Tampilkan postingan dengan label alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 April 2019

[TRAVELLING] Explore Medan: Tjong A Fie Mansion & Maimoon Palace.


Hi semua.. apa kabar ? saya harap kalian semua dalam keadaan sehat selalu yaa..

       Wah, sudah lama yaa saya tidak menulis di blog saya ini.. Maklum, sibuk mencari sesuap nasi, hehehehe.. Di tulisan kali ini saya akan share momen saya saat jalan-jalan ke kota Medan sekitar 2 bulan yang lalu. Saya pergi ke Medan untuk menghadiri pernikahan sepupu saya, yah..semoga saja saya juga bisa segera menikah yaa.. *uhuk uhuk, kode buat pembaca cewek jomblo*.. hahahaa..

DAY 1.
       Agar bisa sampai ke Medan dengan waktu yang singkat, saya memilih menggunakan pesawat. Untuk menuju bandara, saya memilih menggunakan bus bandara yang tersedia hampir di setiap terminal di jakarta. Dan kali ini saya memilih terminal Lebak Bulus sebagai titik awal keberangkatan menuju Bandara Soekarno-Hatta.

       Saya memilih menggunakan bus karena harga tiketnya yang terjangkau, cuma Rp. 40.000 saja menuju bandara dan bus ini juga punya pilihan jam keberangkatan yang banyak (kurang lebih setiap 30 menit sekali berangkat dari Lebak Bulus). Selain faktor harga tiket, saya memilih memakai bus juga karena saya senang naik bus, seru gitu deh kalau pas naik bus apalagi kalau berhasil dapat hot seat (bangku baris paling depan), sensasi melihat bus dengan body besar melaju kencang di tol bikin saya happy, hahaha..

       Oh iya, di trip kali ini, untuk berangkat menuju Medan, saya memilih pesawat Batik Air (1 grup dengan maskapai Lion Air). Ini baru pertama kalinya saya pakai Batik dan kesan awal saya tentang Batik Air sangat baik dalam melayani penumpang. Walaupun saya hanya beli tiket kelas ekonomi (mampunya yang ekonomi saja, hahaha...) namun fasilitas yang diberikan selama penerbangan cukup baik.


       Mulai dari ketepatan waktu keberangkatan, InFlight Entertainment yang memiliki koleksi film/musik cukup lengkap sehingga saya tidak bosan selama penerbangan kurang lebih 2 jam 20 menit dari Jakarta menuju Medan lalu makanan yang diberikan juga cukup enak. Bisa kalian cek di video saya dibawah ini:


Video kesan saya menggunakan Batik Air.



       Setelah mendarat di Bandara Internasional Kuala Namu, saya kembali menggunakan bus Bandara untuk menuju ke kota Medan. Dari Bandara menuju kota Medan kira-kira ditempuh dalam waktu 40 menit - 1 jam tergantung kondisi jalanan. Selain bus, di bandara Kuala Namu juga tersedia kereta bandara yang juga menuju ke kota Medan. Namun saya tidak memilih kereta dikarenakan jarak antara stasiun tempat kereta bandara berhenti di Medan cukup jauh dari rumah sepupu saya.



DAY 2.
       Hari ke 2 saya di Medan adalah merupakan hari acara pemberkatan pernikahan dan acara adat pernikahan sepupu saya berlangsung sehingga saya sudah mulai beraktifitas dari pagi hari. Tidak banyak foto yang saya ambil karena saya juga turut ambil bagian dalam acara adat sepupu saya. Berikut beberapa momen yang sempat saya abadikan:



Sarapan bersama seluruh keluarga ke 2 mempelai sebelum berangkat ke Gereja untuk pemberkatan.


Suasana saat pemberkatan di Gereja.

Suasana saat acara adat berlangsung.

       Seluruh rangkaian acara mulai dari pemberkatan sampai ke acara adat berlangsung dari pagi hingga sore sekitar jam setengah 6. Sehingga saya tidak memiliki banyak waktu untuk mendokumentasikan kegiatan saya pada hari itu.


DAY 3.
       Hari ke 3 di Medan saya gunakan untuk menemani atau bahasa kerennya jadi tour guide untuk sepupu saya yang juga datang ke Medan. Menurut sepupu saya, dia terakhir kali ke Medan itu saat masih kecil sehingga pada kesempatan kali ini sepupu saya menyempatkan diri datang ke Medan (sekalian gitu maksudnya, mumpung saya juga lagi ada di Medan, hehehe..)


