Tampilkan postingan dengan label rindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rindu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Februari 2022

Ikan Kembung Balado Dan Kenangan Yang Tersimpan.

Ikan Kembung Balado.


       Hai semuanya... apa kabarnya kalian hari ini? Saya berharap kalian bahagia selalu dan sehat selalu yaa 😊. Di postingan saya kali ini saya tidak akan menulis tentang trip report seperti pada postingan sebelumnya, kali ini saya hanya ingin sedikit cerita tentang 1 menu makanan yang punya kenangan tersendiri buat saya yaitu Ikan Kembung Balado. Kenapa bisa punya kenangan buat saya? sini saya ceritain! 😁.

--------------------------------------------------------------------------------------

        Berawal dari sekitar tahun 90an-00an saat saya masih sekolah, di setiap musim liburan saya dan sepupu-sepupu saya selalu main ke rumah opung saya (kakek/nenek dalam bahasa batak), jarak rumah saya dan rumah opung itu tidak jauh, hanya sekitar 5-10 menit saja naik motor dan karena jarak yang dekat ini juga saya sering main ke rumah opung walaupun bukan musim liburan.

        Sekilas tentang opung saya, mendiang Opung Doli (kakek) dan mendiang Opung Boru (nenek) memiliki banyak anak termasuk orang tua saya juga anaknya (ya iyalaahh! hahaha..) dan pada saat anak-anaknya sudah menikah, opung pun otomatis punya banyak cucu. Dan biasanya setiap musim liburan cucu-cucunya pada nyerbu rumah opung, jaman kecil tuh yaa bawaannya bahagia aja gitu liburan main ke rumah opung, hehehe...

        Karena cucunya pada datang ke rumah beliau dan harus dikasih makan, beliau pun biasanya akan belanja bahan masakan untuk kami para cucunya dan seingat saya opung itu paling sering beli ikan kembung mentah yang banyak lalu dipotong menjadi 2 bagian alias dibagi 2, digoreng kering lalu disambal atau dibalado. Mungkin ikan Kembung pada saat itu paling mudah ditemukan dan juga mungkin paling murah jadinya opung saya cukup sering masak ikan Kembung goreng dan disambal.

        Nah ini yang membuat saya mengingatnya sampai sekarang! Jadi dulu mendiang Opung boru saya penglihatannya sudah mulai rabun karena memang sudah usia senja, makanya opung saya dulu tinggalnya bareng dengan om saya yang paling kecil buat nemenin dan bantuin opung dirumah. 

        Setiap kali beliau memasak makanan buat kami para cucunya, dari sekian banyak cucu yang main ke tempat beliau, sayalah yang paling sering dimintain tolong oleh beliau untuk mengecek apakah ikan Kembung yang sedang ada di wajan sudah berwarna kecoklatan alias matang, bila sudah berwarna kecoklatan saya disuruh angkat ikannya biar gak gosong, hehehe..

        Tidak hanya saat menggoreng saja opung suka minta tolong saya, disaat beliau ingin memotong ikan, memotong sayur dan bahan lainnya juga opung biasanya meminta bantuan saya. Saat menumis sayur pun beliau meminta tolong saya untuk masukin sayurnya ke wajan, bumbu dan lainnya, jadi ibaratnya gini, beliau yang ajarin cara-cara masaknya, saya yang masak, didikte gitu tapi dalam hal memasak, hahaha...

        Karena momen inilah saya pun akhirnya jadi tertarik untuk belajar masak karena sering membantu opung boru saya masak, walaupun level saya masih level pemula yaa, saya hanya bisa memasak yang sederhana saja seperti goreng-gorengan (ikan goreng, ayam goreng dan lainnya) dan bisa sedikit tumis-tumisan, hehehe...

        Ikan Kembung balado yang opung saya bikin biasanya selalu dipadukan sama sayur daun ubi tumbuk khas daerah saya plus nasi panas, oh iyaa...kadang kala opung juga suka masak ikan Teri balado pakai kacang sebagai kondimen/pelengkap dari ikan Kembungnya, jadi semakin nikmat dan meriah deh makan siang/makan malam kita para cucu-cucunya, hahaha...

        Karena saking seringnya makan ikan Kembung disambal/dibalado, saya juga sering meminta mendiang Mama saya untuk masak ikan Kembung disambal juga, cuma benar kata orang tua jaman dulu yaa "Beda tangan beda hasil". Kalau ikan Kembung balado buatan opung saya itu berasa cabenya, berasa pedasnya walaupun pedasnya masih dalam batas wajar bukan yang ekstrim pedas, kalau ikan Kembung sambal/balado buatan mama saya itu gimana yaa... 

        Karena mendiang Mama itu tidak bisa makan yang pedas-pedas jadi walaupun beliau judulnya memasak "Ikan Kembung disambal/dibalado" tapi tidak terasa pedasnya, kayak komposisinya itu 75% tomat, 25% cabe jadi dominannya ya rasa manis tomatnya, hahaha.. Tapi tetap ke 2 masakan mereka sama enaknya, buatan opung enak, buatan mama saya juga enak, hihihi...

        Dan sekarang setelah mereka ber 2 pergi untuk selamanya, saya merindukan masakan-masakan mereka ber 2, walaupun saya bisa beli ikan Kembung balado di warung nasi atau bahkan saya memasak sendiri ikan Kembung disambal/dibalado tetap tidak bisa seenak hasil masakan mereka ber 2. I miss them so much! 😊.

        Jadi begitulah sedikit cerita saya hari ini, terima kasih karena kalian telah meluangkan waktu untuk membaca cerita saya ini, sampai jumpa lagi di postingan saya berikutnya. Tetap jaga kesehatan dan semoga kita semua selalu berada dalam lindungan-NYA, amiiin...😊.



Created by: Penulis Imajinasi.



Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.

Senin, 06 April 2020

"New Ms. Whatever (Part 4...)".



Hai semuanya, apa kabar kalian semuaa ? gue kembalii, hehehe.. Gue berdoa semoga siapa pun yang sedang baca tulisan ini dalam keadaan sehat selalu, bahagia selalu, terhindar dari virus Corona yang saat ini menjadi wabah di seluruh dunia, amiin.. :)

Masih inget gue kan ? Yes, beyul ehh betul! Gue Ray. Buat yang belum tahu gimana kisah gue sebelumnya, silahkan dibaca ya mulai dari part 1 sampai part 3, hehe.. Cerita ini tuh lanjutan dari part 3 gaes, di part itu gue bercerita tentang pertemuan gue dengan seorang wanita cantik, cerdas, mandiri bernama Stevi.

Stevi ini punya 1 sifat (atau sikap?) yang mirip sama mantan terakhir gue, yaitu sifat "Whatever". Stevi tidak terlalu ambil pusing sama hal yang dia anggap tidak penting alias bodoh amat. Karena kemiripan sifat (atau sikap) ini yang menjadi alasan gue membuat part lanjutan dari cerita gue sebelumnya (part 1 dan 2), Stevi dan Sandra punya 1 sifat/sikap yang sama,hehe..

Di part sebelumnya gue ceritakan kalau gue sama Stevi semakin dekat walaupun gue belum nembak doi. Bahkan gue sedikit takjub dengan anak ini karena dia tetap mau dekat sama gue walaupun gue kasih tahu kondisi gue yang baru putus. Dia mau bantuin gue move on, hhmm..menarik juga! Hahaha...

Jujur sih, bayang-bayang Sandra masih ada di kepala gue, karena cara Sandra memperlakukan gue dulu yang bikin gue agak susah melupakan dia, dia memperlakukan gue dengan spesial sob! hehehe.. Sebenarnya sih Stevi juga memperlakukan gue dengan sangat baik kok, hanya mungkin otak gue saja yang masih menyimpan memori saat bersama Sandra jadinya terkadang gue suka membandingkan 2 wanita ini.

Gue sadar ini salah, tidak baik dan tidak adil juga buat Stevi, makanya sejak gue dekat dengan dia, gue mencoba fokus untuk memberi perhatian gue sama Stevi, tidak lagi memikirkan ataupun membandingkan dia dengan Sandra. Yaa, gue paham bahwa beda wanita, beda cara perhatiannya, ya gak? Hehehe..

Stevi, cewek mandiri tapi cengeng, hehe.. Iya, dia itu anaknya gampang nangis, misalnya saja pas gue temenin dia nonton drakor, udah deh pas adegan sedih atau haru, dia nyender dibahu gue dan nangis, nangisnya beneran mewek, banjir air mata, bukan yang cuma nangis formalitas doang, hahaha.. Huft..basah deh bahu gue, hahahaa.. Lebih parahnya lagi waktu kita nonton film yang berbau drama di bioskop, ya ampun...pas adegan sedih ehh dia nangis terisak-isak di bioskop, sampai-sampai penonton kanan kiri kita pada ngelirik, hahahaa..

Terkadang lucu sih melihat sikapnya dia, di 1 sisi ada kalanya dia nunjukin sifat mandirinya tapi di lain waktu dia tunjukin kalau dia itu cengeng, hehehe.. Disamping cengengnya, dia juga punya banyak kelebihan sih, salah 1 nya pinter masak. Ini penting nih buat gue, secara gue doyan makan, hahahaa..

Setiap main ke rumahnya pasti dimasakin deh sama dia. Oh iya, kenapa dia bebas masak karena di rumahnya Stevi punya 2 dapur. Jadi dulu papinya Stevi beli 2 rumah dempet terus dijadiin 1 makanya rumah Stevi jadinya lumayan besar dan terbagi jadi 2 ruangan besar yang terhubung dengan connecting door. Rumah sisi sebelah kanan itu untuk Stevi dan yang sebelah kiri itu untuk adiknya nanti. So makanya dia bebas masak karena masing-masing ruangan punya dapurnya sendiri.

Masakan dia menurut gue cukup enak ya walaupun ada kalanya masakannya sedikit keasinan tapi tetap gue makan kok, demi menghargai usaha dia yang sudah capek-capek masak buat gue, hehehe... Setelah beberapa bulan terakhir ini dekat dengan Stevi, gue nyaman berada di dekat dia, otak gue secara perlahan tidak lagi membanding-bandingkan dia dengan Sandra.

