Tampilkan postingan dengan label kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kenangan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Februari 2022

Ikan Kembung Balado Dan Kenangan Yang Tersimpan.

Ikan Kembung Balado.


       Hai semuanya... apa kabarnya kalian hari ini? Saya berharap kalian bahagia selalu dan sehat selalu yaa 😊. Di postingan saya kali ini saya tidak akan menulis tentang trip report seperti pada postingan sebelumnya, kali ini saya hanya ingin sedikit cerita tentang 1 menu makanan yang punya kenangan tersendiri buat saya yaitu Ikan Kembung Balado. Kenapa bisa punya kenangan buat saya? sini saya ceritain! 😁.

--------------------------------------------------------------------------------------

        Berawal dari sekitar tahun 90an-00an saat saya masih sekolah, di setiap musim liburan saya dan sepupu-sepupu saya selalu main ke rumah opung saya (kakek/nenek dalam bahasa batak), jarak rumah saya dan rumah opung itu tidak jauh, hanya sekitar 5-10 menit saja naik motor dan karena jarak yang dekat ini juga saya sering main ke rumah opung walaupun bukan musim liburan.

        Sekilas tentang opung saya, mendiang Opung Doli (kakek) dan mendiang Opung Boru (nenek) memiliki banyak anak termasuk orang tua saya juga anaknya (ya iyalaahh! hahaha..) dan pada saat anak-anaknya sudah menikah, opung pun otomatis punya banyak cucu. Dan biasanya setiap musim liburan cucu-cucunya pada nyerbu rumah opung, jaman kecil tuh yaa bawaannya bahagia aja gitu liburan main ke rumah opung, hehehe...

        Karena cucunya pada datang ke rumah beliau dan harus dikasih makan, beliau pun biasanya akan belanja bahan masakan untuk kami para cucunya dan seingat saya opung itu paling sering beli ikan kembung mentah yang banyak lalu dipotong menjadi 2 bagian alias dibagi 2, digoreng kering lalu disambal atau dibalado. Mungkin ikan Kembung pada saat itu paling mudah ditemukan dan juga mungkin paling murah jadinya opung saya cukup sering masak ikan Kembung goreng dan disambal.

        Nah ini yang membuat saya mengingatnya sampai sekarang! Jadi dulu mendiang Opung boru saya penglihatannya sudah mulai rabun karena memang sudah usia senja, makanya opung saya dulu tinggalnya bareng dengan om saya yang paling kecil buat nemenin dan bantuin opung dirumah. 

        Setiap kali beliau memasak makanan buat kami para cucunya, dari sekian banyak cucu yang main ke tempat beliau, sayalah yang paling sering dimintain tolong oleh beliau untuk mengecek apakah ikan Kembung yang sedang ada di wajan sudah berwarna kecoklatan alias matang, bila sudah berwarna kecoklatan saya disuruh angkat ikannya biar gak gosong, hehehe..

        Tidak hanya saat menggoreng saja opung suka minta tolong saya, disaat beliau ingin memotong ikan, memotong sayur dan bahan lainnya juga opung biasanya meminta bantuan saya. Saat menumis sayur pun beliau meminta tolong saya untuk masukin sayurnya ke wajan, bumbu dan lainnya, jadi ibaratnya gini, beliau yang ajarin cara-cara masaknya, saya yang masak, didikte gitu tapi dalam hal memasak, hahaha...

        Karena momen inilah saya pun akhirnya jadi tertarik untuk belajar masak karena sering membantu opung boru saya masak, walaupun level saya masih level pemula yaa, saya hanya bisa memasak yang sederhana saja seperti goreng-gorengan (ikan goreng, ayam goreng dan lainnya) dan bisa sedikit tumis-tumisan, hehehe...

        Ikan Kembung balado yang opung saya bikin biasanya selalu dipadukan sama sayur daun ubi tumbuk khas daerah saya plus nasi panas, oh iyaa...kadang kala opung juga suka masak ikan Teri balado pakai kacang sebagai kondimen/pelengkap dari ikan Kembungnya, jadi semakin nikmat dan meriah deh makan siang/makan malam kita para cucu-cucunya, hahaha...

        Karena saking seringnya makan ikan Kembung disambal/dibalado, saya juga sering meminta mendiang Mama saya untuk masak ikan Kembung disambal juga, cuma benar kata orang tua jaman dulu yaa "Beda tangan beda hasil". Kalau ikan Kembung balado buatan opung saya itu berasa cabenya, berasa pedasnya walaupun pedasnya masih dalam batas wajar bukan yang ekstrim pedas, kalau ikan Kembung sambal/balado buatan mama saya itu gimana yaa... 

