Tampilkan postingan dengan label karakter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karakter. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Februari 2016

Gara-Gara Handphone.


Andre. Seorang pria lajang usia matang, memiliki pekerjaan tetap. Andre adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan minyak sangat terkenal dan tentu saja multi nasional. Andre adalah seorang pria yang hidup sendiri di ibu kota Indonesia. Aktifitasnya hanyalah semacam rutinitas yang sudah biasa ia lakukan.

Semua aktifitas itu dia lakukan setiap hari tanpa ada sesuatu yang spesial. Semua ia jalani seperti biasa saja.
Semua teman semasa sekolahnya dulu sudah lama hilang kontak dan sudah lama tak berkabar. Namun walau mereka sudah tak bertemu secara fisik, melalui teknologi canggih bernama media sosial mereka tetap terhubung.

Sebagai pemuda masa kini dan tidak gagap teknologi, Andre selalu tertarik dengan apa pun yang berbau teknologi canggih termasuk juga handphone. Menurutnya handphone adalah sebuah alat penunjang bagi kehidupan sehari-hari dia. Handphone adalah sekretaris pribadi Andre, selain alat untuk menunjang pekerjaaannya, handphone bagi Andre juga merupakan alat penunjang gaya hidup.

Semua hal dia simpan di dalam memori card handphonenya. Mulai dari daftar kontak no.telp, kontak BBM, kontak WA maupun semua file yang menyangkut pekerjaan semisal presentasi meeting, schedule meeting,kontrak kerja sama dan lainnya. Andre benar-benar tergantung pada gadgetnya itu, saking tergantungnya Andre pada handphone, dia sudah menganggap handphone adalah sebagai pacarnya dia.


Hari-hari dilalui Andre seperti biasa, seperti senin pagi ini dia berangkat bekerja seperti biasanya walaupun pada pagi harinya sudah turun hujan begitu lebatnya. Berhubung dia hari ini ada janji meeting, ia tetap berangkat ke tempat dimana ia meeting dengan menggunakan ojek setelah memesannya terlebih dahulu melalui aplikasi online di hapenya.

Namun nahas bagi Andre, saat dalam perjalanan, ojek yang dia tumpangi bersenggolan sedikit dengan mobil dibelakangnya,sehingga driver ojek dan juga Andre pun terjatuh. Tidak ada luka serius,mereka berdua baik-baik saja namun pada saat kejadian tersebut Andre sedang sibuk memegang handphonenya dan pada saat Andre terjatuh,hapenya pun ikut terlempar dan sialnya lagi terlindas mobil dibelakangnya.

Andre pun langsung di evakuasi oleh warga sekitar namun karena tidak ada luka serius, andre tetap melanjutkan pertemuan dengan kliennya dikarenakan kliennya sudah menunggu lama. Namun Andre tidak bisa berbuat banyak dengan hapenya, hapenya mati total dan layarnya pun sudah pecah. Andre merasa bersyukur karena memori card dan kartu sim yang tertanam di hapenya tidak ikut rusak.

Sorenya setelah pulang bekerja, Andre pun segera meluncur ke sebuah pusat perbelanjaan di kotanya dengan maksud membeli hape baru. Ia pun langsung menuju lantai atas mall tersebut yang merupakan pusat penjualan handphone. Ia pun masuk ke dalam salah 1 gerai handphone besar dan mulai melihat-lihat handphone. 


Saat melihat-lihat calon handphone barunya, seorang gadis muda cantik yang merupakan karyawati di gerai handphone tersebut menghampirinya dan bertanya: "apakah ada yang bisa dibantu?", Andre yang kaget langsung saja menoleh ke wanita muda ini dan menatap bengong.

Andre terdiam beberapa detik sampai akhirnya mba karyawati handphonenya menepuk bahunya. Andre yang kaget plus gugup tanpa sengaja langsung berkata: "ehh iyaa, mba mau gak jadi pacar saya??" dan si karyawati ini pun tertawa kecil dan andre pun segera tersadar dan lalu meminta maaf kepada gadis tersebut.
Sang karyawati pun hanya tersenyum dan kembali menanyakan sedang mencari handphone apa.

Setelah memilih dan memilah disertai dengan penjelasan mendalam dari sang karyawati cantik itu, jatuhlah pilihan Andre pada sebuah handphone yang memang bukan keluaran terbaru namun dapat mengakomodir segala kebutuhan dia. Setelah membayar handphone tersebut, Andre pun langsung membawa handphone tersebut dan bergegas kembali ke kostnya.


Yang tidak disadari oleh Andre adalah sang karyawati cantik tadi menyelipkan sebuah kertas di dalam kotak handphonenya, sebuah kertas yang bertuliskan "kalau kamu mau tau aku mau atau tidak jadi pacar kamu, hubungi no.ini 085210766xxx." Didalam perjalanan pulangnya, Andre tidak membuka kotak tersebut dan hanya sibuk mempelajari handphone barunya tersebut.


Sesampainya di kost, andre segera membersihkan diri dan segera menyantap makanan yang sudah dia beli sesaat sebelum meninggalkan mall. Setelah semuanya beres dan saat Andre sedang santai diatas tempat tidurnya,barulah ia memeriksa kotak hapenya dengan maksud mengambil charger hapenya dan disaat itulah dia menemukan selembar kertas kecil yang diselipkan oleh sang karyawati cantik tadi.

