Tampilkan postingan dengan label Ciawi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ciawi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Juli 2017

{TRAVELLING} 2 Hari 1 Malam, Sukabumi Trip..



Hi Gaes.. i'm back! ha ha ha ha (ketawa ala raksasa)..hehe..

Semoga kalian yang membaca tulisan ini selalu diberi kesehatan dan dilindungi oleh Tuhan YME.. kalau saya sih sambil ngetik sambil pake masker, bersin-bersin terooosss.. 
haatchie.. uupss.. hehe...


Di tulisan kali ini saya akan sharing tentang trip saya ke Sukabumi menggunakan mobil. Trip saya kali ini adalah untuk menghadiri pesta pernikahan sepupu saya di Sukabumi yang telah dilaksanakan pada awal Juli lalu. Buat yang belum tahu Sukabumi itu dimana, bisa cek disini yak ( Peta Sukabumi ) hehehe...


Sebenarnya selain membawa kendaraan pribadi, bila kamu ingin datang ke Sukabumi, bisa naik mobil travel atau biasa disebut Kol Bogor (rutenye Bogor  - Sukabumi),atau bisa juga naik Kereta Api Pangrango (rute Bogor - Sukabumi) dan untuk kamu yang di jakarta tersedia medium bus bernama "Parung Indah" (rute Jakarta - Sukabumi) atau bus besar seperti Langgeng Jaya. Kalau saran saya sih naik kereta aja gaes, anti macet, hahahaha...


Menurut Wikipedia Kota Sukabumi , terdapat dua pendapat mengenai asal nama Sukabumi. Pendapat ini dikemukakan oleh seorang ahli bedah dan administratur perkebunan kopi & teh berkebangsaan Belanda bernama Andries Christoffel Johannes de Wilde.
Pendapat pertama mengatakan bahwa nama Sukabumi berasal dari kata Bahasa Sunda, yaitu Suka dan Bumen (Menetap) yang bermakna suatu kawasan yang disukai untuk menetap. 


Pendapat kedua mengatakan bahwa nama Sukabumi berasal dari kata Bahasa Sanskerta, yaitu Suka (kesenangan, kebahagiaan, kesukaan) dan Bhumi (Bumi, Tanah) sehingga nama Sukabumi memiliki arti "Bumi yang disenangi" atau "Bumi yang disukai".


Letak geografis Sukabumi berada di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango dengan ketinggian 584 mdpl, hal ini pula yang menyebabkan iklim di kota ini sejuk, adem adem gimana gitu gaes,hehehe... back to the story yah gaes..hehehe..


Diawali pada hari sabtu, pukul 7.30 pagi, saya beserta keluarga berangkat dari Jakarta menuju Sukabumi dengan rute tentu saja melalui tol Jagorawi yang kalau weekend suka tetap padat, dikarenakan banyaknya masyarakat yang mau berwisata ke daerah bogor, puncak dan sekitarnya.


Tol Jagorawi


Setelah hampir 1,5 jam melahap jalan tol Jagorawi, tibalah saya di gerbang tol Ciawi, gerbang paling ujung tol Jagorawi, hehehe.. setelah keluar gerbang, kamu akan dihadapkan pada 2 pilihan arah jalan, yaitu arah ke Puncak dan arah ke Sukabumi, dan saya pun pilih yang ke Sukabumi dong pastinya, hehe..


Hal yang menarik selama perjalanan menuju Sukabumi adalah kamu akan melewati banyak sekali pabrik dan pasar, sehingga saat jam - jam tertentu, macet pun tidak bisa dihindari. Terlebih lagi saya perginya hari sabtu, dimana mungkin sebagian besar pabrik masih beraktifitas, jadinya semakin asoy deh padatnya..hehehe...


