Tampilkan postingan dengan label belanja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belanja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Januari 2022

[TRAVELLING] 2022 First Trip: 3D2N Bogor - West Java Trip.


        Hi semuanyaa... apa kabarnya kalian semua di tahun 2022 ini? saya berharap kalian yang membaca postingan saya ini dalam keadaan sehat selalu, bahagia selalu yaa 😊. Setelah lebih dari 1 tahun saya tidak travelling karena tidak ada yang ngajakin, hahaha...😆, akhirnya di awal tahun 2022 tepatnya seminggu lalu saya travelling lagi, ya walaupun tujuan travelling kali ini cuma berjarak 1 jam dari Jakarta, gak jauh-jauh kok, hehehe... 😁.

        Pada trip kali ini saya tidak sendiri, bukan sama pacar yaa tapi saya sama saudara-saudara saya sehingga membuat perjalanan kali ini semakin seru!👌. Seperti apa trip saya kali ini? Sini saya ceritain!.


DAY 1.

        Dimulai dari siang hari yang hujan rintik-rintik saat itu, saya start trip kali ini dengan menyambangi kediaman saudara saya terlebih dahulu karena rencananya kita akan berangkat bareng menuju hotel yang telah dipesan sebelumnya. Sekitar siang setengah 2an saya dan rombongan pun tancap gas menuju kota yang tidak jauh dari Jakarta yaitu Bogor.

        Perjalanan pergi kala itu memang sesuatu yaa karena baru saja keluar rumah, kita sudah disambut oleh padatnya lalu lintas, belum masuk tol saja sudah padat tetapi syukurnya jalan tol saat itu lancar walaupun tetap hitungannya padat kendaraan tetapi tidak sampai macet berhenti total, istilahnya mah padat merayap gituu 😅.

        Setelah menempuh kurang lebih 1 jam lebih sedikit akhirnya saya dan rombongan sampai di Kota Hujan a.k.a Bogor. Selama berada di Bogor, saya dan rombongan akan menginap selama 2 malam di sebuah hotel yang terletak di Jl. Suryakencana yaitu The 101 Bogor Suryakancana.

        Sebuah hotel bintang 4 yang mewah dan megah serta memiliki fasilitas yang baik, seperti kolam renang dengan size yang menurut saya cukup besar, gym center, toilet yang selalu bersih, restoran, musholla, lift, ruang rapat dan lainnya. Karena masih pandemi jadi sebelum memasuki area hotel ini kalian wajib scan apps Peduli Lindungi ya dan wajib memakai masker.

        Jujur saya tidak tahu jenis kamar apa yang saya dapat karena yang pesan kamarnya adalah sepupu saya jadi pas dia beres check in ya saya dapat kartu dan langsung meluncur ke kamar, yang jelas saya dapat kamar di lantai 6! 😄. Penasaran seperti apa hotel dan kamar yang saya tempati selama 2 malam? cek foto dibawah ini ya!.


Kolam ikan depan hotel.

Pintu masuk hotel.

Area Lobby.

Depan Hotel.

Suasana depan hotel saat malam hari, bagus!.

Kala itu masih suasana Nataru.

Rusanya nyala 😜.

Cantik! Ini di cafe hotel ya..

Cafe hotel

Sehabis check in nyantai dulu di cafe.

Lift Hotel.

Bisa sewa sepeda loh!.

Kamar mandi kamar hotel.

Kamar mandi kamar hotel, tersedia pengering rambut juga.

Kamarnya cukup lega.

Gantungan baju, telepon, brankas, sandal hotel.

TV di dalam kamar, channelnya cukup banyak.

Ranjangnya empuk.

Pengen kopi? Ada pemanas air listrik, tinggal masak, disediakan juga kopi, teh, gula.

Pintu kamar dari sisi dalam kamar.

AC kamarnya dingin 👌.


        Di sekeliling hotel ini terdapat banyak restoran alias penjual makanan, saya suka hotel yang di sekitarnya itu banyak terdapat penjual makanan apalagi kalau makanan yang dijual adalah makanan khas daerah yang saya kunjungi, jadinya saya bisa sekalian wisata kuliner deh! 😍.

        Sebenarnya jalan Suryakencana sendiri bukanlah area baru buat saya, karena sebelum ini saya sesekali di hari sabtu atau hari libur naik kereta/bus ke Bogor dan kulineran di jalan Suryakencana atau di sekitar jalan Padjajaran tapi bedanya saya tidak menginap alias PP (Pulang Pergi).

