Tampilkan postingan dengan label gedung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gedung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Januari 2022

[TRAVELLING] 2022 First Trip: 3D2N Bogor - West Java Trip.


        Hi semuanyaa... apa kabarnya kalian semua di tahun 2022 ini? saya berharap kalian yang membaca postingan saya ini dalam keadaan sehat selalu, bahagia selalu yaa 😊. Setelah lebih dari 1 tahun saya tidak travelling karena tidak ada yang ngajakin, hahaha...😆, akhirnya di awal tahun 2022 tepatnya seminggu lalu saya travelling lagi, ya walaupun tujuan travelling kali ini cuma berjarak 1 jam dari Jakarta, gak jauh-jauh kok, hehehe... 😁.

        Pada trip kali ini saya tidak sendiri, bukan sama pacar yaa tapi saya sama saudara-saudara saya sehingga membuat perjalanan kali ini semakin seru!👌. Seperti apa trip saya kali ini? Sini saya ceritain!.


DAY 1.

        Dimulai dari siang hari yang hujan rintik-rintik saat itu, saya start trip kali ini dengan menyambangi kediaman saudara saya terlebih dahulu karena rencananya kita akan berangkat bareng menuju hotel yang telah dipesan sebelumnya. Sekitar siang setengah 2an saya dan rombongan pun tancap gas menuju kota yang tidak jauh dari Jakarta yaitu Bogor.

        Perjalanan pergi kala itu memang sesuatu yaa karena baru saja keluar rumah, kita sudah disambut oleh padatnya lalu lintas, belum masuk tol saja sudah padat tetapi syukurnya jalan tol saat itu lancar walaupun tetap hitungannya padat kendaraan tetapi tidak sampai macet berhenti total, istilahnya mah padat merayap gituu 😅.

        Setelah menempuh kurang lebih 1 jam lebih sedikit akhirnya saya dan rombongan sampai di Kota Hujan a.k.a Bogor. Selama berada di Bogor, saya dan rombongan akan menginap selama 2 malam di sebuah hotel yang terletak di Jl. Suryakencana yaitu The 101 Bogor Suryakancana.

        Sebuah hotel bintang 4 yang mewah dan megah serta memiliki fasilitas yang baik, seperti kolam renang dengan size yang menurut saya cukup besar, gym center, toilet yang selalu bersih, restoran, musholla, lift, ruang rapat dan lainnya. Karena masih pandemi jadi sebelum memasuki area hotel ini kalian wajib scan apps Peduli Lindungi ya dan wajib memakai masker.

        Jujur saya tidak tahu jenis kamar apa yang saya dapat karena yang pesan kamarnya adalah sepupu saya jadi pas dia beres check in ya saya dapat kartu dan langsung meluncur ke kamar, yang jelas saya dapat kamar di lantai 6! 😄. Penasaran seperti apa hotel dan kamar yang saya tempati selama 2 malam? cek foto dibawah ini ya!.


Kolam ikan depan hotel.

Pintu masuk hotel.

Area Lobby.

Depan Hotel.

Suasana depan hotel saat malam hari, bagus!.

Kala itu masih suasana Nataru.

Rusanya nyala 😜.

Cantik! Ini di cafe hotel ya..

Cafe hotel

Sehabis check in nyantai dulu di cafe.

Lift Hotel.

Bisa sewa sepeda loh!.

Kamar mandi kamar hotel.

Kamar mandi kamar hotel, tersedia pengering rambut juga.

Kamarnya cukup lega.

Gantungan baju, telepon, brankas, sandal hotel.

TV di dalam kamar, channelnya cukup banyak.

Ranjangnya empuk.

Pengen kopi? Ada pemanas air listrik, tinggal masak, disediakan juga kopi, teh, gula.

Pintu kamar dari sisi dalam kamar.

AC kamarnya dingin 👌.


        Di sekeliling hotel ini terdapat banyak restoran alias penjual makanan, saya suka hotel yang di sekitarnya itu banyak terdapat penjual makanan apalagi kalau makanan yang dijual adalah makanan khas daerah yang saya kunjungi, jadinya saya bisa sekalian wisata kuliner deh! 😍.

