue juga, malahan sekalian minta disuapin juga. Pernah kita sama-sama CFD-an tapi pas udah selesai dia minta gendong karena dia capek jalan, lah dikata gue gak capek juga kali ya! hahaha...

Gue tidak pernah merasa terganggu dengan sifat manja Stevi ke gue, karena gue mencoba memahami dia yang merupakan anak pertama di keluarganya, dia harus tampil kuat serta mengayomi adiknya dan adiknya juga manja sama dia. Nah, karena dia jadi tempat bermanja-manja adiknya, jadilah gue tempat pelampiasan manjanya dia tapi gue tidak masalah sih, selama itu membuat Stevi senang dan bahagia ya gue biarkan saja dia bermanja-manja ke gue, daripada dia manjanya sama cowok lain, gue yang cemburu entar,hahaha....

Yaahh..yang jelas sih, saat ini gue kembali merasakan bagaimana bahagianya dicintai oleh seorang wanita. Rasa yang tidak pernah gue dapatkan setelah gue putus dari Sandra. Stevi bukan duplikat Sandra, mereka memang 2 wanita yang sama-sama cantik, cerdas, seksi, punya 1 sifat/sikap yang mirip tapi ke 2 nya jelas berbeda secara keseluruhan. Sandra tetap akan gue ingat dan Stevi saat ini akan menjadi pusat perhatian gue, semoga saja selamanya dia akan menjadi pusat perhatian gue, amin, hehehe...

Sekian dulu cerita gue kali ini ya gaes, terima kasih sudah meluangkan waktu kalian untuk membaca part 4 ini. Semoga siapa saja yang belum punya pasangan segera di pertemukan dengan pasangannya dan yang saat ini sedang menjalani sebuah hubungan, langgeng terus buat kalian sampai kakek nenek, amiin..

Tetap jaga kesehatan, jaga kebersihan, pakai masker kalau harus keluar rumah dan yang terutama semoga virus Corona ini segera sirna dari muka bumi, amiin..
Sampai ketemu lagi di cerita gue selanjutnya yaaa..Bye-bye :)







Created By: Penulis Imajinasi





Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Selasa, 18 April 2017

Roti Isi Cinta....


