Tampilkan postingan dengan label kue. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kue. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Januari 2022

[TRAVELLING] 2022 First Trip: 3D2N Bogor - West Java Trip.


        Hi semuanyaa... apa kabarnya kalian semua di tahun 2022 ini? saya berharap kalian yang membaca postingan saya ini dalam keadaan sehat selalu, bahagia selalu yaa 😊. Setelah lebih dari 1 tahun saya tidak travelling karena tidak ada yang ngajakin, hahaha...😆, akhirnya di awal tahun 2022 tepatnya seminggu lalu saya travelling lagi, ya walaupun tujuan travelling kali ini cuma berjarak 1 jam dari Jakarta, gak jauh-jauh kok, hehehe... 😁.

        Pada trip kali ini saya tidak sendiri, bukan sama pacar yaa tapi saya sama saudara-saudara saya sehingga membuat perjalanan kali ini semakin seru!👌. Seperti apa trip saya kali ini? Sini saya ceritain!.


DAY 1.

        Dimulai dari siang hari yang hujan rintik-rintik saat itu, saya start trip kali ini dengan menyambangi kediaman saudara saya terlebih dahulu karena rencananya kita akan berangkat bareng menuju hotel yang telah dipesan sebelumnya. Sekitar siang setengah 2an saya dan rombongan pun tancap gas menuju kota yang tidak jauh dari Jakarta yaitu Bogor.

        Perjalanan pergi kala itu memang sesuatu yaa karena baru saja keluar rumah, kita sudah disambut oleh padatnya lalu lintas, belum masuk tol saja sudah padat tetapi syukurnya jalan tol saat itu lancar walaupun tetap hitungannya padat kendaraan tetapi tidak sampai macet berhenti total, istilahnya mah padat merayap gituu 😅.

        Setelah menempuh kurang lebih 1 jam lebih sedikit akhirnya saya dan rombongan sampai di Kota Hujan a.k.a Bogor. Selama berada di Bogor, saya dan rombongan akan menginap selama 2 malam di sebuah hotel yang terletak di Jl. Suryakencana yaitu The 101 Bogor Suryakancana.

        Sebuah hotel bintang 4 yang mewah dan megah serta memiliki fasilitas yang baik, seperti kolam renang dengan size yang menurut saya cukup besar, gym center, toilet yang selalu bersih, restoran, musholla, lift, ruang rapat dan lainnya. Karena masih pandemi jadi sebelum memasuki area hotel ini kalian wajib scan apps Peduli Lindungi ya dan wajib memakai masker.

        Jujur saya tidak tahu jenis kamar apa yang saya dapat karena yang pesan kamarnya adalah sepupu saya jadi pas dia beres check in ya saya dapat kartu dan langsung meluncur ke kamar, yang jelas saya dapat kamar di lantai 6! 😄. Penasaran seperti apa hotel dan kamar yang saya tempati selama 2 malam? cek foto dibawah ini ya!.


Kolam ikan depan hotel.

Pintu masuk hotel.

Area Lobby.

Depan Hotel.

Suasana depan hotel saat malam hari, bagus!.

Kala itu masih suasana Nataru.

Rusanya nyala 😜.

Cantik! Ini di cafe hotel ya..

Cafe hotel

Sehabis check in nyantai dulu di cafe.

Lift Hotel.

Bisa sewa sepeda loh!.

Kamar mandi kamar hotel.

Kamar mandi kamar hotel, tersedia pengering rambut juga.

Kamarnya cukup lega.

Gantungan baju, telepon, brankas, sandal hotel.

TV di dalam kamar, channelnya cukup banyak.

Ranjangnya empuk.

Pengen kopi? Ada pemanas air listrik, tinggal masak, disediakan juga kopi, teh, gula.

Pintu kamar dari sisi dalam kamar.

AC kamarnya dingin 👌.


        Di sekeliling hotel ini terdapat banyak restoran alias penjual makanan, saya suka hotel yang di sekitarnya itu banyak terdapat penjual makanan apalagi kalau makanan yang dijual adalah makanan khas daerah yang saya kunjungi, jadinya saya bisa sekalian wisata kuliner deh! 😍.