        Sore harinya saya dan rombongan pun keluar hotel, jalan-jalan sore menyusuri jalan Suryakencana untuk hunting kuliner, sepupu saya ada yang jajan cemilan sementara saya dari jauh sudah mengincar penjual kue pukis! 😆. Setelah lelah akhirnya kita pun kembali ke hotel dan semua saudara saya memutuskan untuk pesan makan malam dari restoran hotel saja tapi tidak dengan saya! Saya memilih keluar lagi di malam harinya untuk mencari makanan buat makan malam saya.

        Oh iya, salah 1 kebiasaan saya setiap menginap di 1 hotel adalah saya selalu cek restoran di sekitar tempat saya menginap melalui Google atau aplikasi layanan pesan antar seperti Gofood/Grabfood, hal ini bertujuan supaya saya tahu dulu menu makanan apa saja yang dijual di sekitaran hotel tempat saya menginap, baru saya putuskan mau makan apa.

        Setelah cek aplikasi, saya pun memutuskan untuk membeli Nasi Telur, saya pilih menu ini karena lokasi restorannya yang tidak jauh dari hotel serta harganya termasuk murah sih, mulai dari 15 ribuan saja, huwehehehe..😁😁.

        Karena sebelumnya saya sudah tahu daftar menunya dari aplikasi, jadi saat saya tiba di restonya tidak bingung lagi. Oh iya, nasi telur yang saya pilih sebagai menu makan malam berasal dari restoran "Nasi Telur Pak Ekoyang jaraknya hanya sekitar 100-200 meter dari Hotel 101. Saat itu saya memesan Nasi Telur Orak Arik Chicken Karaage dengan harga IDR. 24.900,- atau kurang lebih 25 ribu.

        Rasanya cocok dengan selera saya, Chicken Karaagenya renyah dan berasa daging ayamnya, dapat Serundeng dan Kulit Ayam Krispi yang juga enak plus Sambal yang menurut saya pedasnya pas, mantap!. Pengen tahu tampilan makanan yang saya pesan seperti apa? nih saya kasih tahu!

Nasi Telur Chicken Karaage by Nasi Telur Pak Eko, Suryakencana - Bogor.

Beberapa menu dari restoran Nasi Telur Pak Eko.

Setelah kenyang saya segera bersih-bersih dan berubah menjadi kepompong alias selimutan menikmati dinginnya AC kamar saya! 😆😆.


DAY 2.

        Selamat pagi dari Bogor!👋. Bangun pagi di hari ke 2 berat sekali, besar sekali gaya magnet yang ada di kasur saya yang membuat saya susah bangun, hahaha..😂😆. Cuci muka, sikat gigi dan siap-siap turun ke lantai restoran untuk menyantap sarapan. Hotel ini menyediakan sarapan yang bervariasi, banyak jenisnya dan semua makanan yang saya makan saat sarapan memiliki cita rasa yang enak (maap gak ada foto sarapan karena saya lupa mau foto! 😆), cuma sempat foto minumannya saja.

        Oh iya, sewaktu saya menunggu lift buat turun sarapan, saya sempat melihat sebuah pemandangan yang menurut saya indah yaa, dikarenakan masih pagi, langitnya bersih jadi nampak di kejauhan sebuah gunung namun saya kurang tahu itu gunung apa, benar-benar memanjakan mata saya!😍😍. Ini fotonya:

Habis sarapan jangan lupa minum gaes! 😝.
Pemandangan pagi hari dari hotel, itu gunung apa gaes?

Tjakep bener dah pemandangannya!

Selamat pagi dari Bogor!.

        Beres sarapan, sepupu saya pun siap-siap menemani anak-anaknya buat berenang karena memang di hotel ini memiliki kolam renang. Sehabis ponakan saya berenang, saya dan seorang sepupu saya menyewa sepeda yang disediakan oleh pihak hotel dengan tarif IDR. 50.000,- per 2 jam. Niat awalnya sih pengen masuk Kebun Raya Bogor pakai sepeda namun apa daya baru 1x putaran saya sepedaan di sekitaran hotel eh nafas saya sudah megap-megap, lemes dan hampir pingsan!.

