Tampilkan postingan dengan label sifat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sifat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 November 2019

"Miss Whatever Part 2..."

*tingting* *tingting* *ceritanya wa masuk*

*1 new message from Alexandra*
"Pagi baby.."

Yup, begitulah pesan yang gue terima setiap pagi, kalau bukan gue yang kirim chat duluan yaa cewek gue yang chat, dan jujur aja chat dia yang selalu gue nantikan, my mood booster :)

Oh iya, kenalin, gue Ray, gue pacar Alexandra, kita baru jadian dan kalau kalian penasaran dengan proses jadian kita, kalian baca aja di part 1 yaa, hehehe..

Semakin gue kenal lebih lama, gue semakin paham karakter Alexandra (Sandra), dan jujur aja sering banget kita debat mulai dari hal sepele. Karena gue juga tipikal orang keras kepala, jadi aja deh kita sering argumen.

Gue yang pernah punya pengalaman diselingkuhin mantan gue dulu membuat pribadi gue jadi insecure, masalahnya adalah gue jadi tidak bisa 100% persen percaya sama cewek lagi, that's my problem :( dan berulang kali Sandra selalu memohon agar gue percaya sama dia, dan gue pun mencoba untuk percaya sama dia.

Ada 1 hal yang gue ajukan ke Sandra yang membuat dia tidak nyaman yaitu saling berkabar satu sama lain. Bukan tujuan gue mengekang dia tapi gue hanya ingin tahu dia dimana, apakah dia baik-baik saja, keadaannya bagaimana, yaa di logika gue adalah "namanya pacaran harus saling update kabar".

Awal-awal Sandra mengakui kalau dia tidak terbiasa dengan gaya komunikasi seperti itu, bagi dia itu mengekang dan tidak nyaman dan gue juga tidak tahu bagaimana gaya pacaran dia dengan mantannya sebelum gue. Namun gue kasih pengertian dan akhirnya Sandra mau mencoba untuk mengikuti gaya gue, thank you Sandra, i love you :).

Sebenarnya gue tahu banyak sifat gue yang membuat dia kurang nyaman namun dia tetap berusaha menerimanya dan itupun juga yang gue lakuin ke dia, gue berusaha untuk selalu memenuhi segala permintaan dia karena gue sayang sama dia.

Karena kita 1 kota dan jarak kantor kita tidak terlalu jauh, kita jadi sering ngedate after office hour. Dulu gue pernah dengar orang tua gue ngomong begini "secapek-capeknya kita kalau ketemu orang yang kita sayang pasti capeknya hilang", dan itulah yang gue rasain setiap kali gue ketemu Sandra sepulang kantor, capek penat gue langsung sirna setelah melihat senyum dia :).

Gue suka cara dia memperlakukan gue, gue suka cara dia memperhatikan gue tapi terkadang gue juga bingung menghadapi sifat dia, salah 1 contohnya adalah saat dia marah besar karena gue gak bisa datang pada saat dia sakit. Padahal gue udah jelasin kondisi gue yang lembur pada saat itu, namun Sandra marah lewat chat dan membuat gue bingung dan sedikit tersinggung, tapi gue memaafkan dia, gue paham gimana gak enaknya sakit tidak dijenguk pacar, gue minta maaf Sandra :(

Dan untuk menebus salah gue, di hari berikutnya gue sempatkan mengantarkan sarapan untuk dia sebelum gue berangkat kantor karena gue gak mau dia kelaparan belum sarapan dan biar dia cepat sembuh. Dari semua wanita yang pernah gue pacarin, jujur Sandra yang paling manja ke gue dan gue tidak masalah dengan sikapnya itu, malahan gue senang bisa memanjakan wanita kesayangan gue :).

Setiap kita ngedate, dikarenakan gue tidak punya kendaraan pribadi (waktu mau beli kendaraan dilarang sama ortu dan pada akhirnya uang buat kendaraan gue alihkan untuk DP rumah sederhana di sekitar kota Jakarta), gue jadi sering ngajak dia naik transportasi umum mulai dari transjakarta, KRL hingga taksi online. Jujur sebenarnya gue sedih ngajak dia naik kendaraan umum karena mungkin dia sama mantan dulu tidak pernah naik kendaraan umum. Maaf ya Sandra kalau gue nyusahin :(.

Apalagi pernah waktu kita pulang dari Bogor, kaki dia bengkak karena jalan kaki yang cukup jauh, kurang lebih 1.5 km. Sebenarnya waktu itu gue sudah pesan taksi online dari stasiun Bogor namun karena situasi saat itu macet parah, tidak satupun taksi online terima orderan gue dan pada akhirnya dia sarankan jalan kaki namun gue tidak akan menyetujui usul dia kalau seandainya gue tahu kakinya bakalan jadi bengkak setelah pulang dari bogor, i'm so sorry baby :(.

Sandra itu anaknya periang dan selalu bisa bikin gue ketawa, bahagia dan itu yang bikin gue jatuh cinta sama dia. Dan jujur saja gue sudah membayangkan tahun depan dia jadi istri gue, bukan pacar lagi. Yang bikin gue semakin cinta sama dia, dia tidak pernah komplain waktu gue ajak naik transportasi umum.

Oh iya, gue sama Sandra itu sama-sama suka makan, jadi tidak jarang kita isi acara ngedate kita dengan wisata kuliner. Banyak tempat kita datangi untuk sekedar kulineran.

Hanya saja, namanya hubungan itu tidak selalu berjalan mulus, gue berulang kali debat atau argumen sama Sandra, yang gue tidak suka dari Sandra adalah saat dia lagi emosi, dia suka sekali berkata bukan kata kasar/kotor sih sebenarnya cuma bikin gue jadi tersinggung tapi gue maklumin itu karena namanya juga orang lagi emosi.

Hhmm..kalian pernah gak sih gaes, merasa kalau kalian tidak pantas buat pacar kalian ? Gue terkadang merasa begitu, gue merasa gue tidak pantas atau layak membahagiakan Sandra dikarenakan Sandra itu wanita yang spesial sekali di mata gue, dan gue selalu ingin memberikan yang terbaik untuk dia namun di 1 sisi gue juga punya batasan dalam hal apapun termasuk ekonomi, itu yang bikin gue sedih.

Dia wanita istimewa dan gue gak mau kehilangan dia. Tapi..gue juga bukan manusia sempurna terlebih saat gue lagi diliputi emosi juga, gue kadang suka ngomong sesuatu yang menurut Sandra itu kekanak-kanakan, contohnya seperti gue pernah meminta kembali barang yang dia pinjam dari gue saat gue sama dia lagi berantem, gue akuin itu salah 1 sifat buruk gue gaes, gue berpikirnya biarpun ada masalah tapi barang yang di pinjam ya harus dikembalikan dong!. Sifat begini tuh buruk sih memang gaes, jangan ditiru! Hehehe..

Mungkin, karena sudah terlalu sering kita debat dan membuat Sandra lelah, akhir-akhir ini Sandra sering sekali bilang malas dalam hal argumen, debat dan lain-lain. Jujur sebenarnya gue tidak suka dia omong begitu karena menurut gue kalau sudah malas begitu sama saja dengan malas berhubungan karena namanya pacaran pastilah ada debat/argumen walaupun sebabnya karena hal sepele.