        Karena mendiang Mama itu tidak bisa makan yang pedas-pedas jadi walaupun beliau judulnya memasak "Ikan Kembung disambal/dibalado" tapi tidak terasa pedasnya, kayak komposisinya itu 75% tomat, 25% cabe jadi dominannya ya rasa manis tomatnya, hahaha.. Tapi tetap ke 2 masakan mereka sama enaknya, buatan opung enak, buatan mama saya juga enak, hihihi...

        Dan sekarang setelah mereka ber 2 pergi untuk selamanya, saya merindukan masakan-masakan mereka ber 2, walaupun saya bisa beli ikan Kembung balado di warung nasi atau bahkan saya memasak sendiri ikan Kembung disambal/dibalado tetap tidak bisa seenak hasil masakan mereka ber 2. I miss them so much! 😊.

        Jadi begitulah sedikit cerita saya hari ini, terima kasih karena kalian telah meluangkan waktu untuk membaca cerita saya ini, sampai jumpa lagi di postingan saya berikutnya. Tetap jaga kesehatan dan semoga kita semua selalu berada dalam lindungan-NYA, amiiin...😊.



Created by: Penulis Imajinasi.



Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.

Jumat, 04 September 2020

Surat Untuk Mantan.

Hi mantanku.. apa kabar kamu setelah kita putus? Apa kamu selalu minum vitaminmu? Apa kamu selalu makan teratur? Aku tidak tahu apakah saat ini kamu sudah ada orang baru yang mengingatkanmu itu semua tapi tolong sesibuk apapun kamu sempatkan makan dan minum vitamin yang rutin demi kesehatan kamu sendiri.

Mantanku...bagaimana kerjaan kamu? Semoga kerjaanmu selalu berjalan lancar karena seandainya kerjaan kamu ada masalah, aku tidak bisa lagi ada untuk mendengar semua cerita kamu tentang kerjaan. 

Aku tidak bisa lagi datang ke tempat mu untuk mendengar keluh kesahmu sambil memelukmu dan mengelus rambutmu untuk menenangkanmu. Semoga pasangan kamu berikutnya lebih baik lagi dalam memperlakukanmu disaat kamu sedang resah dan gelisah.

Mantanku....aku ingin meminta maaf padamu karena selama kita pacaran, aku tidak bisa menjadi sosok yang ideal bagimu, aku hanya manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan, aku masih suka terpancing emosi saat kita debat, aku masih suka marah padamu, namun aku pastikan bahwa aku tidak pernah berkata kasar atau berlaku kasar padamu karena aku tidak mau melukai dirimu.

Aku hanya berusaha mencoba menjadi yang terbaik bagimu walaupun itu tidak mudah bagiku, aku hanya mencoba menjadi pacar yang selalu ada untukmu walaupun aku harus mengorbankan waktuku sendiri, tidak mengapa, aku bahagia melakukan itu, demi kamu orang yang aku sayang.

Dear mantanku....aku ingin bertanya padamu. Mengapa kamu meninggalkan aku? Mengapa kamu memilih untuk sendiri? Jika memang kamu ingin sendiri mengapa dulu kamu izinkan aku memasuki kehidupanmu, mengapa dulu kamu mengizinkan aku menyayangi kamu?

Kini....disaat aku sudah mulai terbiasa dengan kehadiranmu di hidupku, kamu memilih pergi karena ingin sendiri. Mengapa kamu tidak memberitahu aku bagaimana caranya menjalani hidupku tanpa kehadiranmu lagi? 

Tolong mantanku, ajari aku agar bisa melanjutkan hidupku tanpa kamu lagi. Tolong ajari aku bagaimana caranya agar rasa sayang yang besar ini hilang dari hatiku, aku masih menyayangi kamu setulus hatiku.

Dear mantanku...tahukah kamu bahwa hatiku kecewa disaat kamu menghindar dariku? Tahukah kamu seberapa besar sakitnya hati ini saat melihat perubahan sikapmu? Dari kamu yang selalu perhatian menjadi kamu yang cuek ke aku, aku sakit melihat itu. 

Apakah kamu tidak tahu bahwa aku tidak bisa jauh dari mu? Aku ingin selalu di dekatmu meski cuma melalui media chat dan telepon, tetap terkoneksi dengan kamu.

Aku tahu kamu memiliki segudang masalah dihidupmu, untuk itu aku ingin membantu kamu semampu aku, mari kita cari bersama solusi dari setiap masalahmu. Bagikan beban di pundakmu itu padaku, aku akan membantumu menopang pundakmu agar kamu tidak merasa berat lagi, kamu tidak sendirian sayang.

Mantanku..sebenarnya bukan inginku untuk memenuhi permintaanmu yang ingin sendiri, aku hanya tidak kuat lagi menahan rasa sakit saat melihat sikap dinginmu itu. Hatiku masih kaget dengan sikapmu. 

Mungkin hatiku bisa lebih menerima bila kamu memutuskan aku karena kamu menemukan lelaki lain yang lebih baik dariku. Atau....sebenarnya kamu memang sudah menemukan lelaki itu dan memakai alasan "ingin sendiri" untuk putus denganku? Maafkan aku kalau terlihat curiga karena jujur saja aku masih tidak percaya kita putus.