Cinta Monyet itu kadang-kadang bisa jadi cinta pertama. Dan Cinta pertama bagi Rere adalah saat masuk SMA, saat ospek sekolah.
*Saat dilapangan sekolah, pagi hari...*
Kakak Kelas (1)Selamat pagi adik-adik semuanya
Peserta OspekPagi kakaaaa
Kakak Kelas (1)hari ini hari terakhir kalian ospek, dan sebagai syarat terakhir ospek hari ini, kalian wajib mengumpulkan tanda tangan kakak kelas sebanyak-banyaknya, dan jangan lupa cantumkan juga kelas berapa aja yang kalian mintai tanda tangan
Rerekaka kelas yang boleh dimintai tanda tangan yang kelas berapa aja kak?
Kakak Kelas (1)semuanya boleh, kelas 2 dan 3
Kakak Kelas (1)Kakak beri waktu sampe jam 11 siang yah, sekarang silahkan mulai
Peserta OspekBaik kakaaaaa
RereCin, kamu ke kelas berapa dulu nih?
CindyAku ke kelas 2 aja dulu deh
Rereohh, ok ok.. aku ke kelas 3 ahh..
Cindyok, nanti ketemu lagi disini ya
Rere pun menuju lantai 3, lantai dimana kelas 3 belajar.
Rere masuk ke kelas pertama yang paling dekat dengan tangga, yaitu kelas 3 IPA 1
Rere*gugup* permisi kak, saya siswa baru, lagi ospek dan harus kumpulin tanda tangan kakak kelas
Kakak Kelas (2)Ooh, mana sini ku tanda tangani
RereMakasih kakak
Rere pun mengelilingi 1 kelas itu sampai tiba giliran dia meminta tanda tangan seorang kakak kelas yang sedang fokus baca
RereHai kak, maaf, permisi saya mau.....*dipotong pembicaraannya oleh si kakak kelas*
Kakak Kelas (3)iya saya tau..kamu mau minta tanda tangan untuk keperluan ospek kan? *senyum*
Rere*kaget plus gugup* eh em iya kak..
Kakak Kelas (3)mana bukunya? saya masih kebagian tempat buat tanda tangan kan? *senyum lagi*
Rere*terdiam beberapa saat memandang wajah kakak kelas*
Kakak Kelas (3)Halo..Rere, mana bukunya?
Rereeh iya kak, ini.. *menyodorkan buku*
Kakak Kelas (3)Nah.. beres! sudah nih
Rereterimakasih ya kak. tapii, kok kakak tau nama aku ya?
Kakak Kelas (3)Ya taulah, kan ada papan nama di seragam kamu. kita semua kan pakai papan nama re, gimana sih?
Rereeh..oh, iya ya,haha.. aduh, pertanyaan aku bodoh ya *sambil melirik papan nama si kakak kelas*
Rere(dalam hati) ooh..kakak ini namanya Rony.
Kakak Kelas (3)udah ? ada lagi yang mau di tanda tangani re?
Rereudah kak, ini aja kok. makasih ya kak *rere lalu keluar untuk ke kelas berikutnya*
Bagi si kakak kelas, mungkin itu hanya pertemuan biasa, namun tidak bagi rere.
Malam harinya Rere chat ke Cindy, sahabat dari SMP
RereCindyyyyyyyy...ehehe
Cindy is typing...
CindyIya rere...hehe
Cindygimana tadi, banyak gak dapat tanda tangan kakak kelasnya?
Rerebanyak, semua kakak kelas di kelas 3 aku mintain tanda tangan cin
Rere is typing...
Rerebahkan ada yang berhasil tanda tangan di hati aku cin..hahaha
Cindyhaa?? maksudnya?
Cindyehh bentar-bentar...jangan bilang lu suka sama salah 1 kakak kelas kita ?
Rerehu uh.. aku kayaknya suka deh sama kakak kelas kita.
Cindyastagaaa..ini anak yah, baru beberapa hari di sekolah udah dapat taksiran aja :P
Rereyeee..biarin sik! :D lagian kakak kelas yang ini tuh beda
Cindybedanya gimana? si kakak kelas jalannya melayang gitu yaa? makanya beda :D :P
Rereyaahh..setan dong kalau melayang..hahaha
Rere is typing...
Rereiyah, beda aja. gini, tadi dia itu lagi baca buku fisikanya, fokus gitu keliatannya, tapi ternyata dia tau juga kalau aku datang buat minta tanda tangan
RereAkunya yang jadi gugup deh, gak tau kenapa..
Cindyooh gitu..hehe, fokus tapi tetap memperhatikan sekeliling ya kakak kelas itu
Cindyganteng ganteng ? hihihi.. :D
Rereawalnya sih gak tau cin ketutupan buku soalnya tapi pas bukunya dia tutup, um..manis kali yaa, gak ganteng
Rere is typing...
Reresenyumnya lucuk, imut gitu deh buat ukuran cowok.
Cindyudah kenalan belum ?
Rereudah. malah dia tau namaku duluan dari papan nama ku,hehee..
Cindyhooo..dia diam tapi memperhatikan yaa..hehehe.. oia, namanya siapa?
RereRony. Anak Kelas 3 IPA 1, masih single, salah 1 anggota redaksi mading, ikut ekskul basket juga,hehe..
Cindyastagaaa.... cepat kali kau cari info tentang kak Rony..hahaha...
Rerehehehe..iya dong, namanya juga suka :P
Rere is typing...
Rerekayaknya aku bakal sering-sering main ke lantai 3 deh, sekedar buat nanyain PR aja gitu sama kak rony :D