Selama di perjalanan menuju Sukabumi, seingat saya setidaknya ada 3 (mungkin juga lebih) pasar yang menjadi titik kemacetan, yaitu pasar Ciawi, pasar Caringin dan pasar Cibadak. Well, kalau ke Sukabumi, lama perjalanan memang tidak bisa diprediksi, tergantung bagaimana situasi disepanjang jalan saja, hehehe..


Selain pasar, aktifitas pabrik, banyaknya pertigaan di sepanjang jalan raya Bogor - Sukabumi juga menjadi faktor pendukung kemacetan yang terjadi. Sebenarnya bisa saja saya menggunakan jalur alternatif namun bapak saya tidak mau mengambil jalur alternatif dikarenakan belum mengetahui medan jalan alternatif yang akan dilalui.


Memang sih, sebaiknya tetap pada jalur utama saja bila anda tidak memahami atau tidak tahu bagaimana medan jalan di jalur alternatif, karena bila salah dalam memilih jalur alternatif, bisa-bisa nyasar lagi, hehehe... 


Macetnya jalan menuju Sukabumi sudah pasti membuat saya bete, namun bete saya hilang dikarenakan sepanjang jalan banyak sekali saya jumpai mamang-mamang penjual makanan dan minuman. Mulai dari onde-onde, gemblong, tahu isi/tahu sumedang, emping pedas, keripik pisang/singkong sampai penjual air mineral banyak saya jumpai..


Well, buat saya yang seorang fans beratnya cemilan, sudah tentu banyaknya penjual makanan ini menjadi surga tersendiri buat saya,hahaha.. Menjadi penghibur hati yang kesal karena terjebak kemacetan,hahaii.. Si mamang penjualnya sih betah berlama-lama disamping mobil saya, lah wong didalam mobilnya doyan ngemil semua, hahaha...


Sepanjang jalan menuju Sukabumi, entah sudah berapa banyak cemilan yang ditawarkan dan saya beli, hahaha.. dan harganya dijamin tidak bakal membuat dompet kalian luka robek,hehe.. ☺ 1 kantong plastik tahu sumedang hanya dihargai 5000 saja, berisi 10 tahu yang telah sah menjadi milik kamu, murah bukan ?? hehehe..


Setelah menempuh 8 jam perjalanan, akhirnya saya tiba juga di kota Sukabumi, dan langsung saja saya bergegas menuju hotel yang akan jadi tempat menginap saya selama di Sukabumi, yaitu Balcony Hotel Sukabumi, bisa cek disini ---> Balcony Hotel Sukabumi
2 minggu sebelum hari H, saya sudah melakukan reservasi terlebih dahulu dan syukurnya masih kebagian kamar, saya booking 2 kamar, 1  untuk orang tua, dan 1 lagi tentu saja untuk saya sendiri.


Hotel ini terletak di jalan Selabintana, Cikole dan posisinya dekat dengan tempat diadakannya resepsi nikahan sepupu saya, yang sama-sama terletak di jalan Selabintana, yaitu D'Green Resto & Cafe.
yang saya sukai dari hotel ini adalah letaknya dipinggir jalan besar, sehingga mudah untuk ditemukan.


Dibawah ini beberapa foto kondisi kamar tempat saya menginap, oia, saya booking kamar yang tipe Deluxe Twin Bed, check it out: 


Room Rates


Kartu Kamar Hotel balcony

Deluxe Twin Bed Room.

Clean Toilet.


Setelah proses check-in beres, perut saya dan orang tua saya kembali lapar, hehehe.. Thanks God persis disebrang hotel ada sebuah tempat makan yang menyediakan Sate Maranggi, yang bisa dibilang salah 1 makanan khas juga.

Sate Maranggi

Sayang saya lupa nama tempat makannya, hahaha.. pokoknya sebrang-sebrangan persis deh sama hotel, hehehe... Dan yang agak bikin kaget itu saat saya akan membayar tagihannya, perkiraan saya harganya di kisaran 70-100 ribu untuk 3 orang, namun saya hanya membayar 53 ribu saja, murah,hehehe...