Maafkan sikapku saat kita putus, aku melakukan itu karena rasa kecewaku yang sangat besar padamu, aku meluapkan rasa sakit yang kurasakan dengan tidak membalas chatmu, block nomormu, block sosial mediamu namun saat ini, rasa kecewa ini sudah berkurang dan aku sudah membuka kembali block nomor dan sosial mediamu, semoga kamu tidak benci denganku karena hal ini.

Andai waktu bisa diulang kembali, aku akan kembali di masa dimana aku tidak mengenalmu, karena bila aku mengenalmu aku akan susah jauh darimu. Lebih baik kita tidak saling kenal jika ujungnya seperti ini.

Mantanku..terima kasih aku ucapkan padamu atas semua yang telah kamu lakukan selama kita pacaran, aku senyum-senyum sendiri jika mengingat itu semua. Dan....bila aku punya kesempatan lagi, aku ingin kita kembali seperti dulu, kembali jadi sepasang kekasih yang kadang akur kadang berantem tapi kita sama-sama tahu kalau kita saling menyayangi satu sama lain.

Mantanku....semoga hidupmu saat ini semakin baik lagi, semakin tenang dan semakin bahagia setelah putus dariku. Tolong jaga kesehatanmu, aku sedih bila mendengar kamu sakit. Dan.....bila saat ini kamu sudah memiliki pacar baru....aku hanya berharap semoga kamu lebih bahagia lagi dari saat kamu bersamaku.


Terima kasih mantanku...




Created by: Penulis Imajinasi.



Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.

Minggu, 17 November 2019

"Miss Whatever Part 2..."

*tingting* *tingting* *ceritanya wa masuk*

*1 new message from Alexandra*
"Pagi baby.."

Yup, begitulah pesan yang gue terima setiap pagi, kalau bukan gue yang kirim chat duluan yaa cewek gue yang chat, dan jujur aja chat dia yang selalu gue nantikan, my mood booster :)

Oh iya, kenalin, gue Ray, gue pacar Alexandra, kita baru jadian dan kalau kalian penasaran dengan proses jadian kita, kalian baca aja di part 1 yaa, hehehe..

Semakin gue kenal lebih lama, gue semakin paham karakter Alexandra (Sandra), dan jujur aja sering banget kita debat mulai dari hal sepele. Karena gue juga tipikal orang keras kepala, jadi aja deh kita sering argumen.

Gue yang pernah punya pengalaman diselingkuhin mantan gue dulu membuat pribadi gue jadi insecure, masalahnya adalah gue jadi tidak bisa 100% persen percaya sama cewek lagi, that's my problem :( dan berulang kali Sandra selalu memohon agar gue percaya sama dia, dan gue pun mencoba untuk percaya sama dia.

Ada 1 hal yang gue ajukan ke Sandra yang membuat dia tidak nyaman yaitu saling berkabar satu sama lain. Bukan tujuan gue mengekang dia tapi gue hanya ingin tahu dia dimana, apakah dia baik-baik saja, keadaannya bagaimana, yaa di logika gue adalah "namanya pacaran harus saling update kabar".

Awal-awal Sandra mengakui kalau dia tidak terbiasa dengan gaya komunikasi seperti itu, bagi dia itu mengekang dan tidak nyaman dan gue juga tidak tahu bagaimana gaya pacaran dia dengan mantannya sebelum gue. Namun gue kasih pengertian dan akhirnya Sandra mau mencoba untuk mengikuti gaya gue, thank you Sandra, i love you :).

Sebenarnya gue tahu banyak sifat gue yang membuat dia kurang nyaman namun dia tetap berusaha menerimanya dan itupun juga yang gue lakuin ke dia, gue berusaha untuk selalu memenuhi segala permintaan dia karena gue sayang sama dia.

Karena kita 1 kota dan jarak kantor kita tidak terlalu jauh, kita jadi sering ngedate after office hour. Dulu gue pernah dengar orang tua gue ngomong begini "secapek-capeknya kita kalau ketemu orang yang kita sayang pasti capeknya hilang", dan itulah yang gue rasain setiap kali gue ketemu Sandra sepulang kantor, capek penat gue langsung sirna setelah melihat senyum dia :).

Gue suka cara dia memperlakukan gue, gue suka cara dia memperhatikan gue tapi terkadang gue juga bingung menghadapi sifat dia, salah 1 contohnya adalah saat dia marah besar karena gue gak bisa datang pada saat dia sakit. Padahal gue udah jelasin kondisi gue yang lembur pada saat itu, namun Sandra marah lewat chat dan membuat gue bingung dan sedikit tersinggung, tapi gue memaafkan dia, gue paham gimana gak enaknya sakit tidak dijenguk pacar, gue minta maaf Sandra :(

Dan untuk menebus salah gue, di hari berikutnya gue sempatkan mengantarkan sarapan untuk dia sebelum gue berangkat kantor karena gue gak mau dia kelaparan belum sarapan dan biar dia cepat sembuh. Dari semua wanita yang pernah gue pacarin, jujur Sandra yang paling manja ke gue dan gue tidak masalah dengan sikapnya itu, malahan gue senang bisa memanjakan wanita kesayangan gue :).