        Sebenarnya jalan Suryakencana sendiri bukanlah area baru buat saya, karena sebelum ini saya sesekali di hari sabtu atau hari libur naik kereta/bus ke Bogor dan kulineran di jalan Suryakencana atau di sekitar jalan Padjajaran tapi bedanya saya tidak menginap alias PP (Pulang Pergi).

        Sore harinya saya dan rombongan pun keluar hotel, jalan-jalan sore menyusuri jalan Suryakencana untuk hunting kuliner, sepupu saya ada yang jajan cemilan sementara saya dari jauh sudah mengincar penjual kue pukis! 😆. Setelah lelah akhirnya kita pun kembali ke hotel dan semua saudara saya memutuskan untuk pesan makan malam dari restoran hotel saja tapi tidak dengan saya! Saya memilih keluar lagi di malam harinya untuk mencari makanan buat makan malam saya.

        Oh iya, salah 1 kebiasaan saya setiap menginap di 1 hotel adalah saya selalu cek restoran di sekitar tempat saya menginap melalui Google atau aplikasi layanan pesan antar seperti Gofood/Grabfood, hal ini bertujuan supaya saya tahu dulu menu makanan apa saja yang dijual di sekitaran hotel tempat saya menginap, baru saya putuskan mau makan apa.

        Setelah cek aplikasi, saya pun memutuskan untuk membeli Nasi Telur, saya pilih menu ini karena lokasi restorannya yang tidak jauh dari hotel serta harganya termasuk murah sih, mulai dari 15 ribuan saja, huwehehehe..😁😁.

        Karena sebelumnya saya sudah tahu daftar menunya dari aplikasi, jadi saat saya tiba di restonya tidak bingung lagi. Oh iya, nasi telur yang saya pilih sebagai menu makan malam berasal dari restoran "Nasi Telur Pak Ekoyang jaraknya hanya sekitar 100-200 meter dari Hotel 101. Saat itu saya memesan Nasi Telur Orak Arik Chicken Karaage dengan harga IDR. 24.900,- atau kurang lebih 25 ribu.

        Rasanya cocok dengan selera saya, Chicken Karaagenya renyah dan berasa daging ayamnya, dapat Serundeng dan Kulit Ayam Krispi yang juga enak plus Sambal yang menurut saya pedasnya pas, mantap!. Pengen tahu tampilan makanan yang saya pesan seperti apa? nih saya kasih tahu!

Nasi Telur Chicken Karaage by Nasi Telur Pak Eko, Suryakencana - Bogor.

Beberapa menu dari restoran Nasi Telur Pak Eko.

Setelah kenyang saya segera bersih-bersih dan berubah menjadi kepompong alias selimutan menikmati dinginnya AC kamar saya! 😆😆.


DAY 2.

        Selamat pagi dari Bogor!👋. Bangun pagi di hari ke 2 berat sekali, besar sekali gaya magnet yang ada di kasur saya yang membuat saya susah bangun, hahaha..😂😆. Cuci muka, sikat gigi dan siap-siap turun ke lantai restoran untuk menyantap sarapan. Hotel ini menyediakan sarapan yang bervariasi, banyak jenisnya dan semua makanan yang saya makan saat sarapan memiliki cita rasa yang enak (maap gak ada foto sarapan karena saya lupa mau foto! 😆), cuma sempat foto minumannya saja.

        Oh iya, sewaktu saya menunggu lift buat turun sarapan, saya sempat melihat sebuah pemandangan yang menurut saya indah yaa, dikarenakan masih pagi, langitnya bersih jadi nampak di kejauhan sebuah gunung namun saya kurang tahu itu gunung apa, benar-benar memanjakan mata saya!😍😍. Ini fotonya:

Habis sarapan jangan lupa minum gaes! 😝.
Pemandangan pagi hari dari hotel, itu gunung apa gaes?

Tjakep bener dah pemandangannya!

Selamat pagi dari Bogor!.

        Beres sarapan, sepupu saya pun siap-siap menemani anak-anaknya buat berenang karena memang di hotel ini memiliki kolam renang. Sehabis ponakan saya berenang, saya dan seorang sepupu saya menyewa sepeda yang disediakan oleh pihak hotel dengan tarif IDR. 50.000,- per 2 jam. Niat awalnya sih pengen masuk Kebun Raya Bogor pakai sepeda namun apa daya baru 1x putaran saya sepedaan di sekitaran hotel eh nafas saya sudah megap-megap, lemes dan hampir pingsan!.

