Hai semuanya... apa kabarnya kalian hari ini? Saya berharap kalian bahagia selalu dan sehat selalu yaa 😊. Di postingan saya kali ini saya tidak akan menulis tentang trip report seperti pada postingan sebelumnya, kali ini saya hanya ingin sedikit cerita tentang 1 menu makanan yang punya kenangan tersendiri buat saya yaitu Ikan Kembung Balado. Kenapa bisa punya kenangan buat saya? sini saya ceritain! 😁.
Berawal dari sekitar tahun 90an-00an saat saya masih sekolah, di setiap musim liburan saya dan sepupu-sepupu saya selalu main ke rumah opung saya (kakek/nenek dalam bahasa batak), jarak rumah saya dan rumah opung itu tidak jauh, hanya sekitar 5-10 menit saja naik motor dan karena jarak yang dekat ini juga saya sering main ke rumah opung walaupun bukan musim liburan.
Sekilas tentang opung saya, mendiang Opung Doli (kakek) dan mendiang Opung Boru (nenek) memiliki banyak anak termasuk orang tua saya juga anaknya (ya iyalaahh! hahaha..) dan pada saat anak-anaknya sudah menikah, opung pun otomatis punya banyak cucu. Dan biasanya setiap musim liburan cucu-cucunya pada nyerbu rumah opung, jaman kecil tuh yaa bawaannya bahagia aja gitu liburan main ke rumah opung, hehehe...
Karena cucunya pada datang ke rumah beliau dan harus dikasih makan, beliau pun biasanya akan belanja bahan masakan untuk kami para cucunya dan seingat saya opung itu paling sering beli ikan kembung mentah yang banyak lalu dipotong menjadi 2 bagian alias dibagi 2, digoreng kering lalu disambal atau dibalado. Mungkin ikan Kembung pada saat itu paling mudah ditemukan dan juga mungkin paling murah jadinya opung saya cukup sering masak ikan Kembung goreng dan disambal.
Nah ini yang membuat saya mengingatnya sampai sekarang! Jadi dulu mendiang Opung boru saya penglihatannya sudah mulai rabun karena memang sudah usia senja, makanya opung saya dulu tinggalnya bareng dengan om saya yang paling kecil buat nemenin dan bantuin opung dirumah.
Setiap kali beliau memasak makanan buat kami para cucunya, dari sekian banyak cucu yang main ke tempat beliau, sayalah yang paling sering dimintain tolong oleh beliau untuk mengecek apakah ikan Kembung yang sedang ada di wajan sudah berwarna kecoklatan alias matang, bila sudah berwarna kecoklatan saya disuruh angkat ikannya biar gak gosong, hehehe..
Tidak hanya saat menggoreng saja opung suka minta tolong saya, disaat beliau ingin memotong ikan, memotong sayur dan bahan lainnya juga opung biasanya meminta bantuan saya. Saat menumis sayur pun beliau meminta tolong saya untuk masukin sayurnya ke wajan, bumbu dan lainnya, jadi ibaratnya gini, beliau yang ajarin cara-cara masaknya, saya yang masak, didikte gitu tapi dalam hal memasak, hahaha...
Karena momen inilah saya pun akhirnya jadi tertarik untuk belajar masak karena sering membantu opung boru saya masak, walaupun level saya masih level pemula yaa, saya hanya bisa memasak yang sederhana saja seperti goreng-gorengan (ikan goreng, ayam goreng dan lainnya) dan bisa sedikit tumis-tumisan, hehehe...
Ikan Kembung balado yang opung saya bikin biasanya selalu dipadukan sama sayur daun ubi tumbuk khas daerah saya plus nasi panas, oh iyaa...kadang kala opung juga suka masak ikan Teri balado pakai kacang sebagai kondimen/pelengkap dari ikan Kembungnya, jadi semakin nikmat dan meriah deh makan siang/makan malam kita para cucu-cucunya, hahaha...
Karena saking seringnya makan ikan Kembung disambal/dibalado, saya juga sering meminta mendiang Mama saya untuk masak ikan Kembung disambal juga, cuma benar kata orang tua jaman dulu yaa "Beda tangan beda hasil". Kalau ikan Kembung balado buatan opung saya itu berasa cabenya, berasa pedasnya walaupun pedasnya masih dalam batas wajar bukan yang ekstrim pedas, kalau ikan Kembung sambal/balado buatan mama saya itu gimana yaa...