Setiap kita ngedate, dikarenakan gue tidak punya kendaraan pribadi (waktu mau beli kendaraan dilarang sama ortu dan pada akhirnya uang buat kendaraan gue alihkan untuk DP rumah sederhana di sekitar kota Jakarta), gue jadi sering ngajak dia naik transportasi umum mulai dari transjakarta, KRL hingga taksi online. Jujur sebenarnya gue sedih ngajak dia naik kendaraan umum karena mungkin dia sama mantan dulu tidak pernah naik kendaraan umum. Maaf ya Sandra kalau gue nyusahin :(.

Apalagi pernah waktu kita pulang dari Bogor, kaki dia bengkak karena jalan kaki yang cukup jauh, kurang lebih 1.5 km. Sebenarnya waktu itu gue sudah pesan taksi online dari stasiun Bogor namun karena situasi saat itu macet parah, tidak satupun taksi online terima orderan gue dan pada akhirnya dia sarankan jalan kaki namun gue tidak akan menyetujui usul dia kalau seandainya gue tahu kakinya bakalan jadi bengkak setelah pulang dari bogor, i'm so sorry baby :(.

Sandra itu anaknya periang dan selalu bisa bikin gue ketawa, bahagia dan itu yang bikin gue jatuh cinta sama dia. Dan jujur saja gue sudah membayangkan tahun depan dia jadi istri gue, bukan pacar lagi. Yang bikin gue semakin cinta sama dia, dia tidak pernah komplain waktu gue ajak naik transportasi umum.

Oh iya, gue sama Sandra itu sama-sama suka makan, jadi tidak jarang kita isi acara ngedate kita dengan wisata kuliner. Banyak tempat kita datangi untuk sekedar kulineran.

Hanya saja, namanya hubungan itu tidak selalu berjalan mulus, gue berulang kali debat atau argumen sama Sandra, yang gue tidak suka dari Sandra adalah saat dia lagi emosi, dia suka sekali berkata bukan kata kasar/kotor sih sebenarnya cuma bikin gue jadi tersinggung tapi gue maklumin itu karena namanya juga orang lagi emosi.

Hhmm..kalian pernah gak sih gaes, merasa kalau kalian tidak pantas buat pacar kalian ? Gue terkadang merasa begitu, gue merasa gue tidak pantas atau layak membahagiakan Sandra dikarenakan Sandra itu wanita yang spesial sekali di mata gue, dan gue selalu ingin memberikan yang terbaik untuk dia namun di 1 sisi gue juga punya batasan dalam hal apapun termasuk ekonomi, itu yang bikin gue sedih.

Dia wanita istimewa dan gue gak mau kehilangan dia. Tapi..gue juga bukan manusia sempurna terlebih saat gue lagi diliputi emosi juga, gue kadang suka ngomong sesuatu yang menurut Sandra itu kekanak-kanakan, contohnya seperti gue pernah meminta kembali barang yang dia pinjam dari gue saat gue sama dia lagi berantem, gue akuin itu salah 1 sifat buruk gue gaes, gue berpikirnya biarpun ada masalah tapi barang yang di pinjam ya harus dikembalikan dong!. Sifat begini tuh buruk sih memang gaes, jangan ditiru! Hehehe..

Mungkin, karena sudah terlalu sering kita debat dan membuat Sandra lelah, akhir-akhir ini Sandra sering sekali bilang malas dalam hal argumen, debat dan lain-lain. Jujur sebenarnya gue tidak suka dia omong begitu karena menurut gue kalau sudah malas begitu sama saja dengan malas berhubungan karena namanya pacaran pastilah ada debat/argumen walaupun sebabnya karena hal sepele.

Hal sepele yang gue maksud adalah ketika gue sakit, gue berharap dia menunjukkan sedikit perhatian dia, ya gak perlulah datang ke tempat gue tapi setidaknya chat gue tanya udah makan belum atau ngingetin udah minum obat belum, hal yang mungkin sepele tapi berarti buat gue yang lagi tepar sakit, hehehe.. Karena dia tidak chat sama sekali, keesokan harinya gue komplain ke dia dan dia menjawab dengan hal lain lagi dan ujung-ujungnya kita argumen dan keluar lagilah omongan malas itu, karena gue juga lagi diliputi emosi akhirnya gue balas dengan bilang "kalau sudah malas, ngapain lagi dilanjutin hubungan ini" dan kita pun semakin ribut.

