Tampilkan postingan dengan label kecewa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kecewa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2020

Surat Untuk Mantan.

Hi mantanku.. apa kabar kamu setelah kita putus? Apa kamu selalu minum vitaminmu? Apa kamu selalu makan teratur? Aku tidak tahu apakah saat ini kamu sudah ada orang baru yang mengingatkanmu itu semua tapi tolong sesibuk apapun kamu sempatkan makan dan minum vitamin yang rutin demi kesehatan kamu sendiri.

Mantanku...bagaimana kerjaan kamu? Semoga kerjaanmu selalu berjalan lancar karena seandainya kerjaan kamu ada masalah, aku tidak bisa lagi ada untuk mendengar semua cerita kamu tentang kerjaan. 

Aku tidak bisa lagi datang ke tempat mu untuk mendengar keluh kesahmu sambil memelukmu dan mengelus rambutmu untuk menenangkanmu. Semoga pasangan kamu berikutnya lebih baik lagi dalam memperlakukanmu disaat kamu sedang resah dan gelisah.

Mantanku....aku ingin meminta maaf padamu karena selama kita pacaran, aku tidak bisa menjadi sosok yang ideal bagimu, aku hanya manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan, aku masih suka terpancing emosi saat kita debat, aku masih suka marah padamu, namun aku pastikan bahwa aku tidak pernah berkata kasar atau berlaku kasar padamu karena aku tidak mau melukai dirimu.

Aku hanya berusaha mencoba menjadi yang terbaik bagimu walaupun itu tidak mudah bagiku, aku hanya mencoba menjadi pacar yang selalu ada untukmu walaupun aku harus mengorbankan waktuku sendiri, tidak mengapa, aku bahagia melakukan itu, demi kamu orang yang aku sayang.

Dear mantanku....aku ingin bertanya padamu. Mengapa kamu meninggalkan aku? Mengapa kamu memilih untuk sendiri? Jika memang kamu ingin sendiri mengapa dulu kamu izinkan aku memasuki kehidupanmu, mengapa dulu kamu mengizinkan aku menyayangi kamu?

Kini....disaat aku sudah mulai terbiasa dengan kehadiranmu di hidupku, kamu memilih pergi karena ingin sendiri. Mengapa kamu tidak memberitahu aku bagaimana caranya menjalani hidupku tanpa kehadiranmu lagi? 

Tolong mantanku, ajari aku agar bisa melanjutkan hidupku tanpa kamu lagi. Tolong ajari aku bagaimana caranya agar rasa sayang yang besar ini hilang dari hatiku, aku masih menyayangi kamu setulus hatiku.

Dear mantanku...tahukah kamu bahwa hatiku kecewa disaat kamu menghindar dariku? Tahukah kamu seberapa besar sakitnya hati ini saat melihat perubahan sikapmu? Dari kamu yang selalu perhatian menjadi kamu yang cuek ke aku, aku sakit melihat itu. 

Apakah kamu tidak tahu bahwa aku tidak bisa jauh dari mu? Aku ingin selalu di dekatmu meski cuma melalui media chat dan telepon, tetap terkoneksi dengan kamu.

Aku tahu kamu memiliki segudang masalah dihidupmu, untuk itu aku ingin membantu kamu semampu aku, mari kita cari bersama solusi dari setiap masalahmu. Bagikan beban di pundakmu itu padaku, aku akan membantumu menopang pundakmu agar kamu tidak merasa berat lagi, kamu tidak sendirian sayang.

Mantanku..sebenarnya bukan inginku untuk memenuhi permintaanmu yang ingin sendiri, aku hanya tidak kuat lagi menahan rasa sakit saat melihat sikap dinginmu itu. Hatiku masih kaget dengan sikapmu. 

Mungkin hatiku bisa lebih menerima bila kamu memutuskan aku karena kamu menemukan lelaki lain yang lebih baik dariku. Atau....sebenarnya kamu memang sudah menemukan lelaki itu dan memakai alasan "ingin sendiri" untuk putus denganku? Maafkan aku kalau terlihat curiga karena jujur saja aku masih tidak percaya kita putus.