       Setelah berdiskusi dengan sepupu, diputuskanlah pada hari ini kita akan berkunjung ke sebuah Taman yang fotogenic, instagramable yang bernama "The Le Hu Garden". Taman ini terletak di daerah Deli Tua tepatnya di jalan Pendidikan. Sebuah taman wisata untuk umum yang terletak di pinggir kota Medan.


       Sebagai gambaran saja, bila kalian memulai titik awal keberangkatannya itu dari Stasiun Kereta Api Kota Medan, maka jarak dari stasiun menuju taman ini kurang lebih 14 km ( rute tercepat versi Google Maps). Menurut informasi yang saya terima, taman ini milik perorangan bukan milik pemerintah daerah, hebat ya punya taman sendiri, hehehe...


       Kalau kalian ingin lihat betapa instagramable-nya taman ini, silahkan googling sendiri yaa karena sudah cukup banyak foto beredar di google yang menunjukkan betapa hijau dan asrinya taman satu ini. Saya hanya mengambil beberapa foto saja saat berkunjung ke taman ini. Jika kalian ingin masuk ke dalam taman ini, kalian harus membayar Rp. 10.000 - 15.000 / orang yaa...


Hijau

Rapinya pohon disamping kanan.

Kolam Ikan.

Masih, Kolam ikan :P

Di dalam taman ini juga ada restorannya.


       Setelah puas berkeliling di taman ini, kita pun kembali ke tempat sepupu saya menginap. Dan pada malam harinya kita nongkrong sekalian makan malam di Merdeka Walk, sebuah tempat nongkrong/pusat kuliner yang terletak di pusat kota Medan.  



DAY 4.
       Tema hari ke 4 masih menjadi tour guide sepupu saya,hehehe.. Nah, di hari ini saya dan sepupu bisa dibilang city tour di Medan. Kita berkunjung ke beberapa spot wisata yang ada di sekitaran kota Medan. Mulai dari berkunjung ke sebuah mansion bernama "Tjong A Fie Mansion" lalu lanjut lagi ke "Istana Maimun", setelah itu pindah lagi mengunjungi "Masjid Raya Medan", lalu ngabur lagi ke sebuah Gereja yang memiliki arsitektur bergaya India yang bernama "Graha Maria Annai Velangkanni" dan diakhiri dengan mengunjungi destinasi kuliner di daerah Medan Johor yang bernama "J-Walk".


       Tjong A Fie Mansion adalah sebuah rumah 2 lantai milik seorang Saudagar kenamaan Tjong A Fie (1860-1921). Bapak Tjong A Fie adalah perantau dari propinsi Guangdong. Kini rumah peninggalan beliau menjadi salah 1 bangunan tua yang sarat akan sejarah masa lalu kota Medan yang telah dibuka untuk umum antara pukul 09.00 - 17.00.


       Untuk dapat masuk ke mansion yang telah berdiri sejak tahun 1900 ini, setiap pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk sebesar Rp. 35.000. Berikut ini adalah beberapa foto yang saya sempat ambil saat berkunjung ke Tjong A Fie Mansion:


Tiket Masuk Tjong A Fie Mansion

Tampak Depan Mansion Tjong A Fie. Saya ambil gambar ini dari lantai 2.

Pemandu sedang menjelaskan sebuah foto keluarga Tjong A Fie.

Family Tree Of Tjong A Fie.

Mr. Tjong A Fie

Medan tempo doeloe.

Ada yang bisa mengartikan ? saya bingung, hehehe...

Galeri poto di dalam Mansion Tjong A Fie

       Setelah selesai mengelilingi seluruh ruangan yang ada di mansion ini...oh iya, di beberapa bagian rumah ini ternyata masih dihuni oleh cucu dari bapak Tjong A Fie, sehingga tidak semua ruangan bisa dimasuki oleh pengunjung. Setelah selesai mengelilingi Tjong A Fie Mansion, kita pun lalu melanjutkan city tour dengan berkunjung ke Istana Maimun.


