Tampilkan postingan dengan label hebat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hebat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Agustus 2014

Kisah Seekor Kelelawar.

Alkisah, ada seekor kelelawar yang tinggal di daerah pedesaan. Saat itu, si kelelawar sedang beristirahat dengan menggelantung terbalik di dahan sebuah pohon. Tiba-tiba, kelelawar itu melihat lima ekor burung terbang makin cepat dan makin tinggi. Burung-burung itu tampak begitu menikmati waktu mereka di siang hari.

Si kelelawar mengikuti kawanan burung itu dan mengetahui kalau ternyata burung-burung itu sedang berkompetisi untuk menentukan siapa yang bisa terbang lebih cepat dan lebih tinggi. Tapi begitu diikuti terus, kawanan burung itu tiba-tiba menghilang dari pandangan. Si kelelawar sangat tertarik untuk bergabung dengan mereka. Maka esok harinya, kelelawar itu menunggu kawanan burung itu di pohon.

Yang dinanti-nanti akhirnya datang di tempat yang sama keesokan harinya. Si kelelawar meminta izin untuk ikut serta dalam kompetisi itu. Kawanan burung itu menolaknya karena mereka menganggap si kelelawar spesies yang buruk dan mereka takut padanya. Tapi, si kelelawar tetap mengikuti mereka dari jauh. Tanpa sepengetahuan mereka, si kelelawar juga mengikuti kompetisi itu. Dalam beberapa menit, kawanan burung itu menghilang. Si kelelawar merasa kesepian dan rendah diri karena merasa dirinya makhluk terburuk di bumi ini. Dia merasa sedih dan memutuskan untuk melatih dirinya terbang dengan jarak jauh.

Si kelelawar mengarungi jarak jauh tanpa tujuan apa pun. Akhirnya, dia putuskan untuk beristirahat di sebuah pohon dan betapa terkejutnya saat melihat kawanan burung juga ada di sana. Si kelelawar menjadi sangat bahagia karena mampu menempuh jarak terbang kawanan burung itu. Si kelelawar bertanya pada mereka, apakah dia bisa ikut berkompetisi? Setelah berdiskusi sejenak, kawanan burung itu akhirnya membolehkan si kelelawar untuk bergabung.

Kawanan burung itu memulai terbangnya dan si kelelawar juga mengikutinya dengan energi penuh. Beberapa menit kemudian, langit menjadi gelap sehingga kawanan burung itu tidak bisa terbang di malam hari. Gerakan mereka mulai melambat dan si kelelawar terbang mendahului mereka karena dia mampu terbang di malam hari dengan menggunakan pantulan suara dan sensor khusus di tubuhnya. Si kelelawar begitu gembira dan terbang lebih cepat.

Setelah menempuh jarak beberapa meter, si kelelawar mengingatkan kawanan burung untuk mengikutinya. Tapi, begitu menoleh, si kelelawar baru menyadari kawanan burung itu sudah menghilang. Si kelelawar berbalik arah dan menemukan mereka di sebuah pohon. Kawanan burung itu memberi tahu kelelawar bahwa jarak yang mereka tempuh saat ini melebihi jarak yang biasanya mereka capai dan sekarang mereka tidak bisa kembali pulang karena mereka tidak mampu terbang di malam hari. Si kelelawar membantu mereka dan memandunya terbang pulang.

Si kelelawar merasa sangat bahagia, dan menceritakan kisahnya pada sesama kelelawar. Tapi, teman-temannya itu malah memberi respons negatif, "Kau ini bodoh, ya. Kau kan bisa saja dengan mudah memenangkan kompetisi itu dan bisa membanggakan spesies kita." Tapi si kelelawar yang bahagia itu menjawab lagi, "Aku sudah bahagia waktu aku mendapat kepercayaan dari kawanan burung itu, sehingga aku bisa menjadi pesaing mereka. Aku malah lebih bahagia begitu tahu kalau spesies kita punya kemampuan unik. Dan aku paling bahagia ketika kemampuan itu membantuku memandu burung-burung itu kembali pulang. Selain itu, kompetisi konyol seperti ini tidak lagi penting bagiku."



Created By: Penulis Imajinasi



Sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/50e4766c6112439e32000007/inspiratif--kisah-kelelawar-yang-kesepian/

Sabtu, 10 Desember 2011

Beda Jakarta Tahun 1976 dan 2004 Versi NASA

Beda Jakarta Tahun 1976 dan 2004 Versi NASA


Jakarta sudah terlalu sumpek dan padat. Tak meratanya pertumbuhan ekonomi membuat Jakarta bak magnet yang menarik jutaan pendatang dari daerah lain tiap tahunnya. Makin banyaknya penduduk, makin besar juga kebutuhan untuk rumah, pasar, dan juga jalan.
Akibatnya fatal. Bencana mengancam Jakarta. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) bahkan memprediksi Jakarta Utara tenggelam tahun 2030. Sedangkan untuk Jakarta Selatan ancaman menghadang di tahun 2050.