Maafkan sikapku saat kita putus, aku melakukan itu karena rasa kecewaku yang sangat besar padamu, aku meluapkan rasa sakit yang kurasakan dengan tidak membalas chatmu, block nomormu, block sosial mediamu namun saat ini, rasa kecewa ini sudah berkurang dan aku sudah membuka kembali block nomor dan sosial mediamu, semoga kamu tidak benci denganku karena hal ini.

Andai waktu bisa diulang kembali, aku akan kembali di masa dimana aku tidak mengenalmu, karena bila aku mengenalmu aku akan susah jauh darimu. Lebih baik kita tidak saling kenal jika ujungnya seperti ini.

Mantanku..terima kasih aku ucapkan padamu atas semua yang telah kamu lakukan selama kita pacaran, aku senyum-senyum sendiri jika mengingat itu semua. Dan....bila aku punya kesempatan lagi, aku ingin kita kembali seperti dulu, kembali jadi sepasang kekasih yang kadang akur kadang berantem tapi kita sama-sama tahu kalau kita saling menyayangi satu sama lain.

Mantanku....semoga hidupmu saat ini semakin baik lagi, semakin tenang dan semakin bahagia setelah putus dariku. Tolong jaga kesehatanmu, aku sedih bila mendengar kamu sakit. Dan.....bila saat ini kamu sudah memiliki pacar baru....aku hanya berharap semoga kamu lebih bahagia lagi dari saat kamu bersamaku.


Terima kasih mantanku...




Created by: Penulis Imajinasi.



Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.

Rabu, 26 Agustus 2020

"RUMAH"....



Memang...tidak semua orang bisa menerima kekurangan orang lain. Memang..tidak semua orang paham akan kekurangan orang lain. Bahkan cinta dan sayang pun tidak bisa dijadikan dasar untuk menerima dan mengerti kekurangan orang lain.

Jatuh cinta itu mungkin mudah bagi sebagian orang, tapiii..mempertahankan cinta agar tetap dalam takaran yang sama setelah tahu kekurangan pasangan adalah jelas tidak mudah, hanya sebagian orang yang mampu melakukannya. 

Menerima apa adanya (katanya) namun tetap komplain dengan sifat/kekurangan pasangan, tetap komplain bila tidak sesuai dengan keinginannya sendiri, bagi saya itu bukan menerima apa adanya tapi menerima dengan syarat dan ketentuan berlaku :-)

Menurut saya hati itu ibarat "Rumah". Saya akan mempersilahkan siapa pun yang datang mengetuk pintu "Rumah" saya untuk masuk ke dalam rumah saya, saya akan secara gamblang memperlihatkan dengan jelas isi "rumah" saya, baik dari sisi keindahannya dan juga sisi buruk dari rumah saya.

"Rumah" saya tetap terbuka dan saya tetap memperbolehkan siapa pun tamu "rumah" saya yang ingin tinggal selama mungkin dengan catatan tamu saya dapat menerima dengan ikhlas sisi buruk "Rumah" saya.

Namun..bila ingin tetap tinggal tapi terus menerus komplain dan mengeluh, pintu rumah saya juga terbuka lebar bila tamu saya ingin pergi dari "Rumah" saya. Saya tidak akan menahan tamu tersebut untuk tetap tinggal di dalam "Rumah" saya bila hanya membuat saya sebagai tuan rumah merasa tidak nyaman.

"Rumah" perlu dirawat agar sisi buruknya perlahan berubah atau hilang, bukan dengan cara komplain atau mengeluh tapi dengan cara terus menerus diberikan perawatan dan perhatian agar sisi buruk rumah berubah menjadi nyaman untuk ditempati.

Sebuah "Rumah" yang atapnya bocor tidak akan bisa diperbaiki hanya dengan komplain saja bukan ? Sebuah "Rumah" yang jendelanya rusak tidak bisa dikunci tidak akan mungkin bisa diperbaiki hanya dengan mengeluh saja.

Atap Rumah yang bocor hanya bisa diperbaiki dengan melakukan perawatan atapnya, ditutup agar tidak bocor begitupun dengan jendela yang rusak hanya bisa diperbaiki dengan mereparasi jendelanya agar bisa terkunci kembali.

"Rumah" akan menjadi tempat yang nyaman bila dilakukan perawatan dan perhatian tanpa henti dari penghuni rumah tersebut. Bila tidak ada perawatan dan perhatian secara berkala, niscaya rumah itu akan menjadi rusak dan hancur.