        Alhasil saya balik ke hotel dengan menyewa ojek pangkalan karena sudah tidak kuat lagi gowes!. Tukeran sama abang ojeknya, saya naik motornya si abang, abang ojeknya naik sepeda saya. Memalukan! 🙈😆. Bodoh memang saya, sepedaan sambil pake masker ya semakin ngos-ngosan jadinya! Jangan ditiru ya gaes!🙈.

        Setelah insiden yang menghebohkan rombongan saya itu, saya hanya istirahat saja di kamar dan makan siang di kamar, sebelumnya saya sudah beli dan bungkus makan siang dari sebuah warteg yang letaknya dekat dari hotel. Sorenya saya dan sepupu pun kembali jalan-jalan sore menyusuri jl. Suryakencana sisi kanan hotel, yang jalan sore hari sebelumnya kita menyusuri sisi sebelah kiri hotel.

        Saat sampai di bagian depan Jl. Suryakencana, kita ketemu dengan penjual roti yang merk rotinya itu merupakan salah 1 merk roti tertua di Indonesia, merk ini sudah ada sejak tahun 1920, lebih tua dari saya!. Merk roti itu adalah "Tan Ek Tjoan", saya dan sepupu pun ngeborong rotinya terutama Roti Gambang.

        Saya suka dengan Roti Gambang karena memiliki rasa yang khas gula aren dan kayu manis, legit! 👍. Setelah beli roti, kita pun tidak lupa foto-foto di depan Jl. Suryakencana lebih tepatnya di depan gapura Suryakancana, cuaca sore itu adem banget, dingin karena sebelumnya turun hujan deras. Buat yang kepo fotonya kayak apa, cek di bawah ini gaes!.

Borong roti "Tan Ek Tjoan".

Lawang Suryakancana.

Foto dulu gaes.. 😄😄.

Jalanan Bogor sore hari.

Langit kota Bogor sore hari.

Foto ini sama kayak di atas cuma beda posisi aja! 😆

Jalan Suryakencana.

Roti Gambang "Tan Ek Tjoan".

Roti Gambang "Tan Ek Tjoan".


        Setelah puas foto-foto kita pun kembali ke hotel. Untuk makan malam hari ke 2 ini, sepupu saya kepo dengan menu restoran nasi telur yang saya makan di hari sebelumnya, setelah melihat-lihat menunya di apps akhirnya semua sepupu saya memilih untuk mencoba nasi telur yang kemarin saya makan, hehehe... 😁. Alhasil saya ditemani oleh 1 orang sepupu saya pun kembali lagi ke restoran nasi telur untuk membeli makan malam buat semuanya. Selesai membagikan semua pesanan dan makan malam, saya pun bersih-bersih dan santai di kamar saja.


DAY 3.

        Hari ke 3 saya di Bogor tidak ada kegiatan apa-apa karena di hari ini saya dan rombongan bersiap untuk check out dari hotel. Hanya memang sehabis sarapan saya keluar hotel sebentar mencari toko oleh-oleh untuk membeli titipan teman saya yaitu "Pie Talas".

        Setelah mencari di Google, akhirnya saya pun menemukan sebuah toko oleh-oleh yang letaknya juga di Jl. Suryakencana, hanya sekitar 200-400 meter dari Hotel 101, memudahkan sekali bagi wisatawan yang ingin beli oleh-oleh. Saya pun segera meluncur ke toko yang bernama "Dapur Arin".

        Syukurnya di toko oleh-oleh ini menjual Pie Talas yang teman saya titip, jadi saya tidak perlu repot lagi ke toko oleh-oleh lain. Toko oleh-oleh ini menurut saya lengkap, menjual berbagai jenis oleh-oleh yang menggugah selera, rasanya pengen saya beli semua tapi apa daya dompet saya tak kuat! haha..😆😆.

        Di bawah ini adalah foto oleh-oleh titipan teman saya, siapa tahu kalian kepo gaes pengen tahu oleh-olehnya bentukannya kayak gimana, haha.. 😆.

Rafles Pie, 1 kotak isi 7 pcs, harga IDR. 22.000,-

        Setelah beres masalah oleh-oleh, kembali ke hotel lalu makan siang di restoran hotel sekalian check out dari hotel. Liburan usai saatnya kembali ke dunia nyata! 😆. Secara keseluruhan saya suka dan senang menginap selama 2 malam di Hotel 101 Bogor Suryakancana dan akan kembali menginap di hotel ini lagi bila ada kesempatan berikutnya 😊.