Ini adalah akibat pelanggaran aturan tata ruang, sistem drainase yang buruk, serta tingginya penggunaan air tanah di kawasan padat penduduk dan perkantoran.

Makin padatnya Jakarta sempat direkam satelit Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dari luar angkasa.

Foto pertama diambil NASA pada tahun 1976, saat penduduk Jakarta masih 6 juta jiwa. Yang kedua diambil pada 1989 saat penduduk Jakarta berjumlah 9 juta, dan pada 2004 saat penduduk berjumlah 13 juta.

Foto yang dihasilkan satelit NASA memanfaatkan cahaya inframerah yang dipantulkan permukaan Bumi. Vegetasi alias tumbuh-tumbuhan memantulkan cahaya inframerah sangat kuat tampak berwarna merah. Sementara, daerah perkotaan terlihat berwarna hijau muda.

Tiap foto yang ditampilkan mewakili luas 49x49 kilometer persegi, yang terletak di 6,2 derajat Lintang Selatan, 106,8 derajat Bujur Timur.

Dalam gambar tahun 1976 yang diambil pemindai Landsat MSS, menunjukkan, wilayah perkotaan saat itu berada di wilayah tengah gambar dan sepanjang pantai. Sisanya dipadati tumbuhan.









Tiga belas tahun kemudian, pada 1989, Landsat menangkap ekspansi wilayah perkotaan terjadi di wilayah tengah dan mengikis tetumbuhan.







Sementara, dalam foto terakhir yang diambil instrumen Spaceborne Advanced Emisi Termal dan Refleksi Radiometer (ASTER) di satelit Terra NASA, pada tahun 2004, terlihat ekspansi perkotaan meluas ke barat.

Hampir keseluruhan gambar berwarna hijau terang, hanya noktah-noktah merah kecil yang tersisa. Ini berarti kantong vegetasi makin langka di Jakarta. Jika 2004 lalu sudah begitu gersangnya, bayangkan wajah Jakarta saat ini dari luar angkasa!












Sumber: http://haxims.blogspot.com/2011/12/beda-jakarta-tahun-1976-dan-2004-versi.html#ixzz1g6AyUhRC

Selasa, 15 November 2011

Sebatang Pohon Apel......

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.



Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.

“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.


“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.

“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang……… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.




Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.

“Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel.


“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.

“Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” Pohon apel itupun menjawab, “Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu."



Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.


Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.

“Ayo bermain-main lagi denganku,” kata pohon apel. 
“Aku sedih,” kata anak lelaki itu. 
“Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. 
Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”


“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.” Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.


Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.” Kemudian anak laki-laki itu menjawab, “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu.”




“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel. “Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu. 
“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. 
“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki. 
“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.” “Oooh, bagus sekali.




"Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.







*********************************************
Sebuah kisah sederhana yang menggambarkan jalan hidup setiap anak manusia. Sebuah analogi yang selalu dan akan terus berulang kepada setiap anak manusia. Pohon Apel,anak laki-laki adalah sebuah gambaran tentang orang tua dan anak-anaknya. Sang anak yang terus meminta kepada pohon apel dan sang pohon tetap berusaha memenuhi segala permintaan sang anak.


Dimanapun,anak akan selalu membutuhkan orang tua. Sejauh apapun kaki anak melangkah,pasti akan kembali kepada orang tua nya. Sama halnya dengan anak laki yang kembali kepada pohon apel yang selalu membuka tangan dan tersenyum tanpa henti untuk menyambut sang anak. Tak ada tempat ternyaman selain berada di antara orang tua. 


"Sayangilah dan hargailah orang tuamu,karena orang tua,Tuhan bagi setiap anak dan surga bagi setiap anak."






Note: cerita didapat dari sebuah milis.






Salam,
Penulis Imajinasi

Senin, 24 Oktober 2011

Pelajaran Dari Dunia Semut....



Banyak hal yang dapat dipelajari..bahkan dari mahluk sekecil semut pun kita mendapatkan sebuah pelajaran.. Silahkan disimak kisah berikut ini.......



Pelajaran dari Dunia Semut

Di pagi hari yang cerah Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah mewah. Suatu ketika, anak kecil pemilik rumah mewah itu keluar dan lupa menutup pintu rumah kembali.

Karna itulah seekor lalat bergegas terbang dan memasuki rumah mewah itu. Si lalat dengan sigapnya dan tanpa fikir panjang langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.
Si lalat pun ngomong sendiri "Saya udah bosan makan di tempat sampah-sampah itu melulu, ini saatnya bagi saya menikmati makanan segar dan lezat," katanya.

Setelah perutnya kenyang dan kepalanya kunang-kunang kebanyaan makan , si lalat dengan segera ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun malang bagi si lalat ternyata pintu kaca itu telah terutup begitu rapat. maka Si lalat pun hanya bisa hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat tanpa putus asa terbang di sekitar kaca, dan sesekali menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan.