       Istana Maimun adalah istana Kesultanan Deli yang juga merupakan salah 1 ikon dari kota Medan. Istana ini terletak di jalan Brigjen Katamso, Medan Maimun. Untuk dapat masuk ke dalam Istana ini siapkan dana sekitar Rp. 5.000-10.000 per orang. Istana ini terdiri dari 2 lantai dan dibangun oleh Sultan Mahmud Al Rasyid Perkasa Alam Shah pada periode 1888 - 1891 yang memiliki luas sekitar 2700-an meter persegi dan terdapat 30 ruangan.


       Di area Istana juga terdapat sebuah senjata meriam bernama "Meriam Puntung". Menurut cerita, Meriam Puntung merupakan jelmaan dari Mambang Khayali, adik dari Putri Hijau dari Kerajaan Deli. Beliau menjelma menjadi meriam agar dapat melindungi Istana dari serbuan pasukan Raja Aceh yang tidak terima karena cintanya di tolak oleh Putri Hijau.


       Kenapa dinamakan Meriam Puntung ? Konon sejarahnya laras meriam pecah menjadi 2 bagian karena panas dan meledak, meriam digunakan terus menerus untuk menembak. Menurut cerita 1 bagian meriam yang terpecah terlempar jauh sampai ke desa Sukanalu, Kecamatan Barus Jahe, Kabupaten Tanah Karo dan 1 bagian lagi tersimpan di Istana Maimun.


Istana Maimun

Suasana Di Dalam Istana Maimun

Benda bersejarah yang ada di Istana Maimun

Koleksi senjata yang ada di Istana Maimun


       Dan sepengetahuan saya (mohon maaf bila salah) beberapa ruangan di Istana ini juga masih ditinggali oleh keluarga Kesultanan Deli hingga saat ini. Setelah puas menjelajah di Istana Maimun, kita pun melanjutkan city tour ke sebuah Masjid yang letaknya tidak jauh dari Istana Maimun yaitu Masjid Raya Al Mashun atau biasa dikenal Masjid Raya Medan.


       Masjid Raya Medan adalah sebuah masjid megah yang dibangun pada periode 1906 sampai 1909. Masjid ini berbentuk segi 8 dan merupakan saksi sejarah dari kehebatan Kesultanan Deli pada jamannya. Sultan Mahmud Al Rasyid Perkasa Alam Shah memulai pembangunan Masjid ini pada tahun 1906 dan menghabiskan biaya pembangunan sebesar 1 juta Gulden.


Masjid Raya Medan

Masjid Raya Medan


       Setelah dari Masjid Raya kita pun melanjutkan city tour menuju sebuah Gereja yang memiliki Arsitektur India-Mughal yang bernama Graha Maria Annai Velangkanni.


       Graha Maria Annai Velangkanni adalah sebuah gereja katolik yang terletak di daerah Tanjung Selamat Medan tepatnya di jalan Sakura III. Gereja ini dibangun mulai tahun 2001 sampai tahun 2005. Gereja ini didirikan oleh Pastor James Bharataputra S.J dan menurut yang saya ketahui (mohon maaf bila salah) seluruh biaya untuk pembangunan gereja ini didapatkan dari para donatur dari berbagai ras, agama dan kebangsaan.

Graha Maria Annai Velangkanni

Graha Maria Annai Velangkanni.


       Setelah puas melihat-lihat di dalam area gereja ini, kita pun menyempatkan diri untuk mampir di sebuah destinasi kuliner di daerah Medan Johor bernama J-Walk.


       J-Walk Park adalah sebuah tempat nongkrong plus pusat kuliner di kota Medan yang terletak di dalam komplek perumahan J-City di daerah Medan Johor. Sebenarnya ada satu tempat kulineran juga di kota Medan yang bernama Merdeka Walk namun kali ini kita ingin mencoba nongkrong di J-Walk.


       J Walk ini sendiri berada di jalan Karya Wisata, Medan Johor. Tidak sulit menemukan tempat ini apalagi kalau kalian pake maps, tinggal cari aja J Walk Medan. Sebagai gambaran saja, jika dari Stasiun Kereta Api Medan, tempat kuliner ini hanya berjarak 9-10 km saja dari stasiun.


Pizza Mie Mozzarella, J-Walk Medan.


Video rangkuman spot wisata di Medan yang telah saya kunjungi.