Bon Sate Maranggi

Dan seperti tempat makan pada umumnya, di tempat ini juga menyediakan menu paketan yaitu paket Nasi + 4 tusuk sate + Es Teh Manis, cuma seharga 15ribu saja, harga sekelas warteg tapi dapatnya sate, sate maranggi pulak, hahaha...maknyuss dah..! ☺ Buat yang mau nanya kayak apa rasanya, silahkan dicoba sendiri yaa, gak seru dong kalau saya ceritain juga rasanya, nanti kalian pada gak tertarik lagi sama saya ehh sama satenya..hahahaa....


Setelah perut kenyang, kembali ke hotel dan bersiap-siap untuk menghadiri resepsi yang digelar pada pukul 19.00 WIB. Untuk foto saat di pestanya, um itu koleksi pribadi yah,hehehe.. dan kalau mau liat tempatnya seperti apa, bisa di cek di google kok, D'green Resto & Cafe ini cukup populer di google kok, okey! yang pasti sih tempatnya ciamik banget, bagus! ☺


Beres pesta, rasanya badan terlalu lelah untuk berangkat lagi muter-muter menikmati malam minggu di Sukabumi.. Akhirnya saya pun lebih memilih untuk muter-muter channel tv saja di kamar, hahaha..sampai akhirnya saya ketiduran dan jadi tontonan tv yang masih menyala, hehehe..


Minggu pagi,setelah beres sarapan, saya langsung saja check out dari hotel. Well, sebenarnya sih hati ini masih ingin mengeksplor Sukabumi nan suejuk ini, namun bila mengingat rute macet yang harus dilewati kembali saat perjalanan pulang, saya pun mengurungkan niat saya untuk jalan-jalan di kota Sukabumi. Dan mobil pun kembali diarahkan meluncur ke arah Jakarta.


Benar saja dugaan saya, macet mulai menghampiri saat kami baru keluar kota Sukabumi, macet karena adanya pasar Cibadak dan juga ada perbaikan jembatan setelah pasar Cibadak. Berhubung sudah siang, dan perut mulai gak kondusif, saya pun mencari tempat makan. Dan kali ini dipilih restoran yang menjual Sop Daging Sapi, dikarenakan orang tua saya ingin makan sop sebagai menu makan siang.



Dan lagi-lagi saya lupa untuk memfoto makanannya, saya hanya sempat memfoto bon tagihan makan saya yang menurut saya tetap murah, 100ribu untuk 3 orang, wow..!

Bon Sop Dan teman-temannya,hehehe..

Beres makan siang, saya juga tak lupa mampir membeli oleh-oleh khas Sukabumi yaitu moci, serta beberapa keripik juga sebagai oleh-oleh tambahan, hehe.. Setelah selesai dari toko oleh-oleh, saya pun melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta menembus kemacetan. Dan butuh waktu sekitar 8 jam untuk saya sampai kembali ke Jakarta. Dengan sampainya saya kembali ke rumah, maka berakhir pulalah trip saya kali ini.


Sampai jumpa lagi di postingan saya berikutnya yaa gaes... ☺






Created By: Penulis Imajinasi






Mohon sertakan alamat blog saya ini jika anda ingin mengkopi atau posting ulang cerita ini ke dalam website ataupun blog anda. Terimakasih.

Selasa, 26 Agustus 2014

[TRAVELLING] Weekend Ceria Di Palabuhan Ratu.

Akhir pekan minggu lalu, tepatnya tanggal 23-24 Agustus 2014, saya bersama teman-teman kantor yang berjumlah 5 orang termasuk saya bertolak ke sebuah daerah di Jawa Barat, yaitu Palabuhan Ratu tepatnya didaerah cisolok. Sebuah kota di pinggir pantai yang sangat indah dengan ombak yang sangat cocok bagi kamu yang hobi surfing.