Hal sepele yang gue maksud adalah ketika gue sakit, gue berharap dia menunjukkan sedikit perhatian dia, ya gak perlulah datang ke tempat gue tapi setidaknya chat gue tanya udah makan belum atau ngingetin udah minum obat belum, hal yang mungkin sepele tapi berarti buat gue yang lagi tepar sakit, hehehe.. Karena dia tidak chat sama sekali, keesokan harinya gue komplain ke dia dan dia menjawab dengan hal lain lagi dan ujung-ujungnya kita argumen dan keluar lagilah omongan malas itu, karena gue juga lagi diliputi emosi akhirnya gue balas dengan bilang "kalau sudah malas, ngapain lagi dilanjutin hubungan ini" dan kita pun semakin ribut.

Gue itu hobby menulis di media apapun, entah itu blog atau sekedar status wa. Menulis adalah salah 1 cara gue meluapkan isi hati atau apapun yang gue rasakan, termasuk saat gue emosi, gue pasti menulis, walaupun setelah gue post langsung buru-buru gue hapus karena gue tidak mau orang banyak membaca tulisan gue, karena sebenarnya menulis itu cuma media gue menyalurkan kekesalan gue. Gue berpikiran, daripada gue lampiaskan kemarahan gue dengan membentak dia lebih baik gue diam dan salurkan amarah gue dengan menulis kekesalan gue.

Tapi memang 1 kebiasaan gue ini tidak disukai Sandra, ya gue maklum saja kalau dia berpikiran gue seperti cewek yang lagi nyindir dengan tulisan yang gue tulis. Dan gue sadar tidak semua orang bisa menerima kebiasaan gue ini, maaf ya Sandra kalau hal ini bikin kamu tidak nyaman.

Karena beberapa kali kita ribut dan dia selalu bilang malas, gue juga selalu bilang kalau sudah malas ya putus saja, hal ini membuat dia semakin marah sama gue bahkan sampai telepon gue juga direject sama dia. Padahal gue ingin kita baikan karena tetap saja semarah-marahnya gue sama dia, gue sayang dia, gue cinta dia. Tapi sepertinya Sandra sudah benci sama gue sampai telpon gue pun di reject. Akhirnya gue pun menganggap kalau dengan telepon gue direject berarti dia sudah tidak mau berhubungan sama gue lagi.

Iya gaes, akhirnya gue sama dia putus padahal kalau boleh gue ngomong jujur, gue masih sayang dengan dia, tapi sepertinya dia sudah benci sama gue.

Dear Sandra, aku minta maaf dengan semua kekuranganku padamu, aku cuma manusia biasa yang punya kekurangan dan aku memahami bila kamu tidak bisa menerima kekuranganku. Terima kasih sudah hadir di dalam hidupku, terima kasih sudah memberi tahu aku rasanya dicintai, terima kasih sudah mengajarkan aku tentang wanita. Aku berdoa semoga kamu menemukan pria yang lebih baik dan lebih mapan dari aku, tetaplah menjadi Sandra yang ceria yang disukai banyak orang, tetaplah menjadi Sandra yang pernah membuatku bahagia walau kini kamu bukan pacarku lagi. Dan bila hati ini boleh jujur, aku masih sayang sama kamu dan berharap kita balikan lagi jadi pacar seperti dulu. With Love, Ray.

Demikianlah gaes kisah cinta gue sama Sandra, walaupun singkat tapi membekas manis buat gue dan gue harap juga membekas manis di ingatannya Sandra. Terima kasih buat kalian yang sudah mengikuti dan membaca cerita ini mulai dari part 1, gue doakan semoga kalian langgeng selalu dengan pasangan kalian saat ini, dijaga baik-baik yah pasangannya, jangan melakukan hal bodoh seperti yang gue lakukan ini, gue sekarang kehilangan orang yang gue sayangi dan buat yang masih single/jomblo, gue doakan semoga cepat dapat pasangan yah, amiiin... :)





Created By: Penulis Imajinasi





Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Selasa, 24 Maret 2015

***Wanita Menurut Penulis Imajinasi***

Mungkin..bagi sebagian wanita, judul diatas mencerminkan suatu sikap tidak fair (memangnya siapa penulis bisa seenaknya menilai wanita?? ) Tapi tenang dulu ladies, maksud judul diatas adalah mengenai pemahaman saya mengenai wanita atau ini adalah deskripsi wanita berdasarkan pengalaman saya.

Wanita, mahluk ciptaan Tuhan yang diciptakan bertujuan untuk menemani mahluk ciptaan Tuhan lainnya yang bernama Pria. Sejarah selalu mengatakan bahwa wanita itu tercipta dari salah 1 tulang rusuk pria, dan sudah banyak pula kata bijak atau quotes yang berkata bahwa Wanita diciptakan dari tulang rusuk agar wanita selalu dicintai dan dapat menjadi penjaga hati karena secara ilmu biologi,tulang rusuk berdekatan dengan jantung/hati.

Banyak pula pekerja seni yang menghasilkan karya luar biasa yang terinspirasi dari sosok Wanita. Berbicara tentang wanita pun tak akan cukup 1 halaman saja, begitu banyak hal menarik yang bisa digali dari mahluk Tuhan bernama Wanita. Wanita dengan segala kompleksitasnya memang mengundang decak kagum. Mengapa ??
  • Hanya wanita yang sanggup menopang 1 nyawa baru didalam rahimnya
  • Hanya wanita yang mampu selama 9 bulan terus menerus memelihara 1 nyawa baru sampai lahir ke dunia.
  • Wanita pulalah yang mempertaruhkan nyawanya sendiri demi lahirnya sebuah nyawa baru di dunia. Dan masih banyak lagi kehebatan seorang wanita yang tak dapat disebutkan satu persatu. 
Namun, disamping begitu banyak kehebatan wanita, dan sebagai manusia normal,wanita pun tak luput dari kekurangan,baik dalam hal sifat/karakter atau kekurangan dalam hal lainnya. Dan disini saya akan menjabarkan beberapa penilaian saya (berdasarkan apa yang saya alami sendiri) tentang wanita yang pernah saya kenal (MAAF, tidak bermaksud menyamaratakan semua wanita).  


  • Terlalu Matre.
Kenapa saya pakai kata Terlalu? karena menurut pandangan saya memang terasa berlebihan. 
Kasus 1: tersenyum lebar saat saya ajak naik mobil pribadi namun cemberut seharian saat saya ajak naik busway/angkot.
Kasus 2: kejadian ini terjadi saat saya sedang PDKT dengan seorang wanita pekerja kantoran dan saat chatting, wanita ini bertanya pada saya begini: "naik apa kalau kerja?? motor / mobil ??" lalu saya jawab: "kalau kerja naik Kopaja AC atau Taksi" and what happen next is saya di unfriend alias saya diremove dari kontaknya dia! WOW!

Dari 2 kasus diatas saya jadi menilai bahwa beberapa wanita mungkin lebih mementingkan materi ketimbang momen yang dilalui bersama orang terkasih atau menilai orang yang baru dikenalnya hanya dari materinya saja.



  • Pelit. (Atau Minim Empati? Kurang Peduli? )
Kasus: Kondisi sedang makan disebuah tempat makan,tiba2 datang seorang anak kecil meminta sedekah,saya beri 5000 dan pacar (sekarang mantan juga) marah dan ngambek dengan alasan pemborosan. (padahal sebelum makan, pacar saya itu beli sepatu seharga 500rb! Lebih boros mana yah?? )

Kasus ke 2: Hampir sama dengan kasus 1, hanya saja kali ini bukan anak kecil yang meminta2 melainkan ibu2 lusuh,dan kembali marah dan berkata: "ngapain dikasih, nanti kebiasaan." (kebiasaan memberi kepada yang kurang beruntung menurut saya baik,namun tidak dimata mantan saya).