Setelah gue pikirkan baik-baik, gue akhirnya memutuskan untuk nembak Stevi, karena gue tidak mau hubungannya tidak jelas atau tanpa status, gestur kita berdua menurut gue sudah melebihi teman biasa, sudah teman rasa pacar, hehehe.. Dia bisa tiba-tiba ngambek cemburu saat tahu gue jalan sama teman cewek gue yang lain, begitu juga gue yang mulai ada rasa cemburu saat dia cerita kalau ada teman kantornya yang ngajak dia makan bareng setelah jam kerja.

Okeh, baiklah, saatnya penembakan, hahahaa.. Kocak sih, walaupun ini bukan pertama kalinya gue nembak cewek tapi tetap aja deg-degan anjir! hahaha..Waktu kita jalan malam mingguan, setelah selesai makan malam di 1 restoran, akhirnya gue ngomong langsung ke dia tentang keinginan gue untuk memulai hubungan baru dengan dia sebagai pacar.

Gue ngomong begini ke dia, "Stev, aku ingin kita lebih dari teman karena kalau sekedar teman cewek sih aku sudah punya, yang aku belum punya adalah seseorang yang mencintai dan menyayangiku apa adanya. Kamu bersedia tidak jadi orang yang mencintai dan menyayangiku ? Jadi pacarku ya Stev?" Asli man! Gue ngomong begitu sambil keringetan, hahaha.. Padahal mah suhu di restoran itu dingin sob! hahahaa...

Respon Stevi?? Dia diem, diem banget. Biasanya nih anak kalau pas lagi sama gue ngoceh terus, ada aja ceritanya eh pas gue tembak jadi diem sob! Semakin deg-deganlah gue, tapi gue sudah siap mental sih, apapun jawaban dari dia akan gue terima dengan ikhlas dan lapang dada. Dia diem ngeliatin gue..setelah beberapa saat dia diem, dia ngomong begini: "aku pikir kamu belum siap untuk memulai hubungan baru karena kan kamu juga baru putus. Tapi sejujurnya kalimat kamu barusan yang aku tunggu-tunggu Ray, iya..aku bersedia jadi pacar kamu :)".

Waaahh..lega gue man, hahaha.. Karena saking bahagianya gue teriak, "YES!" Cuma gue lupa kalau kita masih di restoran, alhasil pengunjung yang lain pada ngelirik ke meja kita, hahaha... Gue genggam tangan dia sembari mengucapkan terima kasih karena sudah bersedia jadi pacar gue, happy gue man! Hihihihi... Dan mulai malam itu, kita resmi jadian, hehehe..

Setelah proses penembakan itu, gue semakin lengket sama Stevi sampai-sampai adik dia ngebully kita, kata adiknya kita kayak magnet sama besi, nempeeel terus! Hahaha.. Gue juga jadi semakin sering main ke tempat dia, makin kenal sama mami papinya dia dan beberapa orang sepupu Stevi. Kalau sebelum pacaran kita ibarat teman rasa pacar, nah pada saat sudah jadi pacar Stevi itu ibarat pacar rasa istri, hehehe..

Tenang, tenang, jangan mikirin yang mesum-mesum dulu coy! hahaha... Maksud gue pacar rasa istri karena setelah jadian, dia jadi hampir setiap hari masakin gue terus dikirimin ke kantor gue buat makan siang gue, terus dia juga jadi lebih rajin bantuin gue beresin kamar gue yang acak-acakan, hahaha.. Hidup gue jadi lebih teratur sejak pacaran sama dia, dia selalu bawelin gue jangan kelamaan main game, jangan lupa mandi, beresin kamar dan lain sebagainya. Makanya gue sebut dia pacar rasa istri, hahahaa...

Gue juga serasa punya Fashion Stylist sendiri sob! Dia suka memberi saran ke gue tentang cara memadukan pakaian kerja, dia ikutan rempong waktu gue beli kemeja / celana kerja, pokoknya penampilan gue dia yang atur semuanya, bahkan beberapa item kemeja gue dia yang beliin, duh..sering-sering ya sayang, jadi enak! Hahahaa...

Tapi di sisi lain gue juga merasa seperti punya adik yang super manjaaa.. Ya gimana gak manja, buka tutup botol air mineral aja minta tolong gue, bukain kacang kulit gue juga, dia tinggal makan. Motongin ayam atau daging pas kita makan gue juga, malahan sekalian minta disuapin juga. Pernah kita sama-sama CFD-an tapi pas udah selesai dia minta gendong karena dia capek jalan, lah dikata gue gak capek juga kali ya! hahaha...

Gue tidak pernah merasa terganggu dengan sifat manja Stevi ke gue, karena gue mencoba memahami dia yang merupakan anak pertama di keluarganya, dia harus tampil kuat serta mengayomi adiknya dan adiknya juga manja sama dia. Nah, karena dia jadi tempat bermanja-manja adiknya, jadilah gue tempat pelampiasan manjanya dia tapi gue tidak masalah sih, selama itu membuat Stevi senang dan bahagia ya gue biarkan saja dia bermanja-manja ke gue, daripada dia manjanya sama cowok lain, gue yang cemburu entar,hahaha....

Yaahh..yang jelas sih, saat ini gue kembali merasakan bagaimana bahagianya dicintai oleh seorang wanita. Rasa yang tidak pernah gue dapatkan setelah gue putus dari Sandra. Stevi bukan duplikat Sandra, mereka memang 2 wanita yang sama-sama cantik, cerdas, seksi, punya 1 sifat/sikap yang mirip tapi ke 2 nya jelas berbeda secara keseluruhan. Sandra tetap akan gue ingat dan Stevi saat ini akan menjadi pusat perhatian gue, semoga saja selamanya dia akan menjadi pusat perhatian gue, amin, hehehe...

Sekian dulu cerita gue kali ini ya gaes, terima kasih sudah meluangkan waktu kalian untuk membaca part 4 ini. Semoga siapa saja yang belum punya pasangan segera di pertemukan dengan pasangannya dan yang saat ini sedang menjalani sebuah hubungan, langgeng terus buat kalian sampai kakek nenek, amiin..

Tetap jaga kesehatan, jaga kebersihan, pakai masker kalau harus keluar rumah dan yang terutama semoga virus Corona ini segera sirna dari muka bumi, amiin..
Sampai ketemu lagi di cerita gue selanjutnya yaaa..Bye-bye :)







Created By: Penulis Imajinasi





Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Rabu, 29 Januari 2020

"New Ms. Whatever (Part 3...)"



Hi semuanya :). Apa kabar di tahun yang baru ini ? Semoga bahagia selalu dan sehat selalu ya, amiin.. :)

Oh yaa, masih inget kan sama gue ? Gue Ray, pacar Sandra ehh mantan deng :p Di part sebelumnya kalian pasti sudah baca kalau gue sama Sandra putus kan ? Setelah putus, gue sama Sandra memang lost contact dan gue tidak tahu dia sudah punya pacar baru lagi atau tidak.

Ya semoga saja sudah punya pacar baru ya, Sandra itu cantik, pasti banyak pria yang mau jadi pacar atau bahkan suami, hehehe.. Di part ini gue bakal ceritain kisah gue setelah lepas dari Sandra (lepaass..kayak burung aja lepas dari sangkar, hahaha..)

Kenapa gue sambung jadi part ke 3 ? Karena setelah gue putus dari Sandra ehh gue ketemu lagi dengan 1 perempuan yang punya kesamaan dengan Sandra, sama-sama punya sifat "Whatever". Aneh ya bisa sama gitu? well, that's life, isn't it ? Life always suprise you :)

Sebut saja gadis ini mawar..*hah?? ini bukan acara berita woy!! hahaha..*
Nama wanita ini adalah Stefanie Tedja Kusuma biasa dipanggil Fani or Stevi. Gue ketemu sama dia sewaktu gue ditugasin dinas ke luar negeri beberapa waktu lalu untuk menghadiri 1 event. Ya semacam acara pameran gitulah yang masih berhubungan dengan kerjaan gue.

Awal kenalnya sih karena kita 1 meja gitu kan, jadi perusahaan dia sama perusahaan gue ditempatkan di 1 meja bundar besar, ya mau tidak mau kita saling say Hi dong, ya kali diem-dieman kayak suami istri lagi berantem, hahaha... Kita kenalan biasa saja bahkan terkesan kaku karena aura profesionalismenya terasa kental sekali, hehehe..

Selama acara berlangsung ya topik obrolan kita itu tidak jauh-jauh dari materi yang ada selama pameran, dan kesan pertama gue sama Stevi (begitu gue manggil dia) anaknya pintar, cerdas dan hehe..senyumnya brooo....setiap dia senyum bikin gagal fokus! Hahaha...

Hhmm..ngobrol sama dia tuh nyambung, anaknya juga lucu,humoris, jadi ya gue akuin kalau gue punya rasa ketertarikan sama dia. Setelah event selesai, gue balik ke tempat gue menginap begitu pula dengan Stevi. Sayangnya kita enggak 1 hotel tapi jaraknya berdekatan. Sebelum pisah, gue beraniin diri buat tanya no.WA nya dia dan ternyata doi sudah menulisnya di kertas memo yang memang bakalan dikasih ke gue tanpa gue minta sekalipun (lucky me!) hehehe..

Balik hotel, mandi, ganti pakaian yang lebih casual lalu aktifitas gue selanjutnya adalah WA Stevi. 2 menit...10 menit....15 menit....20 menit...30 menit...40 menit belum dibalas juga, bahkan dibaca pun belum, hahaha.. Setelah menunggu 50 menitan baru dia balas dengan minta maaf karena dia baru selesai bersih-bersih sekaligus mandi dan gue bilang it's ok, no problem.. Gue tanya apa dia sudah makan malam dan menawarkan makan malam bersama, dan dia pun menerima tawaran gue cuma dia bilang dia lagi malas keluar hotel jadi ya kita hanya makan di restoran hotel saja, gue yang ke hotel dia.

Sewaktu momen makan malam inilah gue mengenal Stevi lebih banyak dan seperti yang gue bilang diawal, dia juga punya sifat "Whatever" terhadap hal-hal yang menurut dia gak penting dan bikin dia gak nyaman. Dia tipe orang yang bodo amat sama sesuatu yang mengganggu, bodo amat sama semua penilaian orang tentang dia karena dia berprinsip selama yang dia lakukan tidak mengganggu orang lain ya dia bodo amat. Gue yang mendengarkan cerita dia sambil berpikir "lah, ini anak sama kayak mantan gue,hahaha.."