Tujuan saya dan teman-teman datang ke kota yang kami tempuh +/- 6 jam dari jakarta dengan mobil ini memang bukanlah sekedar wisata melainkan untuk menghadiri acara pernikahan teman kantor. Teman kantor saya yang menikah ini mengusung tema Pesta Pantai (Beach Party) untuk acara pernikahannya.

Disamping itu, alasan utamanya adalah karena teman kantor yang menikah tersebut memiliki rumah di kawasan Palabuhan Ratu, sehingga tak pelak lagi venue/tempat acara pernikahan pun digelar disana.

Berangkat jam 7 pagi dari jakarta, kami langsung saja melewati jalan tol Jagorawi lalu kemudian memilih exit tol Ciawi arah Sukabumi. Setelah exit tol ,mobil langsung kami arahkan menuju Sukabumi dan ternyata,walau telah berangkat pagi,kami tak bisa mengelak dari kemacetan sepanjang jalan raya Sukabumi.

Dalam perjalanan menuju Palabuhan Ratu, memang terdapat beberapa titik kemacetan yang disebabkan oleh banyaknya pasar yang ada di sepanjang jalan raya Sukabumi, sebut saja pasar cicurug, pasar parung kuda dll.

Untuk dapat mencapai Palabuhan Ratu, tidak perlu harus sampai ke kota Sukabumi,hal ini di karenakan ketika sudah memasuki area Cibadak, saat di persimpangan Cibadak,mobil pun kami belokkan ke kanan menuju Palabuhan Ratu.

Setelah perjalanan sekitar +/- 6 jam dari jakarta, akhirnya kami pun tiba di Palabuhan Ratu siang harinya. Pantai dengan ombak tinggi langsung menyambut kami disertai angin pantai yang benar-benar bikin fresh.

Pantai Palabuhan Ratu

Pantai Palabuhan Ratu


Sebelum ke Palabuhan Ratu, saya dan teman-teman memang tidak booking hotel terlebih dahulu,hal ini karena kami ingin mengetahui dulu lokasi tempat pesta nikahan teman kami sehingga kami dapat menyewa hotel di dekat tempat acara berlangsung.

Dan setelah tahu tempat acaranya, kami pun akhirnya mencari hotel disekitaran venue, pilihan pun dijatuhkan pada "Pondok Wisata Pantai Mutiara". Saya dan seorang teman saya memilih kamar tipe Deluxe (1 double bed, 1 single bed,ruang tamu,TV, AC,Rp.450.000) dan 3 orang teman kami lainnya memilih kamar Standard A (1 double bed, TV, AC,Rp.200.000).

Untuk range harga kamar di hotel ini cukup terjangkau, yaitu mulai Rp.150.000 (Standard B) sampai sekitar jika saya tidak salah Rp. 800.000 (Family Room). Bisa kalian pilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan dompet kalian masing-masing.

 
Kwitansi Kamar

 
Tipe Kamar Deluxe

Lokasi tempat kami menginap

Setelah check in dan membayar di muka kamar masing-masing, kami langsung beristirahat sejenak sebelum sore harinya datang ke pesta pernikahan. Yang menarik dari hotel ini adalah (saya tidak tahu apakah hotel lain juga sama), tamu yang menginap di hotel ini harus membayar di muka sewa kamarnya dan harus Tunai, tidak menerima Kartu Kredit/Debit.

Setelah beristirahat, sore harinya sekitar jam 5 kami pun menuju acara pernikahan yang kental nuansa warna Putih, sangat cantik.

Penampakan acara.

Di acara.

Saya dan teman kantor di acara.

 
Lagi ngesaved gambar ceritanya.


Sekitar malam jam setengah 9 saya dan teman-teman kembali ke hotel dengan maksud untuk beristirahat agar besok dapat fit kembali. Dan esok paginya, saya dan rombongan pun bertolak kembali ke Jakarta setelah sebelumnya sarapan dengan bubur ayam yang kurang terasa di lidah,hehehe..