        Terima kasih kepada kalian semua yang sudah membaca artikel ini, semoga kalian semua selalu diberikan kesehatan oleh Tuhan YME dan diberikan rejeki untuk liburan singkat juga seperti saya 🙏.  Sampai ketemu lagi yaa gaes di artikel saya berikutnya, bye-bye...





Created by: Penulis Imajinasi.




Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.

Rabu, 19 Juli 2017

{TRAVELLING} 2 Hari 1 Malam, Sukabumi Trip..



Hi Gaes.. i'm back! ha ha ha ha (ketawa ala raksasa)..hehe..

Semoga kalian yang membaca tulisan ini selalu diberi kesehatan dan dilindungi oleh Tuhan YME.. kalau saya sih sambil ngetik sambil pake masker, bersin-bersin terooosss.. 
haatchie.. uupss.. hehe...


Di tulisan kali ini saya akan sharing tentang trip saya ke Sukabumi menggunakan mobil. Trip saya kali ini adalah untuk menghadiri pesta pernikahan sepupu saya di Sukabumi yang telah dilaksanakan pada awal Juli lalu. Buat yang belum tahu Sukabumi itu dimana, bisa cek disini yak ( Peta Sukabumi ) hehehe...


Sebenarnya selain membawa kendaraan pribadi, bila kamu ingin datang ke Sukabumi, bisa naik mobil travel atau biasa disebut Kol Bogor (rutenye Bogor  - Sukabumi),atau bisa juga naik Kereta Api Pangrango (rute Bogor - Sukabumi) dan untuk kamu yang di jakarta tersedia medium bus bernama "Parung Indah" (rute Jakarta - Sukabumi) atau bus besar seperti Langgeng Jaya. Kalau saran saya sih naik kereta aja gaes, anti macet, hahahaha...


Menurut Wikipedia Kota Sukabumi , terdapat dua pendapat mengenai asal nama Sukabumi. Pendapat ini dikemukakan oleh seorang ahli bedah dan administratur perkebunan kopi & teh berkebangsaan Belanda bernama Andries Christoffel Johannes de Wilde.
Pendapat pertama mengatakan bahwa nama Sukabumi berasal dari kata Bahasa Sunda, yaitu Suka dan Bumen (Menetap) yang bermakna suatu kawasan yang disukai untuk menetap. 


Pendapat kedua mengatakan bahwa nama Sukabumi berasal dari kata Bahasa Sanskerta, yaitu Suka (kesenangan, kebahagiaan, kesukaan) dan Bhumi (Bumi, Tanah) sehingga nama Sukabumi memiliki arti "Bumi yang disenangi" atau "Bumi yang disukai".


Letak geografis Sukabumi berada di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango dengan ketinggian 584 mdpl, hal ini pula yang menyebabkan iklim di kota ini sejuk, adem adem gimana gitu gaes,hehehe... back to the story yah gaes..hehehe..


Diawali pada hari sabtu, pukul 7.30 pagi, saya beserta keluarga berangkat dari Jakarta menuju Sukabumi dengan rute tentu saja melalui tol Jagorawi yang kalau weekend suka tetap padat, dikarenakan banyaknya masyarakat yang mau berwisata ke daerah bogor, puncak dan sekitarnya.


Tol Jagorawi


Setelah hampir 1,5 jam melahap jalan tol Jagorawi, tibalah saya di gerbang tol Ciawi, gerbang paling ujung tol Jagorawi, hehehe.. setelah keluar gerbang, kamu akan dihadapkan pada 2 pilihan arah jalan, yaitu arah ke Puncak dan arah ke Sukabumi, dan saya pun pilih yang ke Sukabumi dong pastinya, hehe..


Hal yang menarik selama perjalanan menuju Sukabumi adalah kamu akan melewati banyak sekali pabrik dan pasar, sehingga saat jam - jam tertentu, macet pun tidak bisa dihindari. Terlebih lagi saya perginya hari sabtu, dimana mungkin sebagian besar pabrik masih beraktifitas, jadinya semakin asoy deh padatnya..hehehe...


Selama di perjalanan menuju Sukabumi, seingat saya setidaknya ada 3 (mungkin juga lebih) pasar yang menjadi titik kemacetan, yaitu pasar Ciawi, pasar Caringin dan pasar Cibadak. Well, kalau ke Sukabumi, lama perjalanan memang tidak bisa diprediksi, tergantung bagaimana situasi disepanjang jalan saja, hehehe..


