Tampilkan postingan dengan label nasi goreng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasi goreng. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Oktober 2020

[TRAVELLING] Staycation & Short Trip To Bandung.

Hi semuanyaa...apa kabar ? Saya harap kalian semua yang membaca postingan ini selalu dalam keadaan sehat dan bagi yang sedang sakit semoga cepat sembuh yaa... :).

Di postingan saya kali ini saya akan sharing pengalaman saya menginap di 2 hotel yang berada di 2 kota yang berbeda namun ke 2 hotel ini sama-sama menerapkan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat untuk cuci tangan dan mengukur suhu tubuh sebelum masuk ke dalam gedung hotelnya. Penasaran hotel apa saja ? Berikut ceritanya, hehehe..


**Hotel 1**.

Beberapa waktu lalu saat kota Jakarta melonggarkan PSBB, saya pun menyempatkan diri untuk staycation di salah 1 hotel yang ada di sekitaran Sabang, Jakarta Pusat. Hotel yang saya pilih untuk staycation adalah Hotel Mercure Sabang yang berada di Jl. H. Agus Salim, Jakarta Pusat.

Dari segi lokasi, hotel ini dekat dengan Monas, stasiun Gambir dan dekat dengan kawasan tempat makan di Jl Sabang. Kesan pertama saya saat datang untuk check-in di hotel ini adalah mewah, karena memang sepengetahuan saya, hotel ini adalah hotel bintang 4.

Tidak ada kendala sama sekali saat saya check in karena memang staff receptionistnya membantu sekali. Dan juga saat saya bertemu dengan para staff lainnya pun ramah, jadi bikin betah, hehehe.. Oh iya, di hotel ini juga tersedia fasilitas kolam renang outdoor namun saya tidak mencoba kolam renangnya, takut balik lagi jadi lumba-lumba nanti kalau saya berenang, hahahahaa...

Bicara soal kamar, kamar yang saya tempati sudah tentu mewah, bersih dan rapi, kasurnya empuk banget bikin saya pules tidur plus AC kamarnya dingiinn, jadinya semakin pules deh, hahahaa.... Tersedia pula wifi gratis di dalam kamar yang memudahkan saya untuk main sosial media atau nonton video streaming. 

Kamar yang saya tempati adalah kamar tipe Deluxe dengan luas kurang lebihnya mungkin sekitaran 25-27 meter persegi (jika saya tidak salah), disediakan air kemasan gratis plus teko listrik bila kalian ingin menyeduh air panas buat bikin kopi/teh. Channel tv cable yang tersedia juga cukup lengkap, di kamar mandi juga tersedia air panas/dingin dan seingat saya disediakan juga hair dryer di kamar mandi (barang penting nih bagi para wanita, hahahaa...). Untuk rasa menu sarapan di hotel ini saya tidak mencobanya karena saya hanya memesan kamar hotelnya saja, tidak termasuk sarapan.

Well, secara keseluruhan saya suka sekali menginap di hotel ini dan akan kembali lagi menginap di hotel ini di lain waktu. Berikut ini beberapa foto kamar yang saya tempati:









**Hotel 2**.

Oke, jadi untuk hotel ke 2 ini saya pesannya dadakan dan saya tidak yakin ini bisa disebut staycation karena saya menginap di luar kota, bukan di kota saya sendiri. Awal cerita kenapa saya pesan hotel ini adalah karena sekitar bulan Agustus yang lalu saya ada urusan mendadak di kota Bandung, saya harus segera berangkat hari itu juga menuju Bandung. Terima kasih saya ucapkan kepada travel Jackal Holidays yang saat itu mengantarkan saya dari Jakarta menuju Bandung. 

Kenapa saya pilih Jackal Holidays ? 