        Alhasil saya balik ke hotel dengan menyewa ojek pangkalan karena sudah tidak kuat lagi gowes!. Tukeran sama abang ojeknya, saya naik motornya si abang, abang ojeknya naik sepeda saya. Memalukan! 🙈😆. Bodoh memang saya, sepedaan sambil pake masker ya semakin ngos-ngosan jadinya! Jangan ditiru ya gaes!🙈.

        Setelah insiden yang menghebohkan rombongan saya itu, saya hanya istirahat saja di kamar dan makan siang di kamar, sebelumnya saya sudah beli dan bungkus makan siang dari sebuah warteg yang letaknya dekat dari hotel. Sorenya saya dan sepupu pun kembali jalan-jalan sore menyusuri jl. Suryakencana sisi kanan hotel, yang jalan sore hari sebelumnya kita menyusuri sisi sebelah kiri hotel.

        Saat sampai di bagian depan Jl. Suryakencana, kita ketemu dengan penjual roti yang merk rotinya itu merupakan salah 1 merk roti tertua di Indonesia, merk ini sudah ada sejak tahun 1920, lebih tua dari saya!. Merk roti itu adalah "Tan Ek Tjoan", saya dan sepupu pun ngeborong rotinya terutama Roti Gambang.

        Saya suka dengan Roti Gambang karena memiliki rasa yang khas gula aren dan kayu manis, legit! 👍. Setelah beli roti, kita pun tidak lupa foto-foto di depan Jl. Suryakencana lebih tepatnya di depan gapura Suryakancana, cuaca sore itu adem banget, dingin karena sebelumnya turun hujan deras. Buat yang kepo fotonya kayak apa, cek di bawah ini gaes!.

Borong roti "Tan Ek Tjoan".

Lawang Suryakancana.

Foto dulu gaes.. 😄😄.

Jalanan Bogor sore hari.

Langit kota Bogor sore hari.

Foto ini sama kayak di atas cuma beda posisi aja! 😆

Jalan Suryakencana.

Roti Gambang "Tan Ek Tjoan".

Roti Gambang "Tan Ek Tjoan".


        Setelah puas foto-foto kita pun kembali ke hotel. Untuk makan malam hari ke 2 ini, sepupu saya kepo dengan menu restoran nasi telur yang saya makan di hari sebelumnya, setelah melihat-lihat menunya di apps akhirnya semua sepupu saya memilih untuk mencoba nasi telur yang kemarin saya makan, hehehe... 😁. Alhasil saya ditemani oleh 1 orang sepupu saya pun kembali lagi ke restoran nasi telur untuk membeli makan malam buat semuanya. Selesai membagikan semua pesanan dan makan malam, saya pun bersih-bersih dan santai di kamar saja.


DAY 3.

        Hari ke 3 saya di Bogor tidak ada kegiatan apa-apa karena di hari ini saya dan rombongan bersiap untuk check out dari hotel. Hanya memang sehabis sarapan saya keluar hotel sebentar mencari toko oleh-oleh untuk membeli titipan teman saya yaitu "Pie Talas".

        Setelah mencari di Google, akhirnya saya pun menemukan sebuah toko oleh-oleh yang letaknya juga di Jl. Suryakencana, hanya sekitar 200-400 meter dari Hotel 101, memudahkan sekali bagi wisatawan yang ingin beli oleh-oleh. Saya pun segera meluncur ke toko yang bernama "Dapur Arin".

        Syukurnya di toko oleh-oleh ini menjual Pie Talas yang teman saya titip, jadi saya tidak perlu repot lagi ke toko oleh-oleh lain. Toko oleh-oleh ini menurut saya lengkap, menjual berbagai jenis oleh-oleh yang menggugah selera, rasanya pengen saya beli semua tapi apa daya dompet saya tak kuat! haha..😆😆.

        Di bawah ini adalah foto oleh-oleh titipan teman saya, siapa tahu kalian kepo gaes pengen tahu oleh-olehnya bentukannya kayak gimana, haha.. 😆.