Ternyata saat gue lagi mikir begitu, dia perhatiin wajah gue dan menebak kalau gue lagi mikirin sesuatu. Ya gue bilang aja tebakannya benar, dan dia nebak lagi (gue gak tahu ini cuma kebetulan atau tidak) dia nebak gue lagi mikirin pacar/mantan. Gue ketawa karena tebakan dia bener. Dia bilang ke gue, "jangan-jangan aku mirip mantan kamu lagi!" dan gue jawab dengan anggukan kepala. Ehh..Stevi malah kepo dengan mantan gue, tapi lebih tepatnya sih dia kepo tentang kriteria cewek idaman gue, so gue lebih banyak cerita ke dia tentang kriteria gue, bukan cerita tentang mantan gue,hehehe..

Ngobrol sama dia bikin lupa waktu, entah sudah berapa kali waiter restoran mengisi ulang gelas kosong kita, karena saking lamanya kita ngobrol,hehehe.. Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 10 malam, gue sama dia pun akhirnya keluar dari restoran dan gue antar dia naik ke kamarnya yang ada di lantai 18, setelah itu baru gue jalan kembali ke hotel gue. (Sebenarnya dia menawarkan untuk lanjut ngobrol di kamar dia hanya saja gue tolak dengan sopan, karena gue maupun dia besok paginya harus mengejar pesawat, gue tidak mau mengganggu istirahat dia. Gue bilang sama dia kalau di jakarta nanti kita bakal sering ketemu kok :).

Sampai di hotel pun dia masih video call gue dan kita ngobrol lagi di video call sampai larut malam, sebelum video call berakhir gue janji bakal jemput dia ke hotel dan ke bandara sama-sama, sayangnya kita tidak 1 pesawat, beda maskapainya cuy, apes yah? hahaha..

Sesampainya di jakarta (gue tiba 1 jam lebih awal dari Stevi), gue tungguin dia karena memang kita janjian mau pulang bareng,hehehe.. 1 jam lebih sedikit menunggu akhirnya gue melihat sosok cantik, cerdas, sedikit manja melambaikan tangan ke gue. Setelah ketemu di bandara bukannya langsung pulang cuy, masih menemani dia makan dulu, laper banget katanya, hahaha.. Ya sudahlah, gue jadi penonton dia makan karena gue sudah makan sewaktu di pesawat tadi.

Selesai makan, kita kembali ngobrol lagi tentunya obrolannya lebih ke arah obrolan santai seperti saat makan malam, bukan tentang kerjaan tapi obrolan tentang mengenal 1 sama lain. Lalu kita pun memutuskan untuk pulang dan gue mengantar dia terlebih dahulu baru setelah itu gue pulang ke tempat gue. 

Dan sewaktu di dalam perjalanan pulang, supir taksi yang kita tumpangi mengira bahwa kita pasangan yang baru pulang bulan madu, gue dan Stevi ketawa dan parahnya nih anak malah ngomong begini ke bapak supirnya, "mohon doanya aja ya pak biar jadi ini bayinya" gue yang mendengarnya heran, kaget juga, lalu chat Stevi, "mabok mbanya? Tiba2 ngomong gitu!" Dia jawab, "biarin aja sih, siapa tahu kita bisa bulan madu beneran,hahaha.." Gue cuma geleng kepala aja melihat balasan WA Stevi. Sudah bisa ketebak dong, pak supir mengamini omongan Stevi, haduuh..nih anak ada ada saja! Hahaha..

Sesampainya di tempat Stevi, dia malah minta gue ikut turun juga, tidak usah naik taksi lagi. Alasan dia waktu itu adalah dia mau mengantar gue pulang sekalian biar dia tahu tempat tinggal gue. Tadinya gue tolak sih cuma ini anak agak memaksa jadinya ya gue ikutin kemauannya dia. Masuk rumah dia kita disambut Mamanya, mamanya tiba-tiba nyeletuk begini, "loh kak (panggilan Stevi di rumah), kamu pulang dinas kantor bawa oleh-olehnya calon mantu buat mama nih?" Dan ibu dan anak itu tertawa melihat gue yang malu-malu kucing, mesam mesem tidak jelas. Helm mana helm ?? Mau nutupin muka gue nih! Maluu..! hahaha..

Sembari menunggu Stevi menyimpan koper dan bawaan dia, gue diajak mengobrol oleh Mamanya plus disuguhi teh hangat, jadilah gue semacam bertamu ( ehh, emang gue tamu deng! Gimana sik!? Hihihi..) Obrolan standar orang tua perempuan ke teman lelaki anaknya gaes, kenal dimana, tinggal dimana, kerja dimana dan lain-lain, hehehe..

Tiba akhirnya gue harus pamit karena Stevi sudah siap untuk mengantarkan gue pulang. Gue pamit ke mamanya dan mamanya bilang, "sering-sering main kesini ya ray, jangan bosen!" Stevi langsung aja menyambar omongan Mamanya sambil bernada bercanda, "Mama, Ray itu punya aku, mama kan udah punya papa!" Dan mereka pun tertawa kembali, gue pun ikutan ketawa juga.

Selama perjalanan kita banyak ngobrol, bercanda, karaokean di mobil, sehingga kemacetan ibu kota pun tidak membuat kami stress dijalan. Sampai di tempat gue, gue persilahkan Stevi masuk dan dia dengan suka rela membantu gue membenahi koper dan bawaan gue, (duh jadi enak abang dek! Hahaha).

Hari demi hari, gue sama Stevi semakin dekat saja, ya boleh dibilang teman rasa pacar, dan gue sudah ceritakan tentang kondisi gue yang baru putus dan dia memahami kondisi gue. Gue bilang sama dia kalau gue takutnya bikin dia cuma pelarian gue saja dan gue tidak mau itu terjadi, kamu layak mendapatkan pria yang lebih siap Stev. Diluar dugaan gue, awalnya gue berpikir Stevi bakal menjauhi gue namun yang terjadi justru sebaliknya, dia jadi semakin perhatian ke gue, dia selalu ada buat gue, bahkan dia juga sesekali datang ke kantor gue buat jemput gue.

Gue pernah bertanya kenapa masih mau perhatian dan lain sebagainya dengan orang yang hatinya masih berantakan (efek putus) kayak gue ? Dia menjawab, "aku mau bantu kamu sembuhin lukamu, life must go on, right ?" Gue hanya menatapnya saja,tersenyum seraya mengucapkan terima kasih. Hidup gue sekarang lebih bermakna dan ceria kembali semenjak gue kenal Stevi. 

Dia selalu bisa mengusir bad mood gue, selalu bawelin gue kalau dia tahu gue telat makan dan banyak lagi sikap baik dia yang lainnya terhadap gue. Perlahan tapi pasti hati gue menjadi baik kembali dan itu semua berkat kamu Stevi :). Sepertinya gue dalam waktu dekat ini siap meminta kamu untuk jadi pacar Stev dan semoga saja kamu tidak akan berubah sampai saat itu tiba :) Terima kasih sudah membalut luka yang menganga di hati gue Stev :).

Gue mohon doanya ya gaes supaya gue sama Stevi bisa punya status yang lebih dari cuma sekedar Teman Dekat saja, amiin.. Terima kasih buat kalian yang sudah membaca cerita gue ini dan terima kasih sudah mengikuti cerita ini mulai dari part 1. Tetap jaga kesehatan gaes dan sampai jumpa lagi di cerita gue berikutnya.. Bye... :)







Created By: Penulis Imajinasi





Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Minggu, 24 November 2019

Hi...My Future Wife... :)



Hai sayang...kamu lagi apa sekarang?
Aku harap kamu dalam keadaan sehat yaa..:)
Gimana kerjaan kamu hari ini ? Lancarkan ? Tetap semangat yah dalam bekerja dan kalau kamu mau curhat, aku siap mendengarkan dan memberikan saran jika kamu butuhkan :).

Sayang...aku mau cerita boleh ? Hari ini kerjaanku lancar, puji Tuhan, cuma tadi pas aku keluar kantor ternyata hujan deras, jadinya nunggu dulu deh tadi,hehehe.. Tapi tenang sayang, aku bawa payung, begitu hujannya sedikit mereda, aku pakai payung kok sayang buat jalan ke halte busway.

Oh iya..kamu..jangan ilfeel yah sama aku sayang, soalnya aku belum punya kendaraan pribadi :( jadii..sementara ini kalau kita kencan aku ajak kamu naik busway, KRL atau taksi online dulu yah, tidak apa-apa kan cantik ? :)

Aku juga mau mohon banget, kamu jangan ilfeel juga kalau lihat aku pas lagi emosi/marah yaa.. soalnya aku suka nulis status buat melampiaskan kekesalan/amarah ku sayang, aku tahu mungkin kamu tidak suka tapi aku mohon yaa sayang, jangan sampai bikin kamu ilfeel.. Aku tidak ingin teriak atau membentak kamu saat aku lagi emosi makanya aku salurkan amarahku ke tulisan-tulisan itu sayang, aku harap kamu bisa mengerti yaa cantik.. :)

Sayang, cantik....aku tidak akan bilang kalau hidup ini akan jadi lebih mudah pada saat kita bersama nanti tapi setidaknya...apapun masalah yang ada di depan mata akan kita hadapi bersama-sama, kamu jangan khawatir, aku akan selalu ada disampingmu untuk terus mendukungmu karena aku sayang kamu :).

Cantik...sejak awal kamu kenal aku, kamu pasti tahu kalau kita itu punya pola pikir yang berbeda kan ? Karena kita berdua dibesarkan dengan latar belakang keluarga yang berbeda yang otomatis mempengaruhi pola pikir dan karakter kita masing-masing.

Dan sebagai pasangan normal, kita juga pasti tidak bisa menghindar dari yang namanya adu argumen/debat bahkan sampai adu mulut mungkin sayang, karena sebagai manusia, baik kamu dan aku itu punya emosi, ego masing-masing, itu wajar menurutku sayang :)

Pasti nanti akan ada momen dimana kita debat, debat karena masalah sepele misalnya debat tentang warna baju yang akan dibeli/dipakai, debat mau sarapan/makan apa, debat tentang nama anak kita nanti, debat pilihan warna cat rumah, debat warna sofa, debat bentuk meja makan atau debat masalah-masalah sepele lainnya. Belum lagi akan ada momen dimana kita akan debat serius seperti debat mau punya anak berapa, debat tentang pendidikan anak dan lain sebagainya, mau tidak mau kita harus menghadapinya sayang.