Karena mendiang Mama itu tidak bisa makan yang pedas-pedas jadi walaupun beliau judulnya memasak "Ikan Kembung disambal/dibalado" tapi tidak terasa pedasnya, kayak komposisinya itu 75% tomat, 25% cabe jadi dominannya ya rasa manis tomatnya, hahaha.. Tapi tetap ke 2 masakan mereka sama enaknya, buatan opung enak, buatan mama saya juga enak, hihihi...
Dan sekarang setelah mereka ber 2 pergi untuk selamanya, saya merindukan masakan-masakan mereka ber 2, walaupun saya bisa beli ikan Kembung balado di warung nasi atau bahkan saya memasak sendiri ikan Kembung disambal/dibalado tetap tidak bisa seenak hasil masakan mereka ber 2. I miss them so much! 😊.
Jadi begitulah sedikit cerita saya hari ini, terima kasih karena kalian telah meluangkan waktu untuk membaca cerita saya ini, sampai jumpa lagi di postingan saya berikutnya. Tetap jaga kesehatan dan semoga kita semua selalu berada dalam lindungan-NYA, amiiin...😊.
Created by: Penulis Imajinasi.
Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.
Hi semua.. apa kabar ? saya harap kalian semua dalam keadaan sehat selalu yaa..
Wah, sudah lama yaa saya tidak menulis di blog saya ini.. Maklum, sibuk mencari sesuap nasi, hehehehe.. Di tulisan kali ini saya akan share momen saya saat jalan-jalan ke kota Medan sekitar 2 bulan yang lalu. Saya pergi ke Medan untuk menghadiri pernikahan sepupu saya, yah..semoga saja saya juga bisa segera menikah yaa.. *uhuk uhuk, kode buat pembaca cewek jomblo*.. hahahaa..
DAY 1.
Agar bisa sampai ke Medan dengan waktu yang singkat, saya memilih menggunakan pesawat. Untuk menuju bandara, saya memilih menggunakan bus bandara yang tersedia hampir di setiap terminal di jakarta. Dan kali ini saya memilih terminal Lebak Bulus sebagai titik awal keberangkatan menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Saya memilih menggunakan bus karena harga tiketnya yang terjangkau, cuma Rp. 40.000 saja menuju bandara dan bus ini juga punya pilihan jam keberangkatan yang banyak (kurang lebih setiap 30 menit sekali berangkat dari Lebak Bulus). Selain faktor harga tiket, saya memilih memakai bus juga karena saya senang naik bus, seru gitu deh kalau pas naik bus apalagi kalau berhasil dapat hot seat (bangku baris paling depan), sensasi melihat bus dengan body besar melaju kencang di tol bikin saya happy, hahaha..
Oh iya, di trip kali ini, untuk berangkat menuju Medan, saya memilih pesawat Batik Air (1 grup dengan maskapai Lion Air). Ini baru pertama kalinya saya pakai Batik dan kesan awal saya tentang Batik Air sangat baik dalam melayani penumpang. Walaupun saya hanya beli tiket kelas ekonomi (mampunya yang ekonomi saja, hahaha...) namun fasilitas yang diberikan selama penerbangan cukup baik.
Mulai dari ketepatan waktu keberangkatan, InFlight Entertainment yang memiliki koleksi film/musik cukup lengkap sehingga saya tidak bosan selama penerbangan kurang lebih 2 jam 20 menit dari Jakarta menuju Medan lalu makanan yang diberikan juga cukup enak. Bisa kalian cek di video saya dibawah ini:
Video kesan saya menggunakan Batik Air.
Setelah mendarat di Bandara Internasional Kuala Namu, saya kembali menggunakan bus Bandara untuk menuju ke kota Medan. Dari Bandara menuju kota Medan kira-kira ditempuh dalam waktu 40 menit - 1 jam tergantung kondisi jalanan. Selain bus, di bandara Kuala Namu juga tersedia kereta bandara yang juga menuju ke kota Medan. Namun saya tidak memilih kereta dikarenakan jarak antara stasiun tempat kereta bandara berhenti di Medan cukup jauh dari rumah sepupu saya.