Well, itulah kegiatan saya di akhir pekan lalu, sebuah pengalaman baru dapat mengunjungi kota Palabuhan Ratu yang sangat indah dengan pantainya.

Sampai bertemu di kegiatan saya berikutnya, bye bye...



Created By: Penulis Imajinasi.



PERHATIAN!! Jika anda ingin mempublikasikan kembali cerita ini di forum/web anda sendiri,harap mohon menyertakan link asli artikel saya ini dibawah postingan anda. Terimakasih atas perhatiannya..

Selasa, 03 Januari 2012

[TRAVELLING] Taman Bunga Nusantara - Hijaunya Alam..

Musim liburan akhir tahun 2011 telah tiba.. Dan,seperti tahun-tahun sebelumnya,saya memang biasa mengambil cuti akhir tahun dari kantor dan cuti tahun ini saya habiskan bersama saudara dengan menginap di daerah puncak yaitu tepatnya di villa Kota Bunga,Cipanas.
Villa Berkonsep Minimalis - Kota Bunga,Cipanas

Disebuah taman di Kota Bunga,Cipanas


Little Venice - Kota Bunga,Cipanas
Dan pada saat hendak pulang kembali ke jakarta,pada tanggal 1 Januari 2012,saya beserta rombongan menyempatkan diri untuk singgah ke sebuah tempat agro wisata bernama "Taman Bunga Nusantara" yang terletak di Desa Kawung-luwuk Kecamatan Sukaresmi Cipanas-Cianjur, dengan luas lahan 35 hektar. Taman Bunga Nusantara menyajikan keindahan dan pesona bunga serta alam yang tersusun apik. Berdiri sejak tanggal 10 September 1995 yang diresmikan langsung oleh Bu Tien Soeharto kala itu. Taman display pertama di Indonesia ini dilengkapi dengan berbagai koleksi tanaman bunga yang terkenal dan unik di seluruh dunia.
Taman Bunga Nusantara
Di Depan Pintu Masuk Taman Bunga Nusantara


Villa Kota Bunga dan Taman Bunga Nusantara memang bisa dibilang 1 arah,jika dari jakarta,untuk sampai di Taman Bunga membutuhkan waktu 2-3 jam jika lancar melalui jl.Raya Puncak,dan setelah puncak pass,belok kiri mengambil arah ke villa Kota Bunga. Jarak Taman Bunga dari persimpangan Kota Bunga - Jl.Raya Puncak hanya berkisar 8-9 km saja,namun dikarenakan jalan yang kurang begitu mulus(banyak lubang),sehingga waktu tempuh dari simpang 3 Kota Bunga menuju ke Taman Bunga berkisar antara 45-60 menit.


Namun lamanya waktu tempuh menuju Taman bunga akan terbayar lunas jika kita sudah sampai di lokasi. Udara sejuk khas pegunungan langsung menyapa saya disaat sampai disana. Dengan merogoh kocek 10 ribu/mobil(seingat saya) yang dibayarkan pada pintu gerbang Taman Bunga dan harga tiket masuk 20 ribu/orang,saya dan rombongan mulai memasuki area Taman Bunga. 


Di Taman Bunga ini terdapat fasilitas mobil bernama "Mobil Wira Wiri" dan kereta "Dotto Train" jika kita ingin bekeliling Taman bunga yang luasnya mencapai kurang lebih 35 hektar.Pada kesempatan kali ini,saya beserta sepupu dan keponakan saya mencoba sebuah fasilitas bernama Mobil Wira Wiri. Sebuah Mobil dengan tempat duduk penumpang dibagian belakang. Untuk menikmati fasilitas mobil ini,saya hanya perlu merogoh kocek 4 ribu/orang saja.
Tiket Masuk Taman Bunga, TIket Mobil Wira Wiri

Mobil Wira Wiri
Dotto Train


Pada saat memasuki area Taman Bunga,saya melihat sebuah patung raksasa berbentuk Angsa yang saya rasa patung tersebut merupakan ikon dari Taman Bunga Nusantara.
Ikon Taman Bunga Nusantara - Patung Angsa