  • Karena lokasi counternya dekat dengan tempat saya tinggal.
  • Karena armadanya luxury alias mewah, kursi penumpangnya besar bisa reclining, dan dalam 1 mobil itu isinya seingat saya hanya 8 penumpang saja. Jarak kursi saya dengan kursi depan saya itu lega banget, cocok buat saya yang bertubuh chubby bin montok ini, hahahaa..
  • Tersedianya port USB di kursi saya sehingga memudahkan saya untuk mengisi daya baterai gadget saya selama di perjalanan.
  • Titik tiba travel ini di Bandung dekat dengan lokasi tempat saya punya urusan.

Start dari Jakarta jam 6 sore dan pada pukul 9 malam saya sudah sampai di kantor travel Jackal Holidays di Jl. Dipati Ukur, Bandung. Setelah sampai saya pun langsung memesan ojek online untuk mengantarkan saya menuju hotel yang sudah saya pesan sebelumnya.

Hotel yang saya gunakan untuk menginap selama 2 malam di Bandung adalah De Sofia Dago Hotel yang berada di Jl. Teuku Angkasa No. 27, Bandung - Jawa Barat.

Sebuah hotel bintang 2 / bintang 3 yang terletak di kawasan perumahan sehingga tidak ramai lalu lintas kendaraan yang membuat tidur saya nyenyak karena tidak terganggu dengan bisingnya suara kendaraan bermotor.

Masuk ke lobby hotel ini saya langsung disapa ramah oleh receptionist dan saat saya check-in seingat saya harus deposit kartu sebesar Rp. 50.000,- yang akan dikembalikan saat check-out dari hotel ini.

Sebuah hotel 4 lantai yang dilengkapi dengan lift/elevator sebagai akses menuju lantai tempat kamar saya berada, para staff di hotel ini menurut saya ramah, jadi bikin betah deh, hehehee....

Masuk kamar kesan pertama saya adalah kamarnya bersih, tempat tidur dan bantalnya bersih dan rapi, toiletnya bersih. Di kamar saya juga mendapatkan air kemasan gratis dan tersedia teko listrik bagi yang ingin menyeduh air panas untuk membuat kopi/teh.

Kamar yang saya tempati dilengkapi fasilitas wifi gratis, channel tv cable yang cukup lengkap, di kamar mandi juga tersedia air panas/dingin plus AC kamarnya dingiiinn, mantab! hehehe.. Hotel ini juga menyediakan fasilitas kolam renang dan smoking area di lantai paling atas dan saya pun menyempatkan melihat kolam renangnya tapi saya tidak berenang karena ya saya takut balik lagi jadi lumba-lumba, hahahaa...

Yang saya suka saat menginap di hotel ini adalah di sekitar hotel ini banyak terdapat penjual makanan, sehingga memudahkan saya untuk membeli sarapan (saya hanya memesan kamar saja tanpa sarapan) ataupun membeli makan siang/malam, jadi bisa sekalian wisata kuliner deh, hehehee..

Overall saya suka menginap di hotel ini dan pastinya akan kembali lagi menginap di hotel ini saat saya berkunjung ke Bandung di lain waktu. Buat yang kepo seperti apa kamar dan kolam renangnya, berikut ini beberapa fotonya yaa:

Kolam renang






Nasi goreng yang saya beli di dekat hotel



Dengan berakhirnya urusan saya di Bandung maka berakhirlah pula cerita saya kali ini. Untuk harga per malam hotel yang saya sebutkan di cerita ini bisa kalian cek langsung di OTA (Online Travel Agent) langganan kalian ya. Terima kasih untuk kalian yang sudah menyempatkan waktu membaca tulisan saya ini, semoga kalian semua selalu dalam keadaan sehat dan sampai ketemu lagi di tulisan saya berikutnya yaa, bye-bye...... :)




Created by: Penulis Imajinasi.



Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.




Senin, 21 Mei 2012

[KULINER] NasGor Magelangan.. Nasi Goreng Aseli Jawa..

Hari Libur kira-kira sebulan yang lalu....