DAY 5.
       Di hari ke 5 saya dan sepupu tidak lagi jalan-jalan di kota Medan. Di hari ini kita bersiap-siap untuk pergi ke Bandara Kuala Namu dikarenakan hari ini adalah jadwalnya saya dan sepupu kembali pulang ke kota masing-masing. Untuk pulang menuju Jakarta, saya mempercayakan perjalanan pulang saya bersama maskapai Citilink yang notabene masih 1 grup dengan maskapai Garuda Indonesia.


Pesawat Citilink


       Dan berakhirlah sudah jalan-jalan saya di kota Medan selama 5 hari. Sampai berjumpa di artikel saya berikutnya yaa dan terima kasih sudah membaca tulisan ini. Tetap sehat dan tetap semangat ! :).






Created By: Penulis Imajinasi







Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.











Selasa, 08 Agustus 2017

{TRAVELLING} Weekend Trip, Lembang - West Java..




Heloo heloo.. i'm back..hehehee..

Apa kabar gaes ? semoga kalian semua yang baca artikel ini sehat selalu ya.. ☺

Dalam artikel saya kali ini, saya akan menceritakan tentang trip saya minggu lalu ke daerah Lembang, Jawa Barat.. Di Lembang sendiri banyak sekali tempat wisata yang menarik, salah satunya yang saya kunjungi yaitu Farm House Susu Lembang dan Rumah Guguk Petshop.


Lokasi Farm House Lembang bisa kamu cek disini yaa (Peta Farm House Lembang).
dan juga buat kamu pecinta binatang, kamu coba deh berkunjung ke Rumah Guguk Petshop. Disini kamu bisa bebas bermain dengan berbagai jenis Anjing dari segala ras. Cekidot lokasinya disini yak,hehe.. ---> (Peta Rumah Guguk)


DAY 1.
Diawali berangkat sabtu pagi dari jakarta, saya tiba di bandung sekitar pukul 12.30 siang di sebuah mall di area Pasteur, yaitu Bandung Trade Centre (BTC). Yup, inilah meeting point saya dan pacar saya. Tidak banyak kegiatan yang dilakukan pada hari sabtu ini, kita hanya jadi anak mall saja dan yang pasti sih kulineran, hehehe..


Kalau main ke BTC, jangan lupa mampir ke Foodcourt di lantai atas yah, di area ini kamu akan menemukan buanyaaaaaak sekali jenis makanan (ya iyalah, namanya juga foodcourt, ya kan ?? hahaha..), mulai dari snack sampe makanan berat. mulai dari makanan ala Nusantara, Oriental sampai Western juga dapat dijumpai ditempat ini.


Dan pada kesempatan kali ini, saya & pacar mencicipi 2 jenis snack dari 2 negara berbeda (ceilah..hahaha..). Tapi emang beneran beda negara sih gaes, snack pertama itu namanya "Tahu Brintik" (Indonesia banget,hehehe....). Snack ini biasanya disajikan dengan toping saus sambal + mayonaise.


Nah snack yang ke 2, ala negeri sakura, Jepang, yaitu "Obanyaki". Um, menurut Wikipedia sih, Obanyaki itu kue khas Jepang yang berisi selai kacang merah tapi kalau Obanyaki yang saya beli sih berisi selai vanila dan strawberry. Oiya, isiannya bisa kamu request loh sesuai selera, selain selai diatas, ada juga coklat dan lain-lain.


Obanyaki

Tahu Brintik


Setelah puas ngemil dan capek keliling-keliling BTC, saya & pacar pun melanjutkan perburuan kuliner kita dan kali ini kami mencoba sebuah restoran di daerah Sukajadi yaitu Bakmi Apin Sukajadi Bandung (Lokasi Bakmi Apin). Lokasi resto ini berdekatan dengan mall Paris Van Java, kira-kira 300 meter setelah PVJ ke arah atas dan posisinya ada disebelah kanan alias disebrang PVJ.