Dan terdapat pula sebuah topiari atau replika burung Merak yang terbuat dari berbagai jenis bunga yang disusun dengan cantik membentuk replika Burung Merak. Dan selain topiari burung merak,saya menemukan sebuah jam yang berukuran raksasa yang dinamakan "Jam Taman". Jam yang akan berbunyi setiap 30 menit sekali.
Topiari Burung Merak
Jam Taman - Taman Bunga Nusantara


Di lokasi Taman Bunga terdapat berbagai macam taman miniatur yang sangat cantik seperti Taman Perancis dibawah ini. Sebuah taman yang mengusung konsep asli sesuai dengan taman yang ada di Negara Perancis dihadirkan didalam Taman Bunga.

Taman Perancis - Taman Bunga Nusantara
Berpose Di Taman Perancis


Selain Taman Perancis,terdapat pula beberapa taman lain seperti Taman Bergaya Nuansa di Bali dan Taman Bergaya Nuansa di Jepang.
Taman Bali - Taman Bunga Nusantara
Taman Jepang
 Ada satu taman unik di Taman Bunga Nusantara,bernama Taman Labirin. Sebuah taman yang berdinding tanaman menyerupai tembok pembatas setinggi manusia dan membentuk lorong-lorong di mana tujuan akhir Anda memasuki labirin ini adalah mencapai daerah yang terdapat di tengan labirin ini. Namun, bila Anda tidak ingin tersesat, Anda bisa berkomunikasi dengan teman Anda yang menaiki sebuah menara pengawas yang berjarak kira kira 20 meter dari pintu masuk labirin. Hhmm,sangat cocok bagi anda yang menyukai permainan teka-teki. Satu ucapan dari saya bagi anda yang ingin mencoba memasuki Taman Labirin,Selamat menyasar,hehehe..
Taman Labirin


Taman Bunga Nusantara adalah sebuah tempat wisata yang kaya akan beraneka ragam bunga. Hampir semua jenis tanaman yang berasal dari mancanegara ada di Taman Bunga Nusantara. Sebuah tempat wisata yang sangat mendidik bagi anak-anak. Sebuah kawasan wisata yang secara tidak langsung mendekatkan kita orang dewasa maupun anak-anak agar dapat menumbuhkan kepekaan terhadap keindahan lingkungan.


Berikut ini beberapa bukti nyata betapa indahnya setiap bunga yang dirawat di Taman Bunga Nusantara.
Berbagai Bunga Di Taman Bunga Nusantara

Berbagai Bunga Di Taman Bunga Nusantara
Berbagai Bunga Di Taman Bunga Nusantara 

Taman Mawar - Taman Bunga Nusantara
Berbagai Bunga Di Taman Bunga Nusantara


Taman Bunga Nusantara. Sebuah kawasan wisata di daerah puncak yang tidak pernah bosan untuk dikunjungi. Tempat yang sangat cocok untuk menyegarkan pikiran dari segala hiruk pikuk kota. Dan sebuah tempat yang pas bagi anda pasangan muda-mudi untuk mengambil gambar pre wedding,sebuah tempat dengan konsep apik tersusun rapi dan penuh dengan keindahan dari setiap tanaman yang ada di Taman Bunga Nusantara.










Created By: Penulis Imajinasi.



PERHATIAN!! Jika anda ingin mempublikasikan kembali artikel saya ini,harap mohon menyertakan link artikel saya ini dibawah postingan anda. Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Sabtu, 11 Juni 2011

[KULINER] BASO URAT TUKUL... Bersih,Terjangkau,Cukup Enak..


Minggu,5 Juni 2011..

Hari yang cerah,hari yang santai dan hari yang akan panjang bagi saya.. yup, karena pada hari itu,saya akan ke Sukabumi untuk sebuah urusan keluarga.. Pukul 8 pagi saya keluar dari jakarta,pada jam itu jalan tol masih sangat bersahabat,lengang dan sepi.. Mobil pun dapat melenggang kencang menuju Sukabumi.. 