Isilah "Rumah"mu dengan tamu yang berkomitmen untuk merawat dan memberi perhatian terhadap rumahmu dengan ikhlas dan tulus, tanpa syarat.





Created By: Penulis Imajinasi





Mohon sertakan alamat blog saya jika anda ingin membagi artikel ini atau memposting ulang cerita ini ke dalam website/sosial media anda. Terima kasih.

Jumat, 15 Januari 2016

2R: Riki Dan Rania.

2R: Riki dan Rania.



Riki adalah seorang pria yang biasa saja, sederhana sedangkan Rania adalah seorang wanita yang dimata riki "hampir sempurna." Oleh karena itu, sejak pertemuan pertama 3 tahun silam, riki sudah suka pada rania.


Awal pertemuan mereka adalah saat rania baru masuk kuliah dan posisi bangku riki persis disebelah Rania. Rania selalu mengajak riki ngobrol yang membuat riki setiap harinya bertambah suka.


Sifat riki yang humoris suka membuat rania tertawa terbahak-terbahak, riki juga termasuk tipikal orang yang suka bercanda,sehingga mudah akrab.

Hari demi hari dilewati dan riki semakin suka dan sayang pada rania, sehingga membuat riki berniat untuk mengajak rania kencan dan mengatakan isi hati riki pada rania. Namun anehnya, rania selalu saja menolak dan itu membuat riki bingung.

Namun riki tidak menyerah, dia tetap mencoba untuk mengajak rania kencan walaupun selalu ditolak. Sampai pada akhirnya riki menyadari 1 hal.

Ternyata rania saat ini sudah memiliki teman curhat baru yang bernama Ivan. Seorang pria yang juga 1 kelas dengan mereka berdua.

Ivan bukanlah tipikal pria yang suka bergaul, dia lebih suka menyendiri dan mungkin hal inilah yang membuat rania tertarik dan mulai mengabaikan riki.

Walaupun rania dan ivan jarang mengobrol bila bertemu namun ternyata ivan suka mengajak rania mengobrol via instant messenger dan sudah tentu riki mengetahuinya.

Semakin hari, intensitas chatting rania dan ivan semakin sering, dan perlahan rania pun tidak tertarik lagi pada riki dan ini juga yang membuat riki cemburu pada mereka berdua.

Setelah melalui berkali penolakan,riki pun akhirnya mengalah, hal ini dikarenakan bagi riki, melihat orang yang dia suka dan sayang bahagia adalah yang terpenting, dan nampaknya rania bahagia dengan ivan.

Bagi riki pribadi memang menyakitkan melihat wanita yang dia suka kini perhatiannya pada pria lain,namun riki tetap membiarkan hal itu walau pedih.

Riki selalu berusaha untuk tetap mengajak rania jalan namun rania malah menyangka riki hanya bercanda saja. Riki semakin sedih melihat sikap rania yang seperti itu.


Riki sedih, ternyata dimata rania, riki tidak lebih dari seseorang yang selalu bercanda dan tidak serius. Padahal bagi riki, ajakan tersebut serius, rasa sayang yang dia miliki bukanlah sebuah lelucon belaka.

Riki selalu saja dianggap sebelah mata oleh rania ,riki pun akhirnya berdoa meminta pada Tuhan untuk menghapus rasa sayang dan cintanya pada Rania.

Karena riki tidak mau rasa sayang yang dia miliki menjadi masalah di kemudian harinya.
Biarpun berat, riki mencoba bersikap sewajarnya di depan rania dan tetap riki tanpa lelah terus mengajak rania jalan sembari berharap rania mau jalan dengannya.


Begitulah akhirnya riki yang hanya menjadi teman saja bagi rania tanpa memiliki kesempatan untuk menjadi lebih dari sekedar teman. TAMAT.






Terkadang apa yang kita inginkan itu tidaklah selalu kita dapatkan, kita harus bisa menerima kenyataan yang terjadi dengan lapang dada.





Created By: Penulis Imajinasi





Mohon menyertakan alamat blog saya jika ingin memposting kembali cerita ini di website anda. Terimakasih.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Kamis, 14 Mei 2015

Kisah Si Rico.

Rico..Si laki-laki bingung..