Debat/adu argumen menurutku adalah salah 1 cara untuk membangun komunikasi 2 arah yang baik, supaya kita semakin mengenal pola pikir masing-masing, kamu akan paham gimana pola pikir aku begitu juga sebaliknya, aku akan semakin mengerti apa kemauan kamu sayang :). Dan aku mohon banget ya sayang, kamu jangan sampai ilfeel yah, jangan sampai kamu merasa malas untuk berdebat sama aku, jangan sampai kamu malas untuk diskusi sama aku, jangan sampai kamu malas untuk mengungkapkan pendapat kamu, please..jangan sampai kamu malas ya baby :(

Karena bagiku itu sebuah hal yang tidak baik sayang, menurutku jika kita sudah malas berkomunikasi dengan pasangan itu sama saja dengan kita sudah malas berhubungan dengan pasangan. Karena menurutku hubungan yang baik itu akan tercipta dari komunikasi yang dibangun dengan baik juga, dan komunikasi yang baik itu adalah yang 2 arah, bukan hanya menuruti semua omongan 1 pihak saja. Kalau hanya menuruti salah 1 pihak saja justru itu menurutku tidak bagus sayang. Aku mohon ya sayang, kamu jangan sampai merasa malas debat sama aku.

Kalau seandainya ada hal yang tidak kamu sukai dari aku, aku harap kamu ngomong ya sayang,  biar aku bisa mengkoreksi diri aku :). Tidak apa-apa sayang, kamu bebas komplain mengenai hal apapun yang kamu kurang suka dari aku, dan aku berharap kamu juga mau bersedia menerima sifat buruk atau kekuranganku ya sayang, karena aku sebagai manusia masih jauh dari kata sempurna.

Dan perlu sayang inget bahwa aku juga akan belajar untuk memahami diri kamu sayang, aku akan menerima semua sifat buruk/kekurangan kamu, karena disaat aku meminta kamu untuk jadi istri maka disaat itu juga aku berkomitmen untuk menerima segala kekurangan kamu dan menerima segala masa lalu kamu :).

Eh iya sayang, kamu mau punya anak berapa ? 2? 3? 4? 5? Berapa sayang ? Wah, aku jadi tidak sabar mendengar kamu dipanggil "Mama" oleh anak-anak kita nanti, hehehe... Um..asal jangan 1 aja deh sayang, karena kasihan nanti anak kita tidak punya saudara kandung, kesepian nanti dia, hahaha...

Um kalau kamu tidak pintar masak tidak masalah kok sayang, kan bisa beli atau pelan-pelan belajar memasak atau sini, aku masakin, gini-gini aku pinter masak loh, hahaha... Aku tahu sayang, kamu ingin sekali rumah kita terlihat rapi dan bersih tapi tidak apa-apa kok jika rumah sedikit kotor, karena aku melamarmu untuk jadi teman hidupku, ibu dari anak-anakku bukan untuk jadi asisten rumah tanggaku, hehehe..

Yang terpenting bagiku adalah kamu merasa nyaman untuk terus hidup bersamaku sampai kita tua nanti, karena setelah anak-anak kita besar dan punya kehidupan masing-masing, yang tersisa hanyalah kau dan aku sayang, dan mengetahui bahwa kamu ada disampingku terus itu sudah membuatku bahagia :)

Sayang...um..maaf, aku tidak bisa menjanjikan apa-apa kepadamu, satu-satunya yang bisa aku janjikan adalah komitmen. Komitmen aku untuk terus menyayangimu dalam segala kondisi, komitmen aku untuk berusaha pantang menyerah demi menyejahterakan keluarga kita, komitmen aku untuk selalu mendampingimu kapanpun dan dimanapun, sekali lagi aku minta maaf ya sayang, mungkin aku tidak sehebat mantan-mantan kamu dulu yang bisa menjanjikan semuanya untuk kamu.

Dan kalau masalah jadi tulang punggung keluarga, kamu jangan khawatir sayang, aku sudah terlatih untuk jadi tulang punggung keluarga karena saat ini pun aku adalah tulang punggung buat orang tuaku sayang dan aku siap lahir batin untuk menjadi tulang punggung bagi kamu dan anak-anak kita nanti :)

Aku minta sama kamu untuk selalu percaya diri ya sayang, jangan merasa rendah diri, bangun semangatmu karena aku akan selalu membuatmu merasa bahwa kamulah wanita paling cantik di dunia ini dan aku beruntung bisa memilikimu :)

Oh iya, aku mau minta tolong boleh gak ? Tolong dong sayang, kamu jangan lama-lama tersesat di hati pria lain, ikutin GPS hati kamu yang akan menuntun kamu kepadaku, aku siap menyambutmu sayang :)

Sayang..cantik...aku ngantuk, aku tidur duluan boleh gak ? Boleh yaa...pleaseee, hehehe... Kamu juga istirahat ya sayang, jaga kesehatan kamu, jangan terlalu capek bekerja, selamat tidur yaa baby, sampai ketemu di mimpi ya, tidur yang nyenyak yah, I Love You :).






Created by: Penulis Imajinasi.

Jumat, 27 September 2019

"Miss Whatever Part 1..."




Kring...Kring *ceritanya ada telpon*
"Halo pagi.."
"Pagi...bu Alexandra. Saya Romi bu, dari kantor pusat, saya mau minta laporan sales bulan ini, bisa bu?"
"Loh..mohon maaf pak, tapi deadline saya masih lama kan pak?"
"Iya bu, tapi Sales Director minta sore ini sudah selesai."
"Haah ? Yang bener aja pak! aduuh..."
"Iya bu, benar. Saya minta tolong ya bu, kalau tidak Sales Directornya akan marah ke saya dan ke ibu."
"Ya ya ya pak, baik." (Dalam hati gue: Whatever!) *klik* *telepon ditutup*


Iya, gue memang akrab dengan kata "Whatever". Oh iya, sebelumnya perkenalkan, nama gue Alexandra Nova Riyanti, biasa dipanggil Sandra, umur 29 tahun, anak rantau yang mencari sekarat berlian di ibukota. Bekerja sebagai Sales Manager di sebuah perusahaan swasta.


Gak usah gue jelasinlah yaa, asal gue dari mana, yang pasti gue asli Indonesia, hahaha... Gue tinggal sendiri di ibukota namun gue punya kakak yang tinggal di sekitaran jakarta juga. Oke, cukup perkenalannya, sekarang balik lagi ke kata "Whatever", hehehe..


Gue juga tidak tahu kenapa gue sering banget ngomong "Whatever", biasanya sih gue ucapin kalimat sakti ini(halah! Hahaha...) kalau gue sudah kesal sama sesuatu atau seseorang. Jadi yaa karena gue sudah kesal, so whatever lah, bodo amat deh pokoknya, hehehe..


Oh iyaa, biarpun sudah cukup umur begini tapi gue masih jomblo *syedih!*. Kalian punya kenalan cowok baik yang jomblo gak gaes ? Bisa kali di japri no.wa nya ke gue, hahaha.. Yah, karena teman-teman gue merasa simpati(lebih tepatnya kasihan ke gue,hahaha..), mereka menyarankan gue untuk install aplikasi pertemanan, dengan harapan gue bisa ketemu orang baru dan syukur-syukur pacar baru.


Karena gue bosan juga dengan kejombloan gue, pada akhirnya gue pun mengikuti saran teman-teman, gue install aplikasinya dan gue buka saat gue lagi santai. Lumayanlah, cuci mata melihat cowok ganteng di aplikasi,hihihi..


Gue tuh terkadang suka kepikiran, cowok di aplikasi ini pada baik-baik gak yaa ? Atau jangan-jangan penjahat kelamin semuanya lagi? Haduuh...suka parno gue kalau mikirin itu tapi yaa bukan gue (Sandra) namanya kalau gak punya pikiran "Whatever", bodo amat deh, toh gak semua cowok juga yang bakal ketemuan sama gue, gue pilih-pilih juga kaliiii, hahaha..


Hanya saja, harap dimengerti, yang namanya cari jodoh itu tidak semudah beli gorengan yang cukup dengan uang 5 ribu dapat 4 pieces bakwan atau tahu isi. Gue mencoba beberapa kali bertemu dengan pria yang gue kenal dari aplikasi tapi tidak ada yang bisa menimbulkan rasa "klik" di hati, susah cyiinn,hihihi.. Hingga pada suatu hari, sebuah pertemuan singkat dengan seorang cowok "online" merubah segala hari gue..


*Di sebuah mall, di hari sabtu gue janjian dengan si cowok "online"*
Tuut.....tuut....tuut.... *gue coba telepon sang cowok karena gue agak telat datang karena masih harus bekerja pada hari sabtu*
"Halo...."
"Halo bang..abang dimana?" Gue bertanya..
"Abang lagi makan di supermarket lantai dasar"
"Ooh ok, aku kesitu" *dalam hati gue, ini cowok udah makan duluan aja, gak ngajak-ngajak !*


*Obrolan saat kita ketemu*
"Makan dek, mau bakso malang?" Tanya si cowok online..
"Gak bang, makasih, sudah makan.."
"Oh gitu..iya, abang nunggu kamu sambil nahan laper, jadi abang ngemil bakso malang deh, buat ganjel perut,hehe.."
"Oh iya bang, gak apa-apa, makan aja dulu..."