Selain pasar, aktifitas pabrik, banyaknya pertigaan di sepanjang jalan raya Bogor - Sukabumi juga menjadi faktor pendukung kemacetan yang terjadi. Sebenarnya bisa saja saya menggunakan jalur alternatif namun bapak saya tidak mau mengambil jalur alternatif dikarenakan belum mengetahui medan jalan alternatif yang akan dilalui.


Memang sih, sebaiknya tetap pada jalur utama saja bila anda tidak memahami atau tidak tahu bagaimana medan jalan di jalur alternatif, karena bila salah dalam memilih jalur alternatif, bisa-bisa nyasar lagi, hehehe... 


Macetnya jalan menuju Sukabumi sudah pasti membuat saya bete, namun bete saya hilang dikarenakan sepanjang jalan banyak sekali saya jumpai mamang-mamang penjual makanan dan minuman. Mulai dari onde-onde, gemblong, tahu isi/tahu sumedang, emping pedas, keripik pisang/singkong sampai penjual air mineral banyak saya jumpai..


Well, buat saya yang seorang fans beratnya cemilan, sudah tentu banyaknya penjual makanan ini menjadi surga tersendiri buat saya,hahaha.. Menjadi penghibur hati yang kesal karena terjebak kemacetan,hahaii.. Si mamang penjualnya sih betah berlama-lama disamping mobil saya, lah wong didalam mobilnya doyan ngemil semua, hahaha...


Sepanjang jalan menuju Sukabumi, entah sudah berapa banyak cemilan yang ditawarkan dan saya beli, hahaha.. dan harganya dijamin tidak bakal membuat dompet kalian luka robek,hehe.. ☺ 1 kantong plastik tahu sumedang hanya dihargai 5000 saja, berisi 10 tahu yang telah sah menjadi milik kamu, murah bukan ?? hehehe..


Setelah menempuh 8 jam perjalanan, akhirnya saya tiba juga di kota Sukabumi, dan langsung saja saya bergegas menuju hotel yang akan jadi tempat menginap saya selama di Sukabumi, yaitu Balcony Hotel Sukabumi, bisa cek disini ---> Balcony Hotel Sukabumi
2 minggu sebelum hari H, saya sudah melakukan reservasi terlebih dahulu dan syukurnya masih kebagian kamar, saya booking 2 kamar, 1  untuk orang tua, dan 1 lagi tentu saja untuk saya sendiri.


Hotel ini terletak di jalan Selabintana, Cikole dan posisinya dekat dengan tempat diadakannya resepsi nikahan sepupu saya, yang sama-sama terletak di jalan Selabintana, yaitu D'Green Resto & Cafe.
yang saya sukai dari hotel ini adalah letaknya dipinggir jalan besar, sehingga mudah untuk ditemukan.


Dibawah ini beberapa foto kondisi kamar tempat saya menginap, oia, saya booking kamar yang tipe Deluxe Twin Bed, check it out: 


Room Rates


Kartu Kamar Hotel balcony

Deluxe Twin Bed Room.

Clean Toilet.


Setelah proses check-in beres, perut saya dan orang tua saya kembali lapar, hehehe.. Thanks God persis disebrang hotel ada sebuah tempat makan yang menyediakan Sate Maranggi, yang bisa dibilang salah 1 makanan khas juga.

Sate Maranggi

Sayang saya lupa nama tempat makannya, hahaha.. pokoknya sebrang-sebrangan persis deh sama hotel, hehehe... Dan yang agak bikin kaget itu saat saya akan membayar tagihannya, perkiraan saya harganya di kisaran 70-100 ribu untuk 3 orang, namun saya hanya membayar 53 ribu saja, murah,hehehe...

Bon Sate Maranggi

Dan seperti tempat makan pada umumnya, di tempat ini juga menyediakan menu paketan yaitu paket Nasi + 4 tusuk sate + Es Teh Manis, cuma seharga 15ribu saja, harga sekelas warteg tapi dapatnya sate, sate maranggi pulak, hahaha...maknyuss dah..! ☺ Buat yang mau nanya kayak apa rasanya, silahkan dicoba sendiri yaa, gak seru dong kalau saya ceritain juga rasanya, nanti kalian pada gak tertarik lagi sama saya ehh sama satenya..hahahaa....