Menu yang dijual di resto ini cukup beragam, ada mie, kwetiaw, bihun sampe nasi-nasian. Sayang saya lupa foto daftar menu yang ada di restoran ini. Setelah melihat-lihat menunya, akhirnya saya memutuskan untuk memesan makanan favorit saya, nasgor. Sementara sang pacar memesan Bakmi Yamien Asin Pangsit. Setelah makanan kami datang, saya sudah tidak kepikiran lagi untuk foto nasgor yang saya pesan (sudah kelaperan, hahahaa...). Syukurnya pacar saya masih sempat mengambil foto makanannya sebelum dia makan, hehehe...


Bakmi Yamien Asin Pangsit

Range harga di restoran ini mulai dari 15 ribuan untuk makanan dan 4 ribuan untuk minuman. Untuk rasanya, dari angka 1 - 10, saya kasih nilai 8.5, enak rasanya,hehehe.. Setelah kenyang, kami pun beristirahat agar bisa bangun pagi di hari minggunya untuk memulai perjalanan ke Farm House dan Rumah Guguk.


DAY 2.
Alarm berbunyi pukul 7 pagi, saya masih mager dari kasur, alarm pun saya matikan tapi si pacar sudah WA ajah, nyuruh saya bangun, hufft.. 5 menit lagi ahh sayang...zz..zzz..zzz.... hehehe..
Setelah mandi,sarapan akhirnya ready to go! hehehe... langsung dah, cuss menuju tempat pertama, Farm House.


Farm House ini cukup mudah di temukan kok, karena terletak di tepi jalan raya Lembang dan yang pasti ada tulisan super guedeee di depannya, hehehe.. Tempat ini cocok buat kamu yang ingin foto-foto ria dengan background perbukitan dan banyak spot menarik yang juga terdapat di dalam area Farm House, seperti Rumah The Hobbit.


Sekedar saran saja, kalau mau ke Farm House,sebaiknya sih pagi yah, karena jalanannya belum macet cet cet...kalau udah siang mah waahhh...bisa lama sampenya, hehehe...
Jam 8 pagi kami pun meluncur ke Lembang dan yap, masih sepi coy jalanannya, hehehe...


Sekitar jam 9an kami tiba di lokasi dan wadaw.... sudah rameeeeee....parkiran aja udah hampir pull ehh full... syukurnya sih masih dapat parkir di area dalam Farm House,hehehe...


Sudah beli tiket, parkir dan langsung keliling dah kita.. oia, jangan buang tiket Farm Housenya ya gaes, karena bisa kalian tukarkan dengan susu atau makanan. lumayan kaann, hehehe...
Di lokasi ini banyak sekali titik atau spot bagus untuk berfoto and memang sih,rata-rata pengunjung yang saya lihat saat saya berada disana selalu memegang kamera, mulai dari kamera handphone sampai kamera pro semisal SLR.



Dan ini beberapa poto yang kita ambil saat berada di Farm House, cekidot yak gaes.. hehe..


Tiket masuk Farmhouse

Nyusu gratis tis tis tis... 

Aer mancuurr...


viewnya tjakep..

numpang mejeng..hehehe..

mojok dulu fotonya..hehehe..

Kincir Angin...

Selfie sama domba..

Kasih makan domba...




ampun bang..ampun...

Love Lock Area (gembok cinta)...
gembok kita berdua..
Ini di toko oleh-oleh, boleh kakaa oleh-olehnya....☺

Farm House memang menjadi tempat favorit wisatawan untuk menghabiskan waktu weekend, karena semakin siang tempat ini semakin ramai saja dan sudah waktunya juga untuk kita pindah ke lokasi ke 2, Rumah Guguk... ahh, senangnya bakal bertemu doggie yang lucu - lucu, hehehe...


Setelah keluar area farmhouse, jalanan sudah ramai dan padat, tapi syukurnya sih belum terlalu macet,sehingga tidak butuh waktu lama kami pun tiba di Rumah Guguk. Cukup bayar tiket seharga 50ribu, kamu sudah bisa masuk ke 2 area yang terpisah, yaitu area doggy besar, dan area doggy kecil. Berhubung saya adalah fans anjing yang badannya besar, saya menghabiskan waktu lebih lama di area doggy besar, bermain-main dengan doggy besar yang kalau berdiri dengan kaki belakangnya, tinggi anjingnya bisa menyamai tinggi saya,hahaha...