Keesokan harinya tepatnya di pagi hari yang cerah, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai. Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan pulang, seekor semut kecil yang lugu bertanya kepada rekannya yang lebih tua, "Ada apa dengan lalat ini, Bro? Mengapa dia sekarat?" "Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita semua.

" Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, "Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?"
Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, "Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama." Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan intonasi dan nada lebih serius, 

"Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini."
Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda." kadang kala seseorang melakukan sesuatu dengan cara yang sama dan enggan untuk berinovasi sehingga cara yang mereka lakukan sudah ketingalan zaman sehingga dapat merugikan mereka sendiri.




Minggu, 23 Oktober 2011

Rendang Masuk Dalam Daftar Masakan Terlezat Di Dunia...

Tidak salah jika saya fans beratnya rendang...hhhmm...nyam nyam nyamm.. ^_^





TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - 


Rendang daging yang berasal dari Sumatera Barat dikategorikan sebagai satu dari 50 makanan paling enak di dunia. Rendang seperti dirilis CNNgo, pekan lalu, menempati urutan ke-11 makanan paling enak berdasarkan survei itu.


Kari Massaman dari Thailand dalam peringkat itu menduduki peringkat pertama. Dari situs CNNgo, peringkat makanan terenak dunia ini mengundang pro dan kontra. Namun dari pembaca yang memberikan tanggapan soal Rendang umumnya meyakini ini makanan yang enak.


Rendang dari daging adalah masakan tradisional bersantan dengan daging sapi sebagai bahan utamanya. Masakan khas Padang ini tidak hanya dijajakan di Indonesia namun juga sampai ke luar negeri.


Selain daging sapi, rendang juga menggunakan kelapa (karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas Indonesia di antaranya Cabai (lado), lengkuas, serai, bawang dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut sebagai (Pemasak).


Nah mau tahu apa saja makanan terenak di dunia, ini dia daftarnya :


1.Kari Massaman, Thailand
2.Neapolitan Pizza, Italia
3.Chocolate, Mexico
4.Sushi, Jepang
5.Peking Duck, Cina
6.Hamburger, Jerman
7.Penang Assam Laksa, Malaysia
8.Tom Yam Goong, Thailand
9.Ice Cream, Amerika
10.Chicken Muamba, Gabon
11.Rendang, Indonesia
12.Sheperd's Pie, Inggris
13.Corn on the cob, global
14.Doughnut, Amerika
15.Kalua pig, Amerika
16.Egg Tart, Hongkong
17.Lobster, global
18.Kebab, Iran
19.Nam tok moo, Thailand
20.Arepaz, Venezuela
21.Croissant, Perancis
22.Brownie and Vanila Ice cream, global
23.Lasagna, Italia
24.Champ, Irlandia
25.Buttered Garlic Crab, India
26.Fajitas, Mexico
27.Montreal Style Smoked Meat, Canada
28.Pho, Vietnam
29.Ohmi-gyu Beefsteak, Jepang
30.Goi cuon, Vietnam
31.Parma ham, Italia
32.Ankimo, Jepang
33.Fish n Chips, Inggris
34.Maple Syrup, Kanada
35.Chilli Crab, Singapura
36.Texas BBQ pork, Texas
37.Chicken parm, Australia
38.Frensh Toast, Hongkong
39.Ketchup, Amerika
40.Marzipan, Jerman
41.Stinky Tofu, Asia Tenggara
42.Buttered Tost with Marmite, Inggris
43.Tacos, Mexico
44.Poutine, Kanada
45.Chicken Rice, Singapura
46.Som Tam, Thailand
47.Seafood Paella, Spanyol
48.Potato Chips, Amerika
49.Masala Dosa, India
50.Buttered popcorn, Amerika.

8 Manfaat Mempunyai Wajah Kurang Ganteng...

Memang,setiap hal itu ada manfaatnya,tergantung bagaimana kita menyikapi manfaat tersebut..


Silahkan disimak...






Saya rasa tidak ada orang yang ingin dilahirkan jadi orang jelek karena semua ingin lahir dengan rupa yang baik dan setelah besar tumbuh dan berkembang menjadi orang yang cakep yaitu kalau laki-laki itu ganteng dan kalau perempuan itu cantik. Tapi apa mau dikata kita tidak bisa memilih dan penampilan merupakan anugerah dari Sang Maha Kuasa.


Sebenarnya orang yang memiliki wajah atau penampilan yang relatif jelek itu tidak selalu membawa berkah karena semua ada hikmah atau keunggulan tertentu yang belum tentu bisa diraih oleh orang yang berpenampilan relatif baik. Diantaranya yaitu :


1. Tidak Banyak Gangguan Untuk Mengembangkan Diri
Orang yang berwajah jelek dan biasa saja punya banyak waktu luang untuk pengembangan diri karena tidak banyak gangguan dengan pacaran, dikejar penggemar, digoda lawan jenis, ditawari jadi foto model, kerja part time yang mengumbar kelebihan fisik, dan berbagai gangguan lain akibat keunggulan fisik. Terdapat waktu banyak untuk belajar dan berkarir labih serius untuk mempersiapkan masa depan yang akan dijalani nanti.