Di hari libur itu,saya beraktifitas seperti biasa,setelah merapikan kamar,saya bergegas menuju salah 1 pusat perdagangan handphone dan aksesoris handphone di bilangan Roxy Jak-Bar. Setelah mendapatkan apa yang saya cari,yaitu aksesoris untuk Blackberry saya,saya pun lalu memutuskan untuk kembali pulang ke kost saya yang berada di bilangan Pasar Minggu,Jak-Sel.

Selain karena saya sudah menemukan apa yang saya cari,hari juga sudah berganti waktu,dan tibalah saat dimana saya merasa lapar karena memang sudah waktunya makan malam. Namun,pada saat itu saya merasa bosan dengan menu yang ada di sekitar kost saya. Akhirnya saya memutuskan untuk eksploitasi warung makan yang ada di radius 1 km dari kost saya.

Dan saat sedang jalan,saya tertarik dengan sebuah warung makan "Bakmie Jawa" yang letaknya tidak jauh dari kost saya. Tanpa pikir panjang,saya langsung masuk ke warung tersebut dan meihat menu makanan yang ada di warung tersebut. Saat sedang memilih menu,rasa ingin tahu saya terusik dengan sebuah nama makanan yang ada di menu tersebut.

'Nasi Goreng Magelangan' Begitulah nama makanan tersebut. Dikarenakan rasa ingin tahu dan perut yang sudah semakin rusuh lapar,akhirnya saya memutuskan memesan 1 porsi Nasi Goreng Magelangan dan 1 gelas Es Teh Manis. Dan,sekitar 10-15 menit kemudian,sang pelayan pun mengantarkan pesanan saya.

Hal pertama yang menarik perhatian saya adalah,adanya potongan-potongan mie didalam Nasi Goreng yang saya pesan. Lalu,saya bertanya ke pelayan,"Apakah memang seperti ini penyajian dari Nasi Goreng Magelangan?" lalu sang pelayan pun menjawab,"iya mas,nasi dicampur sama bakmie yang diberi toping daging ayam yang dipotong kecil-kecil."

Dan setelah bertanya,lalu saya mulai mencoba mencicipi makanan yang telah saya pesan tersebut. Saat masuk mulut,dan dikunyah,ada 1 rasa yang agak dominan dari masakan ini,yaitu,saat saya makan,rasa manis nya agak lebih terasa dibanding rasa asin. Namun saya tidak heran dengan hal itu,karena berdasarkan pengalaman saya makan Bakmie Jawa,memang ada rasa manis yang terasa di masakan dari Bakmie Jawa.

Tak butuh waktu lama bagi saya untuk melahap 1 piring Nasi Goreng Magelangan dan 1 Es Teh Manis. Setelah kenyang,lalu saya memanggil sang pelayan untuk meminta bill tagihan saya. Dan setelah bill saya pegang,saya diharuskan membayar Rp.15.000,- untuk sepiring Nasi Goreng Magelangan, dan Rp.3.500 untuk 1 gelas Es Teh Manis.

Saya pun segera membayar tagihan saya dan pulang kembali ke kost saya. Malam itu,bertambah 1 pengetahuan saya tentang kuliner khas dari Pulau Jawa. Nasi Goreng Magelangan,salah 1 varian nasi goreng yang patut di cicip terutama bagi penggila Nasi Goreng seperti saya.



Nasi Goreng Magelangan.


Mari..! Tetap Lestarikan Kuliner Tradisional Indonesia dengan memperkenalkan Kuliner Tradisional Indonesia ke pelosok Indonesia maupun Mancanegara!




Created By: Penulis Imajinasi


PERHATIAN!! Jika anda ingin mempublikasikan kembali cerita ini,harap mohon menyertakan link artikel saya ini dibawah postingan anda. Terimakasih atas perhatiannya.

Sabtu, 11 Juni 2011

[KULINER] BASO URAT TUKUL... Bersih,Terjangkau,Cukup Enak..


Minggu,5 Juni 2011..