Di area anjing besar ini juga terdapat berbagai macam jenis hewan lain seperti kelinci, domba, burung. Oia Rumah guguk ini petshop gaes, di bagian depannya itu toko yang menjual segala jenis kebutuhan anjing, terus ada juga area grooming, dan yang terakhir kandang tempat puppy-puppy yang lucu dan menggemaskan. Oia, puppynya dijual loh, jadi kalian bisa bawa pulang, asal bayar dulu yah, hahaha...


Naah, berikut ini gaes foto yang kita ambil sewaktu berada di Rumah Guguk, cekidot kakaa....


Hi Husky a.k.a Coklat.. 

Becanda ala doggy, gigit-gigitan..hahaha...

mereka lagi meeting, jangan diganggu.. ☺

Di pijit dulu yak njing..hehehe..

eh eh, di foto tuh, liat kamera dong..hahaha..

dielus-elus biar kalem anjingnya..

tidur siang dulu yaa.. hehe...

Oia, di area ini kalian juga bisa kasih makan doggynya loh gaes, penjaganya menjajakan daging yang sudah di potong kecil-kecil seharga 15ribu/plastik dan kamu langsung deh bisa kasih makan anjing-anjingnya, hehehe...


Hhmm...senangnya bisa datang ke 2 tempat sekaligus saat berada di Lembang, semoga lain waktu bisa mengunjugi tempat wisata lainnya karena di daerah Lembang banyak sekali tempat wisata yang keren-keren, terimakasih juga saya ucapkan buat bapak driver yang sudah bersedia macet-macetan mengantarkan kami ke Lembang, jangan kapok ya pak, hahaha...



Sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya yaa gaes, bye-bye..








Created By: Penulis Imajinasi






Mohon sertakan alamat blog saya ini jika anda ingin mengkopi atau posting ulang cerita ini ke dalam website ataupun blog anda. Terimakasih.













Rabu, 19 Juli 2017

{TRAVELLING} 2 Hari 1 Malam, Sukabumi Trip..



Hi Gaes.. i'm back! ha ha ha ha (ketawa ala raksasa)..hehe..

Semoga kalian yang membaca tulisan ini selalu diberi kesehatan dan dilindungi oleh Tuhan YME.. kalau saya sih sambil ngetik sambil pake masker, bersin-bersin terooosss.. 
haatchie.. uupss.. hehe...


Di tulisan kali ini saya akan sharing tentang trip saya ke Sukabumi menggunakan mobil. Trip saya kali ini adalah untuk menghadiri pesta pernikahan sepupu saya di Sukabumi yang telah dilaksanakan pada awal Juli lalu. Buat yang belum tahu Sukabumi itu dimana, bisa cek disini yak ( Peta Sukabumi ) hehehe...


Sebenarnya selain membawa kendaraan pribadi, bila kamu ingin datang ke Sukabumi, bisa naik mobil travel atau biasa disebut Kol Bogor (rutenye Bogor  - Sukabumi),atau bisa juga naik Kereta Api Pangrango (rute Bogor - Sukabumi) dan untuk kamu yang di jakarta tersedia medium bus bernama "Parung Indah" (rute Jakarta - Sukabumi) atau bus besar seperti Langgeng Jaya. Kalau saran saya sih naik kereta aja gaes, anti macet, hahahaha...


Menurut Wikipedia Kota Sukabumi , terdapat dua pendapat mengenai asal nama Sukabumi. Pendapat ini dikemukakan oleh seorang ahli bedah dan administratur perkebunan kopi & teh berkebangsaan Belanda bernama Andries Christoffel Johannes de Wilde.
Pendapat pertama mengatakan bahwa nama Sukabumi berasal dari kata Bahasa Sunda, yaitu Suka dan Bumen (Menetap) yang bermakna suatu kawasan yang disukai untuk menetap. 


Pendapat kedua mengatakan bahwa nama Sukabumi berasal dari kata Bahasa Sanskerta, yaitu Suka (kesenangan, kebahagiaan, kesukaan) dan Bhumi (Bumi, Tanah) sehingga nama Sukabumi memiliki arti "Bumi yang disenangi" atau "Bumi yang disukai".


Letak geografis Sukabumi berada di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango dengan ketinggian 584 mdpl, hal ini pula yang menyebabkan iklim di kota ini sejuk, adem adem gimana gitu gaes,hehehe... back to the story yah gaes..hehehe..