Gue itu hobby menulis di media apapun, entah itu blog atau sekedar status wa. Menulis adalah salah 1 cara gue meluapkan isi hati atau apapun yang gue rasakan, termasuk saat gue emosi, gue pasti menulis, walaupun setelah gue post langsung buru-buru gue hapus karena gue tidak mau orang banyak membaca tulisan gue, karena sebenarnya menulis itu cuma media gue menyalurkan kekesalan gue. Gue berpikiran, daripada gue lampiaskan kemarahan gue dengan membentak dia lebih baik gue diam dan salurkan amarah gue dengan menulis kekesalan gue.

Tapi memang 1 kebiasaan gue ini tidak disukai Sandra, ya gue maklum saja kalau dia berpikiran gue seperti cewek yang lagi nyindir dengan tulisan yang gue tulis. Dan gue sadar tidak semua orang bisa menerima kebiasaan gue ini, maaf ya Sandra kalau hal ini bikin kamu tidak nyaman.

Karena beberapa kali kita ribut dan dia selalu bilang malas, gue juga selalu bilang kalau sudah malas ya putus saja, hal ini membuat dia semakin marah sama gue bahkan sampai telepon gue juga direject sama dia. Padahal gue ingin kita baikan karena tetap saja semarah-marahnya gue sama dia, gue sayang dia, gue cinta dia. Tapi sepertinya Sandra sudah benci sama gue sampai telpon gue pun di reject. Akhirnya gue pun menganggap kalau dengan telepon gue direject berarti dia sudah tidak mau berhubungan sama gue lagi.

Iya gaes, akhirnya gue sama dia putus padahal kalau boleh gue ngomong jujur, gue masih sayang dengan dia, tapi sepertinya dia sudah benci sama gue.

Dear Sandra, aku minta maaf dengan semua kekuranganku padamu, aku cuma manusia biasa yang punya kekurangan dan aku memahami bila kamu tidak bisa menerima kekuranganku. Terima kasih sudah hadir di dalam hidupku, terima kasih sudah memberi tahu aku rasanya dicintai, terima kasih sudah mengajarkan aku tentang wanita. Aku berdoa semoga kamu menemukan pria yang lebih baik dan lebih mapan dari aku, tetaplah menjadi Sandra yang ceria yang disukai banyak orang, tetaplah menjadi Sandra yang pernah membuatku bahagia walau kini kamu bukan pacarku lagi. Dan bila hati ini boleh jujur, aku masih sayang sama kamu dan berharap kita balikan lagi jadi pacar seperti dulu. With Love, Ray.

Demikianlah gaes kisah cinta gue sama Sandra, walaupun singkat tapi membekas manis buat gue dan gue harap juga membekas manis di ingatannya Sandra. Terima kasih buat kalian yang sudah mengikuti dan membaca cerita ini mulai dari part 1, gue doakan semoga kalian langgeng selalu dengan pasangan kalian saat ini, dijaga baik-baik yah pasangannya, jangan melakukan hal bodoh seperti yang gue lakukan ini, gue sekarang kehilangan orang yang gue sayangi dan buat yang masih single/jomblo, gue doakan semoga cepat dapat pasangan yah, amiiin... :)





Created By: Penulis Imajinasi





Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Selasa, 18 April 2017

Roti Isi Cinta....