2. Tidak Mengalami Patah Hati Yang Serius
Kalau selama remaja tidak memikirkan masalah pacaran maka tidak mungkin ada rasa sakit hati karena diputuskan pacar, dikhianati pacar, rasa cemburu buta, dan lain sebagainya. Paling-paling hanya iri sama orang lain karena jomblo dan cemburu karena lawan jenis yang kita suka mesra dengan orang lain.


3. Mendapat Jodoh Yang Serius Dan Baik
Jika serius menggarap masa depan dan akhirnya mendulang sukses, pintar serta kemapanan maka tidak mungkin jodoh akan datang sendiri karena dari sisi bobot bibit bebet terpenuhi bobot dan bebet. Dengan kondisi sukses maka orang jelek bisa memperbaiki penampilan diri dengan uang yang melimpah sehingga memperbesar mendapat pasangan yang berkualitas baik. Tetapi jangan terlalu mengharap yang high quality karena cukup pandai dan baik saja itu sudah cukup untuk membentuk keluarga yang bahagia. Tidak perlu dapat jodoh yang cakep di fisik saja karena justru bisa menimbulkan masalah jika orang itu tidak memiliki itikad baik dan juga terlalu lugu / polos.


4. Lebih Bisa Menjaga Kesucian (Keperawanan / Keperjakaan)
Orang yang jelek / biasa yang memiliki iman yang kuat kurang dilirik lawan jenis untuk diajak melakukan seks bebas sehingga banyak terhindar dari perbuatan dosa, dari pergaulan bebas yang salah jalan, dari pengaruh ajakan narkoba, rokok, minuman keras, dsb. Setelah dewasa pun akan punya rasa percaya diri dan nilai lebih dari orang yang terjerumus pergaulan sesat. Orang yang jelek atau biasa saja bisa juga terjerumus jika tidak punya iman hanya sebagai orang yang diperalat oleh lawan jenis untuk pemuas nafsu, pemorotan uang, dll. Yang pasti setelah dewasa dan sadar orang jelek / biasa akan lebih menyesal dari yang berpenampilan oke.


5. Punya Banyak Kesempatan Untuk Mencengangkan Orang Lain
Orang yang mukanya biasa ke bawah biasanya kurang diperhitungkan dan dianggap masa depan akan biasa-biasa atau di bawah standard. Namun jika serius menggarap masa depan dan berhasil maka orang yang menganggap rendah kita akan tercengang hebat dan iri. Para lawan jenis pun dari yang acuh bisa berubah menjadi suka karena kepandaian dan kesuksesan yang telah diraih dengan kerja keras hasil banting tulang sendiri.


6. Minim Gangguan Setelah Berkeluarga
Orang yang memiliki muka yang jelek dan biasa umumnya kurang dilirik oleh pihak luar yang dapat menghancurkan koharmonisan rumah tangga yang sedang berjalan. Yang ada mungkin pihak luar yang hanya suka dengan harta yang dimiliki oleh keluarga itu. Dengan begitu bagi orang jelek / biasa yang pandai dan beriman, rintangan hidup semacam itu tidak akan diindahkan.


7. Meminimalisir Berbagai Tindak Kejahatan / Kriminalitas Seksual
Memiliki wajah yang dianggap bagus akan membahayakan kita ketika masih kecil dan remaja yang umumnya memiliki pemikiran yang polos. Ada banyak orang dewasa yang suka memangsa anak di bawah umur serta orang dewasa yang senang menjerumuskan pemuda pemudi abg ke lembah hitam. Memiliki anak yang secara umum dinilai cakep akan lebih membuat kita waswas karena akan lebih aktif dalam menarik rasa suka dari teman sebaya maupun yang lebih tua. Jika tidak diawasi dan dibekali dengan baik, masa depannya bisa hancur berantakan dalam sekejap.


8. Lebih Dihargai Karena Kemampuan Murni & Keimanan
Seseorang yang cerdas / pandai dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki serta memiliki keimanan yang baik di sisi agama sehingga memberikan sumbangsih yang besar bagi masyarakat umum akan jauh lebih dihargai oleh orang lain dan juga Tuhan. Berbeda dengan orang yang cakep secara fisik namun otaknya biasa dan perilakunya kurang baik di mata masyarakat. Mungkin orang segan kerena dia cakep tapi di belakang akan dicemoh. Orang jelek yang bodoh akan sangat berbahaya di masa depan, karena akan kalah bersaing dengan orang cakep yang bodoh. Tetapi orang jelek yang cerdas akan bisa memiliki ribuan anak buah yang cakep-cakep.