DAY 2.
Hari ke 2 saya di Medan adalah merupakan hari acara pemberkatan pernikahan dan acara adat pernikahan sepupu saya berlangsung sehingga saya sudah mulai beraktifitas dari pagi hari. Tidak banyak foto yang saya ambil karena saya juga turut ambil bagian dalam acara adat sepupu saya. Berikut beberapa momen yang sempat saya abadikan:
Sarapan bersama seluruh keluarga ke 2 mempelai sebelum berangkat ke Gereja untuk pemberkatan.
Suasana saat pemberkatan di Gereja.
Suasana saat acara adat berlangsung.
Seluruh rangkaian acara mulai dari pemberkatan sampai ke acara adat berlangsung dari pagi hingga sore sekitar jam setengah 6. Sehingga saya tidak memiliki banyak waktu untuk mendokumentasikan kegiatan saya pada hari itu.
DAY 3.
Hari ke 3 di Medan saya gunakan untuk menemani atau bahasa kerennya jadi tour guide untuk sepupu saya yang juga datang ke Medan. Menurut sepupu saya, dia terakhir kali ke Medan itu saat masih kecil sehingga pada kesempatan kali ini sepupu saya menyempatkan diri datang ke Medan (sekalian gitu maksudnya, mumpung saya juga lagi ada di Medan, hehehe..)
Setelah berdiskusi dengan sepupu, diputuskanlah pada hari ini kita akan berkunjung ke sebuah Taman yang fotogenic, instagramable yang bernama "The Le Hu Garden". Taman ini terletak di daerah Deli Tua tepatnya di jalan Pendidikan. Sebuah taman wisata untuk umum yang terletak di pinggir kota Medan.
Sebagai gambaran saja, bila kalian memulai titik awal keberangkatannya itu dari Stasiun Kereta Api Kota Medan, maka jarak dari stasiun menuju taman ini kurang lebih 14 km ( rute tercepat versi Google Maps). Menurut informasi yang saya terima, taman ini milik perorangan bukan milik pemerintah daerah, hebat ya punya taman sendiri, hehehe...
Kalau kalian ingin lihat betapa instagramable-nya taman ini, silahkan googling sendiri yaa karena sudah cukup banyak foto beredar di google yang menunjukkan betapa hijau dan asrinya taman satu ini. Saya hanya mengambil beberapa foto saja saat berkunjung ke taman ini. Jika kalian ingin masuk ke dalam taman ini, kalian harus membayar Rp. 10.000 - 15.000 / orang yaa...
Hijau
Rapinya pohon disamping kanan.
Kolam Ikan.
Masih, Kolam ikan :P
Di dalam taman ini juga ada restorannya.
Setelah puas berkeliling di taman ini, kita pun kembali ke tempat sepupu saya menginap. Dan pada malam harinya kita nongkrong sekalian makan malam di Merdeka Walk, sebuah tempat nongkrong/pusat kuliner yang terletak di pusat kota Medan.
DAY 4.
Tema hari ke 4 masih menjadi tour guide sepupu saya,hehehe.. Nah, di hari ini saya dan sepupu bisa dibilang city tour di Medan. Kita berkunjung ke beberapa spot wisata yang ada di sekitaran kota Medan. Mulai dari berkunjung ke sebuah mansion bernama "Tjong A Fie Mansion" lalu lanjut lagi ke "Istana Maimun", setelah itu pindah lagi mengunjungi "Masjid Raya Medan", lalu ngabur lagi ke sebuah Gereja yang memiliki arsitektur bergaya India yang bernama "Graha Maria Annai Velangkanni" dan diakhiri dengan mengunjungi destinasi kuliner di daerah Medan Johor yang bernama "J-Walk".
Tjong A Fie Mansion adalah sebuah rumah 2 lantai milik seorang Saudagar kenamaan Tjong A Fie (1860-1921). Bapak Tjong A Fie adalah perantau dari propinsi Guangdong. Kini rumah peninggalan beliau menjadi salah 1 bangunan tua yang sarat akan sejarah masa lalu kota Medan yang telah dibuka untuk umum antara pukul 09.00 - 17.00.