Dari 2 kasus diatas, saya menyimpulkan bahwa beberapa wanita mungkin tidak memiliki kepedulian/ belas kasih terhadap sesama terutama yang hidupnya kurang beruntung.

Dan masih ada lagi beberapa penilaian minus versi saya yang bila saya jabarkan mungkin akan selesai 3 hari kemudian.
----------------------------------------------------------------------

Yah, beberapa wanita yang pernah saya pacari tidak menyadari, sebenarnya saya ingin melihat bagaimana karakter asli wanita yang menjadi pacar saya, dan tidak menutup kemungkinan bakal jadi istri saya kelak.


Semisal kasus dimana saya kasih 5000 ke anak kecil, disitu saya ingin melihat bagaimana belas kasih pacar (sekarang mantan) terhadap anak kecil, saya ingin tau bagaimana ia memperlakukan anak kecil, karena itu akan memberikan sedikit gambaran pada saya saat nantinya ia harus mengasuh dan merawat anak kami kelak.

Juga saat saya memberikan uang pada ibu2 lusuh, saya ingin melihat apakah pacar saya ini hormat kepada orang yg lebih tua atau tidak, respek terhadap orang yg lebih tua (siapapun itu) atau tidak. Karena buat apa saya menikahi wanita yang tidak hormat kepada ke 2 orang tua saya ataupun orang yang lebih tua lainnya.

Dan dikasus lain mengenai kendaraan apa yang saya gunakan saat bersama pacar(sekarang mantan) dan pada saat pergi kerja, pada kasus itu saya ingin melihat bagaimana pacar(sekarang mantan) dan wanita yang baru mengenal saya bisa menerima/mengenal saya dengan segala apapun yang saya punya dan tidak merasa risih dengan kesederhanaan yang saya miliki atau bahasa singkatnya "menerima apa adanya".


Well, semua tulisan saya diatas tadi saya tulis berdasarkan apa yang saya alami sendiri dan saya yakin diluar sana masih banyak wanita berhati mulia dan berkarakter baik yang siap membawa keindahan/keceriaan/kebahagiaan bagi setiap pria yang bisa beruntung memilikinya.


Tanpa mengurangi rasa hormat, saya meminta maaf bila ada tulisan saya yang tidak berkenan. Terima kasih.




Created by: Penulis Imajinasi

Kamis, 07 Agustus 2014

"Numerologi" Adalah...

Berikut ini saya share sebuah metode jika kamu ingin mengetahui sifat/kepribadian kamu ataupun gebetan melalui sebuah metode bernama "NUMEROLOGI".

Numerologi adalah "jalan pintas" untuk mengungkapkan ciri-ciri kepribadian seseorang dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi," kata Felicia Bender, Penulis Redesign Your Life : Using Numerology to Create the Wildly Optimal You.

Numerologi atau nomor diri ini, didapatkan dari penambahan angka-angka tunggal pada tanggal lahir, misalnya, si dia lahir pada tanggal 20/09/1985, maka numerologinya adalah 2+0+0+9+1+9+8+5 = 34, dan 3+4 = 7. Jadi numerologinya adalah 7.

Dan dibawah ini adalah daftar arti dari angka Numerologi tersebut :


Nomor 1:
Dia adalah pria yang membutuhkan seorang penyemangat dalam hidupnya. Dia termasuk orang yang selalu membutuhkan pujian. Sayangnya, si nomor 1 ini mudah tersulut emosi dan cepat marah. Namun, jalan berpikirnya cenderung realistis dan praktis.

Nomor 2:
Sifatnya yang penyayang dan tenang, membuat dirinya bisa diandalkan dalam segala hal. Dia memiliki karakter yang sangat terorganisir dan senang mengatur segala hal secara rinci. Namun, tipe pria ini mudah bergantung dan selalu mencemaskan pasangannya. "Jika Anda mencari pria yang menggunakan hatinya dalam segala hal, maka si nomor dua adalah orang yang tepat. Namun, dia bisa menjadi orang yang sangat lembek," kata Bender.

Nomor 3:
Si nomor tiga memiliki semangat dan gairah hidup yang meletup-letup, cerdas, gila kerja, dan ekspresif. Dia adalah pasangan yang menyenangkan dan mendambakan pasangan yang perhatian dan pendengar yang baik. Namun, sisi buruknya, dia mudah terjebak dalam kesedihan hingga rentan depresi.
"Orang ini bisa memiliki kemampuan komunikasi yang baik, bisa diandalkan, dan menyenangkan," kata Bender.

Nomor 4:
Pria nomor empat akan memberi Anda rasa aman. Dia sosok yang tidak suka basa-basi, membutuhkan pengakuan dan penghormatan dari orang lain. Sifatnya yang patuh pada aturan, rapi, dan penurut, bertolak belakang dengan sisi lainnya yang hobi  adu argumen.

Nomor 5:
Suka berpesta! Jika Anda mencari pria yang bisa memberi Anda waktu yang menyenangkan setiap saat, maka si nomor 5 kandidat yang tepat. Sebab, dia akan memberikan pengalaman dan petualangan baru dalam hidup. Namun, dia juga termasuk orang yang membutuhkan ruang untuk kebebasannya. "Dia pria liar dan gila. Dia orang yang menyenangkan, tapi bukan orang yang mudah diajak berkomitmen dengan cepat," ujarnya.

Nomor 6:
Cinta dan pernikahan adalah fokus utamanya. Orang ini sangat menarik, visioner dan berorientasi pada keluarga. Bender mengatakan, nomor 6 merupakan pria yang memiliki sifat kebapakan yang begitu mendalam. Jadi, nantinya, kemungkinan besar dia akan menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab.
Sisi jeleknya, si nomor enam adalah orang yang mudah kecewa. Awalnya, mungkin saja, dia bisa memuji Anda, tapi mudah merasa kecewa saat Anda melakukan kesalahan meskipun kecil dan tak berarti. Dia juga sosok perfeksionis dan selalu merasa benar.

Nomor 7:
Dia misterius dan pemikir. Dia membutuhkan dasar kehidupan spiritual yang kuat, jika tidak, ia akan tersesat. Ada sesuatu yang menarik dalam dirinya, karena sosoknya terbilang misterius. "Orang ini sangat menarik. Kadang dia bisa haus akan pengetahuan, atau bahkan hal-hal mistis, hidupnya selalu menarik," katanya. Dia memiliki intuisi yang tinggi. Namun, orang ini membutuhkan waktu untuk sendirian, dan juga memiliki masalah kepercayaan pada orang lain.

Nomor 8:
Hmm... si nomor 8 adalah sosok yang selalu fokus pada uang. Selain itu, ia juga sangat peduli dengan pandangan orang lain tentang citra dirinya. Namun demikian, ia memang sangat menawan. Dia juga orang yang berprestasi, berpotensi menjadi workaholic, dan  berpendirian kuat.

Nomor 9:
Dia memiliki sisi kemanusiaan yang tinggi, berkharisma, dan romantis. Namun, orang ini adalah sosok yang sulit meminta bantuan orang lain dan memiliki masalah keluarga yang berat.


Dan setelah saya coba jumlahkan tanggal lahir saya, angka Numerologi saya adalah 4.
Bagaimana dengan kamu? selamat mencari tahu yaa.. :)




Created By: Penulis Imajinasi




Sumber: http://female.kompas.com/read/2014/08/06/070000620/Ternyata.Si.Nomor.2.Penyayang.dan.Bisa.Diandalkan

Kamis, 17 Juli 2014

Kisah Seorang Pramugari Dan Kakek Tua.