Hari yang cerah,hari yang santai dan hari yang akan panjang bagi saya.. yup, karena pada hari itu,saya akan ke Sukabumi untuk sebuah urusan keluarga.. Pukul 8 pagi saya keluar dari jakarta,pada jam itu jalan tol masih sangat bersahabat,lengang dan sepi.. Mobil pun dapat melenggang kencang menuju Sukabumi.. 

Tak banyak mobil yang lalu lalang di jalan tol lingkar luar maupun di jalan tol jagorawi.. hanya kurang dari 2 jam,mobil pun telah keluar gerbang tol ciawi dan mulai menyusuri jalan jalan sempit untuk dapat sampai di Sukabumi.. Jalan yang bergelombang membuat perut saya seperti diblender. Sayang.. jalan menuju sukabumi kurang begitu mulus sehingga memperlambat perjalanan..

Tiba di sukabumi sekitar pukul 11.30 siang dan saya langsung menyelesaikan urusan keluarga yang memang menjadi tujuan saya datang ke Sukabumi.. Tepat pukul 5 sore,saya bertolak kembali ke Jakarta. Dan kali ini,baru saja saya keluar kota Sukabumi,jalanan pun sudah ibarat musuh yang siap menyerang. Penuh sesak oleh mobil dan bus,tak mau kalah truk pun ikut meramaikan perjalanan pulang saya.

Selama jalan pulang,saya begitu banyak melihat restoran dan rumah makan,hhmm..perut saya jadi lapar..dan pada saat mau mendekati gerbang tol ciawi,mata saya tertuju pada sebuah logo rumah makan.. "BASO TUKUL".. Tulisan ini membangunkan hasrat penasaran saya. Apakah resto ini punya presenter kondang,TUKUL? Itulah yang terlintas pertama kali dibenak saya saat melihat logo tersebut.

Akhirnya,karena didasari rasa penasaran,mobil pun saya belokkan ke halaman parkir restoran itu. Saya pun segera masuk,dan disambut oleh pelayan laki-laki yang tersenyum sambil membawakan list menu makanan.
Setelah membaca beberapa detik,akhirnya saya putuskan untuk memesan Baso Urat Tukul dan Nasi Goreng Kambing ala Baso Tukul.

Sejurus kemudian,pesanan saya pun tiba. Tampak tak ada bedanya dengan baso urat pada umumnya,namun berdasarkan pengalaman saya memakan baso urat, Baso Urat Tukul nampak lebih sedikit porsinya dari baso yang pernah saya makan sebelumnya. Dan kesimpulan singkatnya,baso uratnya cukup enak dan basonya empuk,daging uratnya juga cukup terasa.

Lalu,saya melanjutkan ke menu ke 2,Nasi Goreng Kambing Ala Baso Tukul. Tampilannya pun tak jauh berbeda dengan nasi goreng pada umumnya. Hanya,tampak bagi saya potongan daging kambing yang besar-besar menantang untuk dilahap. Tanpa menunda lagi,saya langsung memasukkan suapan pertama saya dan menurut saya,rasanya cukup enak dan daging kambingnya pun empuk ketika digigit.

Setelah melahap semua pesanan saya,tibalah saatnya pembayaran. Dan menurut saya,harga yang ditawarkan tidaklah terlalu mahal, untuk ke 2 menu tadi + Es Teh Manis,saya hanya dikenakan tagihan kurang lebih 26 ribu rupiah dengan perincian :

Baso Urat Tukul sekitar 8 ribu.
Nasi Goreng Kambing sekitar 15 ribu dan
Es Teh Manis 3 ribu rupiah.

Sebuah harga yang menurut saya sesuai dengan apa yang saya makan di restoran tersebut. 

Restoran ini terletak di Jl. Raya Sukabumi Km 2,5 Warung Nangka - Ciawi (patokannya setelah keluar gerbang tol ciawi,di sebelah kiri jalan arah sukabumi..)

Sebuah rekomendasi yang cocok bila akan berkunjung ke Sukabumi...

Logo Baso Tukul
Menu Baso Urat Tukul
Nasi Goreng Kambing Ala Baso Urat Tukul