Rafles Pie, 1 kotak isi 7 pcs, harga IDR. 22.000,-

        Setelah beres masalah oleh-oleh, kembali ke hotel lalu makan siang di restoran hotel sekalian check out dari hotel. Liburan usai saatnya kembali ke dunia nyata! 😆. Secara keseluruhan saya suka dan senang menginap selama 2 malam di Hotel 101 Bogor Suryakancana dan akan kembali menginap di hotel ini lagi bila ada kesempatan berikutnya 😊.

        Terima kasih kepada kalian semua yang sudah membaca artikel ini, semoga kalian semua selalu diberikan kesehatan oleh Tuhan YME dan diberikan rejeki untuk liburan singkat juga seperti saya 🙏.  Sampai ketemu lagi yaa gaes di artikel saya berikutnya, bye-bye...





Created by: Penulis Imajinasi.




Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.

Senin, 24 Agustus 2020

[TRAVELLING] Weekend Getaway: 2D1N, Bogor Trip...


Hai hai semuanya... apa kabar ? Semoga semua yang membaca artikel ini selalu dalam keadaan sehat dan bahagia selalu, amiiiin... :)

Wah..sudah lama yaa saya tidak posting artikel baru, hehehe.. Tapi bagaimana mau posting artikel baru lah wong sejak Covid menyerang saya tidak kemana-mana dalam beberapa bulan terakhir ini, cuma stay at home demi kesehatan sendiri dan orang sekitar.

Beberapa bulan ini tidak ada aktifitas travelling, kulineran atau bahkan ide buat menulis cerita fiktif belaka pun tidak ada, hehehehe...

Tapiii..berhubung sekarang-sekarang ini sudah mulai boleh beraktifitas di luar rumah (walaupun tetap masih maskeran dan bawa hand sanitizer kemana-mana, hahaha..) saya akhirnya memutuskan pada akhir bulan lalu saatnya untuk liburan amat singkat ke 1 kota bernama Bogor di propinsi Jawa Barat, hehehe...

Kenapa amat singkat ? Karena cuma 2 hari 1 malam aja, hehehe.. Setidaknya bisa melepas rasa kangen travelling lah walaupun cuma 1 malam dan hanya travelling ke kota yang dekat dari tempat saya tinggal, hehehe.. Daripada kebanyakan bacot, yuklah saya ceritain trip saya kali ini, hehehe..

DAY 1.

Hari pertama ini dimulai dari pagi hari packing, siapin pakaian, mandi yang bersih dan wangi dan lanjut ketemuan dengan pacar saya,hehehe.. Sekitar jam 9an kita pun berangkat on the way menuju Bogor. Karena kita jalan pagi hari sehingga jalan tol yang kami lewati (read: Tol Jagorawi) belum masuk kategori macet, masih lancar jaya walaupun sudah mulai ramai kendaraan yang mengarah ke Puncak/Sukabumi/Bogor.

Butuh waktu sekitar 70-90 menit untuk kita sampai di Bogor dan langsung menuju ke 1 tempat yang ada di wish list pacar saya yaitu sebuah restoran bernama "Kedai Kita" di jl. Pangrango, Bogor Tengah. Sebuah restoran yang menyajikan Menu Western, Oriental dan Indonesian. Suasana restonya menurut saya nyaman, homey dan syukurnya kita datang masih dibawah jam makan siang alias dibawah jam 12an jadi masih dapat tempat duduk, belum banyak pengunjungnya.

Di kedatangan kali ini, saya memesan Nasi Ayam Goreng Mentega sementara doi memesan Hotplate Mie Sapi Lada Hitam plus Pangsit Goreng sebagai cemilan. Hemm..menurut lidah saya, makanan yang saya pesan nikmat, saus menteganya terasa gurih, ayam gorengnya juga lezat, tidak overcooked atau pun undercooked.

Begitu juga dengan makanan yang pacar saya pesan, saya cicip dan enak, pedesnya bikin nagih pemirsah.. mienya kenyal, saus lada hitamnya pedasnya pas, daging sapi yang dikasih juga banyak, gak pelit, mantul dah makan disini! Pantas saja pacar saya suka makan disini setiap dia berkunjung ke Bogor, what a great recommendation! Untuk Pangsit Gorengnya mah sudah terpampang nyata ke-kriuk-an dan kerenyahan dari kulit pangsit yang digoreng berwarna coklat keemasan plus saus pangsitnya asam-asam manis seger gimana gituuuu, hahaha..