Tak banyak mobil yang lalu lalang di jalan tol lingkar luar maupun di jalan tol jagorawi.. hanya kurang dari 2 jam,mobil pun telah keluar gerbang tol ciawi dan mulai menyusuri jalan jalan sempit untuk dapat sampai di Sukabumi.. Jalan yang bergelombang membuat perut saya seperti diblender. Sayang.. jalan menuju sukabumi kurang begitu mulus sehingga memperlambat perjalanan..

Tiba di sukabumi sekitar pukul 11.30 siang dan saya langsung menyelesaikan urusan keluarga yang memang menjadi tujuan saya datang ke Sukabumi.. Tepat pukul 5 sore,saya bertolak kembali ke Jakarta. Dan kali ini,baru saja saya keluar kota Sukabumi,jalanan pun sudah ibarat musuh yang siap menyerang. Penuh sesak oleh mobil dan bus,tak mau kalah truk pun ikut meramaikan perjalanan pulang saya.

Selama jalan pulang,saya begitu banyak melihat restoran dan rumah makan,hhmm..perut saya jadi lapar..dan pada saat mau mendekati gerbang tol ciawi,mata saya tertuju pada sebuah logo rumah makan.. "BASO TUKUL".. Tulisan ini membangunkan hasrat penasaran saya. Apakah resto ini punya presenter kondang,TUKUL? Itulah yang terlintas pertama kali dibenak saya saat melihat logo tersebut.

Akhirnya,karena didasari rasa penasaran,mobil pun saya belokkan ke halaman parkir restoran itu. Saya pun segera masuk,dan disambut oleh pelayan laki-laki yang tersenyum sambil membawakan list menu makanan.
Setelah membaca beberapa detik,akhirnya saya putuskan untuk memesan Baso Urat Tukul dan Nasi Goreng Kambing ala Baso Tukul.

Sejurus kemudian,pesanan saya pun tiba. Tampak tak ada bedanya dengan baso urat pada umumnya,namun berdasarkan pengalaman saya memakan baso urat, Baso Urat Tukul nampak lebih sedikit porsinya dari baso yang pernah saya makan sebelumnya. Dan kesimpulan singkatnya,baso uratnya cukup enak dan basonya empuk,daging uratnya juga cukup terasa.

Lalu,saya melanjutkan ke menu ke 2,Nasi Goreng Kambing Ala Baso Tukul. Tampilannya pun tak jauh berbeda dengan nasi goreng pada umumnya. Hanya,tampak bagi saya potongan daging kambing yang besar-besar menantang untuk dilahap. Tanpa menunda lagi,saya langsung memasukkan suapan pertama saya dan menurut saya,rasanya cukup enak dan daging kambingnya pun empuk ketika digigit.

Setelah melahap semua pesanan saya,tibalah saatnya pembayaran. Dan menurut saya,harga yang ditawarkan tidaklah terlalu mahal, untuk ke 2 menu tadi + Es Teh Manis,saya hanya dikenakan tagihan kurang lebih 26 ribu rupiah dengan perincian :

Baso Urat Tukul sekitar 8 ribu.
Nasi Goreng Kambing sekitar 15 ribu dan
Es Teh Manis 3 ribu rupiah.

Sebuah harga yang menurut saya sesuai dengan apa yang saya makan di restoran tersebut. 

Restoran ini terletak di Jl. Raya Sukabumi Km 2,5 Warung Nangka - Ciawi (patokannya setelah keluar gerbang tol ciawi,di sebelah kiri jalan arah sukabumi..)

Sebuah rekomendasi yang cocok bila akan berkunjung ke Sukabumi...

Logo Baso Tukul
Menu Baso Urat Tukul
Nasi Goreng Kambing Ala Baso Urat Tukul