Seorang Tukang Becak Sumbangkan Rp. 470 Juta Untuk Yatim Piatu

Cerita yang Menarik.. 
Just Share sajah yah..






Mungkin ini adalah cerita lama. tapi saya tertarik ingin mengulasnya lagi mengingat sudah berkurangnya rasa solidaritas pada bangsa ini.Kalau orang kaya mau menyumbangkan hartanya tentu itu bukan suatu keajaiban. Tapi kalau orang miskin mau menyumbangkan hartanya berbagi dangan yang lain itu sangat mengetuk hati kita. Berikut ini kisang seorang Bai fang Li, seorang tukang becak miskin yang menyumbang seluruh hartanya untuk anak-anak miskin.


BAI FANG LI adalah seorang tukang becak. Seluruh hidupnya dihabiskankan di atas sadel becaknya, mengayuh dan mengayuh untuk memberi jasanya kepada orang yang naik becaknya. Mengantarkan kemana saja pelanggannya menginginkannya, dengan imbalan uang sekedarnya.


Tubuhnya tidaklah perkasa. Perawakannya malah tergolong kecil untuk ukuran becaknya atau orang-orang yang menggunakan jasanya. Tetapi semangatnya luar biasa untuk bekerja. Mulai jam enam pagi setelah melakukan rutinitasnya untuk bersekutu dengan Tuhan. Dia melalang dijalanan, di atas becaknya untuk mengantar para pelanggannya. Dan ia akan mengakhiri kerja kerasnya setelah jam delapan malam.


Para pelanggannya sangat menyukai Bai Fang Li, karena ia pribadi yang ramah dan senyum tak pernah lekang dari wajahnya. Dan ia tak pernah mematok berapa orang harus membayar jasanya. Namun karena kebaikan hatinya itu, banyak orang yang menggunakan jasanya membayar lebih. Mungkin karena tidak tega, melihat bagaimana tubuh yang kecil malah tergolong ringkih itu dengan nafas yang ngos-ngosan (apalagi kalau jalanan mulai menanjak) dan keringat bercucuran berusaha mengayuh becak tuanya.


Bai Fang Li tinggal disebuah gubuk reot yang nyaris sudah mau rubuh, di daerah yang tergolong kumuh, bersama dengan banyak tukang becak, para penjual asongan dan pemulung lainnya. Gubuk itupun bukan miliknya, karena ia menyewanya secara harian. Perlengkapan di gubuk itu sangat sederhana. Hanya ada sebuah tikar tua yang telah robek-robek dipojok-pojoknya, tempat dimana ia biasa merebahkan tubuh penatnya setelah sepanjang hari mengayuh becak.


Hatinya sangat tersentuh ketika suatu ketika ia baru beristirahat setelah mengantar seorang pelanggannya. Ia menyaksikan seorang anak lelaki kurus berusia sekitar 6 tahun yang yang tengah menawarkan jasa untuk mengangkat barang seorang ibu yang baru berbelanja. Tubuh kecil itu nampak sempoyongan mengendong beban berat dipundaknya, namun terus dengan semangat melakukan tugasnya. Dan dengan kegembiraan yang sangat jelas terpancar dimukanya, ia menyambut upah beberapa uang recehan yang diberikan oleh ibu itu, dan dengan wajah menengadah ke langit bocah itu berguman, mungkin ia mengucapkan syukur pada Tuhan untuk rezeki yang diperolehnya hari itu.


Beberapa kali ia perhatikan anak lelaki kecil itu menolong ibu-ibu yang berbelanja, dan menerima upah uang recehan. Kemudian ia lihat anak itu beranjak ketempat sampah, mengais-ngais sampah, dan waktu menemukan sepotong roti kecil yang kotor, ia bersihkan kotoran itu, dan memasukkan roti itu kemulutnya, menikmatinya dengan nikmat seolah itu makanan dari surga.


Hati Bai Fang Li tercekat melihat itu, ia hampiri anak lelaki itu, dan berbagi makanannya dengan anak lelaki itu. Ia heran, mengapa anak itu tak membeli makanan untuk dirinya, padahal uang yang diperolehnya cukup banyak, dan tak akan habis bila hanya untuk sekedar membeli makanan sederhana.


"Uang yang saya dapat untuk makan adik-adik saya…." jawab anak itu.


"Orang tuamu dimana…?" tanya Bai Fang Li.


"Saya tidak tahu…., ayah ibu saya pemulung…. Tapi sejak sebulan lalu setelah mereka pergi memulung, mereka tidak pernah pulang lagi. Saya harus bekerja untuk mencari makan untuk saya dan dua adik saya yang masih kecil…" sahut anak itu.


Bai Fang Li minta anak itu mengantarnya melihat ke dua adik anak lelaki bernama Wang Ming itu. Hati Bai Fang Li semakin merintih melihat kedua adik Wang Fing, dua anak perempuan kurus berumur 5 tahun dan 4 tahun. Kedua anak perempuan itu nampak menyedihkan sekali, kurus, kotor dengan pakaian yang compang camping.