Dan pacar saya juga take away Pizza Margharita yang ternyata di panggangnya memakai kayu bakar, beuh..unik yaa!  Pengalaman yang mengenyangkan makan di restoran ini ! TOP ! Berikut ini foto makanan yang kita pesan, saya ambil fotonya sesaat sebelum semua habis tak bersisa, hahaha..

Restoran Kedai Kita

Hotplate Mie Sapi Lada Hitam, Pangsit Goreng & Nasi Ayam Goreng Mentega.


Perut kenyang saatnya ngadem ke mall (teteup, yang dicari emol juga, dasar ya saya, anak mall ! hahaha..) Tujuan pertama kita adalah Botani Square. Di mall ini kita tidak makan berat lagi, hanya minum saja. Kegiatan di Botani Square adalah saya keliling menemani mba pacar keluar masuk store alias window shopping dan pada akhirnya iman dia tergoda dan membeli 1 piece baju yang menurut saya bagus kalau dia yang pakai, jadi semakin cantik, hehehe...

Puas (read:kaki pegel) keliling Botani Square, kita pun memutuskan untuk pindah lokasi karena ada item yang saya cari tapi tidak saya temukan di Botani Square. Nah berhubung jalanan Bogor sudah mulai macet, akhirnya kita memutuskan meninggalkan kendaraan di parkiran Botani dan melanjutkan perjalanan menggunakan taksi online demi supaya tidak capek menyetir dan kejebak macet, hehehe..

Tujuan ke 2 adalah Ekalokasari Plaza karena siapa tahu di tempat ini ada item yang saya cari-cari. Sampai di Ekalos seperti biasa yaa, di masa pandemi begini baik di Botani maupun Ekalos tetap harus cek suhu tubuh dan cuci tangan sebelum memasuki area mall, biar bersih gaes, hehehe... Keliling-keliling Ekalos membuat tenggorokan haus, akhirnya melipir lah kita buat minum teh sebentar, sekalian yaa ngobrol-ngobrol, quality time gitu lah ceritanya, eeaaa...hahaaa...

Item yang saya cari akhirnya saya dapatkan dan malah saya tergoda juga untuk beli item lain yang juga sebenarnya saya butuhkan, gak kuat iman saya tuh, hihihi.. Puas (read:kaki makin pegel) eksplor Ekalos kita pun memutuskan kembali ke Botani untuk mengambil kendaraan yang di parkir dan juga sekalian ke tempat meeting point yang pacar dan sahabatnya sudah sepakati sebelumnya.

Dan tahu gak dimana tempat meeting pointnya gaes ? "Kedai Kita" lagi ! Enggak, kalian gak salah baca, memang ketemuannya disitu lagi tapi di outlet yang berbeda lokasi, segitu sukanya pacar saya sama restoran ini sampai-sampai sehari 2x mengunjungi tempat ini, hahaha...tapi memang makanannya enak sih, hihihi.. Dan untuk menu makan malam saya tidak memilih nasi melainkan mie, yaitu Mie Tomyam Ayam. Mie yang kenyal dipadu kuah tomyam asam pedas menyegarkan plus topping potongan daging ayam, beuh..auto happy perut gue! Wkwkwkw... Noh tampilannya begini, cekidot:

Mie Tomyam Ayam.

Gimana ? Dari fotonya aja sudah kebayanglah yaa enaknya, hihihi.. Porsi mie nya itu cukup banyak sebenarnya tapi buat saya pribadi kurang banyak sedikit, kalau ini sih bukan salah restonya gaes tapi salah saya yang makannya banyak, hahahaa.. Sembari makan malam yaa kita ngobrol-ngobrol dan situasi resto saat itu cukup ramai pengunjung.

Perut kenyang, mata auto ngantuk, jadilah selesai dari restoran kita memutuskan untuk istirahat di hotel yang sudah di booking sebelumnya. Eits, jangan mikir yang macam-macam yaa, kita tidurnya terpisah kok, terpisahkan bantal, guling, dinding hahaha.. Hotel yang dipilih adalah Whiz Prime Hotel Pajajaran Bogor. Sebuah hotel bagus dan nyaman, ada kolam renangnya, staffnya ramah, oke banget untuk menginap jika liburan ke Bogor plus harga/malamnya akur banget sama dompet, gak bikin dompet sesak nafas, hahahaa..