*Dalam hati gue: Whatt ??? Bakso Malang cuma cemilan buat dia ? Gilak kali nih orang yaa ! 
Itu makanan berat woy, ada mie, bakso dan para sekutunya, gimana sik ?!*

*Setelah sekitar 10 menit di momen awkward sembari menunggu cowok ini menghabiskan "cemilan-nya"*
"Terus sekarang mau kemana ?" Tanya si cowok pada gue..
"Um...kayak yang aku bilang sebelumnya bang, aku nanti malam ada janji mau nonton sama teman-temanku"
"Kamu nontonnya dimana?"
"Di Blok M"
"Hoo gitu..tau gitu sih ketemuannya langsung aja di Blok M, ngapain disini.."
*Lalu si cowok omong lagi*
"Ya sudah, kita pindah mall saja ke Blok M, biar nanti kamunya gak repot lagi"
*Dan setelah memesan taksi online, kita pun jalan untuk pindah tempat ke Blok M*


Well..jujur sih gue gak yakin dengan apa yang gue rasa, gue merasa cowok ini beda, cowok ini bisa bikin gue ketawa dan gue merasa seperti sudah kenal lama banget sama dia, padahaaall..baru juga 2 jam ketemunya, aneh memang sih! Tapi yaaa whatever lah, gue happy sama ini cowok jadi ya gue nikmatin sajah, hehehee...


Yang gue suka juga, lelucon yang diomongin si cowok ini tuh lucu gitu loh, nyambung gue sama leluconnya dia. Aduh gimana yaa jelasinnya ? 1 contoh simple aja, gue gak tahu kenapa gue bisa ngakak parah saat dia bilang kita harus menyatukan persepsi tentang tukang gorengan saat membahas ukuran gorengan. Coba deh gaes, bahasnya tuh ukuran gorengan, gak penting banget kan?? Tapi yaa balik lagi sih, whatever lah yaa, gue happy dan nyaman sama cowok ini, hehehe...


Oh iyaa, gue sampe lupa kenalin ke kalian.. *duh abang sayang, kau membuatku lupa segalanya,hahaha..* Nama cowok ini tuh Reynold Herdito panggilannya Ray. Kita sama-sama anak rantau di ibukota yang kejam inih (halah! hahaha..) Dan jujur sih, selama 5 jam jalan bareng Ray, waktu berasa cepat banget berlalu, semua topik kita obrolin, bahkan kita juga sempat selfie pakai hapenya Ray. Kalau selfie sih memang gue sengaja pakai hapenya Ray, biar setiap dia buka hapenya jadi keingetan sama gue yang saat ini mulai tumbuh benih-benih cinta di hati, hahaha.. *drama queen banget sik gue! hahaha...*


Setelah pertemuan pertama itu, ternyata Ray kembali mengajak gue buat ketemuan. Dan gue gak akan melewatkan momen ini, gue dandan maksimal a.k.a habis-habisan, pol-polan deh, hahaha.. Supaya Ray semakin suka sama gue, hahaha... Dan gue gak bisa membohongi diri gue sendiri, gue suka sama Ray, makanya gue ingin tampil secantik mungkin di hadapan Ray... :)


Dan kalian tau gak gaes ? Doa gue dikabulin sama Tuhan (emang dasar rejeki anak baik kali yah, hihihi...), Ray beneran suka sama gue, yeeaaayy...hahaha..
Seminggu setelah pertemuan pertama, Ray nembak gue, minta gue jadi pacarnya.. Of course baby, YES ! Hahahaa... Gue senang banget, salah 1 alasannya karena gue sudah gak jomblo lagi, dan gue yakin pasti hari-hari gue akan terasa lebih berwarna dengan kehadiran Ray di hidup gue :).


Berhubung sekarang kita sudah pacaran, barulah disini gue kenal lebih dalam lagi karakter Ray yang sebenarnya dan tidak jarang perdebatan diantara kita pun sering terjadi. Karena kalian tahulah gaes, menyatukan 2 pola pikir/pandangan itu tidak mudah dan itulah yang sering menyebabkan gue sama Ray debat. Saat debat panjang dengan Ray, gue sering banget ngomong kata sakti gue "Whatever", yang ternyata Ray tidak suka.


Setiap gue ngomong kata sakti itu, semakin pecahlah perdebatan yang lebih sengit lagi diantara kita, sengitnya melebihi debat capres kemarin!(wuaduuh..lebay yaa! hahaha..) Ray menyatakan tidak suka dengan sikap gue yang sering banget ngomong "Whatever". Dan karena gue terlalu sering mengucapkan kata sakti itu, akhirnya Ray menjuluki gue dengan julukan "Miss Whatever".


To my honey bunny sweety Ray, maaf ya kalau aku sering ngomong "Whatever". Semoga dengan semakin bertambahnya usia hubungan kita, kamu jadi semakin paham dan menerima karakterku, si "Miss Whatever".  With love, Sandra.


Yah, begitulah gaes, cerita gue kali ini, cerita seorang anak rantau yang bukan hanya punya pacar baru dan melepas masa jomblonya, tapi juga sang gadis ini mendapat julukan baru dari pacarnya,hehehe..


Jujur sih gue happy pacaran sama Ray, karena dia itu orangnya tidak pernah mengekang ataupun mengatur gue. Walaupun gue sudah jadi pacarnya tapi gue masih bisa bebas ketemuan dengan teman-teman gue, nonton drama korea favorit gue dengan tenang dan makan es krim favorit gue sebanyak apapun yang gue mau,hihihi.... Ooh Ray, I Love You... :)


Sampai ketemu di cerita gue yang lainnya ya gaes, segini dulu aja tulisan gue ini karena gue sudah janjian sama Ray mau nonton, bye bye gaes....Have a nice day buat kalian semua :)







Created By: Penulis Imajinasi




Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.



Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Rabu, 01 Februari 2017

Amplop Merah Jambu.



Alarm berbunyi, pukul 6 pagi. Sinta bergegas, "telat!" begitu di pikiran Sinta! Yah, hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah liburan semester. Sinta sudah sangat merindukan suasana sekolah, merindukan bagaimana konyolnya Nina, lemotnya Febri dan tomboinya Susan. 

"Sintaaaa!" teriak Nina.
"Hi Nin..udah datang aja!" celetuk Sinta.
"Ya iyalah, udah mau jam 7 kaleee, lunya aja yang telat, hahahaha...!" balas Nina sembari menepuk bahu Sinta.
"Eh, Susan sama Febri dimana?" tanya Sinta
"Ada tuh! mereka udah duluan masuk kelas! Ke kelas yuk!" jawab Nina sambil menarik tangan Sinta.

Di kelas, ke 4 sahabat sejak SMP ini pun bercanda dan bergosip seperti biasanya. Semua mata pelajaran di ikuti dengan baik oleh ke 3 orang sahabatnya tapi tidak bagi sinta. Sejak Andrew, anak baru yang masuk di sekolah itu pertengahan semester, sinta seperti teralihkan pandangannya dari guru yang menerangkan di depan kelas. Dengan diam-diam, ia selalu menolehkan pandangannya pada Andrew, yang duduk tidak jauh dari bangku Sinta. Andrew sebenarnya menyadari bahwa sekarang dia sudah punya pengagum tetap namun dia memilih untuk tetap fokus kepada penjelasan guru.

Tidak terasa jam pelajaran pun telah usai, waktunya pulang! Tidak ada aktifitas lagi selain sekolah bagi Sinta, sehingga dia pun segera pulang karena bila tidak, mamanya pasti "nyanyi" alias ngomel jika anak semata wayangnya telat pulang sekolah. Saat sedang tiduran di kamar, tiba-tiba hape Sinta bergetar, sinta mengecek handphonenya, ada SMS dari nomor yang tidak terdaftar di hapenya.

"Siapa ya?" begitu di benak Sinta. Tanpa menunggu lama, dia membuka SMS itu dan ternyata isinya hampir membuat Sinta loncat kegirangan.

New Messages
+62856728xxxxx
"Hi Sinta, ini Andrew teman sekelas kamu. Aku dapat no.handphone kamu dari Susan. lagi ngapain sin?"

Rasa campur aduk ada di hati Sinta, antara senang, gugup tapi bete juga sama susan yang sudah kasih no.hp dia tanpa ijin. Setelah menyimpan nomornya Andrew ke dalam kontak HP nya, barulah ia membalas pesan Andrew.

"Eh, Hi Andrew. Wah, dasar si susan yah, gak bilang sama aku kalau dia kasih no.hp aku. Aku gak lagi ngapa-ngapain kok drew, lagi santai-santai aja..hehe.."

Dengan segera dia mengirim pesan itu pada Andrew. Tidak perlu menunggu lama, hapenya kembali bergetar. 

"1 SMS Baru" begitu tertera di layar hape Sinta.

Dia membuka hape dan membaca isinya: 

Messages
Andrew Hadijaya
"hahahaa..jangan marah ya sin sama susan, aku yang melarang dia kasih tahu kamu, ya maksudnya biar surprise aja gitu sin,hehehe.."

"Wah, gitu yaa kamu ndrew, main rahasia-rahasiaan, aku gak di kasih tahu! huh! kamu lagi ngapain drew?" dengan segera dia membalas pesan Andrew.

Messages
Andrew Hadijaya
"Aku lagi siap-siap mau main basket sama teman-temanku sin, nanti kita sambung lagi ya.. bye!" 
Itulah isi sms andrew sebelum ia berangkat ke lapangan basket menemui teman-temannya. Dan obrolan yang tertunda pada sore itu mereka lanjutkan malam harinya sampai larut malam.

Keesokan paginya
tit...tit..tit..tit..tit..  suara alarm membangunkan Sinta! sama seperti hari-hari sebelumnya, ia selalu hampir telat masuk ke sekolah. Selama hampir 3 tahun masa SMAnya, dia tidak pernah telat sekalipun, hanya hampir telat saja. Tetapi, ada yang beda hari ini, dia bertemu dengan Andrew di depan gerbang sekolah, mereka berdua sama-sama hampir telat.

Andrew tersenyum melihat Sinta yang sedang lari-lari menuju gerbang dimana Andrew sudah menantinya. Sinta sedikit heran kenapa Andrew hari ini datangnya siang, padahal sebelumnya dia selalu datang lebih pagi. Namun keheranan itu ditepisnya karena justru dia senang, dia bisa masuk gerbang sekolah barengan dengan cowok yang selama ini ditaksirnya.

Sejak kejadian sms tersebut, Andrew dan Sinta semakin dekat saja. Bahkan seisi kelas dan para guru mengira mereka berdua berpacaran, karena selalu berdua kemana-mana. Sebenarnya Andrew sangat suka pada Sinta, namun dia tidak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaannya, begitu juga sebaliknya Sinta, hanya berani memendam rasa karena gengsinya lebih besar daripada rasa sukanya pada Andrew.