Bai Fang Li tidak menyalahkan kalau tetangga ketiga anak itu tidak terlalu perduli dengan situasi dan keadaan ketiga anak kecil yang tidak berdaya itu, karena memang mereka juga terbelit dalam kemiskinan yang sangat parah, jangankan untuk mengurus orang lain, mengurus diri mereka sendiri dan keluarga mereka saja mereka kesulitan.


Bai Fang Li kemudian membawa ke tiga anak itu ke Yayasan yang biasa menampung anak yatim piatu miskin di Tianjin. Pada pengurus yayasan itu Bai Fang Li mengatakan bahwa ia setiap hari akan mengantarkan semua penghasilannya untuk membantu anak-anak miskin itu agar mereka mendapatkan makanan dan minuman yang layak dan mendapatkan perawatan dan pendidikan yang layak.


Sejak saat itulah Bai Fang Li menghabiskan waktunya dengan mengayuh becaknya mulai jam 6 pagi sampai jam delapan malam dengan penuh semangat untuk mendapatkan uang. Dan seluruh uang penghasilannya setelah dipotong sewa gubuknya dan pembeli dua potong kue kismis untuk makan siangnya dan sepotong kecil daging dan sebutir telur untuk makan malamnya, seluruhnya ia sumbangkan ke Yayasan yatim piatu itu. Untuk sahabat-sahabat kecilnya yang kekurangan.


Ia merasa sangat bahagia sekali melakukan semua itu, ditengah kesederhanaan dan keterbatasan dirinya. Merupakan kemewahan luar biasa bila ia beruntung mendapatkan pakaian rombeng yang masih cukup layak untuk dikenakan di tempat pembuangan sampah. Hanya perlu menjahit sedikit yang tergoyak dengan kain yang berbeda warna. Mhmmm… tapi masih cukup bagus… gumannya senang.


Bai Fang Li mengayuh becak tuanya selama 365 hari setahun, tanpa perduli dengan cuaca yang silih berganti, ditengah badai salju turun yang membekukan tubuhnya atau dalam panas matahari yang sangat menyengat membakar tubuh kurusnya.


"Tidak apa-apa saya menderita, yang penting biarlah anak-anak yang miskin itu dapat makanan yang layak dan dapat bersekolah. Dan saya bahagia melakukan semua ini…," katanya bila orang-orang menanyakan mengapa ia mau berkorban demikian besar untuk orang lain tanpa perduli dengan dirinya sendiri.


Hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun, sehingga hampir 20 tahun Bai Fang Li menggenjot becaknya demi memperoleh uang untuk menambah donasinya pada yayasan yatim piatu di Tianjin itu. Saat berusia 90 tahun, dia mengantarkan tabungan terakhirnya sebesar RMB 500 (sekitar 650 ribu rupiah) yang disimpannya dengan rapih dalam suatu kotak dan menyerahkannnya ke sekolah Yao Hua.


Bai Fang Li berkata, "Saya sudah tidak dapat mengayuh becak lagi. Saya tidak dapat menyumbang lagi. Ini mungkin uang terakhir yang dapat saya sumbangkan……" katanya dengan sendu. Semua guru di sekolah itu menangis……..


Bai Fang Li wafat pada usia 93 tahun, ia meninggal dalam kemiskinan. Sekalipun begitu, dia telah menyumbangkan disepanjang hidupnya uang sebesar RMB 350.000 ( setara 470 juta rupiah) yang dia berikan kepada Yayasan yatim piatu dan sekolah-sekolah di Tianjin untuk menolong kurang lebih 300 anak-anak miskin.


Foto terakhir yang orang punya mengenai dirinya adalah sebuah foto dirinya yang bertuliskan " Sebuah Cinta yang istimewa untuk seseorang yang luar biasa"






http://www.portalgue.com/2011/03/sebuah-renungan-seorang-tukang-becak.html

Tidak Penting Berapa Gajimu,Nak! Yang Penting Berapa Sisanya..??



Sebuah bacaan yang bagus untuk orang orang yang hidupnya konsumtif dan memiliki gaya hidup mewah tanpa bermaksud merendahkan kemampuan seseorang dalam membiayai gaya hidupnya masing - masing....




Tidak Penting Berapa Gajimu, Nak! Yang Penting Berapa Sisanya.


Judul di atas merupakan terjemahan bebas dari pesan Paklik :


“Piro bayaranmu ora penting, Le! Sing penting turahane”


Paklik bukan seorang ahli keuangan.  Hanya seseorang pembaca yang tekun.  Membaca ilmu-ilmu kehidupan.  Kalimat  yang ndeso itu sangat sarat makna, dengan mensyaratkan kemauan kuat untuk merenungkannya.