Setelah perut kenyang, kembali ke hotel dan bersiap-siap untuk menghadiri resepsi yang digelar pada pukul 19.00 WIB. Untuk foto saat di pestanya, um itu koleksi pribadi yah,hehehe.. dan kalau mau liat tempatnya seperti apa, bisa di cek di google kok, D'green Resto & Cafe ini cukup populer di google kok, okey! yang pasti sih tempatnya ciamik banget, bagus! ☺


Beres pesta, rasanya badan terlalu lelah untuk berangkat lagi muter-muter menikmati malam minggu di Sukabumi.. Akhirnya saya pun lebih memilih untuk muter-muter channel tv saja di kamar, hahaha..sampai akhirnya saya ketiduran dan jadi tontonan tv yang masih menyala, hehehe..


Minggu pagi,setelah beres sarapan, saya langsung saja check out dari hotel. Well, sebenarnya sih hati ini masih ingin mengeksplor Sukabumi nan suejuk ini, namun bila mengingat rute macet yang harus dilewati kembali saat perjalanan pulang, saya pun mengurungkan niat saya untuk jalan-jalan di kota Sukabumi. Dan mobil pun kembali diarahkan meluncur ke arah Jakarta.


Benar saja dugaan saya, macet mulai menghampiri saat kami baru keluar kota Sukabumi, macet karena adanya pasar Cibadak dan juga ada perbaikan jembatan setelah pasar Cibadak. Berhubung sudah siang, dan perut mulai gak kondusif, saya pun mencari tempat makan. Dan kali ini dipilih restoran yang menjual Sop Daging Sapi, dikarenakan orang tua saya ingin makan sop sebagai menu makan siang.



Dan lagi-lagi saya lupa untuk memfoto makanannya, saya hanya sempat memfoto bon tagihan makan saya yang menurut saya tetap murah, 100ribu untuk 3 orang, wow..!

Bon Sop Dan teman-temannya,hehehe..

Beres makan siang, saya juga tak lupa mampir membeli oleh-oleh khas Sukabumi yaitu moci, serta beberapa keripik juga sebagai oleh-oleh tambahan, hehe.. Setelah selesai dari toko oleh-oleh, saya pun melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta menembus kemacetan. Dan butuh waktu sekitar 8 jam untuk saya sampai kembali ke Jakarta. Dengan sampainya saya kembali ke rumah, maka berakhir pulalah trip saya kali ini.


Sampai jumpa lagi di postingan saya berikutnya yaa gaes... ☺






Created By: Penulis Imajinasi






Mohon sertakan alamat blog saya ini jika anda ingin mengkopi atau posting ulang cerita ini ke dalam website ataupun blog anda. Terimakasih.

Senin, 30 Januari 2017

[TRAVELLING] Explore Ho Chi Minh, Vietnam.

Hai Hai semuanya..


Apa kabarnya semua nih? wah..semoga semuanya selalu dalam keadaan baik dan sehat selalu yaa.. 
Fiuhh..setelah sekian lama tidak menulis yah sejak tulisan saya terakhir tentang trip saya ke Lampung bersama pacar saya, akhirnya saya kembali lagi ke hobby saya yang 1 ini, yakni menanam padi! 
*ehh??*  *loh kok??* hahahaa... :D

Have a seat and enjoy the story yaa....! :)


Dalam postingan kali ini, saya akan sharing tentang trip saya bersama kantor tempat saya bekerja. Sudah menjadi kebiasaan memang setiap akhir tahun kantor dimana saya bekerja mengadakan Gathering / Outing dengan seluruh karyawan. Daaaaannn.. untuk tahun 2016 ini, kantor saya mengajak seluruh karyawan Outing ke kota Ho Chi Minh, di negara Vietnam.

DAY 1.
Perjalanan dimulai pada tanggal 16 Desember 2016 dengan kantor sebagai meeting pointnya, saya dan seluruh tim kantor berangkat menuju Bandara Soekarno Hatta pada pagi hari, dikarenakan harus mengejar pesawat yang akan terbang pada pukul 9.15 pagi. 
Maskapai Jet Star Airways dipilih oleh kantor untuk membawa saya dan rombongan menuju kota Ho Chi Minh. Namun sebelum sampai ke Ho Chi Minh, saya dan tim harus singgah terlebih dahulu di Singapore untuk transit dan melanjutkan kembali penerbangan ke Ho Chi Minh (Jakarta - Singapore - Ho Chi Minh).