        Sebenarnya jalan Suryakencana sendiri bukanlah area baru buat saya, karena sebelum ini saya sesekali di hari sabtu atau hari libur naik kereta/bus ke Bogor dan kulineran di jalan Suryakencana atau di sekitar jalan Padjajaran tapi bedanya saya tidak menginap alias PP (Pulang Pergi).

        Sore harinya saya dan rombongan pun keluar hotel, jalan-jalan sore menyusuri jalan Suryakencana untuk hunting kuliner, sepupu saya ada yang jajan cemilan sementara saya dari jauh sudah mengincar penjual kue pukis! 😆. Setelah lelah akhirnya kita pun kembali ke hotel dan semua saudara saya memutuskan untuk pesan makan malam dari restoran hotel saja tapi tidak dengan saya! Saya memilih keluar lagi di malam harinya untuk mencari makanan buat makan malam saya.

        Oh iya, salah 1 kebiasaan saya setiap menginap di 1 hotel adalah saya selalu cek restoran di sekitar tempat saya menginap melalui Google atau aplikasi layanan pesan antar seperti Gofood/Grabfood, hal ini bertujuan supaya saya tahu dulu menu makanan apa saja yang dijual di sekitaran hotel tempat saya menginap, baru saya putuskan mau makan apa.

        Setelah cek aplikasi, saya pun memutuskan untuk membeli Nasi Telur, saya pilih menu ini karena lokasi restorannya yang tidak jauh dari hotel serta harganya termasuk murah sih, mulai dari 15 ribuan saja, huwehehehe..😁😁.

        Karena sebelumnya saya sudah tahu daftar menunya dari aplikasi, jadi saat saya tiba di restonya tidak bingung lagi. Oh iya, nasi telur yang saya pilih sebagai menu makan malam berasal dari restoran "Nasi Telur Pak Ekoyang jaraknya hanya sekitar 100-200 meter dari Hotel 101. Saat itu saya memesan Nasi Telur Orak Arik Chicken Karaage dengan harga IDR. 24.900,- atau kurang lebih 25 ribu.

        Rasanya cocok dengan selera saya, Chicken Karaagenya renyah dan berasa daging ayamnya, dapat Serundeng dan Kulit Ayam Krispi yang juga enak plus Sambal yang menurut saya pedasnya pas, mantap!. Pengen tahu tampilan makanan yang saya pesan seperti apa? nih saya kasih tahu!

Nasi Telur Chicken Karaage by Nasi Telur Pak Eko, Suryakencana - Bogor.

Beberapa menu dari restoran Nasi Telur Pak Eko.

Setelah kenyang saya segera bersih-bersih dan berubah menjadi kepompong alias selimutan menikmati dinginnya AC kamar saya! 😆😆.


DAY 2.

        Selamat pagi dari Bogor!👋. Bangun pagi di hari ke 2 berat sekali, besar sekali gaya magnet yang ada di kasur saya yang membuat saya susah bangun, hahaha..😂😆. Cuci muka, sikat gigi dan siap-siap turun ke lantai restoran untuk menyantap sarapan. Hotel ini menyediakan sarapan yang bervariasi, banyak jenisnya dan semua makanan yang saya makan saat sarapan memiliki cita rasa yang enak (maap gak ada foto sarapan karena saya lupa mau foto! 😆), cuma sempat foto minumannya saja.

        Oh iya, sewaktu saya menunggu lift buat turun sarapan, saya sempat melihat sebuah pemandangan yang menurut saya indah yaa, dikarenakan masih pagi, langitnya bersih jadi nampak di kejauhan sebuah gunung namun saya kurang tahu itu gunung apa, benar-benar memanjakan mata saya!😍😍. Ini fotonya:

Habis sarapan jangan lupa minum gaes! 😝.
Pemandangan pagi hari dari hotel, itu gunung apa gaes?

Tjakep bener dah pemandangannya!

Selamat pagi dari Bogor!.

        Beres sarapan, sepupu saya pun siap-siap menemani anak-anaknya buat berenang karena memang di hotel ini memiliki kolam renang. Sehabis ponakan saya berenang, saya dan seorang sepupu saya menyewa sepeda yang disediakan oleh pihak hotel dengan tarif IDR. 50.000,- per 2 jam. Niat awalnya sih pengen masuk Kebun Raya Bogor pakai sepeda namun apa daya baru 1x putaran saya sepedaan di sekitaran hotel eh nafas saya sudah megap-megap, lemes dan hampir pingsan!.