Siapa sih yang tidak mau bekerja dengan gaji besar? Hampir semua orang mau.  Penolakan hanya akan terjadi jika ada alasan yang kuat, yang sanggup memunculkan kalimat penegasan ora dibayar ora kudisen ‘Tidak dibayar tidak kudisan’.  Asumsinya adalah jika bergaji besar, segala macam kebutuhan hidup akan mudah tercukupi.  Sandang, pangan, dan papan akan diperoleh dengan enteng.  Bukan hanya enteng, tetapi juga terpenuhi sesuai dengan selera dan tuntutan kemewahan.


Kembali ke nasehat Paklik. Gaji kecil belum tentu kurang, gaji besar belum tentu cukup.  Patokannya adalah berapa jumlah uang yang disisakan.  Disisakan setelah dikurangi pengeluaran apa? Tentu saja setelah dikurangi biaya operasional kerja : transport, uang makan, pakaian kerja, tempat tinggal (bagi yang tidak tinggal gratis), biaya sosial di lingkungan kerja.  Biaya-biaya itu besarnya sangat bervariasi antara satu orang dengan orang lainnya.  Pilihan besaran pengeluaran wajib itu sangat tergantung kepada pola pikir dan pola hidup masing-masing individu.  Pola pikir dan pola hidup itu juga sangat dipengaruhi oleh tuntutan keadaan di lingkungan kerja.


Ilustrasi Penghasilan Tukang Batu


Tukang batu atau sering disebut kuli bangunan di Jakarta berpenghasilan Rp 75.000,- per hari. Tukang batu yang sedang mengerjakan rumah tinggal, umumnya tinggal di bedeng-bedeng di lokasi pembangunan. Artinya biaya tempat tinggal dan transport Rp 0,-  Umumnya mereka masak sendiri, ataupun jika membeli diwarung, tidak akan pernah ke Kentuky Fried Chicken, CFC, atau McDonald.  Pakaian kerja ala kadarnya. Alat komunikasi berupa HP asal bunyi dan bisa terbaca SMS. Tak kenal HP tablet-tabletan.  Ditempat kerja, mereka tidak pernah menerima undangan sunatan dari warga sekitar.  Secara sosial mereka dimaklumi.


Secara kasar bisa dibayangkan, sisa uang yang dibawa pulang untuk disetor ke isteri jumlahnya masih cukup banyak. Dan sebagai isteri dari seorang yang kata sebagian orang “hanya tukang batu” itu, memiliki gaya hidup yang kurang lebih juga sama dengan sang suami, sederhana.  Kesederhanaan itu semakin memperkuat posisi keuangan keluarga.


Ilustrasi Penghasilan Sales Cat Tembok.


Gaji Rp.5000.000,- per bulan. Uang makan Rp 50.000,- per hari.  Alat kerja mobil.  Pelanggan yang dikunjungi agen-agen cat.  Tempat tinggal kost. Relasi sosial banyak.  Pekerja seperti ini tentu membutuhkan biaya operasional kerja lebih besar daripada tukang batu.  Uang makan belum tentu cukup karena sebagai pekerja bermobil, jenis-jenis makan siangpun akan sangat terpengaruh oleh penampilannya.  Masak sih kerja bermobil makan siang paket goceng. Sorry lah yauw!


Belum lagi jika ada tuntutan untuk menyesuaikan diri dengan boss agen cat, dengan dalih supaya ada ikatan batin dengan pelanggan.  Variasi gaya hidup yang ditawarkan lebih banyak, yang tentu saja akan memakan biaya banyak pula.  Dari mulai mancing, traveling, sampai dancing. Baju-celana-sabuk -dompet pun bisa jadi terasa gatal jika tidak tertempel merk keren. Plus kadang-kadang ikut taruhan sepakbola dan berburu daun muda.  Undangan sunatan dan pesta-pesta juga tidak terkira jumlahnya.  Tidak lupa aplikasi kartu kredit dengan plafon selangit. Fasilitas mobil yang bisa dibawa pulang, menciptakan tuntutan baru dari keluarga :piknik ke sana ke mari.


Berapakah jumlah uang yang tersisa untuk disetor utuh ke isteri tercinta di rumah? Yang jelas berkurang sangat banyak daripada yang seharusnya bisa disetorkan.


Bidang kerja adalah pilihan hidup.  Gaya hidup adalah juga pilihan hidup.  Semua pilihan punya konsekwensi masing-masing.  Kearifan pribadilah yang harus dikedepankan dalam menyikapi semua konsekwensi dari pilihan yang diambil.


Jauh-jauh hari sebelum ada Google yang serba tahu itu, Paklik sudah bisa membaca alam sekitar, dan menelurkan petuah luhur :


“Piro bayaranmu ora penting, Le! Sing penting turahane




http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/06/04/tidak-penting-berapa-gajimu-nak-yang-penting-berapa-sisanya/

Minggu, 21 Agustus 2011

Enam Ilusi Optik Paling Menakjubkan




Ilusi optik memanfaatkan pergeseran antara apa yang dilihat mata dan penerimaan otak. Melalui ilusi ini, terungkap cara sistem visual mengedit gambar yang diterima.