Andre yang membaca tulisan itu senang namun ada keraguan untuk menghubungi gadis karyawati handphone itu, keraguannya itu dikarenakan Andre merasa saat ini masih jam kerja si gadis cantik tersebut sehingga andre menahan diri untuk tidak sesegera mungkin menghubungi gadis cantik tersebut. Ia memutuskan untuk menghubungi gadis itu setelah mall tempat gadis itu kerja tutup.

Setelah agak larut, barulah ia mencoba menghubunginya. Pertama sekali, ia mencoba mengirim SMS kepada gadis tersebut, yang berisi: "terimakasih no.hapenya. Maaf kalau saya lancang tadi, saya andre, kamu?", selang beberapa lama kemudian, masuklah balasan dari wanita cantik itu. Isi balasannya adalah: "iyaa,sama-sama ya. Tidak apa-apa ndre,muka kamu tadi lucu banget waktu ngomong gagap tadi. Aku Dita, Andita, salam kenal ya andre :).

Dan begitulah awalnya, pada malam itu andre dan dita selalu berbalas sms sampai lewat tengah malam. Andre sangat senang karena kini ia punya teman mengobrol di saat ia sedang santai, dita selalu membalas setiap pesan yang andre kirim. Bahkan, setelah malam itu,mereka tidak lagi saling SMS,namun sudah saling bertukar pin BB dan mulai mengobrol di aplikasi chatting semisal WA dan BB.


Semakin hari, intensitas obrolan andre semakin meningkat dan semakin dekat, hingga setelah mengenal dan bertemu selama hampir 4 minggu, andre kembali mengajak dita untuk ketemuan.Namun pada pertemuan kali ini Andre berniat menyampaikan isi hatinya kepada dita dan berniat meminta dita menjadi pacarnya. Saat ia meminta dita ketemu, dita mengiyakannya, dita berkata bahwa mereka bisa bertemu saat dita off/libur kerja dan andre tidak ada masalah dengan itu.

Saat yang andre tunggu pun tiba, hari dimana ia akan bertemu dita dan meminta dita menjadi pacarnya. Andre gugup luar biasa, selain gugup, Andre juga khawatir bila nanti dita menolak andre untuk jadi pacarnya. Namun tekat andre sudah bulat dan andre sudah siap mental dengan apapun jawaban dari Dita nantinya.
Setelah sampai di sebuah kafe yang memang merupakan tempat mereka janjian, andre pun segera memberitahu dita bahwa ia sudah menunggu di kafe.

Dan dita pun langsung bergegas menuju kafe tempat ia janjian dengan Andre. Setelah bertemu dan selesai menyantap makanan yang mereka berdua pesan, barulah andre menyampaikan isi hatinya kepada dita.
Andre membulatkan keberaniannya dan berkata pada dita: "Dita, aku terimakasih karena kamu memberikan no.hape kamu waktu itu dan aku juga bersyukur kita jadi semakin dekat seperti sekarang ini, namun jujur saja, aku tidak hanya ingin sekedar menjadi teman kamu saja Dita. Dita, maukah kamu menjadi pacarku??"

Dita yang agak kaget mendengar ucapan Andre tadi pun tersipu malu. Sebenarnya, jauh di dalam lubuk hati Dita, Dita juga menyukai Andre. Dimata Dita, Andre adalah sosok pria sederhana dan lucu yang apa adanya, terkesan tidak dibuat-buat dan tidak macam-macam. Bagi Dita, Andre juga sosok pria perhatian dan penyayang.


Dengan sengaja Dita agak lama menjawab pertanyaan andre dan andre pun menunggu dengan wajah cemas tapi juga berharap. Setelah sekitar 20 menit diam,dita berkata: "iyaa, aku bersedia jadi pacar kamu andre.". Andre yang mendengar jawaban itu sangat senang setengah mati sampai ia lupa bahwa ia berada di kafe. Andre berteriak kegirangan "Yeeeee, gue diterimaaaa....". Sontak seluruh pengunjung kafe melihat ke arah teriakan andre dan andre pun langsung meminta maaf kepada seluruh pengunjung. Dita yang melihat hal itu hanya tertawa saja.

Dan mulai hari itu, Dita dan Andre pun resmi menjadi sepasang kekasih yang saling mengasihi dan menyayangi. Mereka pun dikelilingi oleh bunga-bunga asmara yang membara di hati masing-masing.

-TAMAT-.





 *Kita tidak akan pernah bisa tahu kapan dan bagaimana cara Tuhan mempertemukan kita dengan pasangan kita. 
Memang terkadang cara Tuhan itu terlihat sulit dipercaya namun percayalah dibalik itu tersimpan hal indah yang sudah menanti.*



Created By: Penulis Imajinasi.







Mohon sertakan alamat blog saya ini jika anda ingin mengkopi atau posting ulang cerita ini ke dalam website ataupun blog anda. Terimakasih. 


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Kamis, 14 Mei 2015

Kisah Si Rico.

Rico..Si laki-laki bingung..




Rico,begitu biasa orang tua dan semua yang mengenalnya memanggilnya. Rico dilahirkan di tengah 2 suku berbeda.
Rico kecil dibesarkan berpindah-pindah tempat,hal ini dikarenakan sang ayah yang selalu berpindah tempat. Mulai dari ujung timur Indonesia sampai ujung barat sudah pernah ia singgahi.


Sampai pada akhirnya, ayah Rico memutuskan kembali ke daerah kampung asal sang ayah di Sumatera.
Semakin hari, rico pun tumbuh menjadi laki-laki yang periang, selalu ingin membuat orang sekelilingnya tertawa.