Untuk dapat masuk ke mansion yang telah berdiri sejak tahun 1900 ini, setiap pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk sebesar Rp. 35.000. Berikut ini adalah beberapa foto yang saya sempat ambil saat berkunjung ke Tjong A Fie Mansion:
Tiket Masuk Tjong A Fie Mansion
Tampak Depan Mansion Tjong A Fie. Saya ambil gambar ini dari lantai 2.
Pemandu sedang menjelaskan sebuah foto keluarga Tjong A Fie.
Family Tree Of Tjong A Fie.
Mr. Tjong A Fie
Medan tempo doeloe.
Ada yang bisa mengartikan ? saya bingung, hehehe...
Galeri poto di dalam Mansion Tjong A Fie
Setelah selesai mengelilingi seluruh ruangan yang ada di mansion ini...oh iya, di beberapa bagian rumah ini ternyata masih dihuni oleh cucu dari bapak Tjong A Fie, sehingga tidak semua ruangan bisa dimasuki oleh pengunjung. Setelah selesai mengelilingi Tjong A Fie Mansion, kita pun lalu melanjutkan city tour dengan berkunjung ke Istana Maimun.
Istana Maimun adalah istana Kesultanan Deli yang juga merupakan salah 1 ikon dari kota Medan. Istana ini terletak di jalan Brigjen Katamso, Medan Maimun. Untuk dapat masuk ke dalam Istana ini siapkan dana sekitar Rp. 5.000-10.000 per orang. Istana ini terdiri dari 2 lantai dan dibangun oleh Sultan Mahmud Al Rasyid Perkasa Alam Shah pada periode 1888 - 1891 yang memiliki luas sekitar 2700-an meter persegi dan terdapat 30 ruangan.
Di area Istana juga terdapat sebuah senjata meriam bernama "Meriam Puntung". Menurut cerita, Meriam Puntung merupakan jelmaan dari Mambang Khayali, adik dari Putri Hijau dari Kerajaan Deli. Beliau menjelma menjadi meriam agar dapat melindungi Istana dari serbuan pasukan Raja Aceh yang tidak terima karena cintanya di tolak oleh Putri Hijau.
Kenapa dinamakan Meriam Puntung ? Konon sejarahnya laras meriam pecah menjadi 2 bagian karena panas dan meledak, meriam digunakan terus menerus untuk menembak. Menurut cerita 1 bagian meriam yang terpecah terlempar jauh sampai ke desa Sukanalu, Kecamatan Barus Jahe, Kabupaten Tanah Karo dan 1 bagian lagi tersimpan di Istana Maimun.
Istana Maimun
Suasana Di Dalam Istana Maimun
Benda bersejarah yang ada di Istana Maimun
Koleksi senjata yang ada di Istana Maimun
Dan sepengetahuan saya (mohon maaf bila salah) beberapa ruangan di Istana ini juga masih ditinggali oleh keluarga Kesultanan Deli hingga saat ini. Setelah puas menjelajah di Istana Maimun, kita pun melanjutkan city tour ke sebuah Masjid yang letaknya tidak jauh dari Istana Maimun yaitu Masjid Raya Al Mashun atau biasa dikenal Masjid Raya Medan.
Masjid Raya Medan adalah sebuah masjid megah yang dibangun pada periode 1906 sampai 1909. Masjid ini berbentuk segi 8 dan merupakan saksi sejarah dari kehebatan Kesultanan Deli pada jamannya. Sultan Mahmud Al Rasyid Perkasa Alam Shah memulai pembangunan Masjid ini pada tahun 1906 dan menghabiskan biaya pembangunan sebesar 1 juta Gulden.
Masjid Raya Medan
Masjid Raya Medan
Setelah dari Masjid Raya kita pun melanjutkan city tour menuju sebuah Gereja yang memiliki Arsitektur India-Mughal yang bernama Graha Maria Annai Velangkanni.
Graha Maria Annai Velangkanni adalah sebuah gereja katolik yang terletak di daerah Tanjung Selamat Medan tepatnya di jalan Sakura III. Gereja ini dibangun mulai tahun 2001 sampai tahun 2005. Gereja ini didirikan oleh Pastor James Bharataputra S.J dan menurut yang saya ketahui (mohon maaf bila salah) seluruh biaya untuk pembangunan gereja ini didapatkan dari para donatur dari berbagai ras, agama dan kebangsaan.