Sebuah kisah yang mungkin kalian semua pernah membacanya, sebuah kisah yang berpesan pada kita untuk selalu menghargai setiap orang yang kita jumpai, jangan hanya melihat penampilan luarnya saja. Selamat membaca...


Kisah Seorang Pramugari Dan Kakek Tua. 
Saya adalah seorang pramugari biasa dari china Airline. Karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap harinya hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.

Pada tanggal 17 juni yang lalu saya menjumpai suatupengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap
pekerjaan maupun hidup saya. Hari inijadwal perjalanan kami adalah dari shanghai menuju peking, penumpang sangat penuh pada hari ini.

Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua, dan terlihatjelas sekali gaya desanya. Pada saat itu saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang. Kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju, seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.

Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minum, ketika melewati baris 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.

Kami menanyakan mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak, kami hendak membantunya meletakkan karung tua di atas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkan duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengantegang ditempat duduknya, kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya.

Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, dengan suara kecil dia menjawab bahwa dia hendak ketoilet tetapi dia takutapakah dipesawat boleh bergerak sembarang, takut merusak barang didalam pesawat.

Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ketoilet, pada saat menyajikan minum yang ke dua kali, kami melihat diamelirik kepenumpang sebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami meletakkan segelas minuman teh dimeja dia.

Ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah, kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak diladeni malah diusir. 

Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minuman kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.

Saat kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya. Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik, putra sulung sudah bekerja dikota dan yang bungsu sedang kuliah ditingkat 3 di Peking.

Anak sulung yang bekerja dikota menjemput kedua orangtuanya untuk tinggal bersama dikota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal dikota akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini orangtua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Peking.

Anak sulungnya tidak tega orangtua tersebut naik mobil megitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama – sama ke Peking, tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri. Akhirnya dengan terpaksa disetujui dengan anaknya.

Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai oleh anak bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut ditempat bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh ditempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakkan karung tersebut diatas bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati – hati dia meletakkan karung tersebut.

Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap tidakmau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan saya apakah ada kantongan kecil ? dan meminta saya meletakkan makanannya dikantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget.

Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa dimata seorang desa menjadi begitu berharga. Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada penumpang ditaruh didalam suatu kantongan yang akan kami berikan kepada kakek tersebut, tetapi diluar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri , perbuatan yang tulus tersebut benar – benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.

Sebenarnya kami menganggap semua hal sudah berlalu, tetapi siapa menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya, yaitu dia berlutut menyembah kami, mengucap terima kasih bertubi – tubi, dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai, kami didesa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak. Hari ini kalian tidak memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak tau bagaimana mengucap terima kasih kepada kalian.

Semoga tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh seorang anggota yang bekerja dilapangan membantunya keluar dari lapangan terbang.

Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam – beragam penumpang saya sudah jumpai, yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain – lain, tetapi belum pernah menjumpai orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan,hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70 tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan terima kasih, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak bersedia menerima makananyang bukan bagiannya, perbuatan tersebut membuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga buat saya.

Janganlah kalian memandang orang dari penampilan luar, tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan mensyukuri apa yang kita dapat.



Sumber: http://forum.detik.com/kisah-nyata-seorang-pramugari-dan-seorang-kakek-sangat-mengharukan-t386939.html



Created by: Penulis Imajinasi
Created By: Penulis Imajinasi
Created By: Penulis Imajinasi
Created By: Penulis Imajinasi
Created By: Penulis Imajinasi

Selasa, 18 September 2012

Kerja Adalah Kehormatan.


Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.
”Om beli bunga Om.”
”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.
”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.
Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”
Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya.
”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.” Bercampur antara jengkel dan kasihan si pemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya.
”Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil. Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana.
Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung. ”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?” Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab, ”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”
Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.
Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangan.

(Source by : Andrie Wongso)

Minggu, 08 Juli 2012

Arti Uang Rp.10.000,-



Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.
Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"
Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami
tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!"
Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!"
Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekening dia.
Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening.
Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu Kemudian ia lipat kecil untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.
Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan: "Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!"
Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, "Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga....!"
Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana.
Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman. Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. "Ada apa Pak?" Istrinya bertanya.
Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: "Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!"

Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis. Namun Budiman kemudian melanjutkan kalimatnya:
"Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!
Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah.
Bu..., aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah." 

Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat-Mu!



Minggu, 01 Juli 2012

Trik Untuk Mengakhiri Pembicaraan Yang Membosankan..


Setiap pembicaraan itu pastilah memiliki sebuah inti pokok pembicaraan. Namun tak jarang pula sebuah pembicaraan hanya membahas topik yang ringan2 saja,dan mungkin,karena terlalu ringan,malah membuat anda menjadi bosan dengan permbicaraan yang anda hadapi. Atau bisa juga,lawan bicara anda hanya membicarakan semua hal tentang dirinya saja,betapa membosankan bukan ??



Nah.. Dibawah ini ada beberapa cara atau trik yang sebenarnya bisa anda coba loch.. Berikut ini beberapa trik nya..

Tetap santai

Awalnya, anda harus tetap bersantai ketika ingin berpamitan atau mengakhiri pembicaraan, seakan-akan anda memang sedang ada janji dengan orang lain tanpa anda harus memberikan alasan untuk pergi.

Tunggu jeda

Jika topic yang anda bicarakan sudah benar-benar membosankan, ada baiknya anda menunggu adanya jeda disela-sela pembicaraan tersebut. Saat jeda tersebut, anda dapat mempunyai kesempatan untuk mengakhiri dengan sopan tanpa harus memotong pembicaraan lawan bicara anda. Misalnya dengan menjulurkan tangan untuk bersalaman sambil tersenyum dan mengatakan “senang sekali bertemu dengan anda, sampai bertemu lagi.”

Mengatakan ingin ke toilet
Menurut pakar karir, Hector Cisneros, salah satu alasan untuk mengakhiri pembicaraan yang membosankan yaitu dengan mengatakan ingin ke toilet. Misalnya dengan berkata "Maaf, apakah Anda tahu di mana kamar kecil?" dengan begitu Anda dapat keluar dari perangkap pembicaraan yang membosankan tersebut.

Katakan ada janji bertemu orang lain
Seorang Psikologi Klinis, Nancy Irwin mengatakan cara profesional untuk dapat keluar dari percakapan apapun yaitu dengan menjabat tangan seseorang, melihat matanya dan berkata "Maaf memotong pembicaraan ini, mungkin kita bisa lanjutkan di lain waktu karena saya ada janji bertemu dengan orang".

Mengalihkan perhatian ke orang lain
Rachel Dotson dari ZipRecruiter mengatakan untuk mengakhiri pembicaraan anda bisa mencoba mengalihkan perhatiannya pada orang yang memang dia tuju. Misalnya dengan mencoba memperkenalkan dia pada orang yang memang dibutuhkannya. Sehingga di saat anda sedang berbicara dengan relasi, kemudian merasa canggung untuk mengakhirinya, anda dapat mengatakan, "sudah bertemu dengan rekan saya belum? Kalian harus bertemu, dia orang yang tepat. Ayo kita cari dia."

Katakan anda sedang sibuk
Saat seorang tetangga yang anda tahu tidak tertarik untuk bicara dengannya, mengajak bertemu cobalah saran dari ahli karir Erik Deckers. Katakan pada orang tersebut anda benar-benar sibuk selama dua pekan ke depan. Kalau memang dia benar-benar butuh bicara dengan anda, dia pasti akan menghubungi lagi.