Dan pada saat perusahaan yang dimiliki oleh ayahnya Rico bangkrut, dengan bermodalkan ijazah D1 ia pun pergi merantau ke jakarta untuk mencari pekerjaan.
Setelah sekian lama, kehidupan rico dijakarta cukup pas-pasan, ini dikarenakan ayahnya mengirim ibu rico yang sakit diabetes untuk dirawat rico di jakarta, jadilah keuangan rico sangat ngepas sekali.


Dan yang lebih mengherankan buat rico, sang ayah ternyata di kampungnya sana tidak berusaha mencari pekerjaan agar memperoleh penghasilan bulanan yang memang dibutuhkan rico sebagai tambahan pemasukan.
Karena,untuk hidup sendiri saja rico sudah sangat pas-pasan,apalagi ini ditambah ibu rico juga ikut tinggal bersama dia.


Sang ayah ternyata tidak bisa lepas dari khayalan memiliki usaha sendiri yang berimbas pada tidak adanya fokus ayahnya mencari pekerjaan lain setelah usahanya bangkrut.
Dan tingkah ayahnya rico ini pun tak pelak membuat rico agak sedikit kesulitan membiayai hidup mereka berdua di jakarta.


Hingga disuatu masa, sang ayah memiliki rejeki dan dapat melihat anak dan istrinya di jakarta.
Namun, tanpa diduga dan disangka-sangka, tidak berapa lama setelah kedatangan ayah rico ke jakarta, rico dan ibunya jatuh sakit. Rico sakit radang tenggorokan sementara ibunya sakit nyeri otot.


Dikarenakan manusia yang sehat hanyalah sang ayah,mau tidak mau ayah rico harus merawat ibu dan rico dijakarta,walau hanya rawat jalan saja,puji Tuhan tidak sampai rawat inap.


Namun,tak terlintas sedikit pun di benak rico, bahwa sang ayah yang selalu dimintai bantuan pada saat rico dan ibunya sakit, malah berkata "Heran aku lihat kalian,tiap aku datang kesini (red:jakarta) kalian selalu sakit, awak(red:aku) kan pingin santai-santai disini".


Rico yang mendengar perkataan itu bak disambar petir di malam hari. Karena ia tidak menyangka sang ayah akan mengeluh demikian,padahal yang dirawat sang ayah adalah anak istrinya sendiri.


Rico hanya menanggapi dingin omongan ayahnya,"kalau bisa disuruh memilih,tak ada 1 manusia pun yang ingin sakit pak".
Rico berlalu keluar kamar dengan sejuta perasaan bingung, bercampur aduk di kepala kenapa ayahnya sampai segitu mengeluhnya saat diminta bantuan ini itu pada saat ia dan ibunya sakit.


Dibenak rico muncul berbagai pertanyaan:
"jadi,apa karena ini alasannya dia mengirim ibu ke jakarta?? Supaya dia bisa terbebas dari tanggung jawab untuk memberikan hidup layak pada istri dan anaknya??"
"bukankah setiap suami harus bertanggung jawab pada keluarganya masing??"
"memangnya kami ini bukan anak istrinya yaa?kok omong begitu tadi??"




Yah,begitulah... Jadilah sekarang Rico menjadi laki-laki sakit dan bingung...



THE END





Created by: Penulis Imajinasi.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Selasa, 24 Maret 2015

***Wanita Menurut Penulis Imajinasi***

Mungkin..bagi sebagian wanita, judul diatas mencerminkan suatu sikap tidak fair (memangnya siapa penulis bisa seenaknya menilai wanita?? ) Tapi tenang dulu ladies, maksud judul diatas adalah mengenai pemahaman saya mengenai wanita atau ini adalah deskripsi wanita berdasarkan pengalaman saya.

Wanita, mahluk ciptaan Tuhan yang diciptakan bertujuan untuk menemani mahluk ciptaan Tuhan lainnya yang bernama Pria. Sejarah selalu mengatakan bahwa wanita itu tercipta dari salah 1 tulang rusuk pria, dan sudah banyak pula kata bijak atau quotes yang berkata bahwa Wanita diciptakan dari tulang rusuk agar wanita selalu dicintai dan dapat menjadi penjaga hati karena secara ilmu biologi,tulang rusuk berdekatan dengan jantung/hati.

Banyak pula pekerja seni yang menghasilkan karya luar biasa yang terinspirasi dari sosok Wanita. Berbicara tentang wanita pun tak akan cukup 1 halaman saja, begitu banyak hal menarik yang bisa digali dari mahluk Tuhan bernama Wanita. Wanita dengan segala kompleksitasnya memang mengundang decak kagum. Mengapa ??
  • Hanya wanita yang sanggup menopang 1 nyawa baru didalam rahimnya
  • Hanya wanita yang mampu selama 9 bulan terus menerus memelihara 1 nyawa baru sampai lahir ke dunia.
  • Wanita pulalah yang mempertaruhkan nyawanya sendiri demi lahirnya sebuah nyawa baru di dunia. Dan masih banyak lagi kehebatan seorang wanita yang tak dapat disebutkan satu persatu. 
Namun, disamping begitu banyak kehebatan wanita, dan sebagai manusia normal,wanita pun tak luput dari kekurangan,baik dalam hal sifat/karakter atau kekurangan dalam hal lainnya. Dan disini saya akan menjabarkan beberapa penilaian saya (berdasarkan apa yang saya alami sendiri) tentang wanita yang pernah saya kenal (MAAF, tidak bermaksud menyamaratakan semua wanita).  