Hari-hari yang mereka berdua lalui terasa sangat cepat dan tanpa terasa sudah mendekati bulannya UAS alias sebentar lagi mereka akan lulus dari SMA. Baik Andrew maupun Sinta sama-sama masih memendam rasa, tidak ada yang berani mengungkapkan terlebih dahulu. Hingga sampai hari terakhir UAS, Sinta mendapati sepucuk surat di meja belajarnya. Sebuah surat yang tertutup amplop merah jambu yang manis. 

"Ahh, nanti sajalah ku baca, setelah selesai UAS!" begitulah yang ada di pikiran Sinta. Dan ia pun fokus mengikuti ujian pada hari itu. Sesampainya dirumah, sinta penasaran dengan isi surat itu, dia membuka amplop merah jambu dan menemukan tulisan yang berbunyi.

"Aku Suka Kamu!" 
Andrew.

3 kata yang membuat Sinta lompat kegirangan. Sinta sangat senang sekali membaca surat itu walaupun isinya hanya 3 kata saja. Perasaannya terbang melayang. Dengan segera dia mengambil hapenya dan berniat untuk sms Andrew.

"Aku juga suka kamu!" Sinta dengan cepat mengirimkan sms itu kepada Andrew. Balasan menyenangkan pun segera diterima oleh Sinta. Sinta merasa lega karena ternyata rasa sukanya pada Andrew tidak bertepuk sebelah tangan. Amplop berwarna merah jambu itu pun ia peluk erat tanda hatinya sedang berbunga-bunga dan disimpan dengan rapi di kotak rahasianya sinta.

Sebuah amplop merah jambu dengan 3 kata didalamnya yang sangat berarti bagi Sinta. Sinta menganggap amplop itu sebagai hadiah dari cinta pertamanya dan akan tetap disimpan rapi sebagai barang istimewa.





Created By: Penulis Imajinasi.





Mohon sertakan alamat blog saya ini jika anda ingin mengkopi atau posting ulang cerita ini ke dalam website ataupun blog anda. Terimakasih.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.









Kamis, 07 April 2016

Gombal Itu Apa ??

Gombal ?? Apa itu ?? Setiap manusia terutama yang sedang memadu kasih pastilah pernah memberikan gombalan atau menerima gombalan dari pasangannya. Biasanya, reaksi yang diperoleh pada saat kita menerima gombalan adalah tertawa,tersenyum atau bahkan eneg, (kalau kadar gombalannya agak lebay sih),hehehe...

Sebenarnya, dalam pemahaman yang saya miliki, gombal itu adalah rayuan. Rayuan kepada pasangan kita dan tentu saja gombal menurut saya bisa dijadikan sebagai pelengkap suatu hubungan supaya tetap dekat, tetap hangat dan harmonis.

Bagi sebagian wanita, gombal mungkin hanyalah omong kosong belaka, dan bagi sebagian pria mungkin melontarkan omongan bernada gombalan menjadikan pria itu merasa tidak gagah. Namun menurut kacamata saya (benerin kacamata dulu..), gombal itu bisa saja diungkapkan sesekali pada pasangan kita dengan tujuan untuk menghibur pasangan kita. Well, apapun bentuk gombalan yang kalian punya, janganlah merasa malu untuk mengungkapkannya :)

Berikut ini adalah beberapa buah pikiran (halah, apa sih??,hehe..) gombalan menurut saya sebagai penulis.
Enjoy yaa and ini cuma untuk hiburan semata kok, jangan terlalu dipusingkan dan maaf bila ada salah kata. :D :P

And um by the way, artikel ini saya tulis sebagai jawaban dari tantangan someone yang meminta saya menulis artikel tentang gombal,hehehe...

NB: Gombalan dibawah ini sebagian merupakan hasil pemikiran saya dan sebagian lagi bersumber dari internet.

Co: "mbak, mbak, jangan duduk disitu." 
Ce: "loh, emang kenapa mas?" 
Co: "nanti mba disemutin, soalnya mbak kan manis..."...   #eeaaaa :D


 Heh kamu! Iya kamu yang lagi baca ini! 
kamu gak capek yaa?? gak capek lari2 terus dipikiran aku?? 
Udah dong, jadii kepikiran kamu terus nih! #eeaaa :D


Um...biarpun kamu endut, tapii kamu tetap muat kok buat masuk ke hati akuu... #cuit-cuit #eeaaa :D


"Kamu tahu 3 hal yang paling bikin ketagihan di bumi ini?? Rokok, narkoba dan senyum kamu! #ehem-ehem :D


 Kamu tuh sama kayak nama restoran padang! Sederhana namun bikin nagih! :D


 Kamu tahu apa bedanya kamu sama rumus kimia??
Kalau rumus kimia susah buat dihapalin, kalau kamu susah buat dilupain.. #aaaakkk... :D


AC aja sama senyum kamu kalah! Senyum kamu bikin aku adem, hati sejuk kalau liat kamu senyum!  #uhuk-uhuk :D

 Beli Sepatu Di Pasar Minggu
Cintamu Yang Selalu Aku Tunggu. :D


 Hei kamu! Iyah kamuu! Rasanya hidup di khayangan gimana sih?? 
Kamu pasti salah 1 bidadari yang dikirim dari khayangan untuk aku kaann??  :D


 Senyum kamu itu sama kayak air mineral! Kayak ada manis-manisnya gituh... #eeaaakkk #uhuk-uhuk  :D


Tujuh dikali tujuh = empat sembilan
Setuju gak setuju, pokoknya kita jadian!     *gombal maksa* :D


 Mbak, mbak, senyumnya pake pengawet apa sih?? 
kok awet banget yaa tersimpan di pikiranku! :D


 Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian
Rencananya besok ke penghulu, kok kamu perginya duluan??  *ini gombalan atau bukan yaa??* :P


 Melihatmu, aku malah berpikir "bagaimana yaa perasaan Tuhan saat menciptakan kamu??" Sepertinya perasaan Tuhan saat itu sedang happy, itu terlihat dari kamu, ciptaan-NYA yang indah :)


Belalang Kupu-kupu
Sudah ku bilang, ku cinta padamu   :D :P


 Ce: "bang, abang tukang gali yaa??"
 Co: "loh kok tau neng?"
 Ce: "iyah, soalnya abang sudah menggali dasar hatiku"     #eeaaaa... :D


 Ce: "bang, abang tukang servis motor yaa?"
 Co: "loh kok tau neng?"
 Ce: "soalnya abang telah berhasil men-servis hati aku dengan baik."   #eeaaa.. #uhuk-uhuk


 Kalau kamu jadi Bunga, aku gak mau jadi kumbangnya. 
Aku maunya jadi batang bunganya, jadi aku selalu bisa menjagamu agar tetap tegar walau terkena angin dan selalu menopangmu di saat apapun.



 Semoga Terhibur yaa.... :)




Created By: Penulis Imajinasi.









Mohon sertakan alamat blog saya ini jika anda ingin mengkopi atau posting ulang cerita ini ke dalam website ataupun blog anda. Terimakasih. 

Senin, 15 Februari 2016

Gara-Gara Handphone.


Andre. Seorang pria lajang usia matang, memiliki pekerjaan tetap. Andre adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan minyak sangat terkenal dan tentu saja multi nasional. Andre adalah seorang pria yang hidup sendiri di ibu kota Indonesia. Aktifitasnya hanyalah semacam rutinitas yang sudah biasa ia lakukan.

Semua aktifitas itu dia lakukan setiap hari tanpa ada sesuatu yang spesial. Semua ia jalani seperti biasa saja.
Semua teman semasa sekolahnya dulu sudah lama hilang kontak dan sudah lama tak berkabar. Namun walau mereka sudah tak bertemu secara fisik, melalui teknologi canggih bernama media sosial mereka tetap terhubung.

Sebagai pemuda masa kini dan tidak gagap teknologi, Andre selalu tertarik dengan apa pun yang berbau teknologi canggih termasuk juga handphone. Menurutnya handphone adalah sebuah alat penunjang bagi kehidupan sehari-hari dia. Handphone adalah sekretaris pribadi Andre, selain alat untuk menunjang pekerjaaannya, handphone bagi Andre juga merupakan alat penunjang gaya hidup.

Semua hal dia simpan di dalam memori card handphonenya. Mulai dari daftar kontak no.telp, kontak BBM, kontak WA maupun semua file yang menyangkut pekerjaan semisal presentasi meeting, schedule meeting,kontrak kerja sama dan lainnya. Andre benar-benar tergantung pada gadgetnya itu, saking tergantungnya Andre pada handphone, dia sudah menganggap handphone adalah sebagai pacarnya dia.


Hari-hari dilalui Andre seperti biasa, seperti senin pagi ini dia berangkat bekerja seperti biasanya walaupun pada pagi harinya sudah turun hujan begitu lebatnya. Berhubung dia hari ini ada janji meeting, ia tetap berangkat ke tempat dimana ia meeting dengan menggunakan ojek setelah memesannya terlebih dahulu melalui aplikasi online di hapenya.

Namun nahas bagi Andre, saat dalam perjalanan, ojek yang dia tumpangi bersenggolan sedikit dengan mobil dibelakangnya,sehingga driver ojek dan juga Andre pun terjatuh. Tidak ada luka serius,mereka berdua baik-baik saja namun pada saat kejadian tersebut Andre sedang sibuk memegang handphonenya dan pada saat Andre terjatuh,hapenya pun ikut terlempar dan sialnya lagi terlindas mobil dibelakangnya.

Andre pun langsung di evakuasi oleh warga sekitar namun karena tidak ada luka serius, andre tetap melanjutkan pertemuan dengan kliennya dikarenakan kliennya sudah menunggu lama. Namun Andre tidak bisa berbuat banyak dengan hapenya, hapenya mati total dan layarnya pun sudah pecah. Andre merasa bersyukur karena memori card dan kartu sim yang tertanam di hapenya tidak ikut rusak.

Sorenya setelah pulang bekerja, Andre pun segera meluncur ke sebuah pusat perbelanjaan di kotanya dengan maksud membeli hape baru. Ia pun langsung menuju lantai atas mall tersebut yang merupakan pusat penjualan handphone. Ia pun masuk ke dalam salah 1 gerai handphone besar dan mulai melihat-lihat handphone. 