Berpura-pura ada panggilan telepon
Salah satu strategi yang dapat membantu anda mengakhiri suatu pembicaraan yaitu dengan berpura-pura menerima panggilan telepon. Secara otomatis, patnert anda akan menghargainya dan pembicaraan tersebut akan berakhir.

Berikut tadi beberapa cara yang dapat anda gunakan untuk menyelesaikan pembicaraan dengan lawan bicara anda yang membosankan, tanpa membuat mereka tersinggung.

Selasa, 15 November 2011

Sebatang Pohon Apel......

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.



Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.

“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.


“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.

“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang……… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.




Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.

“Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel.


“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.

“Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” Pohon apel itupun menjawab, “Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu."



Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.


Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.

“Ayo bermain-main lagi denganku,” kata pohon apel. 
“Aku sedih,” kata anak lelaki itu. 
“Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. 
Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”


“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.” Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.


Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.” Kemudian anak laki-laki itu menjawab, “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu.”




“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel. “Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu. 
“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. 
“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki. 
“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.” “Oooh, bagus sekali.




"Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.







*********************************************
Sebuah kisah sederhana yang menggambarkan jalan hidup setiap anak manusia. Sebuah analogi yang selalu dan akan terus berulang kepada setiap anak manusia. Pohon Apel,anak laki-laki adalah sebuah gambaran tentang orang tua dan anak-anaknya. Sang anak yang terus meminta kepada pohon apel dan sang pohon tetap berusaha memenuhi segala permintaan sang anak.


Dimanapun,anak akan selalu membutuhkan orang tua. Sejauh apapun kaki anak melangkah,pasti akan kembali kepada orang tua nya. Sama halnya dengan anak laki yang kembali kepada pohon apel yang selalu membuka tangan dan tersenyum tanpa henti untuk menyambut sang anak. Tak ada tempat ternyaman selain berada di antara orang tua. 


"Sayangilah dan hargailah orang tuamu,karena orang tua,Tuhan bagi setiap anak dan surga bagi setiap anak."






Note: cerita didapat dari sebuah milis.






Salam,
Penulis Imajinasi

Selasa, 25 Oktober 2011

Keseksian Kaum Hawa....

Malam ini..
Disaat saya sedang chatting dengan "Cantikku"..
Dia bertanya padaku apakah saya sedang menulis.. lalu,saya jawab,saya sedang kehabisan ide untuk menulis..
Lalu,dia meminta ku untuk menulis tentang pendapatku terhadap "Keseksian seorang Wanita.."


Yap,menurutnya dan saya pun berpikir sama,keseksian tiap wanita itu haruslah dijaga,disyukuri,bukan dilecehkan.. Saya memang sependapat dengan Cantik,karena..keseksian itu adalah sebuah anugrah dari Tuhan yang harusnya dijaga,disyukurin,bukanlah dilecehkan,walau terkadang ada juga wanita yang menggunakan aset "Seksi" ditubuhnya untuk mencari uang,sebut saja seorang model atau seorang PSK...


Memang,seksi atau tidaknya seorang wanita itu bisa langsung terlihat dari bentuk tubuh,begitulah kira-kira pola pikir pria yang hanya melihat dari luarnya saja.. Namun,bagi saya,keseksian itu bukan hanya sekedar aurat,tetapi juga keseksian dari dalam atau yang biasa dibilang inner beauty. Setiap wanita memang diberi kemolekan tubuh oleh Sang Pencipta..


Sekarang,hanya tinggal masalah maukah wanita itu menonjolkan sisi seksinya serta bagaimana kah pola pikir para pria yang melihat wanita seksi. Saya akui,siapa yang tidak tertarik melihat wanita memakai rok mini yang memamerkan kemulusan paha dan kakinya,atau mata lelaki mana yang tidak berpaling disaat melihat seorang wanita memakai baju berbelahan dada rendah,seksi memang..


Wanita memakai baju yang kurang bahan memang seksi,tetapi bagi sebagian pria,wanita yang sedang membaca buku,atau sedang memasak didapur itulah yang seksi.. Memang,pria dengan tipe seksi ke 2 ini mungkin agak berbeda,pria tipe ini memandang wanita dari apa yang ia kerjakan,bukan dari apa yang ia perlihatkan.


Seksi,tidak seksi,saya rasa itu hanya sebuah penilaian objektif dan tidak bisa dijadikan sebuah acuan untuk setiap pria dalam menilai setiap wanita. Seksi itu menurut saya lebih dipengaruhi pada pola pikir si penikmat keseksian itu sendiri. Memang masalah Keseksian ini sangatlah rancu,selalu di perdebatkan dan akan menghasilkan sebuah perdebatan yang tak berujung.
Kenapa? karena penilaian seksi bagi setiap pria berbeda dan tidak akan pernah sama.


Selain masalah fisik,seksi juga bisa berupa sebuah perasaan,semisal seorang wanita merasa sangat seksi jika dikecup dibagian leher,atau seorang wanita akan merasa seksi bila dipeluk oleh pria dari belakang. Nah,kembali lagi bahwa seksi pada seorang wanita itu hanyalah sebuah penilaian semata. Tergantung bagaimana si wanita yang memiliki keseksian itu dan bagaimana pola pikir si pria sebagai penikmat dan penilai keseksian wanitanya.


Well,seksi atau tidak pasangan anda,hendaknya itu tidaklah mempengaruhi rasa anda terhadap wanita/pria anda,karena keseksian pria atau wanita tidaklah kekal,akan tergerus usia.


Sebaiknya,pelihara perasaan seksi pada pasangan anda yang akan tetap ada selamanya,bukan cuma sekedar mengeksploitasi keseksian tubuh pasangan anda.








Untuk Cantikku yang seksi,montok,bohaii..
Aku padamu baby... ^_^

Minggu, 23 Oktober 2011

8 Manfaat Mempunyai Wajah Kurang Ganteng...

Memang,setiap hal itu ada manfaatnya,tergantung bagaimana kita menyikapi manfaat tersebut..


Silahkan disimak...






Saya rasa tidak ada orang yang ingin dilahirkan jadi orang jelek karena semua ingin lahir dengan rupa yang baik dan setelah besar tumbuh dan berkembang menjadi orang yang cakep yaitu kalau laki-laki itu ganteng dan kalau perempuan itu cantik. Tapi apa mau dikata kita tidak bisa memilih dan penampilan merupakan anugerah dari Sang Maha Kuasa.


Sebenarnya orang yang memiliki wajah atau penampilan yang relatif jelek itu tidak selalu membawa berkah karena semua ada hikmah atau keunggulan tertentu yang belum tentu bisa diraih oleh orang yang berpenampilan relatif baik. Diantaranya yaitu :


1. Tidak Banyak Gangguan Untuk Mengembangkan Diri
Orang yang berwajah jelek dan biasa saja punya banyak waktu luang untuk pengembangan diri karena tidak banyak gangguan dengan pacaran, dikejar penggemar, digoda lawan jenis, ditawari jadi foto model, kerja part time yang mengumbar kelebihan fisik, dan berbagai gangguan lain akibat keunggulan fisik. Terdapat waktu banyak untuk belajar dan berkarir labih serius untuk mempersiapkan masa depan yang akan dijalani nanti.


2. Tidak Mengalami Patah Hati Yang Serius
Kalau selama remaja tidak memikirkan masalah pacaran maka tidak mungkin ada rasa sakit hati karena diputuskan pacar, dikhianati pacar, rasa cemburu buta, dan lain sebagainya. Paling-paling hanya iri sama orang lain karena jomblo dan cemburu karena lawan jenis yang kita suka mesra dengan orang lain.