Proses ini terjadi bahkan sebelum Anda menyadarinya, seperti asisten pribadi, untuk menentukan apa yang penting dan tak penting untuk diperhatikan. Orang menciptakan ilusi optik jauh sebelum mengetahui cara kerjanya.

Kini, kemajuan dalam neurosains berhasil mengungkap proses visual yang membodohi otak. Meski begitu, masih ada ilusi yang membutuhkan penjelasan. Berikut ilusi terbaik yang pernah ada beserta cara kerjanya.

Checker Shadow Illusion

Pada papan ini, kotak A tampak jauh lebih gelap dibanding B. Menakjubkannya, seperti terlihat, A dan B sebenarnya memiliki warna sama. Dalam program edit gambar, keduanya memiliki nilai RGB 120-120-120.

Profesor sains visi Edward Adelson di MIT menciptakan ilusi ini pada 1995 guna memperagakan cara sistem visual manusia menyikapi bayangan. Saat berupaya menentukan warna satu permukaan, otak kita tahu bayangan tersebut menyesatkan.

Kita mengimbanginya melalui interpretasi permukaan berbayang menjadi lebih terang dari secara teknis tampak mata. Hasilnya, kita melihat B lebih terang dari A. padahal kenyataannya, bayangan telah mengubah B segelap A.

Motion Induced Blindness

Coba lihat di http://www.youtube.com/watch?v=vw101eBziHI&feature=player_embedded. Setelah memandangi kedipan cahaya di tengah video selama 10 detik, titik kuning akan memberi jarak sama di sekitar ia mulai hilang. Satunya bisa saja menghilang kemudian muncul lagi dan menghilangkan lainnya. Dua atau tiga titik akan mengabur dan bergabung menjadi satu.

Hilang dan kemunculan ini berlanjut secara acak selama Anda fokus pada kedipan cahaya. Trik pikiran ini disebut Motion Induced Blindness dan tak memiliki penjelasan universal yang bisa diterima. Namun, hasil riset menyatakan, efek ini muncul di bagian korteks visual utama, bagian otak yang memroses informasi mengenai obyek statis dan bergerak.

Efek Troxler

Pandangi crosshair ini selama 20 detik atau lebih kemudian tampak titik akan mengabur menjadi abu-abu. Ketiadaan satu titik menjadi titik hijau yang berputar. Trik visual ini disebut efek Troxler dan ditemukan polymath Swiss Ignaz Paul Vital Troxler pada 1804. Efek ini merupakan hasil dari kemampuan neuron visual yang mematikan kesadaran pada benda yang tak berubah serta meningkatkan persepsi pada benda. Gambar berwarna tetap pada tempatnya sementara ketiadaan titik bergerak. Hasilnya, transisi sistem visual untuk fokus hanya pada titik kosong dan membuat titik nyata menghilang.

Ilusi Hering

Pada ilusi geometri-optik ini yang ditemukan fisiolog Jerman Ewald Hering pada 1861 ini, dua garis lurus dan parallel tampak seolah melengkung keluar. Hering mengatakan, efek ini terjadi pada otak yang membuat otak menilai lebih sudut di titik persimpangan antara garis biru dan merah. Namun, mengapa kita salah memperhitungkannya?

Peneliti Mark Changizi dari Rensselaer Polytechnic Institute di New York yakin, ilusi ini berkenaan dengan kecenderungan manusia untuk memprediksi secara visual. Menurutnya, sistem visual manusia telah berevolusi untuk mengkompensasi penundaan neural melalui gambar yang akan terjadi sepersepuluh detik di masa depan.

Simultaneousl Contrast Illusion

Bar horizontal di gambar atas tampak bergradrasi, dari terang ke abu gelap pada arah yang berlawanan latar. Mungkin Anda mengira ini adalah trik pikiran. Jika Anda menutupi semuanya dan menyisakan barnya saja, Anda akan melihat bar itu sebenarnya monokrom.

Ilusi ini serupa checker shadow illusion. Otak mengintepretasikan ujung bar berada dalam ilusi berbeda dan menduga terlebih dahulu bayangan aslinya.

Ilusi ular berputar

Tak ada yang bergerak pada gambar ini. Tak ada pula penjelasan solid mengenai gerakan ilusi ini. Beberapa ilmuwan visual menduga, ilusi ini terkait fixation jitter, gerak matak tak disadari yang memberi kesan benda diam menjadi bergerak.

Penjelasan lainnya, saat memandang sekitar gambar, detektor gerak pada korteks visual menjadi 'bingung' akibat perubahan dinamis pada neuron dan membuat Anda mengira melihat gerakan.

( Sumber: http://teknologi.inilah.com/read/detail/1767168/enam-ilusi-optik-paling-menakjubkan )