        Alhasil saya balik ke hotel dengan menyewa ojek pangkalan karena sudah tidak kuat lagi gowes!. Tukeran sama abang ojeknya, saya naik motornya si abang, abang ojeknya naik sepeda saya. Memalukan! 🙈😆. Bodoh memang saya, sepedaan sambil pake masker ya semakin ngos-ngosan jadinya! Jangan ditiru ya gaes!🙈.

        Setelah insiden yang menghebohkan rombongan saya itu, saya hanya istirahat saja di kamar dan makan siang di kamar, sebelumnya saya sudah beli dan bungkus makan siang dari sebuah warteg yang letaknya dekat dari hotel. Sorenya saya dan sepupu pun kembali jalan-jalan sore menyusuri jl. Suryakencana sisi kanan hotel, yang jalan sore hari sebelumnya kita menyusuri sisi sebelah kiri hotel.

        Saat sampai di bagian depan Jl. Suryakencana, kita ketemu dengan penjual roti yang merk rotinya itu merupakan salah 1 merk roti tertua di Indonesia, merk ini sudah ada sejak tahun 1920, lebih tua dari saya!. Merk roti itu adalah "Tan Ek Tjoan", saya dan sepupu pun ngeborong rotinya terutama Roti Gambang.

        Saya suka dengan Roti Gambang karena memiliki rasa yang khas gula aren dan kayu manis, legit! 👍. Setelah beli roti, kita pun tidak lupa foto-foto di depan Jl. Suryakencana lebih tepatnya di depan gapura Suryakancana, cuaca sore itu adem banget, dingin karena sebelumnya turun hujan deras. Buat yang kepo fotonya kayak apa, cek di bawah ini gaes!.

Borong roti "Tan Ek Tjoan".

Lawang Suryakancana.

Foto dulu gaes.. 😄😄.

Jalanan Bogor sore hari.

Langit kota Bogor sore hari.

Foto ini sama kayak di atas cuma beda posisi aja! 😆

Jalan Suryakencana.

Roti Gambang "Tan Ek Tjoan".

Roti Gambang "Tan Ek Tjoan".


        Setelah puas foto-foto kita pun kembali ke hotel. Untuk makan malam hari ke 2 ini, sepupu saya kepo dengan menu restoran nasi telur yang saya makan di hari sebelumnya, setelah melihat-lihat menunya di apps akhirnya semua sepupu saya memilih untuk mencoba nasi telur yang kemarin saya makan, hehehe... 😁. Alhasil saya ditemani oleh 1 orang sepupu saya pun kembali lagi ke restoran nasi telur untuk membeli makan malam buat semuanya. Selesai membagikan semua pesanan dan makan malam, saya pun bersih-bersih dan santai di kamar saja.


DAY 3.

        Hari ke 3 saya di Bogor tidak ada kegiatan apa-apa karena di hari ini saya dan rombongan bersiap untuk check out dari hotel. Hanya memang sehabis sarapan saya keluar hotel sebentar mencari toko oleh-oleh untuk membeli titipan teman saya yaitu "Pie Talas".

        Setelah mencari di Google, akhirnya saya pun menemukan sebuah toko oleh-oleh yang letaknya juga di Jl. Suryakencana, hanya sekitar 200-400 meter dari Hotel 101, memudahkan sekali bagi wisatawan yang ingin beli oleh-oleh. Saya pun segera meluncur ke toko yang bernama "Dapur Arin".

        Syukurnya di toko oleh-oleh ini menjual Pie Talas yang teman saya titip, jadi saya tidak perlu repot lagi ke toko oleh-oleh lain. Toko oleh-oleh ini menurut saya lengkap, menjual berbagai jenis oleh-oleh yang menggugah selera, rasanya pengen saya beli semua tapi apa daya dompet saya tak kuat! haha..😆😆.

        Di bawah ini adalah foto oleh-oleh titipan teman saya, siapa tahu kalian kepo gaes pengen tahu oleh-olehnya bentukannya kayak gimana, haha.. 😆.