Cindyhalah..bisa banget deh lu mah.. bilang aja mau ketemu sm kak rony kaann...ngakuuu.. :D
Rerehahaha..iya juga sih :P udah ahh, tidur dulu ya, biar besok gak kesiangan ketemu bang rony :P
Cindyehh..gak manggil kakak lagi nih sekarang ?? ooo..abang sayang yaa? hahaha.. :D
Reregak, gak cocok dipanggil kakak. cocoknya dipanggil abang ajah.. :D abang kesayangan! :D :P
Cindyhahaha..dasar rereeee...
keesokan hari disekolah, saat jam istirahat Rere ke lantai 3 dan mendapati Rony sedang mau ke kantin
Rerehai bang..
Ronyehh rere, kenapa re? mau minta tanda tangan lagi? hehe..
Rerehaha..gak bang, kan kemarin udah
RonyEh iya, udah makan belum re? abang mau turun, mau ke kantin, mau ikut?
RereBoleh, aku juga laper
Rony dan Rere sama-sama turun ke kantin, makan dan ngobrol di kantin sampai akhirnya jam istirahat berakhir dan mereka kembali ke kelas masing-masing
Semakin hari, intensitas Rere naik ke lantai 3 semakin sering untuk menemui Rony. Satu sekolah pun bertanya-tanya tentang sang adek kelas yang selalu naik ke lantai 3,dan hanya ke kelas 3 IPA 1 saja.
*Saat Di Kantin*
Rerebang, boleh nanya gak ?
Rony1 pertanyaan seharga nasi uduk emak kantin, gimana? hahaha
Rereiihh..mau nanya aja bayar, hahah
Ronyhehe..becanda deng, mau nanya apa?
Rereboleh tau nomor hape abang gak ?
Ronyno hape? buat apa?
Rereya buat kusimpanlah, jadi kalau ada PR yang aku gak tau, aku bisa chat or telp abang
Ronyoh gitu.. ya udah, sini hapemu, abang save no abang di hape kamu.
Ronynih,sudah re, hehe.. ya udah, balik ke kelas yuk, jam istirahat udah selesai
Rere(hatinya senang) ok bang, oia, makasih ya no hapenya
Ronyiya, sama-sama. abang naik dulu ya *senyum*
Rereiya bang..hehe
*Sore harinya Rere memberanikan diri untuk chat duluan ke Rony*
Reresore abang.. lagi ngapain?
RonyHai Re,sore..abang masih di sekolah, baru selesai basket, kamu lagi ngapain?
Rereooh..abang masih di sekolah ya? tau gitu tadi aku tungguin deh, mau liat abang main basket :P :D
Ronyhahaha..gak usahlah re, abang mainnya jelek :D lagian juga nanti kamu pulangnya kesorean
Rerehehe..gak apa-apa sih kesorean asal abang nganterin aku pulang,hahaa
Ronyyaahh..bilang aja minta dianterin, pake alasan nungguin basket lagi..:P
Rereya gak apa-apa kan..? hehe :D
Ronynanti disambung lagi chatnya ya re, abang pulang dulu, udah dateng nih angkotnya.
Rereok bang, hati-hati dijalan ya
Ronyok re, makasih
*Sesampainya Rony dirumah, mereka pun melanjutkan chat yang sempat tertunda sampai malam hari. Rere sangat senang karena saat ini ia semakin dekat dengan Rony*
Pada hari ini, tanpa janjian, rere dan rony sama-sama datang pagi.
Rerepagi abang..
Ronyeh rere.. pagi banget datangnya re
Rereiya bang, aku bareng kakak ku,dia pagi ini ada UTS di kampusnya, jadi berangkatnya lebih pagi
RonyOh gitu re...
Rereabang sendiri kok pagi amat datangnya?
RonyOh iya re, abang kan nebeng juga, tapi sama papa abang yang mau berangkat kerja. Jadi ya setiap hari aku datangnya jam segini.
RereOh gitu.. udah sarapan belum bang?
RonyUdah sih, tapi masih laper deh, ke kantin yuk
*mereka pun pergi ke kantin*
RonyYaahh..si ibu kantin belum datang lagi, kepagian akunya.huff..
RereIya bang, kantinnya masih tutup nih, balik ke kelas aku aja yuk
*Dikelas Rere*
Rereum..abang suka roti gak ? roti isi telur ceplok, ada 2, kalau abang mau, 1 buat abang
Ronyehh, itu bukannya buat bekal kamu ya re?
Ronynanti kamu kurang lagi bekalnya, hehhe
Reregak apa-apa bang, kalau abang mau...nih,ambil aja. *membuka kotak bekalnya*
Ronywah, terimakasih ya re, abang coba yaa..hehehe
Ronywaaa..enak re, hehe..asin gurih..dikasih garam ya telurnya?
Rereiya bang, aku kasih garam sedikit pas menggoreng telurnya
Ronyooh.. ini bikinan rere sendiri kah?
Rereiya bang, aku masak sendiri tadi pagi
Ronybeuh..paten kali kau ya, masih kelas 1 SMA udah terbiasa masak.
Rere*malu-malu karena dipuji* ahh..biasa aja bang, aku emang bantuin mamaku masak sebelum pergi sekolah
Ronyhoo..anak baik.. *sambil acak-acak rambut rere beberapa detik* hahaha
Rereiiiiihh abang..berantakan tau rambut aku.. *manyun*