Cinta Monyet itu kadang-kadang bisa jadi cinta pertama. Dan Cinta pertama bagi Rere adalah saat masuk SMA, saat ospek sekolah.
*Saat dilapangan sekolah, pagi hari...*
Kakak Kelas (1)Selamat pagi adik-adik semuanya
Peserta OspekPagi kakaaaa
Kakak Kelas (1)hari ini hari terakhir kalian ospek, dan sebagai syarat terakhir ospek hari ini, kalian wajib mengumpulkan tanda tangan kakak kelas sebanyak-banyaknya, dan jangan lupa cantumkan juga kelas berapa aja yang kalian mintai tanda tangan
Rerekaka kelas yang boleh dimintai tanda tangan yang kelas berapa aja kak?
Kakak Kelas (1)semuanya boleh, kelas 2 dan 3
Kakak Kelas (1)Kakak beri waktu sampe jam 11 siang yah, sekarang silahkan mulai
Peserta OspekBaik kakaaaaa
RereCin, kamu ke kelas berapa dulu nih?
CindyAku ke kelas 2 aja dulu deh
Rereohh, ok ok.. aku ke kelas 3 ahh..
Cindyok, nanti ketemu lagi disini ya
Rere pun menuju lantai 3, lantai dimana kelas 3 belajar.
Rere masuk ke kelas pertama yang paling dekat dengan tangga, yaitu kelas 3 IPA 1
Rere*gugup* permisi kak, saya siswa baru, lagi ospek dan harus kumpulin tanda tangan kakak kelas
Kakak Kelas (2)Ooh, mana sini ku tanda tangani
RereMakasih kakak
Rere pun mengelilingi 1 kelas itu sampai tiba giliran dia meminta tanda tangan seorang kakak kelas yang sedang fokus baca
RereHai kak, maaf, permisi saya mau.....*dipotong pembicaraannya oleh si kakak kelas*
Kakak Kelas (3)iya saya tau..kamu mau minta tanda tangan untuk keperluan ospek kan? *senyum*
Rere*kaget plus gugup* eh em iya kak..
Kakak Kelas (3)mana bukunya? saya masih kebagian tempat buat tanda tangan kan? *senyum lagi*
Rere*terdiam beberapa saat memandang wajah kakak kelas*
Kakak Kelas (3)Halo..Rere, mana bukunya?
Rereeh iya kak, ini.. *menyodorkan buku*
Kakak Kelas (3)Nah.. beres! sudah nih
Rereterimakasih ya kak. tapii, kok kakak tau nama aku ya?
Kakak Kelas (3)Ya taulah, kan ada papan nama di seragam kamu. kita semua kan pakai papan nama re, gimana sih?
Rereeh..oh, iya ya,haha.. aduh, pertanyaan aku bodoh ya *sambil melirik papan nama si kakak kelas*
Rere(dalam hati) ooh..kakak ini namanya Rony.
Kakak Kelas (3)udah ? ada lagi yang mau di tanda tangani re?
Rereudah kak, ini aja kok. makasih ya kak *rere lalu keluar untuk ke kelas berikutnya*
Bagi si kakak kelas, mungkin itu hanya pertemuan biasa, namun tidak bagi rere.
Malam harinya Rere chat ke Cindy, sahabat dari SMP
RereCindyyyyyyyy...ehehe
Cindy is typing...
CindyIya rere...hehe
Cindygimana tadi, banyak gak dapat tanda tangan kakak kelasnya?
Rerebanyak, semua kakak kelas di kelas 3 aku mintain tanda tangan cin
Rere is typing...
Rerebahkan ada yang berhasil tanda tangan di hati aku cin..hahaha
Cindyhaa?? maksudnya?
Cindyehh bentar-bentar...jangan bilang lu suka sama salah 1 kakak kelas kita ?
Rerehu uh.. aku kayaknya suka deh sama kakak kelas kita.
Cindyastagaaa..ini anak yah, baru beberapa hari di sekolah udah dapat taksiran aja :P
Rereyeee..biarin sik! :D lagian kakak kelas yang ini tuh beda
Cindybedanya gimana? si kakak kelas jalannya melayang gitu yaa? makanya beda :D :P
Rereyaahh..setan dong kalau melayang..hahaha
Rere is typing...
Rereiyah, beda aja. gini, tadi dia itu lagi baca buku fisikanya, fokus gitu keliatannya, tapi ternyata dia tau juga kalau aku datang buat minta tanda tangan
RereAkunya yang jadi gugup deh, gak tau kenapa..
Cindyooh gitu..hehe, fokus tapi tetap memperhatikan sekeliling ya kakak kelas itu
Cindyganteng ganteng ? hihihi.. :D
Rereawalnya sih gak tau cin ketutupan buku soalnya tapi pas bukunya dia tutup, um..manis kali yaa, gak ganteng
Rere is typing...
Reresenyumnya lucuk, imut gitu deh buat ukuran cowok.
Cindyudah kenalan belum ?
Rereudah. malah dia tau namaku duluan dari papan nama ku,hehee..
Cindyhooo..dia diam tapi memperhatikan yaa..hehehe.. oia, namanya siapa?
RereRony. Anak Kelas 3 IPA 1, masih single, salah 1 anggota redaksi mading, ikut ekskul basket juga,hehe..
Cindyastagaaa.... cepat kali kau cari info tentang kak Rony..hahaha...
Rerehehehe..iya dong, namanya juga suka :P
Rere is typing...
Rerekayaknya aku bakal sering-sering main ke lantai 3 deh, sekedar buat nanyain PR aja gitu sama kak rony :D