Rico,begitu biasa orang tua dan semua yang mengenalnya memanggilnya. Rico dilahirkan di tengah 2 suku berbeda.
Rico kecil dibesarkan berpindah-pindah tempat,hal ini dikarenakan sang ayah yang selalu berpindah tempat. Mulai dari ujung timur Indonesia sampai ujung barat sudah pernah ia singgahi.


Sampai pada akhirnya, ayah Rico memutuskan kembali ke daerah kampung asal sang ayah di Sumatera.
Semakin hari, rico pun tumbuh menjadi laki-laki yang periang, selalu ingin membuat orang sekelilingnya tertawa.


Dan pada saat perusahaan yang dimiliki oleh ayahnya Rico bangkrut, dengan bermodalkan ijazah D1 ia pun pergi merantau ke jakarta untuk mencari pekerjaan.
Setelah sekian lama, kehidupan rico dijakarta cukup pas-pasan, ini dikarenakan ayahnya mengirim ibu rico yang sakit diabetes untuk dirawat rico di jakarta, jadilah keuangan rico sangat ngepas sekali.


Dan yang lebih mengherankan buat rico, sang ayah ternyata di kampungnya sana tidak berusaha mencari pekerjaan agar memperoleh penghasilan bulanan yang memang dibutuhkan rico sebagai tambahan pemasukan.
Karena,untuk hidup sendiri saja rico sudah sangat pas-pasan,apalagi ini ditambah ibu rico juga ikut tinggal bersama dia.


Sang ayah ternyata tidak bisa lepas dari khayalan memiliki usaha sendiri yang berimbas pada tidak adanya fokus ayahnya mencari pekerjaan lain setelah usahanya bangkrut.
Dan tingkah ayahnya rico ini pun tak pelak membuat rico agak sedikit kesulitan membiayai hidup mereka berdua di jakarta.


Hingga disuatu masa, sang ayah memiliki rejeki dan dapat melihat anak dan istrinya di jakarta.
Namun, tanpa diduga dan disangka-sangka, tidak berapa lama setelah kedatangan ayah rico ke jakarta, rico dan ibunya jatuh sakit. Rico sakit radang tenggorokan sementara ibunya sakit nyeri otot.


Dikarenakan manusia yang sehat hanyalah sang ayah,mau tidak mau ayah rico harus merawat ibu dan rico dijakarta,walau hanya rawat jalan saja,puji Tuhan tidak sampai rawat inap.


Namun,tak terlintas sedikit pun di benak rico, bahwa sang ayah yang selalu dimintai bantuan pada saat rico dan ibunya sakit, malah berkata "Heran aku lihat kalian,tiap aku datang kesini (red:jakarta) kalian selalu sakit, awak(red:aku) kan pingin santai-santai disini".


Rico yang mendengar perkataan itu bak disambar petir di malam hari. Karena ia tidak menyangka sang ayah akan mengeluh demikian,padahal yang dirawat sang ayah adalah anak istrinya sendiri.


Rico hanya menanggapi dingin omongan ayahnya,"kalau bisa disuruh memilih,tak ada 1 manusia pun yang ingin sakit pak".
Rico berlalu keluar kamar dengan sejuta perasaan bingung, bercampur aduk di kepala kenapa ayahnya sampai segitu mengeluhnya saat diminta bantuan ini itu pada saat ia dan ibunya sakit.


Dibenak rico muncul berbagai pertanyaan:
"jadi,apa karena ini alasannya dia mengirim ibu ke jakarta?? Supaya dia bisa terbebas dari tanggung jawab untuk memberikan hidup layak pada istri dan anaknya??"
"bukankah setiap suami harus bertanggung jawab pada keluarganya masing??"
"memangnya kami ini bukan anak istrinya yaa?kok omong begitu tadi??"




Yah,begitulah... Jadilah sekarang Rico menjadi laki-laki sakit dan bingung...



THE END





Created by: Penulis Imajinasi.


Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian dan alur cerita, itu hanyalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Minggu, 12 Agustus 2012

Sebuah Kisah Dari Irlandia Utara..


Saya ibu terburuk di dunia ini. Oh Tuhan biarlah aku menceritakan hal ini sebelum ajal menjemput.......


20 tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam memberi ia nama Eric. Semakin berkembang semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak/pelayan, namun suami saya Sam mencegah niat buruk saya.


Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun yang kedua setelah melahirkan Eric, saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil, saya menamakannya Angelica. Saya sangat menyanyangi Angelica demikian juga Sam,
seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian
anak yang indah-indah..... tapi tidak demikian dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya melarangnya dengan dalih menghemat keuangan keluarga dan Sam selalu menuruti perkataan saya.

Di saat Angelica berumur 2 tahun Sam meninggal dunia dan pada saat itu Eric sudah berumur 4 tahun. Keluarga kami semakin miskin disertai hutang yang semakin menumpuk. Saya mengambil sebuah keputusan yang membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya itu beserta Eric yang masih tertidur lelap, di gubuk yang terpaksa kami tinggali. Setelah saya menjual rumah untuk melunasi hutang-hutang........


Setahun.....2 tahun.........5 tahun..... 10 tahun ...... telah berlalu. sejak kejadian itu ...Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Ia seorang pendeta di gereja St. Maria. 5 tahun lamanya umur pernikahan kami, dan berkatnya sifat2 saya yang semula pemarah, egois dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit. Saya menjadi lebih sabar
dan penyanyang. Angelica telah berumur 12 tahun dan kami sekolahkan dia di asrama putri perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.

Hingga suatu malam..........
Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak. wajahnya agak tampan, ia tampak pucat sekali..... ia melihat ke arah saya sambil tersenyum ia berkata, "Tante, tante kenal mama saya? Saya lindu cekali pada mommy" Setelah mengatakan itu ia mulai beranjak pergi, namun saya menahannya. "Tunggu... sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?" "Nama saya elic tante" Eric......??? Eric....... ya Tuhan kau benar-benar Eric ????? Saya langsung tersentak dan bangun. rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh menerpa diri saya saat itu juga. Tiba-tiba teirngat kembali kisah ironis yang telah
terjadi dulu kala, seperti pemutaran film lama di kepala saya. Namun baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu. Dan saya mengambil keputusan untuk mati saja saat itu, yah saya harus mati, mati, mati..........

Se inchi jarak pisau yang akan saya goreskan ke urat nadi saya, saat itu saya teringat kembali dengan Eric, yah Eric... Eric mommy akan menjemputmu Eric.......

Sore itu saya memarkirkan mobil Civic biru saya di samping sebuah gubuk dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. "Mary apa yang yang sebenarnya terjadi Mary???" "Oh Brad .. kau pasti akan membenci saya setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu kala". Tapi aku menceritakannya juga dengan terisak-isak......... Tapi ternyata Tuhan sungguh berbaik hati pada saya, ia memberikan suami yang begitu baik dan pengertian kepada saya......... Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti Brad dari belakang, mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang 2 meter di hadapan
saya. Dan saya mulai ingat betapa gubuk tersebut pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric.......sa.......saya meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu............
dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka
pintu yang terbuat dari bambu itu. Gelap........ Tidak terlihat apapun juga!!
Perlahan-lahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan
kecil itu, dan saya tidak melihat siapapun di dalamnya......... Hanya sepotong kain butut di atas tanah. Saya mengambilnya dan mengamatinya... air mata saya kembali mengalir, karena saya mengenali potongan kain itu adalah baju butut yang dulu dikenakan Eric
sehari-harinya...........

Beberapa saat kemudian dengan perasaan yang sulit dilukiskan saya pun keluar dari ruangan itu..... air mata saya mengalir dengan deras dan saat itu saya hanya diam saja. Saat saya dan Brad mulai naik ke mobil, meninggalkan tempat tersebut, saya melihat seseorang di belakang mobil kami dan saya sempat kaget karena keadaan saat itu sudah gelap, dan terlihat wajah orang itu begitu kotor, ternyata seorang wanita tua..... kembali saya
tersentak kaget ketika ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.... "Hei!! siapa kamu, dan mau apa kamu kemari!" Dengan memberanikan diri sayapun bertanya, "Bibi apa kamu kenal dengan seorang anak bernama Eric, ia dulu tinggal di sini!" Ia ,"kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk." "Tahukah kamu 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini. Ia terus menunggu dan memanggil mommy...... mommy, karena tidak tega saya terkadang memberinya makanan dan mengajaknya tinggal bersama saya. Meskipun saya orang miskin dan pekerjaan saya mengumpulkan sampah namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu. Sampai tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini, ia belajar menulis setiap harinya selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu ..................."