Graha Maria Annai Velangkanni
Graha Maria Annai Velangkanni.
Setelah puas melihat-lihat di dalam area gereja ini, kita pun menyempatkan diri untuk mampir di sebuah destinasi kuliner di daerah Medan Johor bernama J-Walk.
J-Walk Park adalah sebuah tempat nongkrong plus pusat kuliner di kota Medan yang terletak di dalam komplek perumahan J-City di daerah Medan Johor. Sebenarnya ada satu tempat kulineran juga di kota Medan yang bernama Merdeka Walk namun kali ini kita ingin mencoba nongkrong di J-Walk.
J Walk ini sendiri berada di jalan Karya Wisata, Medan Johor. Tidak sulit menemukan tempat ini apalagi kalau kalian pake maps, tinggal cari aja J Walk Medan. Sebagai gambaran saja, jika dari Stasiun Kereta Api Medan, tempat kuliner ini hanya berjarak 9-10 km saja dari stasiun.
Pizza Mie Mozzarella, J-Walk Medan.
Video rangkuman spot wisata di Medan yang telah saya kunjungi.
DAY 5.
Di hari ke 5 saya dan sepupu tidak lagi jalan-jalan di kota Medan. Di hari ini kita bersiap-siap untuk pergi ke Bandara Kuala Namu dikarenakan hari ini adalah jadwalnya saya dan sepupu kembali pulang ke kota masing-masing. Untuk pulang menuju Jakarta, saya mempercayakan perjalanan pulang saya bersama maskapai Citilink yang notabene masih 1 grup dengan maskapai Garuda Indonesia.
Pesawat Citilink
Dan berakhirlah sudah jalan-jalan saya di kota Medan selama 5 hari. Sampai berjumpa di artikel saya berikutnya yaa dan terima kasih sudah membaca tulisan ini. Tetap sehat dan tetap semangat ! :).
Created By: Penulis Imajinasi
Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.
Hai Hai.. Halooo semuaanyaa.. Apa kabar semuanya? Semoga semuanya dalam keadaan baik dan sehat selalu ya... Di coretan saya kali ini saya akan sedikit sharing tentang pengalaman saya dan juga pacar saya saat kita travelling (sstt.. this is our 1st trip loch..hehehe *cuma info* *gak penting* *tapi tetap harus dibaca* hahahahaa..) saat libur Idul Adha yang baru beberapa hari berlalu.. Setelah melalui diskusi yang alot (read: saking banyaknya destinasi yang mau didatangin akhirnya kita sampe bingung memutuskan mau kemana... :p ) terpilih lah kota Bandar Lampung sebagai destinasi kita di long weekend kali ini.. (by the way busway sih tadinya pengen ke Surabaya namun gagal karena 1 hal dan lainnya (cie cie bahasanya..) hahaha... Kenapa kita akhirnya memilih Lampung sebagai destinasi kita pada long weekend kali ini dikarenakan jarak dari Jakarta yang tidak terlalu jauh, hanya butuh 30 menit naik pesawat dan kamu sudah sampai di kota Lampung plus juga harga tiket pesawat yang tidak terlalu mahal (bila dibandingkan dengan kota lainnya). Selain itudikarenakan kita juga belum pernah menginjakkan kaki di propinsi Bandar Lampung, jadi yaa sekalian jalan-jalan sekalian explore tempat baru gituuu,hehehehe... :D DAY 1 Daaaannn... akhirnya pemirsahh.. setelah beli tiket dan booking hotel melalui salah 1 aplikasi travel online, ditentukanlah keberangkatan kita pada tanggal 10 Sept 16 sore hari.. Kenapa sore?? simple! karena harga tiketnya lebih murah, hahahaa... Dengan cukup membayar 665ribuan/orang, kami sudah mendapatkan tiket PP Jakarta-Lampung, perginya dengan NAM Air dan pulangnya memakai Sriwijaya Air. Meting point yang kita sepakati adalah terminal 2F Bandara Soetta, karena di terminal inilah pesawat yang akan membawa kita ke Lampung, parkir, hehehe... Saya memilih menggunakan Bus Damri tujuan Bandara untuk meluncur menuju 2F, (bus bandara ini tersedia di semua terminal bus di Jakarta maupun kota sekitar jakarta loh).. Hanya bayar 40ribu saja, saya sudah sampai di bandara,hehehe..