  • Terlalu Matre.
Kenapa saya pakai kata Terlalu? karena menurut pandangan saya memang terasa berlebihan. 
Kasus 1: tersenyum lebar saat saya ajak naik mobil pribadi namun cemberut seharian saat saya ajak naik busway/angkot.
Kasus 2: kejadian ini terjadi saat saya sedang PDKT dengan seorang wanita pekerja kantoran dan saat chatting, wanita ini bertanya pada saya begini: "naik apa kalau kerja?? motor / mobil ??" lalu saya jawab: "kalau kerja naik Kopaja AC atau Taksi" and what happen next is saya di unfriend alias saya diremove dari kontaknya dia! WOW!

Dari 2 kasus diatas saya jadi menilai bahwa beberapa wanita mungkin lebih mementingkan materi ketimbang momen yang dilalui bersama orang terkasih atau menilai orang yang baru dikenalnya hanya dari materinya saja.



  • Pelit. (Atau Minim Empati? Kurang Peduli? )
Kasus: Kondisi sedang makan disebuah tempat makan,tiba2 datang seorang anak kecil meminta sedekah,saya beri 5000 dan pacar (sekarang mantan juga) marah dan ngambek dengan alasan pemborosan. (padahal sebelum makan, pacar saya itu beli sepatu seharga 500rb! Lebih boros mana yah?? )

Kasus ke 2: Hampir sama dengan kasus 1, hanya saja kali ini bukan anak kecil yang meminta2 melainkan ibu2 lusuh,dan kembali marah dan berkata: "ngapain dikasih, nanti kebiasaan." (kebiasaan memberi kepada yang kurang beruntung menurut saya baik,namun tidak dimata mantan saya).

Dari 2 kasus diatas, saya menyimpulkan bahwa beberapa wanita mungkin tidak memiliki kepedulian/ belas kasih terhadap sesama terutama yang hidupnya kurang beruntung.

Dan masih ada lagi beberapa penilaian minus versi saya yang bila saya jabarkan mungkin akan selesai 3 hari kemudian.
----------------------------------------------------------------------

Yah, beberapa wanita yang pernah saya pacari tidak menyadari, sebenarnya saya ingin melihat bagaimana karakter asli wanita yang menjadi pacar saya, dan tidak menutup kemungkinan bakal jadi istri saya kelak.


Semisal kasus dimana saya kasih 5000 ke anak kecil, disitu saya ingin melihat bagaimana belas kasih pacar (sekarang mantan) terhadap anak kecil, saya ingin tau bagaimana ia memperlakukan anak kecil, karena itu akan memberikan sedikit gambaran pada saya saat nantinya ia harus mengasuh dan merawat anak kami kelak.

Juga saat saya memberikan uang pada ibu2 lusuh, saya ingin melihat apakah pacar saya ini hormat kepada orang yg lebih tua atau tidak, respek terhadap orang yg lebih tua (siapapun itu) atau tidak. Karena buat apa saya menikahi wanita yang tidak hormat kepada ke 2 orang tua saya ataupun orang yang lebih tua lainnya.

Dan dikasus lain mengenai kendaraan apa yang saya gunakan saat bersama pacar(sekarang mantan) dan pada saat pergi kerja, pada kasus itu saya ingin melihat bagaimana pacar(sekarang mantan) dan wanita yang baru mengenal saya bisa menerima/mengenal saya dengan segala apapun yang saya punya dan tidak merasa risih dengan kesederhanaan yang saya miliki atau bahasa singkatnya "menerima apa adanya".


Well, semua tulisan saya diatas tadi saya tulis berdasarkan apa yang saya alami sendiri dan saya yakin diluar sana masih banyak wanita berhati mulia dan berkarakter baik yang siap membawa keindahan/keceriaan/kebahagiaan bagi setiap pria yang bisa beruntung memilikinya.


Tanpa mengurangi rasa hormat, saya meminta maaf bila ada tulisan saya yang tidak berkenan. Terima kasih.




Created by: Penulis Imajinasi

Kamis, 07 Agustus 2014

"Numerologi" Adalah...

Berikut ini saya share sebuah metode jika kamu ingin mengetahui sifat/kepribadian kamu ataupun gebetan melalui sebuah metode bernama "NUMEROLOGI".

Numerologi adalah "jalan pintas" untuk mengungkapkan ciri-ciri kepribadian seseorang dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi," kata Felicia Bender, Penulis Redesign Your Life : Using Numerology to Create the Wildly Optimal You.

Numerologi atau nomor diri ini, didapatkan dari penambahan angka-angka tunggal pada tanggal lahir, misalnya, si dia lahir pada tanggal 20/09/1985, maka numerologinya adalah 2+0+0+9+1+9+8+5 = 34, dan 3+4 = 7. Jadi numerologinya adalah 7.

Dan dibawah ini adalah daftar arti dari angka Numerologi tersebut :


Nomor 1:
Dia adalah pria yang membutuhkan seorang penyemangat dalam hidupnya. Dia termasuk orang yang selalu membutuhkan pujian. Sayangnya, si nomor 1 ini mudah tersulut emosi dan cepat marah. Namun, jalan berpikirnya cenderung realistis dan praktis.