Rafles Pie, 1 kotak isi 7 pcs, harga IDR. 22.000,-

        Setelah beres masalah oleh-oleh, kembali ke hotel lalu makan siang di restoran hotel sekalian check out dari hotel. Liburan usai saatnya kembali ke dunia nyata! 😆. Secara keseluruhan saya suka dan senang menginap selama 2 malam di Hotel 101 Bogor Suryakancana dan akan kembali menginap di hotel ini lagi bila ada kesempatan berikutnya 😊.

        Terima kasih kepada kalian semua yang sudah membaca artikel ini, semoga kalian semua selalu diberikan kesehatan oleh Tuhan YME dan diberikan rejeki untuk liburan singkat juga seperti saya 🙏.  Sampai ketemu lagi yaa gaes di artikel saya berikutnya, bye-bye...





Created by: Penulis Imajinasi.




Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.

Kamis, 08 Oktober 2020

[TRAVELLING] Staycation & Short Trip To Bandung.

Hi semuanyaa...apa kabar ? Saya harap kalian semua yang membaca postingan ini selalu dalam keadaan sehat dan bagi yang sedang sakit semoga cepat sembuh yaa... :).

Di postingan saya kali ini saya akan sharing pengalaman saya menginap di 2 hotel yang berada di 2 kota yang berbeda namun ke 2 hotel ini sama-sama menerapkan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat untuk cuci tangan dan mengukur suhu tubuh sebelum masuk ke dalam gedung hotelnya. Penasaran hotel apa saja ? Berikut ceritanya, hehehe..


**Hotel 1**.

Beberapa waktu lalu saat kota Jakarta melonggarkan PSBB, saya pun menyempatkan diri untuk staycation di salah 1 hotel yang ada di sekitaran Sabang, Jakarta Pusat. Hotel yang saya pilih untuk staycation adalah Hotel Mercure Sabang yang berada di Jl. H. Agus Salim, Jakarta Pusat.

Dari segi lokasi, hotel ini dekat dengan Monas, stasiun Gambir dan dekat dengan kawasan tempat makan di Jl Sabang. Kesan pertama saya saat datang untuk check-in di hotel ini adalah mewah, karena memang sepengetahuan saya, hotel ini adalah hotel bintang 4.

Tidak ada kendala sama sekali saat saya check in karena memang staff receptionistnya membantu sekali. Dan juga saat saya bertemu dengan para staff lainnya pun ramah, jadi bikin betah, hehehe.. Oh iya, di hotel ini juga tersedia fasilitas kolam renang outdoor namun saya tidak mencoba kolam renangnya, takut balik lagi jadi lumba-lumba nanti kalau saya berenang, hahahahaa...

Bicara soal kamar, kamar yang saya tempati sudah tentu mewah, bersih dan rapi, kasurnya empuk banget bikin saya pules tidur plus AC kamarnya dingiinn, jadinya semakin pules deh, hahahaa.... Tersedia pula wifi gratis di dalam kamar yang memudahkan saya untuk main sosial media atau nonton video streaming. 

Kamar yang saya tempati adalah kamar tipe Deluxe dengan luas kurang lebihnya mungkin sekitaran 25-27 meter persegi (jika saya tidak salah), disediakan air kemasan gratis plus teko listrik bila kalian ingin menyeduh air panas buat bikin kopi/teh. Channel tv cable yang tersedia juga cukup lengkap, di kamar mandi juga tersedia air panas/dingin dan seingat saya disediakan juga hair dryer di kamar mandi (barang penting nih bagi para wanita, hahahaa...). Untuk rasa menu sarapan di hotel ini saya tidak mencobanya karena saya hanya memesan kamar hotelnya saja, tidak termasuk sarapan.

Well, secara keseluruhan saya suka sekali menginap di hotel ini dan akan kembali lagi menginap di hotel ini di lain waktu. Berikut ini beberapa foto kamar yang saya tempati:









**Hotel 2**.

Oke, jadi untuk hotel ke 2 ini saya pesannya dadakan dan saya tidak yakin ini bisa disebut staycation karena saya menginap di luar kota, bukan di kota saya sendiri. Awal cerita kenapa saya pesan hotel ini adalah karena sekitar bulan Agustus yang lalu saya ada urusan mendadak di kota Bandung, saya harus segera berangkat hari itu juga menuju Bandung. Terima kasih saya ucapkan kepada travel Jackal Holidays yang saat itu mengantarkan saya dari Jakarta menuju Bandung. 