Tiket bus Bandara.
Dengan menggunakan armada pesawat dari maskapai NAM AIR, pada pukul 17.00 kami pun bertolak menuju Lampung dan penerbangan ini adalah penerbangan tersingkat yang kami pernah rasakan, hanya 30 menit mengudara dan kami pun mendarat di Bandara Radin Inten II, Bandar Lampung.
Foto sebelum terbang dan saat sedang di udara.
Sesaat setelah mendarat, poto dulu baru cuzz keluar bandara :p
Setelah mendarat, kami pun segera keluar bandara dan mencari driver dari rental yang sebelumnya telah kami minta untuk menjemput di bandara.
By the way, sekedar info aja gaes, Bandara di Lampung itu tidak berada di pusat kota Lampung, tetapi berada di Branti Raya, Lampung Selatan (kurang lebih 30-45menit dari pusat kota Lampung). Inilah perusahaan rental mobil yang kami sewa untuk antar-jemput bandara plus juga kami menyewa mobil sebagai alat transportasi kami selama di lampung, CV. Tsamania Lintas Usaha. Drivernya cukup ramah, cekatan dan sangat paham lokasi wisata di lampung plus jugak customer servicenya cukup fast respon, ramah dan kooperatif :).
So buat kalian yang ingin pergi ke lampung, bisa memakai jasa taksi (Loket taksi tersedia di dalam bandara) atau bisa juga meminta rental mobil untuk menjemput kalian di bandara.
Antar/Jemput Bandara + Sewa Mobil.
Setelah bertemu dengan driver, kami pun bergegas meluncur menuju hotel. Bukan apa-apa sih, cuma saya dan pacar sudah kangen sama benda bernama Bantal Guling, hahahaha....
Hotel yang kita pilih kali ini adalah Whiz Prime Hotel yang terletak di jalan A. Yani,Bandar Lampung. (bai de wai, tepatnya sih pacar saya yang pilih ini hotel, sebagai pacar yang baik saya hanya menuruti keinginannya saja supaya dia bahagia, hahaha.. :p)
Di hotel sembari menunggu lift, selfie sajahlah.. :p
Whiz Prime Hotel A. Yani, Lampung.
Kamar yang kita pesan, csantikz! :p
Foto Kolase hasil bikinan sang pacar :D
Saat check-in, pacar saya ditanya oleh mba resepsionisnya, "Tidak takut ketinggian kan bu?? " Saya dan pacar saya sempat kebingungan dengan pertanyaan itu dan ternyata tujuan dari pertanyaan itu karena kami mendapatkan kamar di lantai 16.
Waw! Pasti viewnya bagooss! Dan inilah view dari lantai 16...
View Dari Lantai 16, Whiz Prime Hotel Lampung.
Boleh dibilang kita itu beruntung yah, karena kami mendapatkan diskon dari aplikasi travel online saat pacar saya mem-booking hotel ini. Well bila mengikuti rate normal, seharusnya kami dikenakan rate 700ribuan per kamar untuk 2 malam, tapi karena dapat diskon, cukup dengan 670ribuan saja per kamar untuk 2 malam,hehehehe...
Tidak ada aktifitas apapun di hari 1 kita di Lampung, kami hanya keluar hotel untuk menuju minimarket membeli cemilan dan juga air mineral, hehehe..
DAY 2
Pagi hari, setelah kita sarapan (um saya doang sih yang sarapan, pacar saya mah jarang sarapan pagi, hahaha.. :p) sekitar pukul 9 lebih 60 menit (hah?? :p), kita pun memulai perjalanan mengunjungi beberapa tempat wisata seperti Pantai Mutun yang berdekatan dengan Pulau Tangkil, Vihara tertua di Lampung, Pusat oleh-oleh khas Lampung di Jalan Ikan Kakap (lokasinya bersebrangan dengan Vihara, sama-sama di Jalan Ikan Kakap).
Lalu kita juga mencicipi kuliner khas dari Lampung, Pindang Patin dan Pepes Ikan Sambal Tempoyak di RM. Rasa Palembang. Setelah kenyang, kita pun melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi Lembah Hijau, Area Taman Satwa(1 lokasi dengan Lembah Hijau) dan tak lupa pula mengunjungi Mall Boemi Kedaton, salah 1 mall besar di kota Lampung.