Masuk kamar langsung bersih-bersih karena badan yang sudah lelah ini dan juga kasur empuk yang terus menerus memanggil saya untuk ditiduri, hahahaa.. Kamarnya nyaman, kasurnya empuk, nyaman dan saya kurang tahu tipe kamar apa yang saya tempati dikarenakan saat booking hotel ini saya percayakan saja kepada pacar saya, hehehe... Kira-kira beginilah sedikit penampakan kamar yang saya dapat:

Kasur Empuk :P
Toiletnya kakaa... :P
Shower dan Handuknya boleh kakaa... :P

Posesifnya kasur hotel membuat saya sulit beranjak gaes, hahaha... Dan saya akhiri Day 1 di bogor dengan menikmati kasur hotel sampai pagi, hehehe..


DAY 2.

Diawali dengan alarm yang berbunyi membuat saya terjaga dan begitu melek perut saya pun auto teriak lapar. Setelah beres sarapan saya pun langsung mandi biar wangi dan bersih, hehehe..

Di hari ke 2 ini setelah beres check out, saya dan mba pacar sempat googling toge goreng yang enak di kota Bogor dan ketemulah 1 tempat yang direkomendasikan oleh Google yaitu "Toge Goreng Ibu Hj. Omah", berlokasi di Jl. Jend. Sudirman No. 23 A, Pabaton, Bogor Tengah. Begitu sampai di tempat ini 1 kata yang pas buat mendeskripsikan yaitu Rame! Iyaa, waktu kita datang ramai pembeli, baik yang makan di tempat maupun bungkus bawa pulang.

Tidak pakai lama, saya pun langsung memesan 2 porsi Toge Gorengnya. Rasa yang pertama saya rasakan dimulut adalah gurih kuah tauco dan manisnya kecap menyatu sempurna di mulut, enak !. Plus tidak lupa saya tambahkan kerupuk mie sebagai teman makan toge gorengnya, makan saya semakin meriah dan kriuk, hahaha..

1 porsi Toge Goreng dihargai  Rp. 18.000 dan kerupuk mie dihargai Rp. 8.000,- per plastik dan 1 plastik isinya 2 piece kerupuk mie. Tidak mengherankan bila saat kita datang tempat ini ramai pembeli, dikarenakan rasanya yang enak dan harga yang cukup terjangkau, mantul !. Penasaran tampilan Toge Gorengnya ? Cekidot gaes...

Toge Goreng

Seporsi Toge Goreng dan Kerupuk Mie sukses masuk ke perut saya, oh iya saat memesan Toge Gorengnya saya juga mendapatkan 1 gelas teh tawar hangat biar makannya semakin lancar gaes, hahaha... Pokoknya kalau kalian ke Bogor menurut saya wajib kalian coba sih Toge Goreng ibu Hj. Omah, tinggal search di google maps terus ikutin deh arahan dari mapsnya buat ke tempat ini.

Setelah kenyang makan toge goreng, kita pun berpindah tempat ke 1 cafe bernama "Dimitree Coffee & Eatery" yang berlokasi di Jl. Pangrango Bogor. Suasana cafe nya nyaman, bikin betah buat nongkrong berlama-lama, varian makanannya juga oke, minumannya juga bervariasi, overall saya suka nongkrong di cafe ini :).

Puas nongkrong di cafe kita pun pindah tempat lagi kali ini tujuannya adalah beli oleh-oleh khas Bogor, yaitu Bolu Lapis Bogor. Toko oleh-oleh Lapis Bogor Sangkuriang menjadi pilihan saya karena memang Lapis Bogornya bercita rasa enak, hehehe..

Setelah membeli beberapa rasa lapis bogor saya dan pacar pun memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan dengan demikian berakhirlah sudah liburan 2 hari 1 malam kita di Bogor.

Terima kasih bagi kalian yang sudah meluangkan waktu membaca trip report saya ini dan semoga kalian semua selalu dalam keadaan sehat, amiin.. :) Sampai bertemu kembali di postingan saya berikutnya, bye bye...



Created By: Penulis Imajinasi.






Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.

Senin, 21 Mei 2012

[KULINER] Getuk Lindri.. Singkong Enak,Warna-warni..