3. Mendapat Jodoh Yang Serius Dan Baik
Jika serius menggarap masa depan dan akhirnya mendulang sukses, pintar serta kemapanan maka tidak mungkin jodoh akan datang sendiri karena dari sisi bobot bibit bebet terpenuhi bobot dan bebet. Dengan kondisi sukses maka orang jelek bisa memperbaiki penampilan diri dengan uang yang melimpah sehingga memperbesar mendapat pasangan yang berkualitas baik. Tetapi jangan terlalu mengharap yang high quality karena cukup pandai dan baik saja itu sudah cukup untuk membentuk keluarga yang bahagia. Tidak perlu dapat jodoh yang cakep di fisik saja karena justru bisa menimbulkan masalah jika orang itu tidak memiliki itikad baik dan juga terlalu lugu / polos.


4. Lebih Bisa Menjaga Kesucian (Keperawanan / Keperjakaan)
Orang yang jelek / biasa yang memiliki iman yang kuat kurang dilirik lawan jenis untuk diajak melakukan seks bebas sehingga banyak terhindar dari perbuatan dosa, dari pergaulan bebas yang salah jalan, dari pengaruh ajakan narkoba, rokok, minuman keras, dsb. Setelah dewasa pun akan punya rasa percaya diri dan nilai lebih dari orang yang terjerumus pergaulan sesat. Orang yang jelek atau biasa saja bisa juga terjerumus jika tidak punya iman hanya sebagai orang yang diperalat oleh lawan jenis untuk pemuas nafsu, pemorotan uang, dll. Yang pasti setelah dewasa dan sadar orang jelek / biasa akan lebih menyesal dari yang berpenampilan oke.


5. Punya Banyak Kesempatan Untuk Mencengangkan Orang Lain
Orang yang mukanya biasa ke bawah biasanya kurang diperhitungkan dan dianggap masa depan akan biasa-biasa atau di bawah standard. Namun jika serius menggarap masa depan dan berhasil maka orang yang menganggap rendah kita akan tercengang hebat dan iri. Para lawan jenis pun dari yang acuh bisa berubah menjadi suka karena kepandaian dan kesuksesan yang telah diraih dengan kerja keras hasil banting tulang sendiri.


6. Minim Gangguan Setelah Berkeluarga
Orang yang memiliki muka yang jelek dan biasa umumnya kurang dilirik oleh pihak luar yang dapat menghancurkan koharmonisan rumah tangga yang sedang berjalan. Yang ada mungkin pihak luar yang hanya suka dengan harta yang dimiliki oleh keluarga itu. Dengan begitu bagi orang jelek / biasa yang pandai dan beriman, rintangan hidup semacam itu tidak akan diindahkan.


7. Meminimalisir Berbagai Tindak Kejahatan / Kriminalitas Seksual
Memiliki wajah yang dianggap bagus akan membahayakan kita ketika masih kecil dan remaja yang umumnya memiliki pemikiran yang polos. Ada banyak orang dewasa yang suka memangsa anak di bawah umur serta orang dewasa yang senang menjerumuskan pemuda pemudi abg ke lembah hitam. Memiliki anak yang secara umum dinilai cakep akan lebih membuat kita waswas karena akan lebih aktif dalam menarik rasa suka dari teman sebaya maupun yang lebih tua. Jika tidak diawasi dan dibekali dengan baik, masa depannya bisa hancur berantakan dalam sekejap.


8. Lebih Dihargai Karena Kemampuan Murni & Keimanan
Seseorang yang cerdas / pandai dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki serta memiliki keimanan yang baik di sisi agama sehingga memberikan sumbangsih yang besar bagi masyarakat umum akan jauh lebih dihargai oleh orang lain dan juga Tuhan. Berbeda dengan orang yang cakep secara fisik namun otaknya biasa dan perilakunya kurang baik di mata masyarakat. Mungkin orang segan kerena dia cakep tapi di belakang akan dicemoh. Orang jelek yang bodoh akan sangat berbahaya di masa depan, karena akan kalah bersaing dengan orang cakep yang bodoh. Tetapi orang jelek yang cerdas akan bisa memiliki ribuan anak buah yang cakep-cakep.

Seorang Tukang Becak Sumbangkan Rp. 470 Juta Untuk Yatim Piatu

Cerita yang Menarik.. 
Just Share sajah yah..






Mungkin ini adalah cerita lama. tapi saya tertarik ingin mengulasnya lagi mengingat sudah berkurangnya rasa solidaritas pada bangsa ini.Kalau orang kaya mau menyumbangkan hartanya tentu itu bukan suatu keajaiban. Tapi kalau orang miskin mau menyumbangkan hartanya berbagi dangan yang lain itu sangat mengetuk hati kita. Berikut ini kisang seorang Bai fang Li, seorang tukang becak miskin yang menyumbang seluruh hartanya untuk anak-anak miskin.


BAI FANG LI adalah seorang tukang becak. Seluruh hidupnya dihabiskankan di atas sadel becaknya, mengayuh dan mengayuh untuk memberi jasanya kepada orang yang naik becaknya. Mengantarkan kemana saja pelanggannya menginginkannya, dengan imbalan uang sekedarnya.


Tubuhnya tidaklah perkasa. Perawakannya malah tergolong kecil untuk ukuran becaknya atau orang-orang yang menggunakan jasanya. Tetapi semangatnya luar biasa untuk bekerja. Mulai jam enam pagi setelah melakukan rutinitasnya untuk bersekutu dengan Tuhan. Dia melalang dijalanan, di atas becaknya untuk mengantar para pelanggannya. Dan ia akan mengakhiri kerja kerasnya setelah jam delapan malam.


Para pelanggannya sangat menyukai Bai Fang Li, karena ia pribadi yang ramah dan senyum tak pernah lekang dari wajahnya. Dan ia tak pernah mematok berapa orang harus membayar jasanya. Namun karena kebaikan hatinya itu, banyak orang yang menggunakan jasanya membayar lebih. Mungkin karena tidak tega, melihat bagaimana tubuh yang kecil malah tergolong ringkih itu dengan nafas yang ngos-ngosan (apalagi kalau jalanan mulai menanjak) dan keringat bercucuran berusaha mengayuh becak tuanya.


Bai Fang Li tinggal disebuah gubuk reot yang nyaris sudah mau rubuh, di daerah yang tergolong kumuh, bersama dengan banyak tukang becak, para penjual asongan dan pemulung lainnya. Gubuk itupun bukan miliknya, karena ia menyewanya secara harian. Perlengkapan di gubuk itu sangat sederhana. Hanya ada sebuah tikar tua yang telah robek-robek dipojok-pojoknya, tempat dimana ia biasa merebahkan tubuh penatnya setelah sepanjang hari mengayuh becak.


Hatinya sangat tersentuh ketika suatu ketika ia baru beristirahat setelah mengantar seorang pelanggannya. Ia menyaksikan seorang anak lelaki kurus berusia sekitar 6 tahun yang yang tengah menawarkan jasa untuk mengangkat barang seorang ibu yang baru berbelanja. Tubuh kecil itu nampak sempoyongan mengendong beban berat dipundaknya, namun terus dengan semangat melakukan tugasnya. Dan dengan kegembiraan yang sangat jelas terpancar dimukanya, ia menyambut upah beberapa uang recehan yang diberikan oleh ibu itu, dan dengan wajah menengadah ke langit bocah itu berguman, mungkin ia mengucapkan syukur pada Tuhan untuk rezeki yang diperolehnya hari itu.