Kenapa saya pilih Jackal Holidays ? 

  • Karena lokasi counternya dekat dengan tempat saya tinggal.
  • Karena armadanya luxury alias mewah, kursi penumpangnya besar bisa reclining, dan dalam 1 mobil itu isinya seingat saya hanya 8 penumpang saja. Jarak kursi saya dengan kursi depan saya itu lega banget, cocok buat saya yang bertubuh chubby bin montok ini, hahahaa..
  • Tersedianya port USB di kursi saya sehingga memudahkan saya untuk mengisi daya baterai gadget saya selama di perjalanan.
  • Titik tiba travel ini di Bandung dekat dengan lokasi tempat saya punya urusan.

Start dari Jakarta jam 6 sore dan pada pukul 9 malam saya sudah sampai di kantor travel Jackal Holidays di Jl. Dipati Ukur, Bandung. Setelah sampai saya pun langsung memesan ojek online untuk mengantarkan saya menuju hotel yang sudah saya pesan sebelumnya.

Hotel yang saya gunakan untuk menginap selama 2 malam di Bandung adalah De Sofia Dago Hotel yang berada di Jl. Teuku Angkasa No. 27, Bandung - Jawa Barat.

Sebuah hotel bintang 2 / bintang 3 yang terletak di kawasan perumahan sehingga tidak ramai lalu lintas kendaraan yang membuat tidur saya nyenyak karena tidak terganggu dengan bisingnya suara kendaraan bermotor.

Masuk ke lobby hotel ini saya langsung disapa ramah oleh receptionist dan saat saya check-in seingat saya harus deposit kartu sebesar Rp. 50.000,- yang akan dikembalikan saat check-out dari hotel ini.

Sebuah hotel 4 lantai yang dilengkapi dengan lift/elevator sebagai akses menuju lantai tempat kamar saya berada, para staff di hotel ini menurut saya ramah, jadi bikin betah deh, hehehee....

Masuk kamar kesan pertama saya adalah kamarnya bersih, tempat tidur dan bantalnya bersih dan rapi, toiletnya bersih. Di kamar saya juga mendapatkan air kemasan gratis dan tersedia teko listrik bagi yang ingin menyeduh air panas untuk membuat kopi/teh.

Kamar yang saya tempati dilengkapi fasilitas wifi gratis, channel tv cable yang cukup lengkap, di kamar mandi juga tersedia air panas/dingin plus AC kamarnya dingiiinn, mantab! hehehe.. Hotel ini juga menyediakan fasilitas kolam renang dan smoking area di lantai paling atas dan saya pun menyempatkan melihat kolam renangnya tapi saya tidak berenang karena ya saya takut balik lagi jadi lumba-lumba, hahahaa...

Yang saya suka saat menginap di hotel ini adalah di sekitar hotel ini banyak terdapat penjual makanan, sehingga memudahkan saya untuk membeli sarapan (saya hanya memesan kamar saja tanpa sarapan) ataupun membeli makan siang/malam, jadi bisa sekalian wisata kuliner deh, hehehee..

Overall saya suka menginap di hotel ini dan pastinya akan kembali lagi menginap di hotel ini saat saya berkunjung ke Bandung di lain waktu. Buat yang kepo seperti apa kamar dan kolam renangnya, berikut ini beberapa fotonya yaa:

Kolam renang






Nasi goreng yang saya beli di dekat hotel



Dengan berakhirnya urusan saya di Bandung maka berakhirlah pula cerita saya kali ini. Untuk harga per malam hotel yang saya sebutkan di cerita ini bisa kalian cek langsung di OTA (Online Travel Agent) langganan kalian ya. Terima kasih untuk kalian yang sudah menyempatkan waktu membaca tulisan saya ini, semoga kalian semua selalu dalam keadaan sehat dan sampai ketemu lagi di tulisan saya berikutnya yaa, bye-bye...... :)




Created by: Penulis Imajinasi.



Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.




Senin, 05 Februari 2018

[TRAVELLING] Explore Jakarta: Museum & City Tour Bus.

Hai hai semuanya... apa kabar semua di tahun 2018 ini? semoga semuanya dalam keadaan sehat selalu ya.. finally, ini postingan pertama saya di 2018, hahaii.. pada artikel kali ini saya akan share tentang pengalaman saya mengunjungi 2 museum yang ada di Kota Tua Jakarta, pada weekend kemarin.

Well, rencana awal sih bukan ingin jalan ke museum, tapi mau kulineran di bogor dan puncak, cuma berhubung saya kesiangan bangun tidurnya, akhirnya jalan-jalan ke museum,hehehe.. Kalau nanti saya akhirnya jadi kulineran di bogor, saya share di artikel yang berbeda yaa..hehehe..

Museum yang saya datangi kemarin adalah Museum Wayang dan Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah) yang berada di kota tua. Jika kalian ingin berkunjung ke museum ini, untuk yang berada di luar jakarta (bogor,depok,bekasi,tangerang) bisa naik kereta commuter line, turunnya di stasiun kota, tinggal jalan sedikit deh dari stasiun, atau bisa juga naik Transjakarta ambil yang jurusan Kota yaa...

Museum pertama yang saya kunjungi adalah Museum Wayang, letaknya di area Kota Tua, bersebelahan dengan Museum Fatahillah. Oia, jangan kesini pas hari senin ya, karena hari senin museum ini tutup. Untuk dapat masuk ke museum ini, pertama-tama kalian harus beli tiket seharga Rp. 5000,- saja. Begini penampakan tiketnya:

Tiket Masuk Museum Wayang.

Dulunya pada jaman kolonial Belanda bangunan ini bernama De Oude Hollandsche Kerk ("Gereja Lama Belanda") dan dibangun pertama kali pada tahun 1640. Tahun 1732 diperbaiki dan berganti nama De Nieuwe Hollandse Kerk (Gereja Baru Belanda) hingga tahun 1808 akibat hancur oleh gempa bumi pada tahun yang sama. Di atas tanah bekas reruntuhan inilah dibangun gedung Museum Wayang dan diresmikan pemakaiannya sebagai museum pada 13 Agustus 1975. Meskipun telah dipugar beberapa bagian gereja lama dan baru masih tampak terlihat dalam bangunan ini. (Sumber: Wikipedia)

Tullisan bahasa Belanda yang ada di Museum Wayang ( makam dari Jan Pieterszoon Coen)

Museum ini memamerkan berbagai jenis dan bentuk wayang dari Indonesia maupun mancanegara. Beberapa koleksi museum wayang ini ada yang dari negara Tiongkok, Kamboja, Thailand, India, Perancis, Rusia, Vietnam dan beberapa negara lainnya. Hingga saat ini, yang saya tahu ada sekitar 4000 buah wayang yang menjadi koleksi di museum ini.

Begitu memasuki area museum ini, kalian akan langsung disuguhi oleh koleksi wayang-wayang yang tersusun rapi dan cantik di dalam sebuah lemari (kalau boleh saya sebut demikian) yang ditutupi kaca, sangat rapi sekali. Daripada berlama-lama saya menjelaskannya, bagaimana kalau kalian langsung saja melihat beberapa koleksi museum yang sempat saya foto saat berkunjung ke museum ini, cekidot yak...













Wayang Boneka Dari Inggris


Boneka Kathakali dari Kerala, India Selatan
Boneka Rusia
Wayang Boneka Dari India

Boneka Perancis
Boneka Polandia







Naahh..bagaimana koleksinya ? cukup lengkap dan beragam bukan ? oia, setiap koleksi yang dipamerkan juga disertai dengan keterangannya kok dan tersedia dalam 2 bahasa, Indonesia dan English, jadi gak perlu bingung atau googling dulu yah..hahaha..

Setelah puas keliling di Museum Wayang, saya pun lalu melipir ke Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah yang memang letaknya sangat berdekatan, masih di seputaran Taman Fatahillah.
Kalau kalian ingin tahu mengenai sejarah kota Jakarta, kalian wajib datang ke museum ini. Karena di museum ini sangat detail dijelaskan bagaimana Jakarta atau Batavia pada jaman dahulu kala.