Diawali pada hari sabtu, pukul 7.30 pagi, saya beserta keluarga berangkat dari Jakarta menuju Sukabumi dengan rute tentu saja melalui tol Jagorawi yang kalau weekend suka tetap padat, dikarenakan banyaknya masyarakat yang mau berwisata ke daerah bogor, puncak dan sekitarnya.


Tol Jagorawi


Setelah hampir 1,5 jam melahap jalan tol Jagorawi, tibalah saya di gerbang tol Ciawi, gerbang paling ujung tol Jagorawi, hehehe.. setelah keluar gerbang, kamu akan dihadapkan pada 2 pilihan arah jalan, yaitu arah ke Puncak dan arah ke Sukabumi, dan saya pun pilih yang ke Sukabumi dong pastinya, hehe..


Hal yang menarik selama perjalanan menuju Sukabumi adalah kamu akan melewati banyak sekali pabrik dan pasar, sehingga saat jam - jam tertentu, macet pun tidak bisa dihindari. Terlebih lagi saya perginya hari sabtu, dimana mungkin sebagian besar pabrik masih beraktifitas, jadinya semakin asoy deh padatnya..hehehe...


Selama di perjalanan menuju Sukabumi, seingat saya setidaknya ada 3 (mungkin juga lebih) pasar yang menjadi titik kemacetan, yaitu pasar Ciawi, pasar Caringin dan pasar Cibadak. Well, kalau ke Sukabumi, lama perjalanan memang tidak bisa diprediksi, tergantung bagaimana situasi disepanjang jalan saja, hehehe..


Selain pasar, aktifitas pabrik, banyaknya pertigaan di sepanjang jalan raya Bogor - Sukabumi juga menjadi faktor pendukung kemacetan yang terjadi. Sebenarnya bisa saja saya menggunakan jalur alternatif namun bapak saya tidak mau mengambil jalur alternatif dikarenakan belum mengetahui medan jalan alternatif yang akan dilalui.


Memang sih, sebaiknya tetap pada jalur utama saja bila anda tidak memahami atau tidak tahu bagaimana medan jalan di jalur alternatif, karena bila salah dalam memilih jalur alternatif, bisa-bisa nyasar lagi, hehehe... 


Macetnya jalan menuju Sukabumi sudah pasti membuat saya bete, namun bete saya hilang dikarenakan sepanjang jalan banyak sekali saya jumpai mamang-mamang penjual makanan dan minuman. Mulai dari onde-onde, gemblong, tahu isi/tahu sumedang, emping pedas, keripik pisang/singkong sampai penjual air mineral banyak saya jumpai..


Well, buat saya yang seorang fans beratnya cemilan, sudah tentu banyaknya penjual makanan ini menjadi surga tersendiri buat saya,hahaha.. Menjadi penghibur hati yang kesal karena terjebak kemacetan,hahaii.. Si mamang penjualnya sih betah berlama-lama disamping mobil saya, lah wong didalam mobilnya doyan ngemil semua, hahaha...


Sepanjang jalan menuju Sukabumi, entah sudah berapa banyak cemilan yang ditawarkan dan saya beli, hahaha.. dan harganya dijamin tidak bakal membuat dompet kalian luka robek,hehe.. ☺ 1 kantong plastik tahu sumedang hanya dihargai 5000 saja, berisi 10 tahu yang telah sah menjadi milik kamu, murah bukan ?? hehehe..


Setelah menempuh 8 jam perjalanan, akhirnya saya tiba juga di kota Sukabumi, dan langsung saja saya bergegas menuju hotel yang akan jadi tempat menginap saya selama di Sukabumi, yaitu Balcony Hotel Sukabumi, bisa cek disini ---> Balcony Hotel Sukabumi
2 minggu sebelum hari H, saya sudah melakukan reservasi terlebih dahulu dan syukurnya masih kebagian kamar, saya booking 2 kamar, 1  untuk orang tua, dan 1 lagi tentu saja untuk saya sendiri.


Hotel ini terletak di jalan Selabintana, Cikole dan posisinya dekat dengan tempat diadakannya resepsi nikahan sepupu saya, yang sama-sama terletak di jalan Selabintana, yaitu D'Green Resto & Cafe.
yang saya sukai dari hotel ini adalah letaknya dipinggir jalan besar, sehingga mudah untuk ditemukan.