Sayapun membaca kertas itu..."Mommy mengapa mommy tidak pernah kembali lagi..... mommy marah sama eric yah... mom biarlah eric yang pergi saja, tapi mommy harus berjanji kalau mommy tidak akan marah sama eric lagi. Bye Mom..."
Saya menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakan di mana dia sekarang??? Saya akan sangat menyanyanginya sekarang. saya tidak akan meninggalkannya lagi bu... tolong katakan!! Brad memeluk saya yang bergetar keras..."

"Nyonya semua sudah terlambat, (dengan nada melembut), sehari sebelum nyonya datang
eric telah meninggal dunia. ia meninggal di belakang gubuk ini". "Tubuhnya sangat kurus , ia sangat lemah. hanya demi menunggumu ia terus bertahan di belakang gubuk ini,
tanpa berani masuk ke dalam gubuk ini. Ia takut apabila mommy-nya datang akan pergi lagi bila melihat ia disana ... Ia hanya berharap dapat melihat mommy-nya dari belakang gubuk
ini...... meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu nyonya di sana". "Nyonya dosa anda tidak terampunkan!"

Saya langsung pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi...!!

Kamis, 23 Februari 2012

Hirarki Memori Jiwa..........

Tulisan ini... refleksi jiwa..
Tulisan ini..reaksi hati...
Tulisan ini...hanyalah sebuah tulisan...




Kaget..shock..atau apapun namanya..
Tidak terima..namun kenyataan adanya..
Mencoba menerima..rasa ingin berontak..
Namun..berlapang dada akhirnya...


Cinta..buatku senyum melebar..
Cinta...buat bibirku manyun..
Cinta..buatku belajar...
Cinta...buatku................................................................


Kenangan....kini itu labelnya..
Memori....kini itu wujudnya..
Masa lalu....kini itu masanya..
Masa lalu.....ku tinggal berlalu...


Menyendiri dalam kubangan baru...
Menyentuh palung hati tergores...
Tersenyum raga menutup sayatan..
Gerakkan langkah gontai seimbang...


Hela nafas sekedar gundah..
Membuka mata selembut sutra..
Bibir tersenyum sehangat bara..
Tegakkan badan sekekar pohon..


Menutup lembar dengan titik..
Cerita berakhir tanpa spasi
Membasuh perlahan lembaran putih....
Paragraf baru merangkai cerita....




Created By: Penulis Imajinasi


PERHATIAN!! Jika anda ingin mempublikasikan kembali cerita ini,harap mohon menyertakan link artikel saya ini dibawah postingan anda. Terimakasih atas perhatiannya.

Sabtu, 14 Mei 2011

Sebuah Kata.... Maaf...



Pagi berganti siang.. 
siang berganti malam..
Malam sirna,pagi menyapa..
Begitulah seterusnya..


Ada pertemuan,ada perpisahan..
Ada awal,ada pula akhir..
Ada yang datang,pasti suatu saat akan pergi..
Ada yang sirna,pasti suatu saat ada yang menjelang..


Ku tak tahu..ku tak mengerti..
Hidup itu selalu datang dan pergi..
Hidup itu selalu saja berawal dan berakhir..
Seperti saat kau pergi..ku tak mengerti..


Disaat semua sirna.. entah kemana cinta..
Disaat semua pergi..entah kemana asmara..
Disaat dirimu pergi..entah kemana..ku tak tahu..
Ku tak tahu.. ku hilang arah..


Disaat ku butuh bahu untuk bersandar..
Disaat ku butuh senyuman semangat..
Kau pun menghilang.. kau tinggalkan ku sendiri disini..
Kau berlari menjauh dariku..


Berlarilah menjauh.. berlarilah sekencang mungkin..
Berlarilah dengan segala kecewamu padaku..
Ku paham,akan kecewa mu.. ku mengerti..
Ku paham,kau kecewa karena ku..


Maaf.. sebuah kata yang ingin ku ucap..
Maaf..sebuah kata yang akan kuberikan padamu..
Maaf,atas kecewamu..
Maaf,atas segala sikapku..


Pergilah sayang..pergilah..
Kejarlah bahagiamu..kejarlah rasa senangmu..
Kau pantas berbahagia..kau layak bahagia..
Maaf...aku tak dapat membuatmu bahagia...