Saat melihat-lihat calon handphone barunya, seorang gadis muda cantik yang merupakan karyawati di gerai handphone tersebut menghampirinya dan bertanya: "apakah ada yang bisa dibantu?", Andre yang kaget langsung saja menoleh ke wanita muda ini dan menatap bengong.

Andre terdiam beberapa detik sampai akhirnya mba karyawati handphonenya menepuk bahunya. Andre yang kaget plus gugup tanpa sengaja langsung berkata: "ehh iyaa, mba mau gak jadi pacar saya??" dan si karyawati ini pun tertawa kecil dan andre pun segera tersadar dan lalu meminta maaf kepada gadis tersebut.
Sang karyawati pun hanya tersenyum dan kembali menanyakan sedang mencari handphone apa.

Setelah memilih dan memilah disertai dengan penjelasan mendalam dari sang karyawati cantik itu, jatuhlah pilihan Andre pada sebuah handphone yang memang bukan keluaran terbaru namun dapat mengakomodir segala kebutuhan dia. Setelah membayar handphone tersebut, Andre pun langsung membawa handphone tersebut dan bergegas kembali ke kostnya.


Yang tidak disadari oleh Andre adalah sang karyawati cantik tadi menyelipkan sebuah kertas di dalam kotak handphonenya, sebuah kertas yang bertuliskan "kalau kamu mau tau aku mau atau tidak jadi pacar kamu, hubungi no.ini 085210766xxx." Didalam perjalanan pulangnya, Andre tidak membuka kotak tersebut dan hanya sibuk mempelajari handphone barunya tersebut.


Sesampainya di kost, andre segera membersihkan diri dan segera menyantap makanan yang sudah dia beli sesaat sebelum meninggalkan mall. Setelah semuanya beres dan saat Andre sedang santai diatas tempat tidurnya,barulah ia memeriksa kotak hapenya dengan maksud mengambil charger hapenya dan disaat itulah dia menemukan selembar kertas kecil yang diselipkan oleh sang karyawati cantik tadi.

Andre yang membaca tulisan itu senang namun ada keraguan untuk menghubungi gadis karyawati handphone itu, keraguannya itu dikarenakan Andre merasa saat ini masih jam kerja si gadis cantik tersebut sehingga andre menahan diri untuk tidak sesegera mungkin menghubungi gadis cantik tersebut. Ia memutuskan untuk menghubungi gadis itu setelah mall tempat gadis itu kerja tutup.

Setelah agak larut, barulah ia mencoba menghubunginya. Pertama sekali, ia mencoba mengirim SMS kepada gadis tersebut, yang berisi: "terimakasih no.hapenya. Maaf kalau saya lancang tadi, saya andre, kamu?", selang beberapa lama kemudian, masuklah balasan dari wanita cantik itu. Isi balasannya adalah: "iyaa,sama-sama ya. Tidak apa-apa ndre,muka kamu tadi lucu banget waktu ngomong gagap tadi. Aku Dita, Andita, salam kenal ya andre :).

Dan begitulah awalnya, pada malam itu andre dan dita selalu berbalas sms sampai lewat tengah malam. Andre sangat senang karena kini ia punya teman mengobrol di saat ia sedang santai, dita selalu membalas setiap pesan yang andre kirim. Bahkan, setelah malam itu,mereka tidak lagi saling SMS,namun sudah saling bertukar pin BB dan mulai mengobrol di aplikasi chatting semisal WA dan BB.


Semakin hari, intensitas obrolan andre semakin meningkat dan semakin dekat, hingga setelah mengenal dan bertemu selama hampir 4 minggu, andre kembali mengajak dita untuk ketemuan.Namun pada pertemuan kali ini Andre berniat menyampaikan isi hatinya kepada dita dan berniat meminta dita menjadi pacarnya. Saat ia meminta dita ketemu, dita mengiyakannya, dita berkata bahwa mereka bisa bertemu saat dita off/libur kerja dan andre tidak ada masalah dengan itu.

Saat yang andre tunggu pun tiba, hari dimana ia akan bertemu dita dan meminta dita menjadi pacarnya. Andre gugup luar biasa, selain gugup, Andre juga khawatir bila nanti dita menolak andre untuk jadi pacarnya. Namun tekat andre sudah bulat dan andre sudah siap mental dengan apapun jawaban dari Dita nantinya.
Setelah sampai di sebuah kafe yang memang merupakan tempat mereka janjian, andre pun segera memberitahu dita bahwa ia sudah menunggu di kafe.

Dan dita pun langsung bergegas menuju kafe tempat ia janjian dengan Andre. Setelah bertemu dan selesai menyantap makanan yang mereka berdua pesan, barulah andre menyampaikan isi hatinya kepada dita.
Andre membulatkan keberaniannya dan berkata pada dita: "Dita, aku terimakasih karena kamu memberikan no.hape kamu waktu itu dan aku juga bersyukur kita jadi semakin dekat seperti sekarang ini, namun jujur saja, aku tidak hanya ingin sekedar menjadi teman kamu saja Dita. Dita, maukah kamu menjadi pacarku??"

Dita yang agak kaget mendengar ucapan Andre tadi pun tersipu malu. Sebenarnya, jauh di dalam lubuk hati Dita, Dita juga menyukai Andre. Dimata Dita, Andre adalah sosok pria sederhana dan lucu yang apa adanya, terkesan tidak dibuat-buat dan tidak macam-macam. Bagi Dita, Andre juga sosok pria perhatian dan penyayang.


Dengan sengaja Dita agak lama menjawab pertanyaan andre dan andre pun menunggu dengan wajah cemas tapi juga berharap. Setelah sekitar 20 menit diam,dita berkata: "iyaa, aku bersedia jadi pacar kamu andre.". Andre yang mendengar jawaban itu sangat senang setengah mati sampai ia lupa bahwa ia berada di kafe. Andre berteriak kegirangan "Yeeeee, gue diterimaaaa....". Sontak seluruh pengunjung kafe melihat ke arah teriakan andre dan andre pun langsung meminta maaf kepada seluruh pengunjung. Dita yang melihat hal itu hanya tertawa saja.

Dan mulai hari itu, Dita dan Andre pun resmi menjadi sepasang kekasih yang saling mengasihi dan menyayangi. Mereka pun dikelilingi oleh bunga-bunga asmara yang membara di hati masing-masing.

-TAMAT-.





 *Kita tidak akan pernah bisa tahu kapan dan bagaimana cara Tuhan mempertemukan kita dengan pasangan kita. 
Memang terkadang cara Tuhan itu terlihat sulit dipercaya namun percayalah dibalik itu tersimpan hal indah yang sudah menanti.*



Created By: Penulis Imajinasi.







Mohon sertakan alamat blog saya ini jika anda ingin mengkopi atau posting ulang cerita ini ke dalam website ataupun blog anda. Terimakasih. 


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Jumat, 15 Januari 2016

2R: Riki Dan Rania.

2R: Riki dan Rania.



Riki adalah seorang pria yang biasa saja, sederhana sedangkan Rania adalah seorang wanita yang dimata riki "hampir sempurna." Oleh karena itu, sejak pertemuan pertama 3 tahun silam, riki sudah suka pada rania.


Awal pertemuan mereka adalah saat rania baru masuk kuliah dan posisi bangku riki persis disebelah Rania. Rania selalu mengajak riki ngobrol yang membuat riki setiap harinya bertambah suka.


Sifat riki yang humoris suka membuat rania tertawa terbahak-terbahak, riki juga termasuk tipikal orang yang suka bercanda,sehingga mudah akrab.

Hari demi hari dilewati dan riki semakin suka dan sayang pada rania, sehingga membuat riki berniat untuk mengajak rania kencan dan mengatakan isi hati riki pada rania. Namun anehnya, rania selalu saja menolak dan itu membuat riki bingung.

Namun riki tidak menyerah, dia tetap mencoba untuk mengajak rania kencan walaupun selalu ditolak. Sampai pada akhirnya riki menyadari 1 hal.

Ternyata rania saat ini sudah memiliki teman curhat baru yang bernama Ivan. Seorang pria yang juga 1 kelas dengan mereka berdua.

Ivan bukanlah tipikal pria yang suka bergaul, dia lebih suka menyendiri dan mungkin hal inilah yang membuat rania tertarik dan mulai mengabaikan riki.

Walaupun rania dan ivan jarang mengobrol bila bertemu namun ternyata ivan suka mengajak rania mengobrol via instant messenger dan sudah tentu riki mengetahuinya.

Semakin hari, intensitas chatting rania dan ivan semakin sering, dan perlahan rania pun tidak tertarik lagi pada riki dan ini juga yang membuat riki cemburu pada mereka berdua.

Setelah melalui berkali penolakan,riki pun akhirnya mengalah, hal ini dikarenakan bagi riki, melihat orang yang dia suka dan sayang bahagia adalah yang terpenting, dan nampaknya rania bahagia dengan ivan.

Bagi riki pribadi memang menyakitkan melihat wanita yang dia suka kini perhatiannya pada pria lain,namun riki tetap membiarkan hal itu walau pedih.

Riki selalu berusaha untuk tetap mengajak rania jalan namun rania malah menyangka riki hanya bercanda saja. Riki semakin sedih melihat sikap rania yang seperti itu.


Riki sedih, ternyata dimata rania, riki tidak lebih dari seseorang yang selalu bercanda dan tidak serius. Padahal bagi riki, ajakan tersebut serius, rasa sayang yang dia miliki bukanlah sebuah lelucon belaka.

Riki selalu saja dianggap sebelah mata oleh rania ,riki pun akhirnya berdoa meminta pada Tuhan untuk menghapus rasa sayang dan cintanya pada Rania.

Karena riki tidak mau rasa sayang yang dia miliki menjadi masalah di kemudian harinya.
Biarpun berat, riki mencoba bersikap sewajarnya di depan rania dan tetap riki tanpa lelah terus mengajak rania jalan sembari berharap rania mau jalan dengannya.


Begitulah akhirnya riki yang hanya menjadi teman saja bagi rania tanpa memiliki kesempatan untuk menjadi lebih dari sekedar teman. TAMAT.






Terkadang apa yang kita inginkan itu tidaklah selalu kita dapatkan, kita harus bisa menerima kenyataan yang terjadi dengan lapang dada.