Beberapa kali ia perhatikan anak lelaki kecil itu menolong ibu-ibu yang berbelanja, dan menerima upah uang recehan. Kemudian ia lihat anak itu beranjak ketempat sampah, mengais-ngais sampah, dan waktu menemukan sepotong roti kecil yang kotor, ia bersihkan kotoran itu, dan memasukkan roti itu kemulutnya, menikmatinya dengan nikmat seolah itu makanan dari surga.


Hati Bai Fang Li tercekat melihat itu, ia hampiri anak lelaki itu, dan berbagi makanannya dengan anak lelaki itu. Ia heran, mengapa anak itu tak membeli makanan untuk dirinya, padahal uang yang diperolehnya cukup banyak, dan tak akan habis bila hanya untuk sekedar membeli makanan sederhana.


"Uang yang saya dapat untuk makan adik-adik saya…." jawab anak itu.


"Orang tuamu dimana…?" tanya Bai Fang Li.


"Saya tidak tahu…., ayah ibu saya pemulung…. Tapi sejak sebulan lalu setelah mereka pergi memulung, mereka tidak pernah pulang lagi. Saya harus bekerja untuk mencari makan untuk saya dan dua adik saya yang masih kecil…" sahut anak itu.


Bai Fang Li minta anak itu mengantarnya melihat ke dua adik anak lelaki bernama Wang Ming itu. Hati Bai Fang Li semakin merintih melihat kedua adik Wang Fing, dua anak perempuan kurus berumur 5 tahun dan 4 tahun. Kedua anak perempuan itu nampak menyedihkan sekali, kurus, kotor dengan pakaian yang compang camping.


Bai Fang Li tidak menyalahkan kalau tetangga ketiga anak itu tidak terlalu perduli dengan situasi dan keadaan ketiga anak kecil yang tidak berdaya itu, karena memang mereka juga terbelit dalam kemiskinan yang sangat parah, jangankan untuk mengurus orang lain, mengurus diri mereka sendiri dan keluarga mereka saja mereka kesulitan.


Bai Fang Li kemudian membawa ke tiga anak itu ke Yayasan yang biasa menampung anak yatim piatu miskin di Tianjin. Pada pengurus yayasan itu Bai Fang Li mengatakan bahwa ia setiap hari akan mengantarkan semua penghasilannya untuk membantu anak-anak miskin itu agar mereka mendapatkan makanan dan minuman yang layak dan mendapatkan perawatan dan pendidikan yang layak.


Sejak saat itulah Bai Fang Li menghabiskan waktunya dengan mengayuh becaknya mulai jam 6 pagi sampai jam delapan malam dengan penuh semangat untuk mendapatkan uang. Dan seluruh uang penghasilannya setelah dipotong sewa gubuknya dan pembeli dua potong kue kismis untuk makan siangnya dan sepotong kecil daging dan sebutir telur untuk makan malamnya, seluruhnya ia sumbangkan ke Yayasan yatim piatu itu. Untuk sahabat-sahabat kecilnya yang kekurangan.


Ia merasa sangat bahagia sekali melakukan semua itu, ditengah kesederhanaan dan keterbatasan dirinya. Merupakan kemewahan luar biasa bila ia beruntung mendapatkan pakaian rombeng yang masih cukup layak untuk dikenakan di tempat pembuangan sampah. Hanya perlu menjahit sedikit yang tergoyak dengan kain yang berbeda warna. Mhmmm… tapi masih cukup bagus… gumannya senang.


Bai Fang Li mengayuh becak tuanya selama 365 hari setahun, tanpa perduli dengan cuaca yang silih berganti, ditengah badai salju turun yang membekukan tubuhnya atau dalam panas matahari yang sangat menyengat membakar tubuh kurusnya.


"Tidak apa-apa saya menderita, yang penting biarlah anak-anak yang miskin itu dapat makanan yang layak dan dapat bersekolah. Dan saya bahagia melakukan semua ini…," katanya bila orang-orang menanyakan mengapa ia mau berkorban demikian besar untuk orang lain tanpa perduli dengan dirinya sendiri.


Hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun, sehingga hampir 20 tahun Bai Fang Li menggenjot becaknya demi memperoleh uang untuk menambah donasinya pada yayasan yatim piatu di Tianjin itu. Saat berusia 90 tahun, dia mengantarkan tabungan terakhirnya sebesar RMB 500 (sekitar 650 ribu rupiah) yang disimpannya dengan rapih dalam suatu kotak dan menyerahkannnya ke sekolah Yao Hua.


Bai Fang Li berkata, "Saya sudah tidak dapat mengayuh becak lagi. Saya tidak dapat menyumbang lagi. Ini mungkin uang terakhir yang dapat saya sumbangkan……" katanya dengan sendu. Semua guru di sekolah itu menangis……..


Bai Fang Li wafat pada usia 93 tahun, ia meninggal dalam kemiskinan. Sekalipun begitu, dia telah menyumbangkan disepanjang hidupnya uang sebesar RMB 350.000 ( setara 470 juta rupiah) yang dia berikan kepada Yayasan yatim piatu dan sekolah-sekolah di Tianjin untuk menolong kurang lebih 300 anak-anak miskin.


Foto terakhir yang orang punya mengenai dirinya adalah sebuah foto dirinya yang bertuliskan " Sebuah Cinta yang istimewa untuk seseorang yang luar biasa"






http://www.portalgue.com/2011/03/sebuah-renungan-seorang-tukang-becak.html

Tidak Penting Berapa Gajimu,Nak! Yang Penting Berapa Sisanya..??



Sebuah bacaan yang bagus untuk orang orang yang hidupnya konsumtif dan memiliki gaya hidup mewah tanpa bermaksud merendahkan kemampuan seseorang dalam membiayai gaya hidupnya masing - masing....




Tidak Penting Berapa Gajimu, Nak! Yang Penting Berapa Sisanya.


Judul di atas merupakan terjemahan bebas dari pesan Paklik :


“Piro bayaranmu ora penting, Le! Sing penting turahane”


Paklik bukan seorang ahli keuangan.  Hanya seseorang pembaca yang tekun.  Membaca ilmu-ilmu kehidupan.  Kalimat  yang ndeso itu sangat sarat makna, dengan mensyaratkan kemauan kuat untuk merenungkannya.


Siapa sih yang tidak mau bekerja dengan gaji besar? Hampir semua orang mau.  Penolakan hanya akan terjadi jika ada alasan yang kuat, yang sanggup memunculkan kalimat penegasan ora dibayar ora kudisen ‘Tidak dibayar tidak kudisan’.  Asumsinya adalah jika bergaji besar, segala macam kebutuhan hidup akan mudah tercukupi.  Sandang, pangan, dan papan akan diperoleh dengan enteng.  Bukan hanya enteng, tetapi juga terpenuhi sesuai dengan selera dan tuntutan kemewahan.


Kembali ke nasehat Paklik. Gaji kecil belum tentu kurang, gaji besar belum tentu cukup.  Patokannya adalah berapa jumlah uang yang disisakan.  Disisakan setelah dikurangi pengeluaran apa? Tentu saja setelah dikurangi biaya operasional kerja : transport, uang makan, pakaian kerja, tempat tinggal (bagi yang tidak tinggal gratis), biaya sosial di lingkungan kerja.  Biaya-biaya itu besarnya sangat bervariasi antara satu orang dengan orang lainnya.  Pilihan besaran pengeluaran wajib itu sangat tergantung kepada pola pikir dan pola hidup masing-masing individu.  Pola pikir dan pola hidup itu juga sangat dipengaruhi oleh tuntutan keadaan di lingkungan kerja.