Nomor 2:
Sifatnya yang penyayang dan tenang, membuat dirinya bisa diandalkan dalam segala hal. Dia memiliki karakter yang sangat terorganisir dan senang mengatur segala hal secara rinci. Namun, tipe pria ini mudah bergantung dan selalu mencemaskan pasangannya. "Jika Anda mencari pria yang menggunakan hatinya dalam segala hal, maka si nomor dua adalah orang yang tepat. Namun, dia bisa menjadi orang yang sangat lembek," kata Bender.

Nomor 3:
Si nomor tiga memiliki semangat dan gairah hidup yang meletup-letup, cerdas, gila kerja, dan ekspresif. Dia adalah pasangan yang menyenangkan dan mendambakan pasangan yang perhatian dan pendengar yang baik. Namun, sisi buruknya, dia mudah terjebak dalam kesedihan hingga rentan depresi.
"Orang ini bisa memiliki kemampuan komunikasi yang baik, bisa diandalkan, dan menyenangkan," kata Bender.

Nomor 4:
Pria nomor empat akan memberi Anda rasa aman. Dia sosok yang tidak suka basa-basi, membutuhkan pengakuan dan penghormatan dari orang lain. Sifatnya yang patuh pada aturan, rapi, dan penurut, bertolak belakang dengan sisi lainnya yang hobi  adu argumen.

Nomor 5:
Suka berpesta! Jika Anda mencari pria yang bisa memberi Anda waktu yang menyenangkan setiap saat, maka si nomor 5 kandidat yang tepat. Sebab, dia akan memberikan pengalaman dan petualangan baru dalam hidup. Namun, dia juga termasuk orang yang membutuhkan ruang untuk kebebasannya. "Dia pria liar dan gila. Dia orang yang menyenangkan, tapi bukan orang yang mudah diajak berkomitmen dengan cepat," ujarnya.

Nomor 6:
Cinta dan pernikahan adalah fokus utamanya. Orang ini sangat menarik, visioner dan berorientasi pada keluarga. Bender mengatakan, nomor 6 merupakan pria yang memiliki sifat kebapakan yang begitu mendalam. Jadi, nantinya, kemungkinan besar dia akan menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab.
Sisi jeleknya, si nomor enam adalah orang yang mudah kecewa. Awalnya, mungkin saja, dia bisa memuji Anda, tapi mudah merasa kecewa saat Anda melakukan kesalahan meskipun kecil dan tak berarti. Dia juga sosok perfeksionis dan selalu merasa benar.

Nomor 7:
Dia misterius dan pemikir. Dia membutuhkan dasar kehidupan spiritual yang kuat, jika tidak, ia akan tersesat. Ada sesuatu yang menarik dalam dirinya, karena sosoknya terbilang misterius. "Orang ini sangat menarik. Kadang dia bisa haus akan pengetahuan, atau bahkan hal-hal mistis, hidupnya selalu menarik," katanya. Dia memiliki intuisi yang tinggi. Namun, orang ini membutuhkan waktu untuk sendirian, dan juga memiliki masalah kepercayaan pada orang lain.

Nomor 8:
Hmm... si nomor 8 adalah sosok yang selalu fokus pada uang. Selain itu, ia juga sangat peduli dengan pandangan orang lain tentang citra dirinya. Namun demikian, ia memang sangat menawan. Dia juga orang yang berprestasi, berpotensi menjadi workaholic, dan  berpendirian kuat.

Nomor 9:
Dia memiliki sisi kemanusiaan yang tinggi, berkharisma, dan romantis. Namun, orang ini adalah sosok yang sulit meminta bantuan orang lain dan memiliki masalah keluarga yang berat.


Dan setelah saya coba jumlahkan tanggal lahir saya, angka Numerologi saya adalah 4.
Bagaimana dengan kamu? selamat mencari tahu yaa.. :)




Created By: Penulis Imajinasi




Sumber: http://female.kompas.com/read/2014/08/06/070000620/Ternyata.Si.Nomor.2.Penyayang.dan.Bisa.Diandalkan

Selasa, 05 Agustus 2014

Kisah Seekor Kelelawar.

Alkisah, ada seekor kelelawar yang tinggal di daerah pedesaan. Saat itu, si kelelawar sedang beristirahat dengan menggelantung terbalik di dahan sebuah pohon. Tiba-tiba, kelelawar itu melihat lima ekor burung terbang makin cepat dan makin tinggi. Burung-burung itu tampak begitu menikmati waktu mereka di siang hari.

Si kelelawar mengikuti kawanan burung itu dan mengetahui kalau ternyata burung-burung itu sedang berkompetisi untuk menentukan siapa yang bisa terbang lebih cepat dan lebih tinggi. Tapi begitu diikuti terus, kawanan burung itu tiba-tiba menghilang dari pandangan. Si kelelawar sangat tertarik untuk bergabung dengan mereka. Maka esok harinya, kelelawar itu menunggu kawanan burung itu di pohon.

Yang dinanti-nanti akhirnya datang di tempat yang sama keesokan harinya. Si kelelawar meminta izin untuk ikut serta dalam kompetisi itu. Kawanan burung itu menolaknya karena mereka menganggap si kelelawar spesies yang buruk dan mereka takut padanya. Tapi, si kelelawar tetap mengikuti mereka dari jauh. Tanpa sepengetahuan mereka, si kelelawar juga mengikuti kompetisi itu. Dalam beberapa menit, kawanan burung itu menghilang. Si kelelawar merasa kesepian dan rendah diri karena merasa dirinya makhluk terburuk di bumi ini. Dia merasa sedih dan memutuskan untuk melatih dirinya terbang dengan jarak jauh.