Well, tak perlu panjang Lebar lagi, berikut ini poto-poto kita keliling Lampung, cekidot yak! :D
Poto kaki hasil request pacar saya! Gak ada objek lain apa sayang?? hehehe..
Pantai MUTUN dengan Pulau Tangkil tepat berada di sebrang Pantai.
Masih Tentang Pantai MUTUN, LAMPUNG
Selfie di pantai?? Wajib coy!
Video saya saat berada di Pantai Mutun.
Panorama Pantai Mutun, Bandar Lampung
Foto Di Vihara Tertua Di Lampung, sudah berdiri dari tahun 1850, saksi bisu dahsyatnya Letusan Krakatau tahun 1883.
Vihara Thay Hin Bio. (Pacar saya fotonya ber 2, bikin jealous ajah! huh! :p).
Pindang Patin & Pepes Ikan Baung Sambel Tempoyak.
Bon Makan Siang kita ber 3 (plus driver) di RM. Rasa Palembang.
Harga Tiket Masuk Lembah Hijau (NB: Untuk memasuki area Taman Satwa, kamu wajib membeli tiket lagi seharga 25ribu rupiah).
Pose Di Depan Lembah Hijau.
Poto bareng sepasang Kakak Tua saat masuk ke area Taman Satwa.
Pacar saya pose sama Gajah Dari Way Kambas.
Masjid Agung Al Furqon (Masjid Terbesar di kota Lampung)
Salah 1 jalan di kota Lampung (Yang pasti sih bebas macet! Cihuyy banget deh?! :P).
Tak ketinggalan mampir di Mall Boemi Kedaton hanya untuk nonton film, hihihi.. :p
Daaaaaann itulah setumpuk foto-foto kita saat city tour di kota Lampung pada hari ke 2. Mengunjungi kota yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya memang memiliki kepuasan tersendiri yah :).
Ada 1 hal menarik yang saya amati selama berada di Lampung, sejauh mata memandang, selama berada di Lampung, saya selalu melihat Mahkota Siger di pasang hampir di semua bangunan dan badan instansi pemerintahan dan swasta.
Bagi yang belum tau apa itu Mahkota Siger, saya akan jelaskan secara singkat. Mahkota Siger merupakan simbol dari propinsi Bandar Lampung. Mahkota Siger ini biasanya di pakai sebagai mahkota mempelai wanita dalam suatu acara pernikahan di Suku Lampung. Jaman dahulu, mahkota Siger terbuat dari emas asli dan tidak hanya di pakai saat acara pernikahan saja melainkan juga di pakai sebagai perhiasan sehari-hari.
DAY 3
Di hari ke 3 ini tidak ada kegiatan yang kami lakukan karena memang di hari ini kami menjadwalkan penerbangan pulang ke jakarta. Pada pukul 6.00 pagi kita sudah check out dari hotel dan langsung menuju airport karena pada pukul 8.10 kami akan terbang kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air dan liburan long weekend kali ini pun berakhir sudah.
Bagi kamu-kamu yang ingin jalan-jalan ke Bandar Lampung juga, dibawah ini kisaran biaya (harga dapat berubah setiap saat) yang harus disiapkan:
(bisa lebih ataupun kurang tergantung gaya travelling masing2 yaa... )
-Tiket Pesawat Lampung - Jakarta (PP): Rp. 665ribu/org -Hotel Whiz Prime Lampung: Rp. 670ribu/kamar/untuk 2malam -Jemput Bandara/Drop ke Bandara: Rp. 135ribu/trip -Sewa Mobil Toyota Avanza 1 hari (Mobil + Driver): Rp. 375ribu/hari (tidak termasuk BBM yaa) -Wisata Kuliner di Lampung: Rp. 196ribu (3orang) -Tiket masuk ke tempat wisata di Lampung: Rp. 150ribu (bisa lebih jika lebih banyak tempat yang dikunjungi)
Sampai jumpa di next trip saya dan pacar saya yah, bye-bye guys...
Created By: Penulis Imajinasi.
Mohon sertakan alamat blog saya ini jika anda ingin mengkopi atau posting ulang cerita ini ke dalam website ataupun blog anda. Terimakasih