Sekitar 1 setengah jam terbang dari Jakarta, saya tiba di Singapore dan transit selama kurang lebih 2 jam sebelum melanjutkan perjalanan ke Ho Chi Minh. Diperlukan waktu 2 jam penerbangan dari Singapore menuju Ho Chi Minh, sehingga total waktu yang saya tempuh adalah kurang lebih 6 jam dari Jakarta menuju Ho Chi Minh.

Saya dan tim tiba di Ho Chi Minh sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Setelah semua rombongan selesai melalui proses imigrasi, rombongan pun melanjutkan perjalanan menuju Hotel Pullman yang letaknya persis di tengah kota Ho Chi Minh. Saya dan rombongan akan menginap di hotel ini selama berada di Ho Chi Minh. 

Oh iya, for your information, saya tidak membutuhkan Visa untuk dapat masuk ke Vietnam (Mungkin bagi pemegang passport Indonesia tidak membutuhkan Visa agar dapat masuk ke Vietnam). Well, ini kabar baik bagi kalian yang mau jalan-jalan ke Vietnam, lumayanlah tidak perlu urus Visa sebelum berangkat plus hemat juga kan, budget buat bayar Visa bisa dipakai untuk kulineran atau jalan-jalan di Ho Chi Minh,hehehe..

Kondisi jalanan di Ho Chi Minh ternyata sangat padat, ya boleh dibilang seimbanglah dengan Jakarta dan kebetulan pula pada saat itu adalah jam-jamnya orang pulang kantor. Nampaknya sih jumlah motor di ke 2 kota (Ho Chi Minh & Jakarta) seimbang kali yah, sama-sama buanyaaaaakk banget,hehehe....belum lagi jumlah mobilnya yang yah begitu deh, ruamenyaaa pooll..hehehehe.. 

Selama ini saya pikir jalanan Jakarta sudah cukup padat namun Ho Chi Minh ternyata lebih padat lagi dan umh.. sedikit beringas! (kalau saya boleh memakai kata ini yah! hahaha... :P :D ) but any way, Ho Chi Minh di malam hari cukup indah dengan lampu-lampu yang menghiasi gedung dan taman-tamannya,sebuah kota dengan arsitektur bergaya klasik yang indah.

Sebuah pengalaman berharga bisa travelling ke negara lain, dan berhubung ini merupakan suatu kesempatan langka bagi saya, tentu saja saya tidak lupa untuk mengabadikan indahnya Ho Chi Minh dalam photo,hehehe... Tidak ada aktifitas apapun pada hari pertama saya dan tim tiba, saya dan rombongan hanya makan malam di sebuah jalan yang bisa disebut "Backpacker Street".


DAY 2.
Pada Hari ke 2 ini, saya dan rombongan mengunjungi sebuah tempat atau pasar lebih tepatnya yang bernama Ben Thanh Market, yang merupakan tempat untuk mencari oleh-oleh di kota Ho Chi Minh.
Pasar ini boleh di bilang buka 24 jam dikarenakan para penjualnya jika malam hari menjajakan barang dagangannya di jalan sekitar gedung pasar. 

Jika ingin mencari segala oleh-oleh berbau Ho Chi Minh dapat ditemukan di tempat ini, mulai dari kaos, topi, gantungan kunci, kain khas Vietnam dan lain sebagainya. Harga yang di tawarkan pun termasuk murah di pasar ini dan uniknya beberapa penjual dapat berbahasa Melayu/Indonesia :) 
Setelah puas belanja,malam harinya saya dan rombongan kembali ke jalan "Backpacker Street" untuk makan malam dan bersantai di bar-bar yang memang banyak terdapat di area ini.


DAY 3.
Pada hari ke 3, saya tidak ikut rombongan kantor yang pagi-pagi sekali sudah berangkat mengikuti open trip salah 1 agen travel lokal di Ho Chi Minh (susah bangun tidurnya, kasur hotelnya bakalan ngambek kalau saya buru-buru bangun! hahaha.. :D :P). Dikarenakan saya tidak ikut rombongan, akhirnya saya membuat trip saya sendiri yaitu dengan melakukan City Tour keliling Ho Chi Minh seorang diri.