Mungkin...bagi sebagian orang,nama 'Gethuk Lindri' sudah tak asing lagi,terlebih bagi masyarakat yang berdomisili di daerah Jawa Tengah atau Jawa Timur.
Yaa,Gethuk Lindri memang berasal dari daerah Jawa tengah. Makanan ringan yang terbuat dari singkong yang di kukus dan setelah masak,ditumbuk/digiling halus selagi panas bersama gula pasir dan biasanya ditambahkan vanili dan pewarna makanan,agar semakin manis dan terlihat berwarna-warni.


Gethuk Lindri sendiri disajikan dalam bentuk memanjang dan kecil-kecil sekitar panjang 4-5cm dan lebar 2-4cm. Dalam penyajiannya,Gethuk Lindri biasanya di taburi parutan kelapa. Sebuah perpaduan rasa nikmat yang sudah terbayang. Manis,lembutnya Gethuk dicampur sempurna dengan gurihnya kelapa parut akan memberi rasa nikmat yang luar biasa di mulut.



Tukang getuk lindri (Via: fotografer.net)


Di kota besar seperti Jakarta ini,mungkin sudah sangat susah sekali untuk menemukan pedagang Gethuk Lindri keliling. Dan berdasarkan pedagang yang saya temui,pedagang Gethuk Lindri memiliki ciri khas tersendiri,yaitu para pedagang selalu memutarkan lagu dangdut atau lagu berbahasa Jawa di gerobak dagang mereka selain tentunya para pedagang ini berteriak untuk menawarkan Gethuk Lindri dari pintu ke pintu warga,dari gang ke gang di setiap sudut kota Jakarta.

Saya sendiri sudah tak asing dengan panganan kuliner tradisional ini,hal ini dikarenakan pada saat saya bersekolah di Jakarta,terdapat seorang pedagang Gethuk Lindri yang biasanya mangkal di depan sekolah saya dan Gethuk menjadi makanan favorit saya di saat waktu istirahat tiba atau jajanan setelah pulang sekolah.

Setelah belasan tahun dari saat masa sekolah dulu,beberapa hari yang lalu saat saya sedang bersantai di kamar,saya mendengar sayup-sayup orang menyebutkan Gethuk dengan lantang. Lalu saya keluar rumah untuk melihat,apakah benar yang lewat tersebut pedagang Gethuk. Dan,ternyata benar,penjual Gethuk lewat di gang tempat saya tinggal,tanpa berpikir 2x,saya langsung memanggil penjual tersebut dan memesan Gethuk Lindri.

Sebelum memesan,saya sempat bertanya kepada penjual mengenai harga per pieces dari Gethuk Lindri. Dan ternyata harganya sangat terjangkau,terutama bagi anak sekolah,hal ini dikarenakan jika ingin membeli Gethuk,cukup sediakan uang Rp.500, /piece Gethuk. Dan pada saat itu,saya memesan Rp.3.000,- atau sama dengan 6 piece Gethuk Lindri.

Tak sampai 10 menit,pesanan yang saya pesan,sudah di tangan saya dan saya pun membayar jumlah uang sesuai pesanan saya. Setelah itu,saya langsung mencicipi Gethuk yang ada di tangan saya,dan menurut saya,tidak ada perubahan tekstur,warna maupun rasa Gethuk Lindri. Tekstur Gethuk yang halus karena proses penggilingannya,warna yang tetap cerah dan menarik,merah-hijau-kuning dll.

Dan rasa dari Gethuk Lindri sendiri tetap empuk saat digigit dan tetap terasa manis dan memiliki wangi yang sangat khas,wangi vanili. Hari itu,saya merasa seperti habis pulang sekolah saja,karena saya biasa menyantap Gethuk Lindri sembari berjalan pulang dari sekolah menuju rumah saya.

Sebuah makanan ringan/snack tradisional yang tetap nikmat,manis,warna-warni dari zaman ke zaman. Sebuah snack tradisional yang mencoba bertahan di tengah gempuran snack-snack modern yang lebih menarik dan semakin beragam jenisnya.


Gethuk Lindri

Mari..! Tetap Lestarikan Kuliner Tradisional Indonesia dengan memperkenalkan Kuliner Tradisional Indonesia ke pelosok Indonesia maupun Mancanegara!