Untuk dapat masuk ke museum ini, pertama sekali kalian harus membeli tiket masuknya dulu yah guys, gak mahal kok, cuma Rp.5000,- saja, sama dengan harga tiket Museum Wayang. Begini nih penampakan tiket Museum Fatahillah,cekidot...

Tiket Masuk Museum Sejarah Jakarta.

Tampak Depan Museum Sejarah Jakarta.

Sebelum dijadikan museum, dahulu kala bangunan ini dipakai untuk balai kota Batavia, lalu baru pada tahun 1974 lah bangunan ini diresmikan menjadi Museum Fatahillah. Lantas, apa saja yang menjadi koleksi dari museum ini?? suangaaattt buanyaakkk sekaliii..hehehe.. Di museum ini kalian bisa mengetahui perjalanan sejarah Jakarta, replika peninggalan kerajaan Tarumanegara dan Padjajaran.

Lalu kalian juga bisa melihat Jakarta (Batavia) pada tempo dulu, di tempat ini juga terdapat mebel antik dari abad ke 17 sampai 19, kalian juga bisa melihat berbagai macam prasasti daaaaaaaann, ada penjara bawah tanah juga lohh...hiii...kalau yang terakhir sih agak horor yee... hehehee...

Kok bisa ada penjara bawah tanah? Ya karena pada jaman VOC, museum ini adalah Balai Kota Batavia. Dulunya, di Balai Kota ini terdapat 2 tipe penjara, yaitu penjara bawah tanah dan terdapat 1 bangunan lagi di belakang Balai Kota yang difungsikan sebagai penjara. Dan menurut Wikipedia, Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro serta Untung Suropati pernah menjadi tahanan di penjara Balai Kota.

Nih, kalian cek langsung deh foto dibawah ini yah, foto ini saya ambil saat berada di dalam Museum Fatahillah...













Jakarta (Batavia) 1650
Jakarta (Batavia) 1619
Penjara Bawah Tanah.

Setelah keluar dari Museum Fatahillah, saya pun menyempatkan diri untuk menjajal City Tour Bus Jakarta atau biasa disebut juga "Mpok Siti". Bus tingkat ini disediakan Pemprov DKI untuk berwisata secara gratis (catet! GE RA TIS! hahaha..) melewati tempat-tempat yang menjadi simbol kota Jakarta. Perlu di ingat bahwa bus ini tidak berhenti disembarang tempat, bus ini hanya akan menaik-turunkan penumpang di halte yang ada tulisan "City Tour".

Beberapa halte itu ada di BNI 46, Pasar Baru (Gedung Kesenian Jakarta), Juanda (Istiqlal), Monas 1, Monas 2, Balai Kota, Museum BI, Sawah Besar, Harmoni, Sarinah, dan Plaza Indonesia (maaf bila ada yang terlewatkan, saya tidak begitu hafal halte apa saja yang menjadi tempat bus ini berhenti).

Secara keseluruhan menurut saya bus ini nyaman, bersih, dan selama saya naik bis ini saya tidak melihat adanya penumpang yang berdiri, mungkin memang tidak diijinkan penumpang untuk berdiri yah, beda dengan transjakarta biasa. Saat saya mencoba bus ini, selama di perjalanan para penumpang ditemani oleh pemandu wisata yang menurut saya menambah kenyamanan dalam menggunakan bus ini.

Beginilah wujud dari Mpok Siti yang saya coba pada hari sabtu minggu lalu, cekidot yuk..

Bus Tingkat "City Tour Bus"

Lantai 2 Bus (Bagian Depan)

Lantai 2 Bus (Bagian Belakang)

Gratis loh yaa... hehe...


Dan berakhirlah sudah jalan-jalan saya meng-explore ibu kota pada hari sabtu kemarin. Buat kalian yang mau jalan-jalan murah, mungkin kalian bisa meng-explore Jakarta dengan menggunakan City Tour Bus.





Created By: Penulis Imajinasi.


Mohon sertakan alamat blog saya ini jika anda ingin mengkopi atau posting ulang cerita ini ke dalam website ataupun blog anda. Terima kasih.