Pada awalnya sih sempat ragu yah mau jalan sendirian, karena ini baru pertama kalinya saya jalan sendirian di kota orang ehh di negara orang maksudnya,hahaha.. :D Hal yang membuat saya ragu adalah masalah bahasa, karena tidak semua orang lokal di Ho Chi Minh dapat berbahasa Inggris. Tapiiii...yang namanya pria itu harus berani bukan?? Jadilah saya beranikan diri untuk jalan sendiri keliling kota Ho Chi Minh,hehehe.. Antara penasaran sama ragu jadi satu deh.. :D

Saya mengunjungi beberapa tempat yang memang dijadikan spot wisata di kota Ho Chi Minh, seperti City Hall/Ho Chi Minh Statue, Ho Chi Minh Independence Palace, Saigon Opera House, Saigon Central Post Office, Notre-Dame Cathedral Basilica of Saigon, Saigon Centre, Vincom Centre. 

Setelah puas keliling sendirian, saya beserta teman dan juga bos saya yang tidak ikut open trip makan malam di sebuah Restoran Barbeque yang bernama "5ku Station". Konsep restoran ini adalah kita memasak sendiri makanan kita dan di restoran ini menyediakan beragam menu mulai dari Seafood, Beef sampai menu tidak halal seperti Pork. 

Oh Iya, yang menariknya lagi, di restoran ini jangan harap bisa menemukan kompor listrik sebagai alat memasak seperti kebanyakan restoran dengan konsep yang sama. Di restoran ini hanya disediakan arang untuk memasak makanan yang kita pesan so siap-siap bakalan bau asap yah badannya, hihihihi.. :D :P Umh..menurut kabar burung sih (gak tau burungnya siapa! hehe..) tempat ini cukup populer dikalangan turis yang berkunjung ke Ho Chi Minh.

Setelah puas barbeque-an dengan ditemani bir, saya beserta rombongan kembali mengunjungi spot-spot wisata yang sebenarnya sih sama saja dengan yang saya kunjungi pada siang harinya namun kali ini lebih cantik dikarenakan warna-warni dari lampu yang memang sengaja dipasang untuk mempercantik bangunannya. Setelah Puas foto-foto kita pun kembali ke Jalan "Backpacker Street" untuk menghabiskan malam terakhir di Ho Chi Minh sebelum besok kembali ke Jakarta pada sore harinya.


DAY 4.
Bangun pagi-pagi dan setelah sarapan selesai, saya pun packing barang-barang saya dikarenakan hari ini saya dan rombongan check out dari hotel. Sebelum check out, saya beserta bos saya menyempatkan diri untuk main di kasino hotel yang letaknya di basement hotel Pullman. Well, nampaknya dewi Fortuna sedang berpihak sama saya sehingga saya menang sewaktu bermain di kasino,hehehe.. :D

Tidak banyak kegiatan yang di lakukan di hari ini selain check out hotel, pergi ke bandara dan terbang kembali menuju Singapore sebelum akhirnya tiba di tujuan akhir yaitu Jakarta. Sebuah pengalaman berharga dan unik bisa mengunjungi sebuah negara yang indah dan cantik (buat yang jomblo happy deh datang ke Ho Chi Minh, wanita-wanitanya cantik loh.. hahaha.. :D :P).


Biar bacanya lebih menghayati, cek foto-fotonya dibawah ini yah..thank you..hehehe.. :)




Kondisi Jalanan di Kota Ho Chi Minh


Pullman Hotel.


Tempat Nongkrong Selama Di Ho Chi Minh! :D


Belanja Oleh-olehnya kakaa...boleh kaka.. :D


Oleh-Oleh Yang Saya Bawa Dari Ho Chi Minh.




Spot Menarik Di Ho Chi Minh.


Selfie dulu... Ini waktu City Tour sendirian.


Pho (Vietnamese Noodle), Sapporo Beer.


Ho Chi Minh Di Malam Hari.

Let's Play!


Terimakasih saya ucapkan kepada kantor saya atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk dapat mengunjungi Ho Chi Minh. 
Semoga Outing 2017 bisa mengunjungi negara lainnya, amin... :).





Created By: Penulis Imajinasi.




Mohon sertakan alamat blog saya ini jika anda ingin mengkopi atau posting ulang cerita ini ke dalam website ataupun blog anda. Terimakasih.