Dibawah ini beberapa foto kondisi kamar tempat saya menginap, oia, saya booking kamar yang tipe Deluxe Twin Bed, check it out: 


Room Rates


Kartu Kamar Hotel balcony

Deluxe Twin Bed Room.

Clean Toilet.


Setelah proses check-in beres, perut saya dan orang tua saya kembali lapar, hehehe.. Thanks God persis disebrang hotel ada sebuah tempat makan yang menyediakan Sate Maranggi, yang bisa dibilang salah 1 makanan khas juga.

Sate Maranggi

Sayang saya lupa nama tempat makannya, hahaha.. pokoknya sebrang-sebrangan persis deh sama hotel, hehehe... Dan yang agak bikin kaget itu saat saya akan membayar tagihannya, perkiraan saya harganya di kisaran 70-100 ribu untuk 3 orang, namun saya hanya membayar 53 ribu saja, murah,hehehe...

Bon Sate Maranggi

Dan seperti tempat makan pada umumnya, di tempat ini juga menyediakan menu paketan yaitu paket Nasi + 4 tusuk sate + Es Teh Manis, cuma seharga 15ribu saja, harga sekelas warteg tapi dapatnya sate, sate maranggi pulak, hahaha...maknyuss dah..! ☺ Buat yang mau nanya kayak apa rasanya, silahkan dicoba sendiri yaa, gak seru dong kalau saya ceritain juga rasanya, nanti kalian pada gak tertarik lagi sama saya ehh sama satenya..hahahaa....


Setelah perut kenyang, kembali ke hotel dan bersiap-siap untuk menghadiri resepsi yang digelar pada pukul 19.00 WIB. Untuk foto saat di pestanya, um itu koleksi pribadi yah,hehehe.. dan kalau mau liat tempatnya seperti apa, bisa di cek di google kok, D'green Resto & Cafe ini cukup populer di google kok, okey! yang pasti sih tempatnya ciamik banget, bagus! ☺


Beres pesta, rasanya badan terlalu lelah untuk berangkat lagi muter-muter menikmati malam minggu di Sukabumi.. Akhirnya saya pun lebih memilih untuk muter-muter channel tv saja di kamar, hahaha..sampai akhirnya saya ketiduran dan jadi tontonan tv yang masih menyala, hehehe..


Minggu pagi,setelah beres sarapan, saya langsung saja check out dari hotel. Well, sebenarnya sih hati ini masih ingin mengeksplor Sukabumi nan suejuk ini, namun bila mengingat rute macet yang harus dilewati kembali saat perjalanan pulang, saya pun mengurungkan niat saya untuk jalan-jalan di kota Sukabumi. Dan mobil pun kembali diarahkan meluncur ke arah Jakarta.


Benar saja dugaan saya, macet mulai menghampiri saat kami baru keluar kota Sukabumi, macet karena adanya pasar Cibadak dan juga ada perbaikan jembatan setelah pasar Cibadak. Berhubung sudah siang, dan perut mulai gak kondusif, saya pun mencari tempat makan. Dan kali ini dipilih restoran yang menjual Sop Daging Sapi, dikarenakan orang tua saya ingin makan sop sebagai menu makan siang.



Dan lagi-lagi saya lupa untuk memfoto makanannya, saya hanya sempat memfoto bon tagihan makan saya yang menurut saya tetap murah, 100ribu untuk 3 orang, wow..!

Bon Sop Dan teman-temannya,hehehe..

Beres makan siang, saya juga tak lupa mampir membeli oleh-oleh khas Sukabumi yaitu moci, serta beberapa keripik juga sebagai oleh-oleh tambahan, hehe.. Setelah selesai dari toko oleh-oleh, saya pun melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta menembus kemacetan. Dan butuh waktu sekitar 8 jam untuk saya sampai kembali ke Jakarta. Dengan sampainya saya kembali ke rumah, maka berakhir pulalah trip saya kali ini.


Sampai jumpa lagi di postingan saya berikutnya yaa gaes... ☺






Created By: Penulis Imajinasi






Mohon sertakan alamat blog saya ini jika anda ingin mengkopi atau posting ulang cerita ini ke dalam website ataupun blog anda. Terimakasih.