Cindyhalah..bisa banget deh lu mah.. bilang aja mau ketemu sm kak rony kaann...ngakuuu.. :D
Rerehahaha..iya juga sih :P udah ahh, tidur dulu ya, biar besok gak kesiangan ketemu bang rony :P
Cindyehh..gak manggil kakak lagi nih sekarang ?? ooo..abang sayang yaa? hahaha.. :D
Reregak, gak cocok dipanggil kakak. cocoknya dipanggil abang ajah.. :D abang kesayangan! :D :P
Cindyhahaha..dasar rereeee...
keesokan hari disekolah, saat jam istirahat Rere ke lantai 3 dan mendapati Rony sedang mau ke kantin
Rerehai bang..
Ronyehh rere, kenapa re? mau minta tanda tangan lagi? hehe..
Rerehaha..gak bang, kan kemarin udah
RonyEh iya, udah makan belum re? abang mau turun, mau ke kantin, mau ikut?
RereBoleh, aku juga laper
Rony dan Rere sama-sama turun ke kantin, makan dan ngobrol di kantin sampai akhirnya jam istirahat berakhir dan mereka kembali ke kelas masing-masing
Semakin hari, intensitas Rere naik ke lantai 3 semakin sering untuk menemui Rony. Satu sekolah pun bertanya-tanya tentang sang adek kelas yang selalu naik ke lantai 3,dan hanya ke kelas 3 IPA 1 saja.
*Saat Di Kantin*
Rerebang, boleh nanya gak ?
Rony1 pertanyaan seharga nasi uduk emak kantin, gimana? hahaha
Rereiihh..mau nanya aja bayar, hahah
Ronyhehe..becanda deng, mau nanya apa?
Rereboleh tau nomor hape abang gak ?
Ronyno hape? buat apa?
Rereya buat kusimpanlah, jadi kalau ada PR yang aku gak tau, aku bisa chat or telp abang
Ronyoh gitu.. ya udah, sini hapemu, abang save no abang di hape kamu.
Ronynih,sudah re, hehe.. ya udah, balik ke kelas yuk, jam istirahat udah selesai
Rere(hatinya senang) ok bang, oia, makasih ya no hapenya
Ronyiya, sama-sama. abang naik dulu ya *senyum*
Rereiya bang..hehe
*Sore harinya Rere memberanikan diri untuk chat duluan ke Rony*
Reresore abang.. lagi ngapain?
RonyHai Re,sore..abang masih di sekolah, baru selesai basket, kamu lagi ngapain?
Rereooh..abang masih di sekolah ya? tau gitu tadi aku tungguin deh, mau liat abang main basket :P :D
Ronyhahaha..gak usahlah re, abang mainnya jelek :D lagian juga nanti kamu pulangnya kesorean
Rerehehe..gak apa-apa sih kesorean asal abang nganterin aku pulang,hahaa
Ronyyaahh..bilang aja minta dianterin, pake alasan nungguin basket lagi..:P
Rereya gak apa-apa kan..? hehe :D
Ronynanti disambung lagi chatnya ya re, abang pulang dulu, udah dateng nih angkotnya.
Rereok bang, hati-hati dijalan ya
Ronyok re, makasih
*Sesampainya Rony dirumah, mereka pun melanjutkan chat yang sempat tertunda sampai malam hari. Rere sangat senang karena saat ini ia semakin dekat dengan Rony*
Pada hari ini, tanpa janjian, rere dan rony sama-sama datang pagi.
Rerepagi abang..
Ronyeh rere.. pagi banget datangnya re
Rereiya bang, aku bareng kakak ku,dia pagi ini ada UTS di kampusnya, jadi berangkatnya lebih pagi
RonyOh gitu re...
Rereabang sendiri kok pagi amat datangnya?
RonyOh iya re, abang kan nebeng juga, tapi sama papa abang yang mau berangkat kerja. Jadi ya setiap hari aku datangnya jam segini.
RereOh gitu.. udah sarapan belum bang?
RonyUdah sih, tapi masih laper deh, ke kantin yuk
*mereka pun pergi ke kantin*
RonyYaahh..si ibu kantin belum datang lagi, kepagian akunya.huff..
RereIya bang, kantinnya masih tutup nih, balik ke kelas aku aja yuk
*Dikelas Rere*
Rereum..abang suka roti gak ? roti isi telur ceplok, ada 2, kalau abang mau, 1 buat abang
Ronyehh, itu bukannya buat bekal kamu ya re?
Ronynanti kamu kurang lagi bekalnya, hehhe
Reregak apa-apa bang, kalau abang mau...nih,ambil aja. *membuka kotak bekalnya*
Ronywah, terimakasih ya re, abang coba yaa..hehehe
Ronywaaa..enak re, hehe..asin gurih..dikasih garam ya telurnya?
Rereiya bang, aku kasih garam sedikit pas menggoreng telurnya
Ronyooh.. ini bikinan rere sendiri kah?
Rereiya bang, aku masak sendiri tadi pagi
Ronybeuh..paten kali kau ya, masih kelas 1 SMA udah terbiasa masak.
Rere*malu-malu karena dipuji* ahh..biasa aja bang, aku emang bantuin mamaku masak sebelum pergi sekolah
Ronyhoo..anak baik.. *sambil acak-acak rambut rere beberapa detik* hahaha
Rereiiiiihh abang..berantakan tau rambut aku.. *manyun*