Ronygak apa-apalah, bawa sisir kan? *semakin mengacak-acak rambut rere* hahahaha...
Rereabaaannng.... huuuhh :(
Setelah hari ini, Rere setiap harinya berangkat lebih pagi hanya supaya bisa ketemu dan berduaan lebih lama dengan kakak kelas kesayangannya. Tidak lupa juga Rere menyiapkan roti isi telur yang menjadi kesukaan Rony.
*suatu pagi,seperti biasa, dikelas rere*
Rereenak bang rotinya?
Rony*sambil mengunyah roti* enak re, seperti biasanya, roti buatan kamu selalu enak, hehe..
Rere(Happy mendapat pujian dari Rony) hehee..bisa aja ahh bang..
Ronybener re, enak..nih coba kalau gak percaya *nyodorin roti yang dipegang*
Reregak bang, makasih, aku kan juga bawa, lagian kan aku juga yang bikin..hehehe
Ronyoia yaa, ini kan kau yang buat yaa..hahaa..lupa aku..
Rereaku mau tanya deh bang, boleh tak?
Ronymau nanya apa?
Rereaku perhatikan, abang kok gak kayak kakak kelas yang lain sih..
Ronymaksudmu?
Rereiyaa, kakak kelas lain tuh kan kalau istirahat pasti ke kantin bareng pacar, nah kalau abang kok sendiri aja. kalau gak aku temanin, pasti abang sendiri
Ronyoohh itu..simple aja sih, ya karena aku emang belum punya pacar re.
Rereooh..jadi abang masih jomblo yaa? kakak kelas kan banyak yang cantik, seksi, masa gak ada yang abang suka sih?
Ronyiya abang masih jomblo re. Um iya sih, banyak yang cantik dan seksi, cuma ada 1 masalah re
Reremasalah? apa bang?
Ronymasalahnya adalah abang suka sama mereka, tapi mereka gak suka sama abang, gimana dong?? hahaha.. itu masalahnya :D
Rerehahaha..oo jadi karena itu toh bang..
Reretapi..kalau ternyata ada cewek yang suka sama abang gimana?
Ronyyaa tergantung, abang kenal gak sama ceweknya,hahaha
Rereduh abang yah, kebanyakan hapalin tabel periodik nih,makanya jawabnya error.
Rereya kalau gak kenal masa bisa suka or sayang bang, gimana sih?? hahaha
Ronyhahahaa... ya iya sih re, abang kan cuma becanda aja jawab begitu
Ronykalau ada cewek yang suka sama abang, selama dia nyaman sama tingkah abang yang begini, gak masalah sama abang, malah abang bersyukur re, punya pacar, hahahaha
Rerehahaha..yee,malah girang ya bang
Reretapi bener sih bang, ada cewek yang suka sama abang
Ronyooh..siapa re orangnya?
RereAku bang. aku suka sama abang sejak dari jaman ospek, waktu minta tanda tangan abang, hehe
Ronyuhuk..! duh, jadi keselek roti nih..uhuk uhuk!
Rereeehh..malah keselek pula kau bang..
RonyKagetlah aku, di tembak cewek, adek kelas pulak,hehehe..
Ronytapi, ini kamu gak lagi bercanda kan re? *menatap wajah rere dengan serius*
Reregak abang, aku serius. aku suka sama abang. makanya aku selalu ke lantai atas cuma buat ketemu sama abang
RereSebenarnya sih nanya tentang pelajaran itu hanya bonus buatku bang, yang utama sih supaya bisa ketemu sama abang setiap hari.
RereTerus ngapain juga aku bikinin roti kesukaan abang setiap hari,spesial aku buat dengan cinta.
RereTerus datang lebih pagi ke sekolah hanya demi ketemu dan sarapan bareng abang
RereBang, aku siap kok jadi pacar abang :)
Ronykamu benar-benar mau jadi pacar abang re?
Rereiya, mau bang.
Ronyem..mulai detik ini, kamu bukan hanya adek kelas abang saja, tapi kamu juga pacar abang, hehe..
Rere*Spontan Memeluk karena bahagia* terimakasih ya abang :)
Ronyalamaakkk..dipeluk cewek aku barusan yaa?? haish, gini rupanya rasanya dipeluk cewek yaa, hangat..hahaha..coba peluk lagi dong re..
Rere*malu-malu* iiihh abang, apaain sih, norak tauk!... *tapi sambil meluk lagi*
Ronyya kan baru kali ini abang dipeluk cewek selain mamak abang atau sepupu abang, hahaha
Rere dan Rony tertawa bersama.
Mulai saat itu, tiada hari yang mereka lewati sendiri, selalu berdua kemanapun dan dimanapun.
Rere semakin rajin membuatkan "Roti Isi Cinta" untuk Rony. Setiap hari Rere juga dengan sabar menunggu sampai Rony selesai dari urusan mading dan basketnya.
Bagi Rere, Rony adalah cinta pertamanya. sebuah cinta yang bersemi semasa SMA.





Created By: Penulis Imajinasi






Mohon sertakan alamat blog saya ini jika anda ingin mengkopi atau posting ulang cerita ini ke dalam website ataupun blog anda. Terimakasih.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.