Created By: Penulis Imajinasi


PERHATIAN!! Jika anda ingin mempublikasikan kembali cerita ini,harap mohon menyertakan link artikel saya ini dibawah postingan anda. Terimakasih atas perhatiannya.




Minggu, 11 Desember 2011

[KULINER] KUE RANGI.. Kue Wangi Dari Betawi.....

Minggu, 11 Desember 2011 01.05 WIB.




Saat ku sedang mengutak atik blog ku ini tengah malam,tiba-tiba saja perutku berbunyi yang artinya menandakan aku lapar. Akhirnya setelah memposting 1 artikel,aku lalu memutuskan keluar kost untuk mencari makanan malam yang memang selalu tersedia di sekitar tempat kostku. Beragam jenis makanan terdapat didaerah kostku,mulai dari roti bakar,nasi goreng,bubur ayam,sate ayam dan sate padang serta beragam jenis makanan lainnya.




Sejam kemudian,setelah melahap habis 1 mangkuk bubur ayam ati ampela seharga Rp.13.000 dan segelas teh manis panas seharga Rp.2000,aku memutuskan untuk kembali pulang ke kostku. Pada saat berjalan pulang,sembari menghisap sebatang rokok Djarum Black,aku bertemu dengan penjual makanan. Tanpa berpikir 3x,langsung saja ku berhentikan si abang tukang jualan.


Lalu aku pun bertanya pada si tukang,apa yang ia jual. Dan ia menjawab,kue rangi pak,makanan khas betawi. Yaa,kue rangi memang bukan panganan baru buatku,kue ini sudah aku kenal saat datang ke Pekan Raya Jakarta yang selalu menawarkan berbagai macam panganan khas betawi semisal,kerak telor,kue rangi,dodol betawi dll.


Kue Rangi yang dijual si bapak ini berharga Rp.2000,dan aku pun memesan 4 buah kue Rangi. Aku pun mulai bertanya mengenai bahan yang dipakai karena walaupun sudah pernah memakan kue Rangi,aku tidak pernah mencari tahu bahan-bahan kue tersebut. Dan si bapak menjawab,kue rangi itu dibuat dari campuran parutan kelapa dan tepung kanji,garam dan air. Serta diatas kue tersebut diolesi gula merah cair.


Tentunya topping gula merah cair tersebut dioleskan pada saat kue sudah matang. Ada 1 hal yang menurut aku unik dalam pembuatan kue rangi,si bapak tukang jualan memasak kue rangi pesananku dengan api kayu bakar,bukan dengan kompor minyak/kompor gas seperti lazimnya para penjual makanan saat ini.


Dan ketika aku bertanya,mengapa tidak menggunakan kompor gas,si bapak dengan pede-nya menjawab bahwa jika cara memasak dengan kayu bakar inilah yang menjadi salah 1 ciri khas nya,cara memasak yang juga tradisional. Jika menggunakan kompor gas,maka rasa dari kue Rangi pun akan berbeda. Begitulah kira-kira si bapak mencoba menjelaskan padaku.


Sekitar 10 menit lamanya aku menunggu 4 kue pesananku matang,dan setelah membayar sebesar Rp.8000,aku pun segera menyantapnya selagi hangat. Karena berdasarkan pengalamanku sebelumnya,jika memakan kue Rangi dalam keadaan dingin,maka akan terasa seperti memakan lem,hal ini dikarenakan gula merah cair yang menjadi topping kue Rangi akan mengental dan mengeras.


Kue Rangi...




Yah! Sebuah snack tradisional yang mencoba bertahan dan patut dijaga kelestariannya. Sebuah snack tradisional asli khas Betawi.Snack tradisional yang mencoba bersaing ketat dengan banyaknya variasi snack modern dan segala jenis makanan cepat saji.


Mari memakan snack tradisional khas negeri sendiri.
Indonesia punya segudang panganan dan masakan khas setiap daerah yang tak kalah enaknya bila dibandingkan dengan makanan internasional.


AKU BANGGA,AKU CINTA KULINER KHAS ASLI INDONESIA !!






Created By: Penulis Imajinasi



PERHATIAN!! Jika anda ingin mempublikasikan kembali cerita ini,harap mohon menyertakan link artikel saya ini dibawah postingan anda. Terimakasih atas perhatiannya.