Ronygak apa-apalah, bawa sisir kan? *semakin mengacak-acak rambut rere* hahahaha...
Rereabaaannng.... huuuhh :(
Setelah hari ini, Rere setiap harinya berangkat lebih pagi hanya supaya bisa ketemu dan berduaan lebih lama dengan kakak kelas kesayangannya. Tidak lupa juga Rere menyiapkan roti isi telur yang menjadi kesukaan Rony.
*suatu pagi,seperti biasa, dikelas rere*
Rereenak bang rotinya?
Rony*sambil mengunyah roti* enak re, seperti biasanya, roti buatan kamu selalu enak, hehe..
Rere(Happy mendapat pujian dari Rony) hehee..bisa aja ahh bang..
Ronybener re, enak..nih coba kalau gak percaya *nyodorin roti yang dipegang*
Reregak bang, makasih, aku kan juga bawa, lagian kan aku juga yang bikin..hehehe
Ronyoia yaa, ini kan kau yang buat yaa..hahaa..lupa aku..
Rereaku mau tanya deh bang, boleh tak?
Ronymau nanya apa?
Rereaku perhatikan, abang kok gak kayak kakak kelas yang lain sih..
Ronymaksudmu?
Rereiyaa, kakak kelas lain tuh kan kalau istirahat pasti ke kantin bareng pacar, nah kalau abang kok sendiri aja. kalau gak aku temanin, pasti abang sendiri
Ronyoohh itu..simple aja sih, ya karena aku emang belum punya pacar re.
Rereooh..jadi abang masih jomblo yaa? kakak kelas kan banyak yang cantik, seksi, masa gak ada yang abang suka sih?
Ronyiya abang masih jomblo re. Um iya sih, banyak yang cantik dan seksi, cuma ada 1 masalah re
Reremasalah? apa bang?
Ronymasalahnya adalah abang suka sama mereka, tapi mereka gak suka sama abang, gimana dong?? hahaha.. itu masalahnya :D
Rerehahaha..oo jadi karena itu toh bang..
Reretapi..kalau ternyata ada cewek yang suka sama abang gimana?
Ronyyaa tergantung, abang kenal gak sama ceweknya,hahaha
Rereduh abang yah, kebanyakan hapalin tabel periodik nih,makanya jawabnya error.
Rereya kalau gak kenal masa bisa suka or sayang bang, gimana sih?? hahaha
Ronyhahahaa... ya iya sih re, abang kan cuma becanda aja jawab begitu
Ronykalau ada cewek yang suka sama abang, selama dia nyaman sama tingkah abang yang begini, gak masalah sama abang, malah abang bersyukur re, punya pacar, hahahaha
Rerehahaha..yee,malah girang ya bang
Reretapi bener sih bang, ada cewek yang suka sama abang
Ronyooh..siapa re orangnya?
RereAku bang. aku suka sama abang sejak dari jaman ospek, waktu minta tanda tangan abang, hehe
Ronyuhuk..! duh, jadi keselek roti nih..uhuk uhuk!
Rereeehh..malah keselek pula kau bang..
RonyKagetlah aku, di tembak cewek, adek kelas pulak,hehehe..
Ronytapi, ini kamu gak lagi bercanda kan re? *menatap wajah rere dengan serius*
Reregak abang, aku serius. aku suka sama abang. makanya aku selalu ke lantai atas cuma buat ketemu sama abang
RereSebenarnya sih nanya tentang pelajaran itu hanya bonus buatku bang, yang utama sih supaya bisa ketemu sama abang setiap hari.
RereTerus ngapain juga aku bikinin roti kesukaan abang setiap hari,spesial aku buat dengan cinta.
RereTerus datang lebih pagi ke sekolah hanya demi ketemu dan sarapan bareng abang
RereBang, aku siap kok jadi pacar abang :)
Ronykamu benar-benar mau jadi pacar abang re?
Rereiya, mau bang.
Ronyem..mulai detik ini, kamu bukan hanya adek kelas abang saja, tapi kamu juga pacar abang, hehe..
Rere*Spontan Memeluk karena bahagia* terimakasih ya abang :)
Ronyalamaakkk..dipeluk cewek aku barusan yaa?? haish, gini rupanya rasanya dipeluk cewek yaa, hangat..hahaha..coba peluk lagi dong re..
Rere*malu-malu* iiihh abang, apaain sih, norak tauk!... *tapi sambil meluk lagi*
Ronyya kan baru kali ini abang dipeluk cewek selain mamak abang atau sepupu abang, hahaha
Rere dan Rony tertawa bersama.
Mulai saat itu, tiada hari yang mereka lewati sendiri, selalu berdua kemanapun dan dimanapun.
Rere semakin rajin membuatkan "Roti Isi Cinta" untuk Rony. Setiap hari Rere juga dengan sabar menunggu sampai Rony selesai dari urusan mading dan basketnya.
Bagi Rere, Rony adalah cinta pertamanya. sebuah cinta yang bersemi semasa SMA.





Created By: Penulis Imajinasi






Mohon sertakan alamat blog saya ini jika anda ingin mengkopi atau posting ulang cerita ini ke dalam website ataupun blog anda. Terimakasih.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.