Si kelelawar mengarungi jarak jauh tanpa tujuan apa pun. Akhirnya, dia putuskan untuk beristirahat di sebuah pohon dan betapa terkejutnya saat melihat kawanan burung juga ada di sana. Si kelelawar menjadi sangat bahagia karena mampu menempuh jarak terbang kawanan burung itu. Si kelelawar bertanya pada mereka, apakah dia bisa ikut berkompetisi? Setelah berdiskusi sejenak, kawanan burung itu akhirnya membolehkan si kelelawar untuk bergabung.

Kawanan burung itu memulai terbangnya dan si kelelawar juga mengikutinya dengan energi penuh. Beberapa menit kemudian, langit menjadi gelap sehingga kawanan burung itu tidak bisa terbang di malam hari. Gerakan mereka mulai melambat dan si kelelawar terbang mendahului mereka karena dia mampu terbang di malam hari dengan menggunakan pantulan suara dan sensor khusus di tubuhnya. Si kelelawar begitu gembira dan terbang lebih cepat.

Setelah menempuh jarak beberapa meter, si kelelawar mengingatkan kawanan burung untuk mengikutinya. Tapi, begitu menoleh, si kelelawar baru menyadari kawanan burung itu sudah menghilang. Si kelelawar berbalik arah dan menemukan mereka di sebuah pohon. Kawanan burung itu memberi tahu kelelawar bahwa jarak yang mereka tempuh saat ini melebihi jarak yang biasanya mereka capai dan sekarang mereka tidak bisa kembali pulang karena mereka tidak mampu terbang di malam hari. Si kelelawar membantu mereka dan memandunya terbang pulang.

Si kelelawar merasa sangat bahagia, dan menceritakan kisahnya pada sesama kelelawar. Tapi, teman-temannya itu malah memberi respons negatif, "Kau ini bodoh, ya. Kau kan bisa saja dengan mudah memenangkan kompetisi itu dan bisa membanggakan spesies kita." Tapi si kelelawar yang bahagia itu menjawab lagi, "Aku sudah bahagia waktu aku mendapat kepercayaan dari kawanan burung itu, sehingga aku bisa menjadi pesaing mereka. Aku malah lebih bahagia begitu tahu kalau spesies kita punya kemampuan unik. Dan aku paling bahagia ketika kemampuan itu membantuku memandu burung-burung itu kembali pulang. Selain itu, kompetisi konyol seperti ini tidak lagi penting bagiku."



Created By: Penulis Imajinasi



Sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/50e4766c6112439e32000007/inspiratif--kisah-kelelawar-yang-kesepian/

Selasa, 25 Desember 2012

[Vid.Clip] The Kritz - Seperti Setan


Baru pertama kali merasakan atmosfir shooting video klip.. 
Dan benar-benar pengalaman yang tak terlupakan,banyak momen dan kejadian yang lucu dan menghibur..
Dalam video klip di bawah ini,saya berperan sebagai seorang wartawan yang sedang meliput sebuah pers conference sebuah duo band yang sedang booming..


Selamat menyaksikan video klip di bawah ini.. Lucu dan cukup menghibur.. :)

The Kritz - Seperti Setan.



Sumber video: youtube.com

Selasa, 18 September 2012

Kerja Adalah Kehormatan.


Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.
”Om beli bunga Om.”
”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.
”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.
Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”
Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya.
”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.” Bercampur antara jengkel dan kasihan si pemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya.
”Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil. Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana.
Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung. ”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?” Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab, ”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”
Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.
Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangan.

(Source by : Andrie Wongso)

Minggu, 12 Agustus 2012

Sebuah Kisah Dari Irlandia Utara..


Saya ibu terburuk di dunia ini. Oh Tuhan biarlah aku menceritakan hal ini sebelum ajal menjemput.......


20 tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam memberi ia nama Eric. Semakin berkembang semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak/pelayan, namun suami saya Sam mencegah niat buruk saya.


Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun yang kedua setelah melahirkan Eric, saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil, saya menamakannya Angelica. Saya sangat menyanyangi Angelica demikian juga Sam,
seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian
anak yang indah-indah..... tapi tidak demikian dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya melarangnya dengan dalih menghemat keuangan keluarga dan Sam selalu menuruti perkataan saya.

Di saat Angelica berumur 2 tahun Sam meninggal dunia dan pada saat itu Eric sudah berumur 4 tahun. Keluarga kami semakin miskin disertai hutang yang semakin menumpuk. Saya mengambil sebuah keputusan yang membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya itu beserta Eric yang masih tertidur lelap, di gubuk yang terpaksa kami tinggali. Setelah saya menjual rumah untuk melunasi hutang-hutang........


Setahun.....2 tahun.........5 tahun..... 10 tahun ...... telah berlalu. sejak kejadian itu ...Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Ia seorang pendeta di gereja St. Maria. 5 tahun lamanya umur pernikahan kami, dan berkatnya sifat2 saya yang semula pemarah, egois dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit. Saya menjadi lebih sabar
dan penyanyang. Angelica telah berumur 12 tahun dan kami sekolahkan dia di asrama putri perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.

Hingga suatu malam..........
Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak. wajahnya agak tampan, ia tampak pucat sekali..... ia melihat ke arah saya sambil tersenyum ia berkata, "Tante, tante kenal mama saya? Saya lindu cekali pada mommy" Setelah mengatakan itu ia mulai beranjak pergi, namun saya menahannya. "Tunggu... sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?" "Nama saya elic tante" Eric......??? Eric....... ya Tuhan kau benar-benar Eric ????? Saya langsung tersentak dan bangun. rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh menerpa diri saya saat itu juga. Tiba-tiba teirngat kembali kisah ironis yang telah
terjadi dulu kala, seperti pemutaran film lama di kepala saya. Namun baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu. Dan saya mengambil keputusan untuk mati saja saat itu, yah saya harus mati, mati, mati..........