Ilustrasi Penghasilan Tukang Batu


Tukang batu atau sering disebut kuli bangunan di Jakarta berpenghasilan Rp 75.000,- per hari. Tukang batu yang sedang mengerjakan rumah tinggal, umumnya tinggal di bedeng-bedeng di lokasi pembangunan. Artinya biaya tempat tinggal dan transport Rp 0,-  Umumnya mereka masak sendiri, ataupun jika membeli diwarung, tidak akan pernah ke Kentuky Fried Chicken, CFC, atau McDonald.  Pakaian kerja ala kadarnya. Alat komunikasi berupa HP asal bunyi dan bisa terbaca SMS. Tak kenal HP tablet-tabletan.  Ditempat kerja, mereka tidak pernah menerima undangan sunatan dari warga sekitar.  Secara sosial mereka dimaklumi.


Secara kasar bisa dibayangkan, sisa uang yang dibawa pulang untuk disetor ke isteri jumlahnya masih cukup banyak. Dan sebagai isteri dari seorang yang kata sebagian orang “hanya tukang batu” itu, memiliki gaya hidup yang kurang lebih juga sama dengan sang suami, sederhana.  Kesederhanaan itu semakin memperkuat posisi keuangan keluarga.


Ilustrasi Penghasilan Sales Cat Tembok.


Gaji Rp.5000.000,- per bulan. Uang makan Rp 50.000,- per hari.  Alat kerja mobil.  Pelanggan yang dikunjungi agen-agen cat.  Tempat tinggal kost. Relasi sosial banyak.  Pekerja seperti ini tentu membutuhkan biaya operasional kerja lebih besar daripada tukang batu.  Uang makan belum tentu cukup karena sebagai pekerja bermobil, jenis-jenis makan siangpun akan sangat terpengaruh oleh penampilannya.  Masak sih kerja bermobil makan siang paket goceng. Sorry lah yauw!


Belum lagi jika ada tuntutan untuk menyesuaikan diri dengan boss agen cat, dengan dalih supaya ada ikatan batin dengan pelanggan.  Variasi gaya hidup yang ditawarkan lebih banyak, yang tentu saja akan memakan biaya banyak pula.  Dari mulai mancing, traveling, sampai dancing. Baju-celana-sabuk -dompet pun bisa jadi terasa gatal jika tidak tertempel merk keren. Plus kadang-kadang ikut taruhan sepakbola dan berburu daun muda.  Undangan sunatan dan pesta-pesta juga tidak terkira jumlahnya.  Tidak lupa aplikasi kartu kredit dengan plafon selangit. Fasilitas mobil yang bisa dibawa pulang, menciptakan tuntutan baru dari keluarga :piknik ke sana ke mari.


Berapakah jumlah uang yang tersisa untuk disetor utuh ke isteri tercinta di rumah? Yang jelas berkurang sangat banyak daripada yang seharusnya bisa disetorkan.


Bidang kerja adalah pilihan hidup.  Gaya hidup adalah juga pilihan hidup.  Semua pilihan punya konsekwensi masing-masing.  Kearifan pribadilah yang harus dikedepankan dalam menyikapi semua konsekwensi dari pilihan yang diambil.


Jauh-jauh hari sebelum ada Google yang serba tahu itu, Paklik sudah bisa membaca alam sekitar, dan menelurkan petuah luhur :


“Piro bayaranmu ora penting, Le! Sing penting turahane




http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/06/04/tidak-penting-berapa-gajimu-nak-yang-penting-berapa-sisanya/

Selasa, 06 September 2011

Orang Bilang.......

Orang bilang... ga baik cewek pulang sendirian pada malam hari,karena bisa digangguin berandalan..
Orang bilang.. jangan buka payung didalam rumah,tidak baik artinya..
Orang bilang.. letakkan gunting dibawah bantal bayi,biar tidak diganggu mahluk halus..
Orang bilang.. orang bilang.. bla...bla..bla..

Yaa.. lingkungan sekitar memang mempengaruhi apa yang ada di dalam diri masing-masing manusia..
Lingkungan juga yang *mungkin* membentuk karakter dan kepribadian seseorang..
Lingkungan juga bisa mempengaruhi seseorang dalam melakukan sesuatu yang diluar batas kemampuannya..
Lingkungan...lingkungan itu bisa menjadi sahabat hidup yang baik atau bisa berubah menjadi jamur yang menempel pada kehidupan..

Harus diakui,manusia itu mahluk sosial yang notabene pasti akan membentuk sebuah lingkungan dimanapun manusia itu berada.. Manusia membutuhkan lingkungan untuk dapat berkembang biak,untuk dapat hidup tentram.. Manusia membutuhkan teman,teman dalam segala hal,karena manusia diciptakan berpasangan,bukan sebagai seorang single fighter..

Manusia.. ciptaan Tuhan yang paling tinggi derajatnya namun dapat melakukan hal rendah dikarenakan pengaruh lingkungan.. Manusia,diciptakan 1 paket dengan akal yang baik dan sifat yang baik,namun bisa memiliki akal yang jahat dan memiliki sifat yang buruk dikarenakan oleh lingkungan juga.. Yaa,lingkungan itu hebat..

Sebenarnya,apa sih arti lingkungan itu sendiri ?

Lingkungan secara ilmiah adalah terdiri dari 2 unsur,yaitu Unsur Biotik dan Unsur Abiotik. Unsur biotik yaitu segala sesuatu yang bernyawa,seperti hewan,tumbuhan,manusia sedangkan Unsur Abiotik ialah segala bentuk atau benda yang tidak bernyawa,seperti udara,tanah,air,bunyi,cahaya dan lain lain..

Namun..menurut saya,lingkungan pada masa sekarang ini mengalami perluasan makna,dimana pada dulu kala,lingkungan hanya diartikan sebagai kombinasi antara komponen abiotik dan komponen biotik.. Namun kini,dari apa yang saya lihat,lingkungan mengandung arti tentang bagaimana situasi seseorang dalam berteman ataupun berhubungan didalam sebuah lokasi ataupun lembaga..

Yaa.. jika anda hidup dan tinggal di lokasi yang elite,mewah,dan serba mahal,maka orang akan menilai lingkungan sekitar anda adalah hebat dan anda juga seorang yang hebat karena bisa berada di lokasi elite tersebut padahal belum tentu kehebatan anda itu anda peroleh dengan kerja keras.. tetapi,jika anda hidup di area kumuh,area lokalisasi atau area lain,maka anda akan dicap sama seperti lingkungan tempat anda bernaung,jika di area kumuh,maka anda di cap kumuh,miskin.. jika anda di area lokalisasi,anda akan di cap sebagai manusia hina dan bermental bobrok,padahal belum tentu anda seperti itu.

Sayang dan ironis memang,jika menilik pada tanggapan orang saat ini tentang arti lingkungan.. Anda hanya akan dilihat dan dinilai dari lingkungan tempat anda bernaung saja,bukan di nilai melalui kepribadian anda sendiri.. Namun,itulah letak kehebatan pengaruh lingkungan pada diri masing-masing manusia.. Melalui lingkungan,mata manusia semakin mengerucut dalam menilai orang lain..

Yang pasti.. apapun lingkungan tempat anda bernaung saat ini,tetaplah menjadi diri sendiri,jangan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar anda yang belum tentu pengaruh tersebut membawa pengaruh baik ke dalam kehidupan anda....!

Just Be Your Self..!!




Salam,


Penulis Imajinasi