Created By: Penulis Imajinasi





Mohon menyertakan alamat blog saya jika ingin memposting kembali cerita ini di website anda. Terimakasih.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Minggu, 12 Agustus 2012

Sebuah Kisah Dari Irlandia Utara..


Saya ibu terburuk di dunia ini. Oh Tuhan biarlah aku menceritakan hal ini sebelum ajal menjemput.......


20 tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam memberi ia nama Eric. Semakin berkembang semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak/pelayan, namun suami saya Sam mencegah niat buruk saya.


Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun yang kedua setelah melahirkan Eric, saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil, saya menamakannya Angelica. Saya sangat menyanyangi Angelica demikian juga Sam,
seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian
anak yang indah-indah..... tapi tidak demikian dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya melarangnya dengan dalih menghemat keuangan keluarga dan Sam selalu menuruti perkataan saya.

Di saat Angelica berumur 2 tahun Sam meninggal dunia dan pada saat itu Eric sudah berumur 4 tahun. Keluarga kami semakin miskin disertai hutang yang semakin menumpuk. Saya mengambil sebuah keputusan yang membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya itu beserta Eric yang masih tertidur lelap, di gubuk yang terpaksa kami tinggali. Setelah saya menjual rumah untuk melunasi hutang-hutang........


Setahun.....2 tahun.........5 tahun..... 10 tahun ...... telah berlalu. sejak kejadian itu ...Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Ia seorang pendeta di gereja St. Maria. 5 tahun lamanya umur pernikahan kami, dan berkatnya sifat2 saya yang semula pemarah, egois dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit. Saya menjadi lebih sabar
dan penyanyang. Angelica telah berumur 12 tahun dan kami sekolahkan dia di asrama putri perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.

Hingga suatu malam..........
Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak. wajahnya agak tampan, ia tampak pucat sekali..... ia melihat ke arah saya sambil tersenyum ia berkata, "Tante, tante kenal mama saya? Saya lindu cekali pada mommy" Setelah mengatakan itu ia mulai beranjak pergi, namun saya menahannya. "Tunggu... sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?" "Nama saya elic tante" Eric......??? Eric....... ya Tuhan kau benar-benar Eric ????? Saya langsung tersentak dan bangun. rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh menerpa diri saya saat itu juga. Tiba-tiba teirngat kembali kisah ironis yang telah
terjadi dulu kala, seperti pemutaran film lama di kepala saya. Namun baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu. Dan saya mengambil keputusan untuk mati saja saat itu, yah saya harus mati, mati, mati..........

Se inchi jarak pisau yang akan saya goreskan ke urat nadi saya, saat itu saya teringat kembali dengan Eric, yah Eric... Eric mommy akan menjemputmu Eric.......

Sore itu saya memarkirkan mobil Civic biru saya di samping sebuah gubuk dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. "Mary apa yang yang sebenarnya terjadi Mary???" "Oh Brad .. kau pasti akan membenci saya setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu kala". Tapi aku menceritakannya juga dengan terisak-isak......... Tapi ternyata Tuhan sungguh berbaik hati pada saya, ia memberikan suami yang begitu baik dan pengertian kepada saya......... Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti Brad dari belakang, mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang 2 meter di hadapan
saya. Dan saya mulai ingat betapa gubuk tersebut pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric.......sa.......saya meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu............
dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka
pintu yang terbuat dari bambu itu. Gelap........ Tidak terlihat apapun juga!!
Perlahan-lahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan
kecil itu, dan saya tidak melihat siapapun di dalamnya......... Hanya sepotong kain butut di atas tanah. Saya mengambilnya dan mengamatinya... air mata saya kembali mengalir, karena saya mengenali potongan kain itu adalah baju butut yang dulu dikenakan Eric
sehari-harinya...........

Beberapa saat kemudian dengan perasaan yang sulit dilukiskan saya pun keluar dari ruangan itu..... air mata saya mengalir dengan deras dan saat itu saya hanya diam saja. Saat saya dan Brad mulai naik ke mobil, meninggalkan tempat tersebut, saya melihat seseorang di belakang mobil kami dan saya sempat kaget karena keadaan saat itu sudah gelap, dan terlihat wajah orang itu begitu kotor, ternyata seorang wanita tua..... kembali saya
tersentak kaget ketika ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.... "Hei!! siapa kamu, dan mau apa kamu kemari!" Dengan memberanikan diri sayapun bertanya, "Bibi apa kamu kenal dengan seorang anak bernama Eric, ia dulu tinggal di sini!" Ia ,"kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk." "Tahukah kamu 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini. Ia terus menunggu dan memanggil mommy...... mommy, karena tidak tega saya terkadang memberinya makanan dan mengajaknya tinggal bersama saya. Meskipun saya orang miskin dan pekerjaan saya mengumpulkan sampah namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu. Sampai tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini, ia belajar menulis setiap harinya selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu ..................."

Sayapun membaca kertas itu..."Mommy mengapa mommy tidak pernah kembali lagi..... mommy marah sama eric yah... mom biarlah eric yang pergi saja, tapi mommy harus berjanji kalau mommy tidak akan marah sama eric lagi. Bye Mom..."
Saya menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakan di mana dia sekarang??? Saya akan sangat menyanyanginya sekarang. saya tidak akan meninggalkannya lagi bu... tolong katakan!! Brad memeluk saya yang bergetar keras..."

"Nyonya semua sudah terlambat, (dengan nada melembut), sehari sebelum nyonya datang
eric telah meninggal dunia. ia meninggal di belakang gubuk ini". "Tubuhnya sangat kurus , ia sangat lemah. hanya demi menunggumu ia terus bertahan di belakang gubuk ini,
tanpa berani masuk ke dalam gubuk ini. Ia takut apabila mommy-nya datang akan pergi lagi bila melihat ia disana ... Ia hanya berharap dapat melihat mommy-nya dari belakang gubuk
ini...... meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu nyonya di sana". "Nyonya dosa anda tidak terampunkan!"

Saya langsung pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi...!!

Rabu, 23 November 2011

I Miss You........



"... I Miss You..." atau bila diartikan ke bhs.Indonesia berbunyi ".... Aku Kangen Kamu..."


Sebuah kalimat yang walaupun hanya 3 kata,tetapi sudah cukup menggambarkan suasana hati yang berbicara...
"I Miss You" sebuah kalimat yang sangat indah maknanya.. Sebuah kalimat yang apabila diucapkan pada pasangan,akan dapat membuat sang pasangan bahagia.. Bahagia karena menyadari bahwa pasangannya sangat rindu padanya..


"I Miss You".. sebuah kalimat yang akan sering anda ucapkan bila anda sedang kangen dengan belahan jiwa anda,pasangan anda saat ini. Ya! sebuah kalimat yang memiliki arti yang dalam,dan sebuah kalimat yang selalu saja mengilhami para seniman dalam membuat karyanya.. Sebuah kalimat penyejuk hati 2 insan yang sedang dimabuk asmara..


"I Miss You" dapat juga menjadi sebuah cara anda untuk menunjukkan pada pasangan betapa anda sangat rindu pada pasangan anda. 
Kata I Miss You tidaklah lepas dari segala pernak pernik cinta/sayang.. Ya! " Bila Cinta/Sayang,Pasti Ada Rindu..." begitulah kira-kira pepatah yang penulis simpulkan karena memang,jika ada cinta/sayang dihati 2 insan manusia,maka hasrat untuk terus bersama akan muncul,keinginan untuk bersama inilah yang akhirnya menyebabkan rasa kerinduan yang teramat sangat. Kondisi,waktu,lokasi yang tidak berdekatan bisa saja menjadi salah 1 pemicu timbulnya rasa kangen dan lahirnya kalimat " I Miss You ".


"I Miss You" adalah sebuah perkataan tulus dari hati si pembicara. Sebuah kalimat yang lahir karena kemurnian rasa sayang atau cinta 2 insan manusia. Sebuah kalimat yang menambah keromantisan dan kemesraan hubungan 2 insan manusia. 
Jadi,bila anda sedang kangen dengan pasangan anda,janganlah malu untuk mengucapkan " I Miss You ".


Dengan mengatakan itu,anda telah membuat hati pasangan anda berbahagia dan membuat pasangan anda sadar,bahwa andalah satu2nya orang yang paling merindukan kehadiran pasangan anda. Dengan membuat pasangan anda sadar,maka akan berdampak pula pada semakin besarnya rasa sayang pasangan anda kepada anda. Rasa sayang yang besar yang tulus akan diberikan pasangan anda kepada anda. Pasangan anda akan semakin menjaga anda,menyayangi anda,sepenuh hatinya.


" I Miss You " adalah kalimat yang sering saya ucapkan kepada wanita yang saya sayangi. Ya! saya memang selalu kangen pada Baby Girlku (begitulah panggilan sayang saya pada dia). Hasratku untuk selalu bersama baby girlku menimbulkan rasa kangen pada Babyku. Sebuah rasa kangen yang sangat besar untuk Babyku,wanita yang ku sayang.


" I Miss You " bukanlah hanya sebuah kalimat, " I Miss You " adalah pembuat harmonis dalam sebuah hubungan. Sebuah kalimat yang memiliki arti yang dalam,sebuah kalimat yang menggambarkan suasana hati seseorang.


Bukanlah sesuatu yang memalukan bila anda berkata " I Miss You " pada pasangan anda. Buatlah pasangan anda merasa bangga,bahagia dan sekaligus menyadarkan pasangan anda,bahwa anda,seseorang yang paling merindukan kehadiran pasangan anda,merindukan kasih sayang pasangan anda,buat pasangan anda sadar,betapa berarti dan berharganya kehadiran pasangan anda dalam kehidupan anda.


Tujuan mulia,niat tulus dari cinta atau sayang itu adalah membuat pasangan anda berbahagia. Lakukanlah hal-hal yang membuat pasangan anda bangga terhadap anda,lakukan hal-hal yang selalu membuat pasangan anda tersenyum.


* Ucapkanlah " I Miss You " pada pasangan anda dan biarkan pasangan anda membalas ucapan tersebut dengan senyuman manis dan kasih sayangnya yang tulus kepada Anda.*  
Merindukan seseorang yang kita sayangi itu indah....







By: Penulis Imajinasi
For My Baby Girl..
I Miss You Baby...