Se inchi jarak pisau yang akan saya goreskan ke urat nadi saya, saat itu saya teringat kembali dengan Eric, yah Eric... Eric mommy akan menjemputmu Eric.......

Sore itu saya memarkirkan mobil Civic biru saya di samping sebuah gubuk dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. "Mary apa yang yang sebenarnya terjadi Mary???" "Oh Brad .. kau pasti akan membenci saya setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu kala". Tapi aku menceritakannya juga dengan terisak-isak......... Tapi ternyata Tuhan sungguh berbaik hati pada saya, ia memberikan suami yang begitu baik dan pengertian kepada saya......... Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti Brad dari belakang, mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang 2 meter di hadapan
saya. Dan saya mulai ingat betapa gubuk tersebut pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric.......sa.......saya meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu............
dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka
pintu yang terbuat dari bambu itu. Gelap........ Tidak terlihat apapun juga!!
Perlahan-lahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan
kecil itu, dan saya tidak melihat siapapun di dalamnya......... Hanya sepotong kain butut di atas tanah. Saya mengambilnya dan mengamatinya... air mata saya kembali mengalir, karena saya mengenali potongan kain itu adalah baju butut yang dulu dikenakan Eric
sehari-harinya...........

Beberapa saat kemudian dengan perasaan yang sulit dilukiskan saya pun keluar dari ruangan itu..... air mata saya mengalir dengan deras dan saat itu saya hanya diam saja. Saat saya dan Brad mulai naik ke mobil, meninggalkan tempat tersebut, saya melihat seseorang di belakang mobil kami dan saya sempat kaget karena keadaan saat itu sudah gelap, dan terlihat wajah orang itu begitu kotor, ternyata seorang wanita tua..... kembali saya
tersentak kaget ketika ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.... "Hei!! siapa kamu, dan mau apa kamu kemari!" Dengan memberanikan diri sayapun bertanya, "Bibi apa kamu kenal dengan seorang anak bernama Eric, ia dulu tinggal di sini!" Ia ,"kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk." "Tahukah kamu 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini. Ia terus menunggu dan memanggil mommy...... mommy, karena tidak tega saya terkadang memberinya makanan dan mengajaknya tinggal bersama saya. Meskipun saya orang miskin dan pekerjaan saya mengumpulkan sampah namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu. Sampai tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini, ia belajar menulis setiap harinya selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu ..................."

Sayapun membaca kertas itu..."Mommy mengapa mommy tidak pernah kembali lagi..... mommy marah sama eric yah... mom biarlah eric yang pergi saja, tapi mommy harus berjanji kalau mommy tidak akan marah sama eric lagi. Bye Mom..."
Saya menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakan di mana dia sekarang??? Saya akan sangat menyanyanginya sekarang. saya tidak akan meninggalkannya lagi bu... tolong katakan!! Brad memeluk saya yang bergetar keras..."

"Nyonya semua sudah terlambat, (dengan nada melembut), sehari sebelum nyonya datang
eric telah meninggal dunia. ia meninggal di belakang gubuk ini". "Tubuhnya sangat kurus , ia sangat lemah. hanya demi menunggumu ia terus bertahan di belakang gubuk ini,
tanpa berani masuk ke dalam gubuk ini. Ia takut apabila mommy-nya datang akan pergi lagi bila melihat ia disana ... Ia hanya berharap dapat melihat mommy-nya dari belakang gubuk
ini...... meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu nyonya di sana". "Nyonya dosa anda tidak terampunkan!"

Saya langsung pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi...!!

Minggu, 08 Juli 2012

Ketika...


Setiap hal ada masanya..
Setiap Manusia punya masanya..
Dan ketika masa seorang manusia sudah habis..
Ketika itu pula lah manusia tersebut menjadi kenangan..


Hiduplah ketika kau diberi kesempatan...
Hiduplah ketika kau diberi kehidupan..
Namun..janganlah bersedih ketika hidup tak berpihak padamu..
Tetaplah kau tersenyum ketika hidup tak berada pada mu..


Cinta..
Ketika cinta datang padamu ?? Raihlah,tak perlu bingung..
Ketika cinta mengubah hidupmu ?? Jalani saja,itu aturan simplenya..
Dan..ketika cinta pergi darimu ?? hadapilah dan tegarlah..
Ketika cinta membuatmu mati ?? lawanlah,carilah cinta yang lebih baik...


Ketika itu sebuah kata yang terkadang bisa membuat kita menangis,bahagia,tertawa,teriak,marah,sedih..
Ketika itu memang hanyalah sebuah kata,namun jika kata "KETIKA" di padu padankan dengan kata lain,maka akan membuat sebuah kalimat yang dapat mempengaruhi jiwa,perasaan maupun pikiran..

Apapun kalimat atau kata yang didapat,hendaklah di tanggapi secara baik dan bijak,janganlah termakan permainan kalimat atau pun kata-kata..

Arti Uang Rp.10.000,-



Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.
Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"
Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami
tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!"
Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!"
Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekening dia.
Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening.
Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu Kemudian ia lipat kecil untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.
Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan: "Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!"
Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, "Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga....!"
Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana.
Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman. Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. "Ada apa Pak?" Istrinya bertanya.
Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: "Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!"

Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis. Namun Budiman kemudian melanjutkan kalimatnya:
"Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!
Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah.
Bu..., aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah." 

Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat-Mu!



Kamis, 23 Februari 2012

Hirarki Memori Jiwa..........

Tulisan ini... refleksi jiwa..
Tulisan ini..reaksi hati...
Tulisan ini...hanyalah sebuah tulisan...




Kaget..shock..atau apapun namanya..
Tidak terima..namun kenyataan adanya..
Mencoba menerima..rasa ingin berontak..
Namun..berlapang dada akhirnya...


Cinta..buatku senyum melebar..
Cinta...buat bibirku manyun..
Cinta..buatku belajar...
Cinta...buatku................................................................


Kenangan....kini itu labelnya..
Memori....kini itu wujudnya..
Masa lalu....kini itu masanya..
Masa lalu.....ku tinggal berlalu...


Menyendiri dalam kubangan baru...
Menyentuh palung hati tergores...
Tersenyum raga menutup sayatan..
Gerakkan langkah gontai seimbang...


Hela nafas sekedar gundah..
Membuka mata selembut sutra..
Bibir tersenyum sehangat bara..
Tegakkan badan sekekar pohon..


Menutup lembar dengan titik..
Cerita berakhir tanpa spasi
Membasuh perlahan lembaran putih....
Paragraf baru merangkai cerita....




Created By: Penulis Imajinasi


PERHATIAN!! Jika anda ingin mempublikasikan kembali cerita ini,harap mohon menyertakan link artikel saya ini dibawah postingan anda. Terimakasih atas perhatiannya.

Minggu, 19 Februari 2012

Aku...Kamu....Kita....

Menatap..
Menatap penuh...fokus..
Menatap lurus tajam ke depan...
Menatap dengan tanda tanya...


Mendengar...
Mnedengar dengan teliti..
Mendengar penuh perhatian..
Mendengar dengan tanda tanya...


Menyentuh...
Menyentuh dengan lembut..
Menyentuh dengan mesra..
Menyentuh sepenuh hati...


Mencium...
Mencium dengan mesra..
Mencium penuh hasrat..
Mencium karena cinta...


Ku diam dalam heran..
Ku diam mencoba paham..
Ku diam mencoba belajar...


Ku sadar...
Ku sadar tak ada yang sempurna..
Maafkan atas keterbatasanku..


Ku berlutut..
Ku berlutut pada kedigdayaan cinta..
Ku coba pahami..semua karena cinta...


Ku bersimpuh..
Ku bersimpuh pada Sang Khalik..
Ku bersimpuh.. mengucap syukur..
Akan hadirnya dirimu menemaniku..


Kamu..
Kamu yang ada di hidupku saat ini..
Kamu yang selalu memberikan perhatianmu..
Tetaplah kamu seperti itu...janganlah kamu berubah..


Aku...
Aku yang penuh kekurangan..
Aku yang belum memahamimu sepenuhnya..
mohon ajari aku..
Maafkan atas kekuranganku..


Kita...
Kita ada karena cinta...
Kita berjalan beriringan dengan sayang..
Kita...belajarlah saling memahami...




Dua insan manusia terlahir dengan 1 tulang rusuk yang hilang..
Terlahir di dunia dan pada saatnya kelak,akan menemukan tulang rusuknya kembali..
Tulang rusuk yang akan menjadi penopang,penyangga dalam hidup kebersamaan...
Tulang rusuk yang akan saling melengkapi tulang rusuk lainnya yang sudah ada..
Indahnya saling melengkapi didalam kebersamaan kehidupan...




Created By: Penulis Imajinasi




PERHATIAN!! Jika anda ingin mempublikasikan kembali cerita ini,harap mohon menyertakan link artikel saya ini dibawah postingan anda. Terimakasih atas perhatiannya.

Selasa, 15 November 2011

Sebatang Pohon Apel......

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.



Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.

“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.


“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.

“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang……… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.




Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.

“Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel.


“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.

“Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” Pohon apel itupun menjawab, “Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu."



Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.


Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.

“Ayo bermain-main lagi denganku,” kata pohon apel. 
“Aku sedih,” kata anak lelaki itu. 
“Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. 
Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”


“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.” Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.


Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.” Kemudian anak laki-laki itu menjawab, “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu.”




“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel. “Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu. 
“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. 
“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki. 
“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.” “Oooh, bagus sekali.




"Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.







*********************************************
Sebuah kisah sederhana yang menggambarkan jalan hidup setiap anak manusia. Sebuah analogi yang selalu dan akan terus berulang kepada setiap anak manusia. Pohon Apel,anak laki-laki adalah sebuah gambaran tentang orang tua dan anak-anaknya. Sang anak yang terus meminta kepada pohon apel dan sang pohon tetap berusaha memenuhi segala permintaan sang anak.


Dimanapun,anak akan selalu membutuhkan orang tua. Sejauh apapun kaki anak melangkah,pasti akan kembali kepada orang tua nya. Sama halnya dengan anak laki yang kembali kepada pohon apel yang selalu membuka tangan dan tersenyum tanpa henti untuk menyambut sang anak. Tak ada tempat ternyaman selain berada di antara orang tua. 


"Sayangilah dan hargailah orang tuamu,karena orang tua,Tuhan bagi setiap anak dan surga bagi setiap anak."






Note: cerita didapat dari sebuah milis.






Salam,
Penulis Imajinasi